I'M Not A Bad Girl!

I'M Not A Bad Girl!
Rabu: Rindu ini Menggebu-gebu


__ADS_3

Kringgg...


Jam weker Pavita berbunyi. Membuat Pavita sempat terkejut.


"Uh, alarm! Kenapa suaramu selalu tepat ditelingaku?" Amuk Pavita kesal.


Pavita pun langsung bersiap-siap untuk sekolah.


Beberapa menit kemudian...


Tin tin!


'Kak Nick!' Batin Pavita girang yang mengintip dari jendela dan membuka pintunya.


"Hey Pavita, ayo kita berangkat!" Ajak Nick dengan semangat.


"Ayo..." Kata Pavita dengan senang hati.


Disekolah:


"Aku pergi dulu ya..." Pamit Nick sambil tersenyum.


"Ok. Hati-hati..." Jawab Pavita yang juga sambil tersenyum sambil menunggu motor Nick tak terlihat lagi.


"Hai Pavita!" Panggil Mikha dengan ceria yang baru turun dari mobil ayahnya didepan gerbang sekolah.


"Eh Mikha... Ayo kita kekelas bersama-sama." Ajak Pavita dengan ramah.


"Yuk..." Jawab Mikha.


Diperjalanan...


"Pavita, tadi malam kak Shane menngajakku dinner!" Kata Mikha dengan heboh.


"Benarkah?" Tanya Pavita sambil tersenyum.


"Yap. Aku bilang ini kan belum malam Minggu kak, dan dia menjawab memangnya harus malam Minggu? Yasudah, aku pasrah saja. Hahaha..." Kata Mikha.


"Wah... Sepertinya ada yang sedang falling in love nih..." Goda Pavita.


"Hey, kamu tidak tau ya kalau aku sudah punya pacar..." Kata Mikha tersenyum simpul.


"Hey, you never told me! Hahaha..." Kata Pavita tidak terima.


"Mwehehe... Cinta kami tidak perlu diumbar-umbar." Jawab Mikha sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Hmmm..." Gumam Pavita sambil memutar bola matanya.


"Oh iya. Bagaimana dengan kak Shane? Dia sudah tau kalau kamu punya pacar? Dan apa pacarmu juga sudah tau kalau kamu dinner bersamanya?" Tanya Pavita.


"Belum." Jawab Mikha sambil menyeringai.


"Hah?!" Pavita terkejut.


"Dia kan tidak bertanya. Lagi pula pacarku juga selalu sibuk." Jawab Mikha santai.


"Hmmm..." Jawab Pavita datar.


'Benar juga. Tidak ada salahnya...' Batin Pavita menyetujui kata-kata Mikha.


"Bagaimana denganmu?" Tanya Mikha penasaran.


"Apanya?" Tanya Pavita masih tidak mengerti.


"Kamu sudah punya pacar?" Tanya Mikha sambil memutar bola matanya.


"Oh, emmm... Semacam itu lah." Jawab Pavita malu-malu.


"Apa maksudmu semacam itu?!" Tanya Mikha kesal.


"Baiklah, aku punya." Jawab Pavita memutar bola matanya.


"Benarkah?!... Siapa namanya? Orang mana? Umur berapa? Kelas berapa? Sekolah dimana? Tampan atau tidak?!" Tanya Mikha heboh ingin tau.


"Cinta kami tidak perlu diumbar-umbar." Balas Pavita sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ayolah..." Rengek Mikha.


"Kamu duluan." Suruh Pavita.


"Baiklah." Kata Mikha memutar bola matanya.


"Pacarku bernama Ali, anak menteng, dia sudah lulus dan mulai kuliah di jurusan fotografi. Entah dimana kampusnya. Hehehe... Umurnya 18 tahun. Soal tampan, tidak usah ditanyakan. Tentu saja tampan sekali." Sambung Mikha percaya diri.


"Hmmm..." Jawab Pavita datar karena kepercayadirian Mikha.


"Hehehe... Bagaimana denganmu?" Tanya Mikha.


