
seorang gadis cantik sedang duduk di kursi taman, ia tengah menghabiskan waktunya dengan kakaknya.
"nih dek, es krim nya.." pria tersebut memberikan es krim itu kepadanya.
diva pun mendongak dan mengambil es krim yang dalam genggaman kakak nya "makasih ya kak, baik banget.. makin sayang deh.." diva dengan senyuman manis nya dan langsung memakan es krim nya.
"sama-sama adikku Yang paling cantik.." Desta pun tersenyum melihat tingkah adiknya yang dengan lahap menyantap es krim.
Desta pun langsung duduk di samping diva "dek.....!!"panggil Desta sambil menatap lurus ke depan.
"hemmm..?!"
"kamu mau nggak kuliah di sini aja bareng kakak..?!" Desta beralih menatap adiknya.
diva pun berhenti dan mendongak menatap kakaknya, ia menghela nafas panjang.." diva masih bingung kak, nanti diva pikirin lagi "
Desta pun mengangguk dan tersenyum tipis sambil mengacak rambut adiknya dengan gemas.."ih gemes banget, sama kamu..."
diva pun berdecak karena rambutnya yang berantakan karena ulah kakaknya.." diva tau, kalo diva itu gemesin.." sambil merapikan rambutnya, Desta pun terkekeh geli melihat diva yang cemberut, inilah yang ia rindukan selama ini kebersamaan dengan adiknya.
"dek, kamu tau kan kenapa kakak minta kamu lanjut kuliah di sini..?! "Desta menatap wajah diva yang masih setia dengan es krim nya.
Desta menghela nafasnya dan beralih menatap lurus ke depan dengan pemandangan rumput taman yang hijau.." kalo kamu kuliah di sini itu kakak nggak akan kesepian, disini itu tempat pendidikannya juga bagus dan ini juga salah satu cita-cita kamu juga kan untuk kuliah di London..?!"
diva pun menghentikan kegiatannya dan menatap lurus ke depan." tapi kalo diva di sini gimana dengan nasib mama sama papa, dan juga sahabat diva yang lainya..?!"
Desta pun menoleh ke arah Diva." dek, kalo kamu mau tinggal di sini, mama sama papa juga akan ikut tinggal disini, kalo masalah kantor kita bisa handle semuanya dan juga kakak bisa sambil bantu papa, kalo soal Sahabat kamu itu gampang dek, sekarang kan udah zamannya canggih" jelas Desta dengan lembut.
diva pun mengangguk dan tersenyum tipis, ia langsung menghabiskan es krim nya yang tadi tertunda.
diva hanya diam sambil memikirkan tentang Raka, ia masih mendiamkannya kerena ia butuh waktu.
wanita mana yang tak sakit hati ketika melihat kekasihnya sedang bermesraan dengan wanita lain, dan yang lebih parahnya Raka membentaknya karena lebih memilih wanita lain.
diva sungguh sakit hati.
__ADS_1
***********
di ruangan VVIP di salah satu rumah sakit, Raka masih setia menutup matanya dan di dampingi oleh orang tua Nya bahkan sahabatnya yang tadi malam menolong dan juga Nina.
"eungh...."
semua orang yang berada di ruangan tersebut pun langsung menghampiri Raka, mereka merasa Lega.
"akhirnya Lo bangun juga rak.." satria langsung berdiri di samping Raka.
"Alhamdulillah sayang kamu sudah bangun, mami khawatir banget sama kamu..." ucap ibunya Raka sambil menggenggam tangan putranya.
Raka hanya diam, menatap sekelilingnya ruangan dengan nuansa putih dan bau obat-obatan.
"d-diva....." satu kata yang langsung di ucapkan Raka setelah sadar.
"kamu lagi ada masalah sama diva sayang...?! kalo kamu ada masalah jangan seperti ini caranya dengan menyakiti dirimu sendiri.." nasehat mami dengan lembut.
"siapa diva...?! jadi kamu kayak gini karena orang yang bernama diva.." tanya Nina, yang tak mengerti kenapa diva yang pertama kali disebutkan oleh Raka.
