
dari siang sampai larut malam diva terus saja menangis sejadi jadinya, ia tak menghiraukan handphone nya yang berbunyi dari tadi.
diva sungguh kecewa dengan Raka yang selingkuh di belakangnya.
sedangkan Raka tidak bisa tidur nyenyak karena sedari pagi diva tak bisa di hubungi Hilang tanpa kabar.
**********
pagi hari pun tiba diva sudah membuka mobil di garasi rumah bersiap siap untuk berangkat ke sekolahnya.
tit.... tit... suara klakson mobil Raka.
Raka pun turun dari mobil dan menghampiri diva yang masih sibuk dengan mobilnya.
"diva..." panggil Raka
Raka, ngapain nih orang Dateng kerumah gue.. batin diva
diva tak perduli dengan Raka, diva langsung saja masuk kedalam mobilnya dan menjalankan meninggalkan Raka.
"diva, buka.." panggil Raka mengetuk kaca mobil.
"diva berhenti..!!" panggil Raka lagi mencoba mengejar mobil diva.
Raka pun langsung masuk mobilnya dan berusaha mengejar mobil diva.
ada apa dengan diva..?? kenapa sebegitu marahnya sama aku..?? apa karena aku telat menjemput diva kemarin..?? padahal itu hal yang sepele.." batin Raka bertanya tanya.
raka mengikuti mobil diva yang melaju kencang sampai ke sekolah.
diva yang mengetahui bahwa Raka mengikutinya pun buru-buru masuk ke kelas, dirinya belum siap bertemu dengan raka.
Raka kehilangan jejak diva yang sudah masuk kedalam sekolah, ia tak bisa masuk ke dalam karena sebentar lagi akan ada kelas pagi di kampus.
Raka pun meninggalkan sekolah diva, selama di perjalanan Raka selalu bertanya-tanya apa yang terjadi sama diva kenapa dia tidak mau menemuinya.
sedangkan di sekolahnya diva sedang di interogasi oleh semua orang, bahwa berita Raka dan diva putus lalu Raka sudah mempunyai pacar lagi, itulah yang dipikirkan oleh mereka.
selama di sekolah diva Hanya Dian saja tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan membuat teman-temannya merasa kasihan mungkin diva belum bisa melupakan Raka dan butuh waktu menyendiri.
"diva, kita nongkrong yuk di cafe biasa..!!" ajak Afi mencoba membuat diva kembali ke semula.
diva pun mengiyakan, dia juga butuh menenangkan pikirannya agar bisa melupakan Raka.
diva, Afi dan Ira pun langsung masuk ke mobil diva untuk pergi ke cafe mentari.
"VA, Lo mau pesan apaan..??" tanya Afi ketika sudah sampai di cafe.
" samain aja sama pesenan lo.." Jawa diva.
__ADS_1
"yaudah mba, berarti 3 disamain semua kayak pesenan aku tadi.." ucap Afi kepada pelayan.
"oh iya mba, silahkan di tunggu yah.." balas pelayanan lali meninggalkan mereka.
mereka pun menikmati makanannya sambil bercanda yang membuat hatinya merasa lebih tenang.
"eh pulang yuk..?? gue ada urusan penting soalnya.." ajak diva
"ayo..!! ini juga udah mulai gelap.."ucap Ira mengiyakan.
diva pun mengantar sahabat nya satu persatu yang masih satu kompleks.
setelah mengantar mereka diva pun langsung melajukan mobilnya ke rumah, tapi di depan rumahnya sudah ada mobil berwarna hitam milik Raka.
tit.. tit... klakson mobil diva
pintu gerbang pun langsung terbuka, diva langsung memasukkan mobilnya ke bagasi.
"diva.."panggil Raka menghampiri diva yang turun dari mobil.
"aku mau ngomong.." sambung Raka sambil memegang tangan diva.
diva langsung menepis tangan Raka, "Ngomong tinggal Ngomong aja.. " tukas diva.
Raka hanya menghela nafas untuk bersabar." kamu ikut aku. !!" ajak Raka meraih tangan diva.
"please VA..??" mohon Raka, Diva yang tak tega pun mengiyakan.
dan di sini lah diva dan Raka di tempat kesukaan mereka yaitu kebun teh , setelah perjalanan yang cukup panjang nan canggung.