"Hmmm... Tampan iya, umurnya 18 tahun juga, tapi dia masih kelas 12, namanya rahasia, dan sekolahnya... Juga rahasia." Kata Pavita malu-malu.


"Ayolah, kamu belum memberitahuku dimana sekolahnya dan siapa namanya." Rengek Mikha dengan puppy eyes-nya. Pavita hanya memutar bola matanya.


"Kan aku sudah bilang rahasia." Jawab Pavita sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Jangan bilang... Pacarmu kak Mark?!" Kata Mikha heboh yang sangat sok tau itu.


"Mengapa kamu berpikir seperti itu?" Tanya Pavita sambil mengernyitkan alisnya.


"Karena setahuku, disekolah ini yang paling tua adalah kak Shane, kak Brian, kak Mark, kak Nicky, dan kak Kian. Dan kudengar, kak Mark adalah laki-laki tertampan disekolah ini." Kata Mikha.


"Memangnya hanya dia?" Kata Pavita tersenyum sinis pertanda Mikha sok tau.


"Dan kebetulan kamu juga dekat dengan dia kan?" Kata Mikha memastikan.


"Dan disekolah sebelah juga ada orang tertua dan tertampan. Kalau tidak salah dengar namanya Brian, Kevin, Nick, A.J, dan Howie. Dan katanya, diantara kelima lelaki tersebut, yang paling tampan adalah laki-laki yang bernama Nick itu. Tapi aku tidak tau. Aku juga belum pernah melihatnya. Hanya pernah mendengar gadis-gadis dikantin." Sambung Mikha.


Glek!


Underline yang Mikha ucapkan membuat Pavita tertegun.


Tak terasa, mereka sudah berada dikelas dan duduk dikursi masing-masing sambil melanjutkan ceritanya.


"Hanya itu yang kamu tau? Sekolah lainnya tidak ada?" Tantang Pavita sambil mengangkat sebelah alisnya untuk menutupi perasaannya dan mengalihkan pembicaraan.


"Aku juga pernah mendengar. Tapi aku lupa namanya. Karena yang paling sering dibahas adalah Nick, anak basket dan ketua Osis dari sekolah sebelah." Kata Mikha.


"Ketua Osis?" Tanya Pavita terkejut.


"Yap. Kenapa?" Tanya Mikha.


"Tidak apa-apa." Jawab Pavita.


'Oh, ternyata dia adalah ketua Osis. Aku hanya tau jika dia anggota Osis, tapi aku tidak tau kalau dia adalah ketuanya. Hmmm... Ketua Osis saja tidak mencerminkan seperti ketua Osis. Hahaha...' Batin Pavita geli.


"Wah wah wah... Ternyata diam-diam kamu suka menguping." Kata Pavita sambil tertawa untuk mengalihkan pembicaraan.


"Karena kamu selalu meninggalkanku, jadi aku ikut mendengarkan obrolan meja sebelahku saja." Sambung Mikha sambil tertawa.


"Ehehe... Maaf ya. Habis kamu tidak mau ikut." Kata Pavita merasa tidak enak selalu meninggalkannya.


"Hmmm... Tidak apa-apa kok." Jawab Mikha sambil tertawa.


"Oh iya, kamu belum memberitahuku nama dan sekolah pacarmu!" Kata Mikha kesal.


"Tidak perlu tau." Kata Pavita menggoda.


"Tidak adil!" Kata Mikha mendengus kesal.


"Baiklah." Kata Pavita memutar bola matanya.


"Soal tampan sudah, umur, dan kelasnya sudah. Sekarang tinggal nama, sekolah, dan asal mana kan? Dia berasal dari Jamestown, New York, Amerika. Tetapi jujur sampai saat ini aku belum tau dimana rumahnya. Dia anak sebelah. Dan namanya... Nick!" Jawab Pavita terpaksa.


"Hah?!... Benarkah?!" Kata Mikha heboh.


"Yasudah kalau tidak percaya." Kata Pavita datar.


