
Gelombang ledakan Qi membuat air danau menyembur naik dan Chen Niu keluar dari dalam air. Walaupun terdapat sedikit luka bakar namun berkat tubuh bintangnya dia dapat meminimalisir kerusakan.
"Sungguh... dia benar-benar sangat kuat !" Kata Ban Ra dengan ekspresi yang kesal.
"Tubuh Emas." Ma Lan mendesak Qi miliknya dan kulitnya dilapisi oleh lapisan emas yang terlihat kuat.
Chen Niu mengeratkan giginya dan terlihat sangat marah. Bayangan Matahari dan Bulan muncul dibelakangnya, segera dia memadatkan Bola Qi yang sangat kuat ditelapak tangannya, aliran energi yang sangat kuat menghentikan laju dati Ma Lan dan dia sedikit merasa ketakutan dengan sensasi yang dipancarkan dari Bola Qi yang berada diantara telapak tangan Chen Niu.
"Buang waktu... Aku akan mengakhiri kalian berdua sekaligus !" Chen Niu melemparkan Bola Qi itu dan melesat kearah Ma Lan.
*Boom.*
Bola Qi itu meledak tepat didepan Ma Lan dan gelombang Qi yang sangat kuat mengamuk diatas langit hingga menciptakan pusaran badai besar. Semua orang yang berada di Donghai dapat merasakan keanehan yang terjadi diatas langit, dampak dari pertarungan mereka bahkan membuat semua orang merasa sangat ketakutan.
__ADS_1
Ma Lan mati tanpa meninggalkan sisa sedikitpun ditubuhnya, dari kejauhan Ban Ra berlari dengan darah yang menetes. Lengan dan kaki kirinya hancur dibawah keganasan Qi Chen Niu, untungnya serangan itu tidak diarahkan langsung kepadanya.
Jika tidak mungkin nasibnya tidak jauh lebih buruk dari Ma Lan, perhitungan mereka salah karena memprovokasi Chen Niu. Kabar bahwa dia mengalahkan Kultivator itu masih terlalu curang, faktanya kekuatannya bahkan lebih hebat dari Kultivator yang pernah mereka lihat.
Sekarang pilihan terbaik yang bisa Ban Ra ambil adalah melarikan diri, namun Chen Niu masih menatapnya dengan tajam dan Ban Ra masih dalam jangkauan serangannya.
"Ingin lari setelah membuat kekacauan besar ditempatku, kau harus membayar semuanya dengan nyawamu !" Chen Niu mengangkat tangannya dan memegang Busur Ilahi.
Segera dia melepaskan Anak Panah dengan memadatkan kekuatan Bintang, Anak Panah itu melesat seperti sebuah roket dan walaupun Ban Ra mengubah arahnya namun semua tindakan yang dia ambil sangat percuma. Anak Panah itu terus mengikutinya dari belakang dan hanya berjarak tiga meter darinya.
Chen Niu melambaikan tangannya dan Anak Panah itu berhenti, Chen Niu terlihat sangat marah dengan cara licik yang dilakukan Ban Ra.
"Hahaha... Kau terlalu lembut, kau mungkin memiliki kemampuan untuk membunuhku tapi kau tidak bisa melukai seorang Anak kecil." Ban Ra menahan Gadis yang ketakutan dan tertawa dengan bangga, "Singkirkan Anak Panah ini atau jika tidak Gadis Kecil ini akan mati bersama denganku !"
__ADS_1
"Pada akhirnya sampah tetaplah sampah... kau bisa pergi, tapi ingatlah ini baik-baik... kau dan aku tidak mungkin bisa berdamai. Ketika aku melihatmu sekali lagi maka aku pasti akan membunuhmu. Bahkan jika kau menyandra orang-orang satu kota sekalipun, aku tetap akan membunuhmu." Kata Chen Niu dengan dingin dan perlahan Anak Panahnya menghilang.
"Hahaha... Kau berbicara seolah kau mampu melakukannya. Bahkan ketika aku membawa Gadis ini kau tidak bisa berkutik." Kata Ban Ra dengan mengejek Chen Niu.
"Bicaralah sesukamu... dimasa depan kau akan tahu apa yang aku katakan ini kebenaran atau sekedar hanya omong kosong." Kata Chen Niu dengan penuh niat membunuh.
Ban Ra melepaskan Gadis itu dan tidak berani mempertaruhkan hidupnya. Sekarang jarak Chen Niu cukup jauh darinya dan selagi masih ada kesempatan akan lebih baik segera lari darinya.
Kekuatannya sangat tidak masuk akal dan bahkan setelah dia berhadapan dengan empat Dewa sekaligus Chen Niu masih bisa mendominasi. Berita kekalahannya mungkin akan menyebar dengan luas bersamaan dengan matinya ketiga Dewa.
Namun semuanya tidak masalah untuk menanggung penghinaan, nyawanya hanya satu dan dia tidak ingin bertaruh dengan hidupnya. Sekarang Chen Niu dan dirinya adalah musuh dan mungkin lebih baik bersembunyi untuk menghindari Dewa Kematian ini
Chen Niu merasakan Ban Ra sudah pergi dan Busurnya kembali ketempatnya, ekspresi kebencian yang sangat dalam terlihat sangat jelas diwajah Chen Niu.
__ADS_1
Dirinya bisa saja membunuh Ban Ra namun hati Chen Niu tidak mengijinkannya, Donghai adalah Wilayah Kekuasaannya dan akan buruk jika banyak warga sipil mati ditangannya.
Jadi dirinya hanya bisa mengingat hutang ini dan akan menagih sesuai janjinya. Setidaknya Ban Ra tidak akan mungkin menjadi lawannya dan apa yang harus dia lakukan saat ini adalah memastikan keselamatan anggota Keluarganya.