
Setelah beberapa waktu terbang Chen Niu sampai diperbatasan. Dari kejauhan Chen Niu dapay melihat kabut hitam dengan Aura kematian yang sangat pekat, banyak kerangka tulang yang sudah seperti mayat hidup.
Pasukan yang dipimpin oleh Fan Ming terus menerus bergantian melakukan pertahanan, hanya cara ini yang bisa mereka lakukan dan bahkan Cang Yue sendiripun yang berada di Alam Dewa Langit tidak memiliki kemampuan untuk menghilangkannya.
Chen Niu terbang lebih cepat dan berdiri diatas langit. Chen Niu melambaikan tangannya dan Aura yang kuat meledak-ledak, Qi yang ganas berubah menjadi angin yang kuat dan mendorong kabut hitam itu kebelakang.
Semua orang yang merasakan Aura kuat yang dipancarkan sosok Chen Niu segera keluar untuk melihatnya. Cang Yue sendiri bergegas terbang kedalam pelukan Chen Niu dan sosok Chen Niu terlihat lebih hebat dari terakhir kali kita bertemu.
"Maaf karena membuatmu melewati hari yang berat, aku sudah berhasil menerobos Alam Mahayana dan sekarang aku akan bergabung ke medan perang. Untuk masalah ini aku akan mengurusnya... pastikan Pasukan untuk kembali dalam keadaan puncak mereka selama tiga hari !" Kata Chen Niu sambil mengusap punggung Cang Yue.
"Baik... Aku akan menunggumu dibawah." Kata Cang Yue dengan lembut.
Cang Yue melepaskan pelukannya dan segera turun kebawah, segera perintah mundur untuk para Pasukan terdengar sangat jelas dan Fan Ming meminta mereka semua untuk masuk kedalam Benteng pertahanan Kota.
__ADS_1
Chen Niu maju kedepan dan Busur Ilahi muncul ditangannya. Tali Busurnya ditarik dan dilepaskan dengan santai, gema dari Busur Ilahi menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat. Selain menghancurkan banyak Kerangka hidup Kabut hitam juga didorong sangat jauh.
Chen Niu memadatkan sebuah anak panah dari esensi kekuatan matahari, gelombang panas menyebar kesegala arah dan Chen Niu menembakkannya kearah sekumpulan Kerangka hidup.
*Boom.*
Ledakan gelombang panas membakar sekumpulan Kerangka Hidup dan Api yang terbentuk dari esensi matahari membentuk sebuah dinding penghalang. Kerangka hidup yang mencoba memaksa masuk terbakar menjadi abu oleh api sejati matahari, semua orang sangat kagum dengan kekuatan yang ditunjukan Chen Niu dan bersorak dengan gembira.
Chen Niu menatap langit dari kejauhan dan merasakan kalau dirinya sedang diawasi oleh Raja Iblis. Aura mereka saling berbenturan dari jarak yang cukup jauh dan tekanan jiwa yang kuat membuat semua orang berguncang.
"Hahaha... Pecundang sepertimu harus tahu tempatnya. Tiga Generasi mengalami tiga kali kekalahan, jika aku jadi dirimu aku akan melu dan menyembunyikan wajahku. Tapi tenang saja... tiga hari dari sekarang aku akan mengakhiri rasa malu itu dan mengirimu ke Neraka !" Kata Chen Niu dengan suaranya yang menggelegar seperti petir.
"Hahaha... Kau sama seperti orang tua itu dan membuatku sangat ingin membunuhmu. Kalau begitu datanglah kemari... aku ingin melihat bagaimana kau akan membunuhku !" Kata Raja Iblis dengan bangga.
__ADS_1
"Aku pasti akan melakukannya." Chen Niu berbalik dan pergi menemui Cang Yue.
Chen Niu pergi ke Tenda Kamp Pasukan bersama dengan semua Petinggi. Cang Yue, Die Sie, Fan Ming dan Zhang Heqing membahas rencana untuk penyerangan tiga hari kedepan.
Pasukan Tengkorak hidup itu sama sekali tidak ada habisnya. Jadi apa yang dapat mereka usulkan adalah untuk menerobos langsung dan membuka jalan bagi Chen Niu untuk langsung berhadapan dengan Raja Iblis dalam kondisi terbaiknya.
"Baiklah semua orang bisa kembali dan memulihkan tenaga mereka. Aku akan mengandalkan kalian untuk memimpin Pasukan nanti digaris depan." Kata Chen Niu dengan tegas.
Semua orang memberi hormat dan kecuali Cang Yue mereka pergi kembali ke Pos mereka masing-masing. Hidup dan mati akan ditentukan oleh pertarungan Chen Niu dalam tiga hari dari sekarang.
"Kau tidak ingin istirahat dan memulihkan kekuatan ?" Tanya Chen Niu kepada Cang Yue yang duduk disampingnya.
"Aku tidak terlalu lelah dan jarang turun dalam pertempuran. Saat ini aku lebih jauh mengkhawatirkan keselamatanmu... katakan padaku seberapa besar kau yakin untuk mengalahkan Raja Iblis ?" Tanya Cang Yue dengan penasaran.
__ADS_1
"Entahlah... Aku tidak tahu apakah aku bisa menang atau tidak. Namun aku cukup yakin dapat bersaing dengannya, abaikan soal ini... kau berjanji akan memberikanku hadiah ketika berhasil menerobos Alam Mahayana. Kau tidak melupakannya bukan ?" Chen Niu merangkul Cang Yue dan tersenyum penuh arti.
Cang Yue tahu arti dibalik senyuman Chen Niu dan berkata dengan kesal, "Jangan berpikir yang aneh-aneh diwaktu yang sulit ini. Apa yang ingin aku berikan bukan sesuatu seperti apa yang sedang kau pikirkan sekarang."