"Waw! Pantas saja kamu dimusuhi dua sekolah sekaligus, bahkan lebih dari dua sekolah!" Kata Mikha sambil menggelengkan kepalanya dan tertawa.


"Hah, whatever! Lagipula waktu itu aku memang belum menjadi pacarnya kok." Jawab Pavita santai.


"Oh, berarti belum lama ya kamu menjadi pacarnya..." Kata Mikha sambil mengangguk-angguk.


"Oh iya, beritahu aku wajahnya seperti apa. Apa kamu punya fotonya? Perlihatkan padaku!" Sambung Mikha dengan semangat.


"Aku tidak punya fotonya. Nanti kamu ikut ke perpustakaan saja jika kamu ingin tau." Kata Pavita.


"Ok." Jawab Mikha.


Kringgg!


"Ayo kita ke perpustkaan!" Ajak Mikha dengan semangat.


"Ternyata kamu masih ingat." Kata Pavita dengan nada malas.


"Jelas. Aku penasaran bagaimana wajah pacar sahabatku ini. Apa dia lebih tampan daripada pacarku." Kata Mikha tersenyum simpul.


"Hahaha... Tentu saja pacarmu." Goda Pavita sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Hehehe..." Mikha hanya malu-malu salah tingkah.


"Coba aku lihat foto pacarmu. Tidak mungkin jika kamu tidak punya." Kata Pavita sambil menyipitkan matanya.


"Hmmm... Baiklah." Jawab Mikha malas sambil mengeluarkan ponselnya.



"Ini waktu dia masih sekolah. Aku lupa nama SMA-nya." Kata Mikha menjelaskan.



"Dan sekarang dia gondrong seperti artist!" Sambung Mikha.



"Yeah... Gondrong itu macho!" Jawab Pavita sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Tapi dia terlihat seperti orang Arab... Maksudku keturunan Arab." Sambung Pavita.


"Bagaimana kamu tau?" Tanya Mikha heran.


"Sudah terlihat dari alisnya yang agak tebal, rambutnya yang keriting, matanya yang bulat dan coklat, serta bulu matanya yang lentik khas orang Arab." Jawab Pavita.


"Waw! Briliant! Yeah, dia memang blasteran Arab dan Aceh. Dulu aku suka orang Eropa atau Amerika. Tapi semenjak bertemu dia, seleraku berubah. Sekarang aku suka lelaki dengan wajah-wajah Arab seperti dia." Jawab Mikha.


"Oh, dulu aku juga suka orang Arab. Sebenarnya sampai saat ini aku juga masih suka. Hanya saja aku selalu dapat orang Eropa atau Amerika. Akhirnya seleraku ke Barat-Baratan. Hehehe..." Kata Pavita.


"Oh... Kita terbalik ya. Hahaha..." Kata Mikha.


"Iya." Jawab Pavita sambil tertawa.


'Mungkin jika kamu mengenalkannya padaku dari dulu aku akan menyukainya. Hahaha...' Batin Pavita jahil.


Sampai diperpustakaaan:


"Hai Pavita!" Sapa Nick.


"Halo kak Nick." Jawab Pavita. Mikha hanya melongo melihat Nick.


'Tampan sekali... Tidak kalah dengan kak Mark. Jika saja aku belum punya pacar.' Batin Mikha kagum.


'Hey, apa yang kamu pikirkan Mikha?! Ingat, pacarmu sudah setia menunggumu lulus. Lagi pula, Pavita adalah sahabat yang baik, tidak mungkin kamu menikungnya.' Batin Mikha kemudian sambil menggelengkan kepalanya.


"Hey, siapa dia? Temanmu ya?" Tanya Nick kepada Pavita.


"Iya kak." Jawab Pavita yang baru saja ingin mengenalkan Mikha padanya.


"Hai... Siapa namamu?" Tanya Nick kepada Mikha sambil mengulurkan tangannya.


"Namaku Mikha." Jawab Mikha meraih uluran tangannya.


"Oh... Perkenalkan, namaku Nick. Aku~" Belum sempat Nick selesai berbicara, Pavita sudah memelototinya.