"VA.."panggil Raka, diva hanya diam saja menikmati pemandangan yang indah.
Raka pun menghela nafasnya dan menghadap ke arah diva." VA aku minta maaf, aku emang salah. ". ucap Raka berbelit-belit.
membuat diva kesal." gue mau kita PUTUS " jelas diva dengan tegas.
membuat Raka tersentak kaget, ia ingin telinganya yang salah mendengar."nggak aku nggak mau. "balas Raka dengan tegas.
"gue capek sama Lo..!!" ujar diva
Raka merasakan hatinya yang hancur "VA kamu nggak bisa putusin aku kayak gini..!! aku nggak mau.." jelas Raka.
"gue nggak peduli.." ucap diva
Raka mengambil nafas dalam-dalam untuk meluruskan masalah hubungannya dirinya tidak ingin putus dengan diva yang ke tujuh kalinya.
"maaf kemarin aku telat jemput kamu karena aku bangunnya kesiangan, karena tadi malamnya aku terlalu asyik main game.." jelas Raka
"VA, masa kita putus gara-gara aku telat jemput kamu..?? itu hal yang sepele.." sambung Raka.
__ADS_1
apa menurut Raka cuma begitu doang, dasar buaya..
"its ok kalo soal game, tapi kita putus bukan karena itu doang.." ucap diva dan berhenti mengambil nafas dalam-dalam.
"Lo sudah berani selingkuh di belakang gue, Lo tau kan gue pernah bilang kalo Lo ada main sama cewek gue bakalan langsung ninggalin Lo.."jelas diva.
Raka pun jadi bingung." aku nggak selingkuh " ucap raka
"Halah, nggak usah ngelak deh ini apa..!!" diva sambil menunjukan bukti video dan foto.
Raka pun terdiam, jadi ini yang membuat diva sampai semarah ini.
"apa lagi yang kamu elakan, lo selingkuh di belakang gue sama cewek murahan hah.. Lo gue kasih kesempatan tapi Lo hancurin.." ucap diva dengan marah.
" mungkin Lo kemarin malam nggak ngabarin gue karena lagi asyik bermesraan sama cewek murahan itu dan besoknya Lo nggak jemput gue nggak kasih kabar karena Lo lagi bermesraan di tengah-tengah demo dengan cewek P E L A K O R.."ujar diva.
Raka pun geram karena Nina sahabat nya di maki-maki oleh diva " DIEM jangan sekali lagi kamu ngeluarin kata yang enggak-enggak tentang Nina.." teriak Raka.
diva pun kaget " oh jadi nama selingkuhan Lo Nina, Lo lebih belain dia...!! fixs kita putus.." ucap diva dengan menahan air matanya agar tidak jatuh.
Raka merutuki kebodohannya kenapa dirinya harus membentak diva demi membela Nina gara-gara ulahnya sendiri hubungannya tambah runyam dan dirinya dan diva menjadi berakhir ke tujuh kalinya.
"maaf tadi aku nggak sengaja, aku nggak selingkuh.." ucap Raka
"selama ini gue kasih Lo kesempatan biar Lo berubah tapi apa Lo tetep aja datar nggak berekspresi sama sekali, gue capek sama sikap Lo, Lo nggak pernah bilang sayang, i Love you, Lo nggak pernah nge gombalin gue kayak semua orang, gue juga pengen rak.." jelas diva dengan menangis.
Raka tak tega melihat diva menangis, apa dirinya seburuk itu.
Raka pun langsung memeluk diva dan menenangkannya.
"VA jangan putus.." kata Raka
"gue mau pulang..!!" ucap diva tak menjawab ucapan Raka.
" VA..!!" panggil Raka.
Dea pun menghela nafasnya panjang " nggak bisa Raka, Lo juga butuh waktu untuk merenungi semuanya, jangan bikin semua tambah susah.." jelas diva
"gue mau pulang.." ucap diva sekali lagi.
"aku anterin..!!" balas Raka.
" nggak usah..!! gue pulang pakai grab aja.." tolak diva.
" nggak kamu pulang sama aku aja..!!" ucap Raka.
"jangan rubah panggilan kita jadi Lo gue,. aku nggak suka.." sambung Raka menarik tangan diva untuk masuk ke dalam mobilnya.
diva hanya diam saja, dirinya tidak ingin membalas ucapan Raka.
__ADS_1