
sudah seminggu ini diva tidak bertemu dengan Raka karena dirinya mengacuhkannya.
diva turun dari tangga rumahnya dengan membawa koper mini, dirinya akan pergi menyusul orang Tuanya ke London untuk mengunjungi kakak nya tanpa ada yang tau termasuk sahabatnya.
"bi, diva titip rumah yah..!! kalo ada yang tanya diva kemana..?? jawab aja nggak tau, oh iya bibi sementara jaga rumah jadi bibi bisa nginep disini sampai kita pulang." jelas diva
"iya non, siap bibi laksanakan..!! " balas bibi
"kalo gitu diva berangkat dulu yah, soalnya pesawatnya sebentar lagi lepas landas. "pamit diva
"iya non, hati-hati dijalan.."balas bibi
Diva pun masuk ke dalam taksi untuk menuju ke bandara.
*********
"shit... sial.." teriak Raka sambil meremas rambutnya.
sahabatnya yang melihat itu pun hanya menghela nafasnya, sudah seminggu lebih Raka begitu semenjak putus dari diva. Raka menjadi acak-acakan seperti tak terurus.
"kenapa..?? nggak bisa dihubungin lagi. ??" tanya Ikhwan.
Raka hanya mengangguk lesu, dia menyambar jaketnya dan kunci lalu pergi meninggalkan basecamp.
tujuannya sekarang adalah rumah diva, setelah sampai di rumah diva ia langsung masuk dan kebetulan yang keluar adalah bibi yang bekerja di rumah diva.
Raka mengernyit heran kemana diva pergi setelah tadi menanyakan kepada bibi yang bekerja di rumah diva.
__ADS_1
"kamu kemana..?? kenapa pergi..?? kamu boleh marah tapi jangan pergi tinggalkan aku.." racau Raka duduk termenung di mobil sambil memikirkan Diva.
Raka pun sudah lama menunggu di depan rumah diva dengan berharap diva segera kembali, tapi nihil sampai tengah malam Raka tak menemukannya.
Raka pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, pikirannya kini tengah kacau, ia butuh pelepasan pikirannya yang kacau.
"satu botol lagi..." pinta Raka yang sudah duduk di kursi bar dari tadi, ia sudah minum Sangat banyak.
"tapi mas, Anda sudah minum Sangat banyak..!" ujar pegawai bar yang sudah mengenal Raka, karena yang mempunyai bar ini adalah sahabat Raka yaitu satria.
"CK. cepetan..!! jangan banyak bicara.." titah Raka yang sudah sangat mabuk.
tidak ada pilihan lain pegawai itu pun terpaksa memberikan pesanan Raka, ia berinisiatif untuk menelpon bosnya satria.
"halo. ada apa..?! " tanya satria dengan suara serak khas orang bangun tidur.
satria yang mendengar itu pun hanya menghela nafas kasar, ia sangat kesal dengan kelakuan Raka tapi ia juga merasa bersalah karena dirinya Raka seperti sekarang.." baiklah, kamu tetap awasi sahabat saya..!!, saya akan segera ke sana..!"perintah satria
"baik pak, kalo gitu saya tutup telepon nya dahulu.."Dani pun langsung menutup sambungan telepon nya dan menjalankan perintah bos nya.
sedangkan satria langsung bergegas menuju bar miliknya, sebelum itu ia sudah mengabari semua sahabat nya terlebih dahulu.
Raka pun sudah mabuk berat ia hanya duduk di sofa bar dengan memejamkan matanya, kepalanya sangat pusing.
"jangan pergi, jangan pergi, jangan pergi...."racau Raka yang sedang mabuk.
satria, Ikhwan, bayu, Dimas dan Adit Sangat terkejut dengan kondisi Raka yang sedang mabuk berat dan meracau tidak jelas. "Raka...?! Lo gila yah, minum sebanyak ini sampai mabuk, Lo bego kalo kayak gini diva nggak akan pernah mau sama Lo lagi.." omel satria yang sudah geram mang ia akui bahwa dirinya merasa bersalah tapi ia juga sangat marah dengan tingkah sahabat nya ini yang sudah kelewatan batas.
__ADS_1
"CK, putus cinta ternyata bisa buat orang gila.." Dimas yang melihat penampilan Raka yang seperti gembel dengan bau alkohol yang menyengat.
"gue curiga kalo diva itu Pakai pelet, sebegitu pengaruhnya diva pada kehidupan Raka.." celetuk Adit.
"Udah kita bawa Raka langsung ke apartemen aja, kalo dibawa kerumahnya pasti dia bisa dicincang oleh bokapnya.." ucap Ikhwan.
satria dan Ikhwan pun mencoba memapah tubuh Raka untuk berdiri.
"jangan pergi..!! diva.. hahahaha.."racau Raka dengan tawa miris di akhir kata.
"CK gila nih anak kalo lama-lama ngga ada diva.." celetuk satria sambil menopang berat tubuh Raka.
Raka sangat pusing dan lemah untuk bergerak, sehingga dirinya pingsan.
Ikhwan yang merasa tak mendengar suara Raka dan tubuh Raka yang semakin memberat pun mencoba membangunkan Raka yang sedang memejamkan mata." rak...!! rak, bangun.."panggil Ikhwan menepuk pipi Raka.
"Raka pingsan..?!" seru Adit yang melihat itu.
"ck, cepetan kita bawa Raka langsung kerumah sakit aja, gue takut Raka kenapa-napa ." titah Bayu..
mereka pun menyetujuinya dan langsung membawa Raka menuju ke rumah sakit.
****terimakasih sudah mampir ke novel ku, maaf jarang update 🙏 kasih sarannya dong, karena saya pertama kali menulis novel, harap maklum yah..
kasih sarannya kak, biar saya bisa memperbaiki tulisan saya..
Jang lupa mampir ke novel aku yang berjudul.."TERPAKSA KU AKHIRI** "
__ADS_1
😘