"Pacarnya Pavita." Sambung Nick sambil tersenyum jahil kepada Pavita. Pavita memutar bola matanya dan Mikha pun tersenyum.


"Oh, salam kenal..." Kata Mikha dengan ramah.


"Salam kenal juga..." Jawab Nick.


"Jadi bagaimana?" Bisik Pavita kepada Mikha.


"Apanya?" Tanya Mikha berbisik sambil mengernyitkan alisnya.


"Hmmm... Soal tampan." Bisik Pavita sambil memutar bola matanya.


"Oh, sepertinya masih tampan kak Ali. Hihihi..." Bisik Mikha sambil menutup mulutnya.


"Hmmm..." Jawab Pavita datar.


"Hey, mengapa kalian berbisik-bisik?" Tanya Nick mengernyitkan alisnya sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya.


"Tidak kok. Hehehe..." Jawab Pavita malu.


"Hmmm..." Jawab Nick pasrah.


Lalu, mereka bertiga pun saling berbincang dan bercanda dengan asyik.


Ngek!

__ADS_1


Suara pintu perpustakaan terbuka. Membuat setiap penghuni perpusakaan yang hanya sepi menengok.


"Maaf..." Kata Mark merasa tidak enak karena pintunya yang berisik.


"Eh, tidak apa-apa kok." Jawab salah satu perempuan yang kebetulan dekat dengan pintu dengan nada genit.


"Baiklah." Jawab Mark. Seperti biasa, mata Mark selalu tertuju ke tempat andalan Pavita.


"Hey kak! Ayo gabung..." Sambut Pavita yang sempat asyik berbicara melihat kedatangan Mark.


"Ayo kak, baca buku bersama kami." Ajak Mikha ramah.


"Emmm... Baiklah." Jawab Mark merasa tidak enak karena ada orang yang agak asing yaitu Mikha. Dan ada musuhnya, yaitu Nick.


'Uh, menyebalkan! Kenapa harus ada dia sih?' Batin Nick kesal.


Kring kring kring...


Bel sekolah sudah berbunyi. Seperti biasa, Pavita menunggu jemputan entah dari Nick atau Mark di dekat gerbang.


Tin tin!


"Pavita, ayo ikut kesekolahku sebentar." Kata Nick begitu sampai disekolah Pavita.


"Kenapa?" Tanya Pavita sambil mengernyitkan alisnya.


"Ada rapat Osis dadakan. Kamu bisa menungguku sebentar disekolahku." Kata Nick.


'Oh iya, dia kan ketua Osis ya.' Batin Pavita.


"Hmmm... Baiklah." Kata Pavita agak ragu.


Disekolah Nick:


"Ayo ikut aku." Ajak Nick.


"Memangnya aku boleh masuk ke sekolahmu? Aku kan beda sekolah." Kata Pavita merasa tidak enak.


"Hey, santai saja..." Kata Nick meyakinkan.


"Ah, baiklah." Kata Pavita pasrah.


"Tunggu sini saja ya... Ruanganku ada didepan situ." Kata Nick yang menunjukkan ruangan Osisnya tepat didepan Pavita tapi agak jauh sambil memberi lolipop untuk Pavita.


'Huft... Lolipop, lolipop, dan lolipop. Lama-lama gigiku bisa berlubang dengan cepat.' Keluh Pavita dalam hati.


"Baiklah. Jangan lama-lama ya..." Kata Pavita cemas. Karena dia sangat malu masuk kesekolah lain.


"Ok. Aku pergi dulu..." Kata Nick yang sebenarnya merasa agak geli kepada Pavita lalu meninggalkannya.


Pavita diam-diam mengikutinya hanya untuk mengintip dari jendela ruangan Osis Nick.



'Oh, jas Osis milik kak Nick berwarna jingga, kalau punya kak Mark berwarna hitam. Ngomong-ngomong dia tampan sekali ya ternyata.' Batin Pavita sambil tersenyum-senyum sendiri.


