I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 104 - Menang Telak


__ADS_3

Kobaran Api sangatlah besar dan hidup mati Chen Niu masih belum diketahui. Nan Tian sama sekali tidak peduli dengan fakta bahwa dia curang, apa yang penting saat ini adalah membunuh Chen Niu.


"Itu adalah akibat dari melawanku !" Kata Nan Tian sambil tersenyum tipis.


"Mengapa kau sangat yakin bahwa aku sudah mati dengan teknik rendahan ini." Tiba-tiba suara Chen Niu terdengar sangat jelas dari dalam kobaran api.


Qi miliknya sudah melapisi setiap bagian tubuhnya dan Api itu bahkan tidak bisa menembus ataupun membakar pakaiannya. Kontrol dalam menggunakan Qi adalah kunci utamanya dan Chen Niu tersenyum mengejek kearah Nan Tian.


"Bagaimana mungkin ?" Nan Tian sangat terkejut melihat Chen Niu yang baik-baik saja.


"Sudah aku bilang bahwa kau tidak lebih dari orang tua yang bodoh. Aku baru menggunakan setengah dari kemampuanku dan kau sudah sangat kesulitan, bahkan kau menggunakan trik tercela didepanku." Kata Chen Niu dengan jijik.


"Hah... Aku mengakui bahwa kau sangat kuat, tapi Benang Magis milikku bukanlah sesuatu yang bisa kau hancurkan. Bahkan Tetua Agung dari Sekte Iblis yang mungkin kekuatannya sekuat dirimu, dia tidak akan mau melawanku." Teriak Nan Tian dengan percaya diri.

__ADS_1


Chen Niu mengangkat kedua tangannya dan tersenyum dengan santai. Qi miliknya menyembur dan memadat menjadi puluhan Pedang cahaya, Benang-Benang magis itu terpotong oleh Pedang Cahaya itu dan membuat Chen Niu dapat bergerak leluasa.


Pedang Cahaya itu berkumpul diatas kepala Chen Niu dan bergabung menjadi satu Pedang Cahaya dengan ukuran yang besar. Zong Tian merasakan perasaan yang berbahaya dan instingnya mengatakan bahwa dia harus segera lari. Namun tubuhnya tidak dapat digerakan karena tekanan Pedang Cahaya yang ada didepannya.


"Luar biasa... Apakah ini masih bisa disebut sebagai Seni Beladiri, ini sudah seperti cerita fantasi yang luar biasa ?" Kata salah seorang dengan kekaguman.


"Cih... Anak muda yang tidak tahu apa-apa, bagi mereka seorang Grandmaster Seni Beladiri sangat mudah memanifestasikan Qi mereka dalam wujud apapun. Namun semua itu tergantung dengan kontrol dan seberapa kuat Qi dari Grandmaster itu, Master Chen memiliki Qi yang jauh lebih kuat dari Master Nan Tian. Jika kau mendekati mereka dalam jarak dua puluh meter aku yakin kau akan mati karena tekanan pertarungan mereka." Kata Pria Tua yang merupakan seorang Master Seni Beladiri.


Saat ini didalam hati semua orang memiliki niat mereka masing-masing. Jika mereka bisa berguru atau mendapatkan saran dari Chen Niu dalam seni beladiri maka mereka mungkin akan mendapatkan terobosan yang besar.


"Aku menyerah !" Kata Nan Tian dengan keringat dingin.


Pedang Cahaya itu sudah terlihat seperti kematian untuknya. Selama Chen Niu menggerakkan tangannya maka dia akan mati terpotong oleh Pedang itu.

__ADS_1


"Kalau begitu matilah !" Kata Chen Niu dengan dingin.


"Tunggu sebentar... tolong ampuni hidupku, aku bersedia menjadi bawahanmu." Kata Nan Tian yang memohon belas kasihan.


Chen Niu tersenyum dan berkata, "Apakah kau ingat apa yang kau katakan terakhir kali. Bahwa dalam pertarungan hidup dan mati hanya ada salah satu dari kita yang akan hidup, aku bukanlah orang bodoh yang akan melepaskan orang yang sudah menyinggungku. Biarkan hari ini menjadi contoh untuk semua orang, jika ada orang yang berani berurusan denganku maka orang itu harus siap untuk mati."


Ekspresi Nan Tian terlihat sangat suram dan sebelum dia sempat memohon untuk kehidupannya. Pedang Cahaya itu berayun kearahnya dan memotongnya menjadi dua bagian, gelombang air yang besar menyapu segalanya dan darah Nan Tian bercampur dengan air.


Chen Niu mengambil Labu Giok itu dan tersenyum puas. Dia memandang kearah kerumunan ahli beladiri dan semua orang menundukkan kepala mereka.


Setelah melihat kehebatan Chen Niu mereka semua menjadi sedikit ngeri dengan sosok Raja Utara Dunia Bawah. Takutnya setelah kabar kematian Nan Tian menyebar, posisi Chen Niu akan menjadi lebih kuat dan semakin kokoh.


"Temui aku dimarkas." Chen Niu berteriak kearah Bing Chu.

__ADS_1


Bing Chu menganggukkan kepalanya dan memberi hormat. Segera Chen Niu pergi dari sana dan mengabaikan semua orang, dia tidak ingin merepotkan dirinya dengan berkumpul dengan orang-orang yang tidak berguna.


Labu Giok yang merupakan senjata magis dengan ruang yang besar ini sudah lebih dari cukup. Didalamnya terdapat tanaman herbal yang berguna untuk latihannya, jadi bagi Chen Niu pertarungan ini sungguh tidak sia-sia dan cukup menguntungkan baginya.


__ADS_2