"pergi...." usir Raka menunjuk kearah Nina dengan bentakan.
"kamu ngusir aku rak...?! " tanya Nina tak percaya sahabatnya mengusirnya seakan dirinya musuh.
"Nina lo sebaiknya pergi dulu, biarkan Raka butuh waktu untuk sendiri.." nasehat Ikhwan.
"tapi wan, gue nggak tau masalah nya kenapa dia marah-marah sama gue.." jelas Nina tak terima
"nin kita keluar dulu, biar gue jelasin semuanya..." satria langsung menarik tangan Nina untuk keluar dari ruangan Raka.
*********
"ini ada apa sih sat, coba Lo jelasin semuanya.." tanya Nina yang sedang duduk di kursi taman.
"ini sebenarnya salah gue nin.." ucap satria sambil menunduk.
__ADS_1
Nina pun menatap wajah Satria yang menunduk, kalo ini salah satria kenapa dirinya yang dapat perlakuan itu dari Raka, itulah yang dipikirkan oleh Nina.
" maksudnya..?! kalo ngomong yang jelas sat, jangan bikin orang tambah penasaran.."
"terus siapa yang namanya diva.!" sambung Nina.
satria pun menatap wajah Nina, dan mengambil handphone nya untuk menunjukkan video waktu demo itu.
Nina hanya menautkan alisnya melihat video itu dan mencoba memahaminya " maksud nya apa..?! oh, jadi ini yang buat Raka marah karena video itu kesebar luas karena kita suapan. tapi apa salahnya..?!"" tanya Nina.
"salah nin..." tegas satria
"gue tau Lo selama ini itu suka kan sama Raka, tapi Lo harus turutin kata-kata gue..!! Lo harus jauhin Raka dan hapus rasa itu di hati Lo.." jelas satria dengan tegas menatap lawan bicaranya yang menahan air matanya.
" maksud Lo apa sih gue nggak paham, kenapa Lo nyuruh gue untuk jauhin Raka, emang salah yah, sama Rasa gue ke Raka. gue tulus cinta sama dia, asalkan Lo tau gue suka sama dia itu dari gue kecil, rasa ini itu muncul" ucap Nina dengan menangis.
"karena ini semua Raka seperti itu, Lo tau gara-gara ini Raka bermasalah dengan diva..."jelas satria
Nina pun menegang pikirannya berkecamuk " jangan bilang kalo orang yang bernama diva itu pacarnya Raka, dan mereka berantem karena gue " ucap Nina terbata-bata, seakan dirinya hancur mengetahui semuanya, cintanya tak akan terbalaskan.
"ya, gue juga merasa bersalah juga nin, diva pergi entah kemana semua orang tak tau bahkan sahabatnya juga nggak tau, Raka seminggu ini sedang memikirkan tentang diva sampai dia lupa akan segalanya."
"Lo tau, Raka sahabat kita itu walaupun dingin dia itu bucin sama diva, dia itu sangat cinta sama diva seakan Pusat kehidupannya itu diva, tapi sekarang hancur karena gue, dan Lo harus tau...!! raka rela menjatuhkan harga dirinya untuk mengemis minta balikan sama diva, waktu mereka berpacaran baru 2 bulan."
Nina masih setia mendengarkan omongan satria walaupun hatinya sangat sakit.
"dan sekarang Raka membangun semuanya kembali sampai hubungan mereka berjalan 3 tahun lebih, tapi karena kesalahan gue semuanya hancur nin.."satria menunduk menangis merasa bersalah.
"STOP.. gue nggak sanggup denger ini semua.."ucap Nina di sela tangisannya.
Nina pun bergegas pergi meninggalkan satria yang sendirian. dirinya sungguh hancur, cinta pertamanya tak terbalaskan.
bahkan ia rela melawan ayahnya untuk bisa kembali ke Indonesia untuk Raka cinta pertamanya.
jangan lupa like, komen, vote yah kak..😘
__ADS_1
dan jangan lupa juga mampir ke novel aku juga "TERPAKSA KU AKHIRI.." ok.💋