I'M THE KING

I'M THE KING
Bab 108 - Perjamuan Keluarga Lan


__ADS_3

Sore harinya Chen Niu dengan ibunya sudah sampai dikediaman Keluarga Lan. Disana banyak mata yang tertuju kearah mereka dan Niu Lan sedikit gugup dengan bertemu Ayahnya.


Lan Weichen dan yang lainya menyambut mereka dengan hangat. Fu Lan cukup terkejut dengan mereka yang menaiki mobil pagani, namun dia berpikir kalau mungkin itu adalah mobil sewaan yang sengaja dilakukan untuk pamer.


"Salam Ayah !" Niu Lan membungkuk didepan Lan Weichen dan memberikan penghormatan.


"Sudah lama sekali aku tidak melihatmu, bagaimana kehidupanmu disana dan apakah ini Putramu ?" Tanya Lan Weichen sambil melihat kearah Chen Niu.


Chen Niu dengan formal memberikan hormat kepada Lan Weichen, untungnya tidak ada masalah diawal dan Lan Weichen menunjukan keramahan padanya.


"Namanya adalah Chen Niu... Dia adalah Putraku satu-satunya. Kehidupan kami di Sichuan cukup baik berkat Chen Niu yang sudah mulai dewasa dan mulai bekerja." Kata Niu Lan dengan jujur.


"Cih.. Marga Chen... Apakah dia layak untuk datang kemari. Sepertinya kau sangat menikmati hidupmu yang sederhana disana !" Kata Fu Lan dengan nada yang jijik.


"Diam... Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak membuat api permusuhan. Apa yang sudah terjadi biarlah lewat, jangan membenci mereka hanya karena melanggar aturan Keluarga." Teriak Lan Weichen dengan tegas.


"Apa yang dikatakan Ayah itu benar Kakak pertama... Kakak kedua sudah cukup menerima hukuman dan dia masihlah Saudara kita." Kata Lan Gang yang merupakan Putra paling bungsu.

__ADS_1


Chen Niu hanya bisa menahan amarahnya disini dan mencoba untuk bersabar. Tempat ini adalah Keluarga Ibunya dan tidak sepantasnya dia membuat keributan disini.


"Sudahlah... Ayo masuk... Banyak orang didalam dan tidak baik untuk berdiri diluar seperti ini !" Kata Lan Weichen dengan santai.


Mereka semua masuk bersama-sama dan dihalaman sudah ada perjamuan yang sudah disiapkan. Banyak orang dari Keluarga kelas menengah yang hadir disana dan menerima sambutan hangat dari Fu Lan.


Chen Niu duduk bersama dengan Anak-Anak dari kedua Pamannya. Tatapan mereka sedikit tidak menyenangkan namun Chen Niu sama sekali tidak peduli.


Mereka berdua adalah Putra dari Pamannya dan bernama Lan Haidong dan Lan Fuchen. Lan Haidong adalah Putra dari Fu Lan dan karirnya cukup bagus dalam membantu Ayahnya mengurus bisnis Keluarga.


"Marga Chen... Entah mengapa ketika aku melihatmu membuatku muak !" Kata Lan Haidong dengan ekspresi yang penuh permusuhan.


"Apakah aku terlihat peduli dengan masalahmu." Kata Chen Niu dengan sedikit mengejek.


"Ya... Jika bukan karena Ayahmu... Ibumu sudah menikah dengan orang dari Keluarga Yuan, maka Keluarga Lan kami pasti sudah naik ke posisi Keluarga teratas dengan dukungan mereka." Kata Lan Haidong dengan marah.


"Sudah cukup Lan Haidong... Perintah Kakek adalah mutlak. Chen Niu bukanlah orang luar dan walaupun Marganya adalah Chen tetapi kita masih memiliki hubungan darah dengannya. Jika kau tidak suka lebih baik diam dan jangan membuat Kakek marah." Kata Lan Fuchen dengan marah.

__ADS_1


Lan Fuchen sendiri tidak bermaksud membela Chen Niu ataupun berkenalan dengannya, dia hanya tidak suka kalau terjadi keributan yang tidak perlu. Chen Niu hanya seseorang yang tidak layak untuk diwaspadai olehnya, jadi dia tidak akan membuang tenaga untuk menciptakan masalah untuknya.


Beberapa Wanita berjalan kearah mereka dan salah satu dari mereka merupakan salah satu Nona muda dari Keluarga Zie. Gadis itu baru saja tiba dan melihat mobil milik Chen Niu diluar, dia cukup tertarik dengan beberapa mobil sport dan berniat untuk menanyakannya.


Nama Gadis itu adalah Zie Yan dan cukup terkenal akan kecantikannya di Chuzhou. Lan Haidong dan Lan Fuchen buru-buru berdiri dan merapikan diri mereka untuk mendapatkan kesan baik.


"Halo... Nona Zie Yan !" Kata mereka berdua dengan senyum yang ramah.


"Ya... tempat ini adalah milik Keluarga Lan dan aku ingin tanya siapa orang yang mengendarai mobil pagani yang diparkirkan diluar ?" Tanya Zie Yan dengan penasaran.


Mereka berdua saling memandang dan tidak tahu siapa pemiliknya. Zie Yan merasa kesal dan segera pergi dari sana untuk bertanya kepada orang lain, namun setelah beberapa waktu dia kembali lagi dan duduk disamping Chen Niu dengan ekspresi yang kesal.


"Kata Orang Tua Lan Weichen kaulah pemiliknya, kenapa ketika aku tanya kau tidak menjawabnya ?" Kata Zie Yan dengan kesal.


"Aku pikir kau mencari mereka berdua... Memang ada apa kau mencariku ?" Tanya Chen Niu dengan kesal.


"Sebutkan harganya... Aku akan membelinya !" Kata Zie Yan yang mulai menawar.

__ADS_1


__ADS_2