
Dua minggu Chen Niu menjalani kehidupan sehari-harinya dengan kegiatan biasa, dia cukup nyaman dengan kondisinya sekarang dan terus berlatih mempelajari Teknik yang ditinggalkan para Leluhurnya.
Dengan Aliran waktu yang berbeda ditempat itu membuatnya dapat nyaman mempelajari segala hal. Waktu ditempat itu bukanlah segalanya dan Chen Niu dapat bekerja keras sesuai dengan keinginannya.
Chen Niu keluar melihat danau yang luas didepannya, aura yang sangat kuat meledak dan Chen Niu meninju keatas langit. Awan semuanya menyingkir dan lintasan tinjunya menciptakan gelombang kejut yang ekstrem.
Lin Yu memeluknya dari belakang dan berkata, "Seiring berjalannya waktu kekuatan yang kau miliki sudah tidak masuk akal !"
"Inilah kekuatan para Dewa yang sebenarnya, kau akan mengerti ketika melangkah ke Alam Dewa." Chen Niu berkata dengan bangga.
Lin Yu mengangguk dan untungnya Chen Niu tidak pernah melihat orang lain sebagai musuhnya, jika tidak Lin Yu takut bahwa Chen Niu akan kehilangan sisi manusianya dan membunuh orang tanpa pandang bulu sesuka hatinya.
Chen Niu menyipitkan matanya dan merangkul Lin Yu, dia merasakan Aura kuat yang familiar bergerak kearahnya. Persepsinya melihat bahwa Yao Jun adalah pemilik tekanan ini, Yao Jun tidak ingin repot-repot mengetuk pintu dan mendarat didekat mereka.
__ADS_1
"Salam Senior Yao... apa ada sesuatu yang membuat Senior datang kemari secara pribadi ?" Tanya Chen Niu dengan santai dan Lin Yu juga memberi salam dengan sangat sopan.
"Kau sudah berada di Alam Dewa yang mana setingkat denganku, apakah kau masih perlu bersikap sopan dengan kekuatan yang kau miliki." Kata Yao Jun dengan senyum yang santai.
Chen Niu menyuruh Lin Yu untuk membuatkan minuman untuk mereka dan berkata, "Aku dan Senior tidak pernah bertabrakan... selama itu bukan musuh maka itu bukan masalah, terlebih orang tua yang merupakan pahlawan seperti Senior Yao sangat pantas dihormati."
"Baiklah... kita hentikan pembicaraan ini dan langsung keintinya. Singkatnya aku membutuhkanmu untuk sesuatu... aku yakin kau merasakan kalau Aura menjadi lebih padat seiring berjalannya waktu, bukankah cukup aneh untuk kota yang selalu memiliki banyak polusi dapat memiliki kepadatan Aura seperti itu."
Yao Jun duduk dan berkata, "Singkatnya di Kauai ada sebuah Harta Spiritual yaitu Buah Guntur yang terlahir. Para Dewa diseluruh Penjuru Dunia akan memperebutkan Buah Guntur ini, sebelumnya aku sudah menyuruh Zhao Qi untuk memantaunya selama setahun yang lalu. Buah Guntur sudah menunjukan tanda-tanda akan matang, aku membutuhkanmu untuk bekerjasama denganku mendapatkannya !"
Chen Niu menyalakan rokoknya dan berkata, "Buah Guntur hanya ada satu dan seperti yang Senior ketahui, apa yang paling aku inginkan adalah kedamaian untuk Keluargaku. Aku tidak ingin terlibat dalam air yang keruh, jika sekumpulan orang seperti kita bertarung satu sama lain disana maka sudah jelas bahwa tempat itu mungkin akan menjadi neraka yang sesungguhnya."
"Aku mengerti apa yang kau pikirkan... tapi jika kau melepaskan kesempatan ini dan Buah Guntur jatuh kepada orang yang salah maka lupakan saja kedamaian yang kau impikan. Pada saat itu akan terjadi perang besar yang melibatkan seluruh dunia !" Kata Yao Jun yang berusaha untuk meyakinkan Chen Niu.
__ADS_1
Apa yang dikatakan Yao Jun sangat masuk akal mengingat beberapa orang memiliki ambisi mereka masing-masing.
"Lalu bagaimana jika aku yang mendapatkan Buah itu ?" Tanya Chen Niu dengan dingin.
Uang sudah tidak ada artinya lagi untuk Chen Niu dan jika dirinya harus menyerahkan Buah Guntur kepada Pemerintah maka lebih baik dia tidak pergi.
Persetan dengan berkontribusi untuk Negara, bahkan ketika dia susah Negara hanya menerapkan kebijakannya sendiri dan tidak pernah mencoba membantu yang lainya.
"Antara kau dan aku tidak ada rasa iri... siapapun yang mendapatkannya maka orang itu yang memilikinya. Kita adalah Dewa dan Hukum tidak akan berarti didepan kita, aku tahu mereka hanya sekumpulan orang serakah dan apa yang perlu kau lakukan adalah jika mereka membuat alasan maka bunuh saja. Aku akan berada dibelakangmu pada saat itu !" Kata Yao Jun dengan sungguh-sungguh.
"Oke... aku akan percaya kepada Senior. Kapan kita berangkat ke Kauai ?" Tanya Chen Niu dengan penasaran.
"Besok.... semakin cepat maka semakin baik, kita tidak bisa memprediksi kapan Buah Guntur akan matang. Jadi lebih baik untuk mempersiapkan diri lebih awal disana." Kata Yao Jun dengan jujur.
__ADS_1
Chen Niu sepakat dengan penawaran Yao Jun dan segera Yao Jun pergi ke Hotel Kunlun untuk meminta orang lain mempersiapkan keberangkatan mereka berdua.