
Malam harinya mereka berdua pergi ke Taman dekat dengan Distrik Utama, Chen Niu belum memberitahu Lin Yu tentang dirinya yang tinggal di Villa Distrik Utama.
Mereka berdua duduk dikursi panjang dan kepala Lin Yu bersandar dibahu Chen Niu, suasananya tempat itu sangat nyaman dan hangat. Namun ekspresi Lin Yu terkadang berubah menjadi cemas.
Chen Niu memegang tangannya dan berkata, "Sekarang adalah waktu yang tepat untuk kau mengatakan masalahmu, awalnya aku tidak ingin menanyakan masalah pribadimu namun melihat kau yang seperti ini membuatku tidak senang !"
Lin Yu terlihat ragu untuk mengatakannya, "Ugh... ini adalah masalah dari Panti Asuhan yang dulu aku tempati sebelum hidup mandiri. Pemiliknya sudah seperti Orang Tua angkat bagiku sejak Ibuku mati. Tapi ada beberapa masalah yang terjadi baru-baru ini !"
"Apa masalahnya ?" Chen Niu bertanya dengan penasaran.
"Itu adalah pengusiran paksa... Daerah itu berada didekat Bendungan dan Pemerintah terpaksa mengeluarkan petisi untuk memperluas perairan disana demi mencegah Sungai meluap. Apa yang dilakukan Pemerintah memang tidak salah mengingat kami memang tidak memiliki Surat Tanah, tapi aku bingung... keuangan dari Panti Asuhan tidak terlalu banyak dan mustahil untuk membeli ataupun menyewa tempat. Belum lagi Anak-Anak lain yang harus maka dan sekolah, memikirkannya saja sudah membuatku sangat depresi."
Lin Yu melanjutkan, "Bahkan jika aku bekerja keras sekalipun akan sulit untuk membeli atau menyewa tempat. Aku ingin meminjam uang darimu tapi aku merasa malu... aku tidak ingin kau menganggapku memanfaatkan situasi dan mengambil uangmu. Aku memilihmu menjadi pacarku karena aku benar-benar menyukaimu..."
"Ternyata hanya masalah sepele... mulai sekarang Panti Asuhan dan semua kebutuhan lainya akan diurus olehku. Dengarkan ini... sesekali tidak masalah jika kau ingin memanfaatkanku untuk kepentinganmu. Bagiku uang adalah sesuatu yang aku gunakan untuk membahagiakan orang-orang yang berharga bagiku. Karena kau menyebut diriku adalah Kekasihmu maka kau juga termasuk salah satu dari orang itu." Kata Chen Niu dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
Lin Yu sedikit terharu dengan perkataan Chen Niu dan berkata, "Terimakasih."
"Tidak masalah... ini sudah malam dan besok kita akan pergi ke Panti Asuhan. Menginaplah di Villa milikku malam ini !" Kata Chen Niu dengan santai.
"Kau tidak memikirkan sesuatu yang mesum bukan ?" Lin Yu berkata dengan kesal.
"Sedikit... tapi jika kau tidak mau maka aku juga tidak akan memaksamu." Chen Niu berkata dengan sedikit menggoda.
"Baiklah... aku akan tinggal, dimana Rumahmu ?" Tanya Lin Yu dengan penasaran.
"Disini... Villa di Distrik Utama." Kata Chen Niu sambil menunjuk ke Puncak.
"Jangan bilang kalau Villa ini hadiah dari seseorang !" Kata Lin Yu dengan santai.
"Aku hanya menjual Giok kepada Orang Tua yang sekarat. Mengingat Giok itu sangat penting untuknya dia menukarnya dengan Villa ini dan Hotel Kunlun yang sekarang menjadi milikku." Kata Xiao Yuan dengan jujur.
__ADS_1
"Ayo pergi... jika kau terus bicara maka semakin lama aku akan terkena serangan jantung." Kata Lin Yu yang bergegas masuk ke Mobil.
Chen Niu mengangkat bahunya dan jika dia jadi Lin Yu mungkin dia akan terkejut sampai mati, dia tidak lebih dari sekedar Bocah Desa yang miskin sebulan yang lalu. Sekarang setelah sampai di Donghai, dalam waktu singkat dia masuk dalam jajaran orang terkaya dan menjadi Penguasa Dunia Bawah Kota Donghai.
Namun ini barulah awal dari semuanya, dimasa depan mungkin dia akan jauh lebih terkejut lagi dengan semua hal yang akan dia miliki.
Mereka berdua bergegas pergi ke Villa dan sampainya disana Bibi Zhang menyapa mereka dengan hangat.
"Tuan Chen membawa Kekasihnya kemari ?" Bibi Zhang berkata dengan santai.
"Salam untuk Bibi !" Lin Yu memberi salam dengan sopan.
"Nona sangat cantik dan Tuan Chen sepertinya menemukan permata yang indah." Kata Bibi Zhang yang memuji Lin Yu.
"Bibi Zhang jauh lebih cantik... terimakasih sudah merawat Pria ini." Kata Lin Yu dengan sedikit candaan.
__ADS_1
"Nona tidak perlu khawatir... aku tidak sabar melihat Nona Lin dan Tuan Chen menikah dan memiliki Anak. Biarkan Wanita Tua ini merawat Anak kalian nanti !" Kata Bibi Zhang dengan santai.
Chen Niu mengacungkan jempolnya dan tidak menyangka kalau Bibi Zhang sangat pengertian, Lin Yu merasa sangat malu dengan hal semacam ini. Mereka masih terlalu awal untuk menikah ataupun memiliki Anak, mereka berdua masihlah seorang Pelajar dan setidaknya mereka haris menyelesaikan pendidikan mereka terlebih dahulu sebelum memulai hal penting dalam hidup mereka.