
Shi Jiao dan Lei Weichen juga penasaran dengan Busur ditangan Chen Niu, jika mereka bisa mendapatkan Artifak itu maka mungkin ada peluang besar untuk membuat peningkatan.
"Kalian jangan mengkhawatirkan hal kecil." Chen Niu menyimpan kembali Busurnya dan berkata, "Bahkan tanpa Busur ini kalian berdua masih bukan lawanku sama sekali ?"
"Sombong." Lei Weichen mengayunkan Qi Pedangnya dan bergerak langsung kearah Chen Niu.
"Aku akan memperlihatkan kepada kalian tentang apa yang sebenarnya disebut dengan kesombongan." Chen Niu mengangkat satu jarinya dan Qi Pedang yang ganas itu ditahan dengan tangan kosong.
Qi yang ganas menyembur dari ujung jarinya dan Qi Pedang itu hancur berantakan. Lei Weichen memuntahkan darah dari mulutnya dan Pedang ditangannya hancur berkeping-keping.
Shi Jiao membentuk Segel dan Api Merah menyembur dari mulutnya. Chen Niu yang melihat Api Merah itu sedikit tertarik dan mengadunya dengan Teknik Matahari miliknya.
Bola Api diatas telapak tangan Chen Niu memancarkan gelombang panas yang sangat kuat. Api Merah itu tidak dapat dibandingkan dengan Bola Api Chen Niu dan ditelan dengan mudahnya.
Chen Niu melemparkan Bola Api keatas langit dan gelombang panas menyebar dengan luas. Matahari kecil mulai terbentuk dan semua orang dapat menyaksikan kekuatan Dewa yang sebenarnya.
__ADS_1
"Hehehe... Pasukan kalian memiliki kesiapan yang bagus. Aku sudah mengatakannya dengan jelas, jika kalian tidak ingin pergi maka kalian akan mati disini !" Chen Niu meremas tangannya dan Bola Api diatas langit meledak.
Hujan Bola Api turun seperti hujan kesegala arah dan fenomena ini mirip seperti meteor yang jatuh. Keempat Kamp Pasukan yang mengepung kembali terombang-ambing tidak berdaya.
Api yang ganas melahap mereka tanpa tersisa sedikitpun dan teriakan kesakitan menggema dengan sangat jelas. Mereka yang selamat bergegas untuk lari dan menyelamatkan hidup mereka, pertarungan Puncak Dewa Bumi bukanlah hal yang bisa mereka tahan dan jika mereka terlibat hasilnya hanya akan ada kematian.
Lei Weichen berteriak dengan marah dan melesat kearah Chen Niu. Tubuhnya berubah menjadi emas yang keras dan dia meninju kearah Chen Niu terus menerus. Namun kekuatan Spiritual mulai memadat, Chen Niu melambaikan tangannya dengan ringan dan memukul kearah Lei Weichen.
*Bang.*
Shi Jiao merakan kalau wajahnya rusak parah karena terbakar, rasa sakit yang dia rasakan semakin membuatnya sangat marah. Lei Weichen keluar dari dalam lubang dan Qi mereka meledak kesegala arah.
Lingkaran Cincin terbentuk dibelakang Lei Weichen, sedangkan Api Merah Shi Jiao berubah menjadi ratusan teratai api yang ganas. Cincin Emas melesat kearah Chen Niu bersamaan dengan ratusan Teratai Api Merah, Chen Niu dengan santai menyelimuti tangannya dengan Qi dan menangkap Cincin Emas.
"Barang yang bagus... sayangnya bukan ditangan yang tepat." Chen Niu memutar Cincin Emas dan gelombang udara menciptakan sebuah angin topan yang dahsyat.
__ADS_1
Semua Teratai Api Merah berbelok kearah Lei Weichen dan membakarnya hidup-hidup. Shi Jiao sangat terkejut dengan kemampuan luar biasa Chen Niu, namun didalam angin topan Chen Niu keluar dan dengan kecepatan yang luar biasa dia berdiri didepan Shi Jiao.
*Slash.*
Chen Niu memotong tubuh Shi Jiao menjadi dua bagian dengan menggunakan Cincin Emas yang merupakan Artifak Lei Weichen. Api yang ganas menyembur dari mata Chen Niu dan membakar tubuh dan jiwa Shi Jiao tanpa memberikannya belas kasihan.
Lei Weichen yang tahu bahwa dirinya akan mati karena tidak bisa menghilangkan Api Merah Shi Jiao tidak bisa menahan diri.
"Matilah bersama denganku !" Lei Weichen terbang kearah Chen Niu dan telapak tangannya diarahkan langsung kepada Chen Niu.
"Jika ingin mati maka matilah sendiri... Aku masih memiliki Keluarga yang harua aku urus !" Chen Niu memadatkan kekuatan bintang ditangannya dan meninju Lei Weichen.
Sinar cahaya melesat dan menyapu tubuh Lei Weichen sampai hancur. Sinar cahaya itu sampai menembus langit dan membuat lubang yang terlihat jelas.
Chen Niu mengambil Cincin Ruang mereka berdua sebagai kompensasi. Dirinya sama sekali tidak mengeluarkan banyak tenaga untuk membunuh mereka dan panennya cukup membuatnya senang.
__ADS_1
Xian Shie dan Cang Yue terus menerus bersaing, keadaan mereka saat ini seimbang dan dia cukup tertekan mendapati Lei Weichen dan Shi Jiao sudah mati. Sudut mulut mereka berdua mengeluarkan darah namun Cang Yue masih terlihat sangat ganas dengan petir yang meledak-ledak, melihat Chen Niu yang sudah membunuh dua pengkhianat membuatnya lebih bersemangat untuk segera membunuh Xian Shie.