'Ngomong-ngomong, siapa sih nama lengkapnya? Namanya hanya terlihat sampai huruf C. Itu pun tidak lengkap.' Batin Pavita yang kesusahan mengintip nama lengkap Nick dalam banner diatas mejanya.


Sekitar 30 menit kemudian, Nick datang bersama teman-temannya.


"Sudah menunggu lama?" Tanya Nick khawatir Pavita akan marah.


"Lumayan. Tapi tidak apa-apa." Jawab Pavita.


"Oh, jadi ini pacar barumu?" Goda teman Nick. Nick hanya memelototinya.


"Hai... Namaku Kevin." Kata lelaki bernama Kevin tersebut kepada Pavita.


"Dan aku Howie!" Sahut lelaki bernama Howie tersebut.


"Kenalkan, aku Brian." Kata Brian dengan bangga.


"Namaku Pavita, salam kenal..." Kata Pavita ramah.


-Kevin: Lelaki berambut hitam, bermata almond, dan berbibir tipis berwarna pink.


-Howie: Lelaki berambut hitam lurus, bermata almond, dan berbibir tipis berwarna pink.


-Brian: Lelaki berambut cokelat pekat, bermata almond, dan berbibir tipis berwarna pink.


"Cantik juga..." Goda temannya yang lain. Nick hanya memutar bola matanya.


"Hai... Aku AJ!" Sambung lelaki bernama AJ tersebut ramah.


-AJ: Lelaki berambut hitam keriting, bermata almond, dan berbibir tipis berwarna pink.


Lalu Howie bertanya. "Bagaimana dengan..."


"Britney?" Brian sambil terkekeh dan teman-temannya pun ikut terkekeh kecuali Nick dan Pavita. Pavita yang sedari tadi tersenyum tiba-tiba senyumnya memudar.


Glek!


"Rasakan ini!" Kata Nick menjitak kepala Howie. Teman-temannya pun tertawa.


'Britney? Siapa dia? Mantannya? Atau selingkuhannya? Jangan-jangan...' Batin Pavita menerka-nerka.


"Hey, aku tidak melanjutkannya!" Kata Howie tidak terima.


"Hehehe... Katakan padaku, dia itu pacar barumu atau pacar keduamu?" Tanya Brian jahil yang langsung mendapat jitakan lebih keras daripada saat menjitak Howie.


"Aduh..." Keluh Brian.


"Jika tidak tau, diamlah!" Bentak Nick. Teman-temannya hanya tertawa.


"Yasudah. Ayo kita pulang." Ajak Nick masih emosi.


"Ok." Jawab Pavita masih terbayang-bayang dengan nama Britney.


"Jangan dengarkan kata-kata mereka. Mereka hanya iri karena hanya aku saja yang sudah punya pacar." Bujuk Nick. Pavita hanya mengangguk-angguk.


Dikamar:


Pavita tersenyum-tersenyum sendiri seperti orang gila.


"Aduh... Kenapa jantungku terus berdebar sangat kencang?!" Kata Pavita kesal dengan perasaannya itu.


Pavita terbayang wajah Nick dan Mark yang kemudian langsung ia tepiskan jauh-jauh.


"Apa-apaan ini?! Otakku sudah mulai kacau!" Kata Pavita yang kesal dengan bunga-bunga bermekaran yang ada dihatinya dan kupu-kupu yang berterbangan diotaknya.


'Tapi Britney...? Sudahlah, lupakan tentang Britney.' Batin Pavita yang mencoba menepiskan rasa curiganya kepada Nick.


♥♥♥


Dug dug dug! "Ufff... Berhentilah berdebar kencang! Aku takut tetanggaku mendengarnya!" Kata Nick yang kesal dengan dadanya yang berdebar sangat kencang sambil tersenyum seperti orang gila yang tiduran dikasur.


"Uh, aku benar-benar merindukannya." Kata Nick tidak tahan yang berjalan kearah jendela melihat pemandangan luar.


Tanpa pikir panjang, Nick langsung menghampiri motornya dan pergi.


★★★


Mark duduk dijendela sambil menahan gordennya agar tidak tertutup sambil menatap kosong kearah pohon diseberang rumahnya.


"Aku ingin sekali pergi kerumahnya." Katanya.


"Apa dia sedang sibuk?" Sambungnya.


"Ah, daripada penasaran lebih baik aku datangi saja..." Kata Mark yang sudah tidak sabar itu.


***


Tin tin! Terdengar doubble suara klakson motor didepan rumah Pavita. Pavita yang sudah rapi dan bersih pun keluar.


"Eh, kak Nick dan kak Mark?" Kata Pavita mengernyitkan alisnya.


"Aku datang kesini karena aku merindukanmu Pavita..." Kata Nick malu-malu yang seketika membuat pipi Pavita memerah.


"Sebenarnya aku ingin mengajakmu pergi..." Kata Mark agak kecewa karena Nick datang disaat yang bersamaan dengannya.


"Emmm... Yasudah. Kalian berdua masuk saja..." Kata Pavita merasa tidak enak harus memilih yang mana, ikut pergi dengan Mark atau meninggalkan Nick yang sangat merindukannya tapi juga sangat senang saat tau mereka datang disaat Pavita sedang sangat merindukannya.


Pavita yang selalu membuat teh melati sebagai minuman pagi dan sore harinya pun menyuguhkan teh tersebut untuk Nick dan Mark.


"Ini tehnya..." Kata Pavita sambil menaruh 3 gelas teh dimeja.


"Terima kasih..." Kata Nick dan Mark yang kagum dengan Pavita.


"Ok." Jawab Pavita.


'Nikmat dan hangat. Pas untukku yang sedang kedinginan sehabis mandi ini.' Batin Nick sambil memejamkan matanya saking menikmatinya.


'Uh, benar-benar enak diminum saat sedang kedinginan seperti ini.' Batin Mark.


"Bagaimana jika kalian mengajariku bermain gitar saja? Kalian kan anak band. Pasti bisa main gitar." Kata Pavita memulai pembicaraan sekaligus mencairkan suasana.


"Aku punya gitar. Tapi hanya 1. Aku ambilkan dulu ya..." Sambung Pavita yang langsung berlari kekamarnya dan kembali dengan gitar ditangannya.


"Siapa yang mau mengajariku?" Tanya Pavita.


"Aku."


"Aku bisa."


Nick dan Mark menjawab bersamaan.


"Salah satu ada yang mengajariku bermain gitar, dan satunya menyanyikan lagu untukku." Kata Pavita.


"Emmm... Kak Mark yang mengajariku bermain gitar, lalu kak Nick yang bernyanyi." Sambung Pavita.


'Cih! Sama saja aku mengiringi Nick bernyanyi.' Batin Mark jijik.


'Cih! Memangnya aku mau diiringi Mark?' Batin Nick malas.


"Yasudah kalau tidak mau..." Kata Pavita dengan puppy eyes-nya.


"Baiklah. Aku akan bernyanyi spesial untukmu..." Kata Nick dengan wajah genit.


"Aku akan bernyanyi lagunya Backstreet Boys yang berjudul I Want It That Way." Sambung Nick sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Kamu juga membantuku bernanyi." Kata Nick agak malas kepada Mark.


"Cih. Tentu saja..." Jawab Mark sinis.


"Kamu duluan..." Kata Nick.


"Hmmm..." Jawab Mark.


Mark: You are my fire.


The one desire.


Believe when I say.


I want it that way.


Nick: But we are two worlds apart.


Can't reach to your heart.


When you say.


That I want it that way.


Tell me why.


Mark: Ain't nothin' but a heartache.


Nick: Tell me why.


Mark: Ain't nothin' but a mistake.


Tell me why.


Nick: I never wanna hear you say.


Nick & Mark: I want it that way.


"Wah, suara kalian bagus sekali..." Kata Pavita sangat kagum.


"Tidak salah kalau kalian jadi anak band." Sambung Pavita bangga.


"Hehehe..." Nick dan Mark hanya malu-malu.


"Sekarang aku mau nyanyi lagunya Westlife yang berjudul My Love. Kamu juga harus ikut bernyanyi Pavita." Kata Nick yang membuat Mark terkejut kagum. Nick mengedipkan sebelah matanya kepada Mark. Dan Mark pun tersenyum lebar kepada Nick.


"Baiklah." Jawab Pavita.


Nick: An empty street.


An empty house.


A hole inside my heart.


I'm all alone.


The rooms are getting smaller.

__ADS_1


I wonder how.


I wonder why.


I wonder where they are.


The days we had.


The songs we sang together, oh yeah...


All: And all my love.


I'm holding on forever.


Nick: Reaching for the love that seems so far.


All: So I say a little prayer.


And hope my dreams will take me there.


Where the skies are blue.


To see you once again my love.


Over seas from coast to coast.


To find the place I love the most.


Where the fields are green.


To see you once again.


Nick: My love...


Pavita: I tried to read.


I go to work.


I'm laughing with my friends.


But I can't stop.


To keep myself from hinking, oh no...


I wonder how.


I wonder why.


I wonder where they are.


The days we had.


The songs we sang together, oh yeah...


All: And all my love.


I'm holding on forever.


Nick: Reaching for the love that seems so far.


All: So I say a little prayer.


And hope my dreams will take me there.


Where the skies are blue.


To see you once again my love.


Over seas from coast to coast.


To find the place I love the most.


Where the fields are green.


To see you once again.


Mark: To hold you in my arms.


To promise you my love.


To tell you from my heart.


You all I'm thinking of.


And reaching for the love that seems so far.


Pavita: So...


All: So I say a little prayer.


And hope my dreams will take me there.


Where the skies are blue.


To see you once again my love.


(Mark: My love!)


All: Over seas from coast to coast.


To find the place I love the most.


(Mark: Love the most!)


All: Where the fields are green.


To see you once again...


Mark: My love...


Nick: See you in a prayer.


Mark: My sweet.


Nick: Dreams will take me there.


All: Where the skies are blue.


To see you once again.


(Nick: Oh, my love!)


All: Over seas from coast to coast.


To find the place I love the most.


Where the fields are green.


To see you once again.


My love...


"Hahaha..." Tawa mereka bertiga.


"Seru sekali ya..." Kata Pavita.


"Suaramu bagus juga." Kata Mark memuji.


"Iya. Imut sekali." Kata Nick.


"Kalian mengejekku ya?" Kata Pavita dengan wajah datar.


"Hey, kami memuji tulus." Kata Mark.


"Memangnya nada kami seperti orang mengejek ya?" Tanya Nick.


"Suaraku cempreng seperti kaleng rombeng. Hahaha..." Kata Pavita.


"Tidak. Menurutku imut." Kata Nick.


"Mungkin karena kamu masih kecil." Kata Mark menahan tawa.


"Terlepas aku masih kecil, aku juga memang sudah cempreng dari lahir." Kata Pavita dengan wajah datar.


"Ah, terserah." Kata Nick dan Mark pasrah. Pavita hanya terkekeh.


19:00.


Pavita hanya tersenyum-senyum sendiri dikamarnya sambil memeluk bantal gulingnya erat mengingat kebersamaannya dengan Nick dan Mark tadi sore yang disaat bersamaan, orang yang Pavita pikirkan tadi mereka juga sedang tersenyum-senyum sendiri memikirkan Pavita.


Nick tersenyum jingkrak-jingkrak sambil menciumi Roger, kucing garongnya yang justru membuat Roger risih.


Sedangkan Mark hanya tersenyum memandangi foto Snoopy, anjing Labrador hitam miliknya sambil membayangkan... Membayangkan Pavita?! Dia menyamakan Pavita dengan anjingnya?!... Sungguh keterlaluan!!! Hahaha... Tidak. Mark hanya memikirkan Pavita. Tapi foto hewan peliharaan kesayangannya itu mengganggu pikirannya. Karena dia juga merindukan Snoopy daripada orang tuanya. LOL!


Ping!


From Kak Nick: Hai...


From Kak Nick: Sedang apa?


"Kyaaa!!! Kak Nick! Uh, kenapa dia selalu tau kalau aku sedang merindukannya?!" Kata Pavita heboh.


To Kak Nick: Halo...


To Kak Nick: Tidak ada. Bagaimana denganmu?


From Kak Nick: Aku sedang memikirkanmu. (Emotikon menahan senyum) Kamu belum tidur? Ini sudah hampir jam 8.


To Kak Nick: Aku belum tidur. Jika sudah tidur, siapa yang telah membalas pesanmu ini? (3 Emotikon tertawa) Lagipula aku belum mengantuk. Hehehe...


To Kak Nick: Kamu juga kenapa belum tidur?


From Kak Nick: Jawabannya masih sama seperti tadi.


From Kak Nick: Karena aku sedang merindukanmu. (Emotikon tersenyum manis)


From Kak nick: Entah kenapa hari ini aku sangat merindukanmu. Rasanya seperti tidak bertemu beberapa tahun. (3 Emotikon tertawa)


'Eh?! Aku juga kak!' Batin Pavita menyetujui.


From Kak Nick: Bagaimana denganmu? (Emotikon tersipu malu)


Ping!


From Kak Mark: Halo...


'Eh, kak Mark!' Batin Pavita girang.


To Kak Mark: Hai...


To Kak Mark: Sedang apa kak?


From Kak Mark: Sedang belajar. Bagaimana denganmu?


'Oh iya, aku lupa tidak membalas pesan kak Nick. Karena mereka mengirim pesan dalam waktu yang bersamaan.' Batin Pavita yang langsung membuka pesan Nick dan lupa untuk membalas pesan Mark.


To Kak Nick: Tentu saja. 1 hari tidak bertemu rasanya seperti 1 bulan tidak bertemu. Walaupun kenyataannya aku sedang tidak bertemu denganmu selama beberapa jam. Hahaha...


(Pavita hanya menggoda.)


From Kak Mark: Oh, sibuk ya. Yasudah... (Emotikon tersenyum simpul)


To Kak Mark: Tidak kok, aku juga sedang belajar. Hehehe... (Emotikon tersenyum lebar dengan sebulir keringat)


(Pavita hanya beralasan.)


From Kak Nick: Really?! Wow... Ternyata kamu juga merindukanku. (Emotikon memakai tisu)


To Kak Nick: Why not? (3 Emotikon tertawa)


From Kak Mark: Oh, selamat belajar... (Emotikon tersenyum manis)


'Ah Pavita!!! Kenapa kamu langsung terbawa perasaan dengan ucapan selamat belajarnya?' Batin Pavita dengan pipi yang memerah.


To Kak Mark: Selamat belajar juga... (Emotikon tersenyum tulus)


'Tumben dia hanya membacanya saja. Apa dia marah?' Batin Pavita yang masih menunggu pesan dari Mark.


From Kak Nick: Emmm... Apa kamu sudah mengantuk?


Glek!


'Bagaimana dia tau?!' Batin Pavita.


To Kak Nick: Iya kak. Hehehe... (Emotikon tersenyum lebar dengan sebulir keringat dikepala) Bagaimana denganmu?


From Kak Nick: Iya. Aku juga.


From Kak Nick: Baiklah, selamat malam... (Emotikon tersenyum tulus)


To Kak Nick: Selamat malam juga... (3 Emotikon tersenyum tulus)


Beberapa menit kemudian...


From Kak Mark: Selamat tidur... (3 Emotikon tersenyum tulus)


"Ah, kak Mark!!! Kamu selalu membuatku terbang tanpa sayap!" Teriak Pavita kesal campur geli.

__ADS_1


To Kak Mark: Selamat tidur juga... (Emotikon tersenyum manis)


Karena benar-benar mengantuk berat, Pavita pun langsung tidur pulas. Dan rasa kantuk pun mengalahkan rasa rindunya yang menggebu.


__ADS_2