Ice BOYFRIEND

Ice BOYFRIEND
episode 05


__ADS_3

setelah makan malam diva langsung masuk ke kamar, dia membaringkan tubuhnya dikasur, ia meraih handphone nya.


My Girlfriend 🥰.


lagi dimana kak, udah pulang dari basecamp ..??


udah makan belum..??


jangan lupa solat...


Raka


Raka


Raka


"ih nyebelin banget nggak dibales chat gue.. lagi apa sih...?? sibuk banget." gerutu diva


Ting....


my boyfriend 🥰


di basecamp


udah


iya


apa


apa


apa


diva yang melihat balasan dari Raka pun sudah terbiasa.


dia memilih membuat status di wa nya.


malem, kayak gini enaknya makan martabak manis 😋


diva sengaja membuat status itu untuk mengetes Raka, apakah dia masih perduli padanya dengan membelikan martabak manis atau diam saja.

__ADS_1


"gue yakin Raka pasti beliin gue martabak manis, tunggu aja...!! biasanya kan gitu. kalo gue mau apa-apa mendadak dia langsung beliin.."monolog diva


15 menit kemudian


Ting tong...(bell rumah)


diva yang mendengar itu pun senang, dia sudah menebak bahwa itu Raka.


dan benar ketika dia membuka pintu ada Raka yang berdiri sambil membawa kantong plastik berisi martabak manis.


"eh... Raka kok..kesini ada apa..?? tadi katanya di basecamp.."tanya diva pura-pura tidak tau


"ayo masuk..!!"ucap diva menarik tangan Raka dan mendudukkannya di sofa.


"nih... martabak manis..!!" ucap Raka menyodorkan plastik yang dia bawa.


"kok kamu beli martabak manis ..?? tau dari mana kalo aku pengin makan ini..??"tanya diva yang masih berpura-pura


"status wa kamu.. dimakan dulu nanti dingin.." jawab Raka.


diva pun membuka kotak martabak, Hem.... wanginya sungguh menggoda.


"aaaaa... buka mulutnya..." diva mencoba menyuapi Raka.


Raka dengan senang hati menerima suapan dari diva, mereka memakan martabak manis bersama.


ketika sudah habis diva membereskan bekas makananya, dia duduk di samping Raka sambil bergelayut manja di lengan kekar Raka, kepalanya yang bersandar di bahu Raka.


"kak nanti kan lulus SMA, kamu mau lanjut kuliah dimana..??"tanya diva sambil memainkan jari jemari Raka.


"yang dekat sini aja" jelas Raka yang sedang menikmati wangi aroma rambut diva dan sesekali mencium pucuk kepala, wanginya seperti candu baginya.


"emang nggak mau ke luar negeri gitu..?? biasanya kan semua orang bercita-cita ingin kuliah di luar negeri.." ujar diva


"nggak mau.."jawab Raka singkat


diva pun yang mendengar itu mempunyai ide untuk menggoda Raka, ia naik duduk di pangkuan Raka dan menghadap ke arah Raka, wajah mereka sangat dekat cuma berapa Senti.


Raka sangat kaget dengan serangan mendadak diva, ia refleks langsung memegang pinggang diva agar dia tak jatuh, dan mencoba menormalkan detak jantungnya.


mereka merasakan nafas mereka saling menerpa diva menangkup wajah Raka, mata mereka saling bertemu beberapa menit mereka saling diam hanya mata mereka yang masih bertatapan.

__ADS_1


"nggak mau kuliah di luar karena ada aku yah.. kamu nggak mau jauh dari aku kan...?? ayo ngaku.."tanya diva yang menggesekkan hidungnya ke hidung Raka.


Raka tak menjawab karena memang benar yang dikatakan diva, dia hanya memeluk diva dengan erat dan membenamkan wajahnya di curuk leher diva sembari menghirup aroma candunya.


diva menikmati momen pelukan ini, dia merutuki betapa bodohnya dulu ketika sering minta putus tapi untungnya Raka selalu bisa membuatnya kembali lagi, jika dulu raka tidak selalu memintanya Balikan pasti dia tidak akan pernah merasakan kenyamanan ini walaupun raka selalu bikin kesel karena sifat cuek tapi Raka selalu ada disampingnya apa pun yang ia mau pasti akan dituruti olehnya.


Raka yang merasa tak ada pergerakan dari diva dan mendengar nafas diva yang sudah teratur, pasti diva sudah tertidur di pelukannya.


ia mencoba bangun dan berjalan menuju kamar diva dengan diva masih setia tertidur pulas, emang agak susah berjalan dengan keadaan diva gendong didepan, ia tak mau membangunkan kekasihnya.


Raka menaruh diva dengan pelan dan mencoba melepaskan kaki diva yang melilit di tubuhnya dan juga tangan diva yang melilit di lehernya.


sangat susah melepaskan pelukan diva, semakin ingin dilepas ia malah mengeratkannya.


"eungh..."erangan diva


"lepasin lilitan kamu dulu..!!"perintah Raka dirinya sudah sangat menderita karena lilitan diva, dirinya laki-laki normal.


diva mengerjabkan matanya dan dia sadar masih memeluk raka, tapi ia tak langsung melepaskan pelukannya malah semakin erat.


ya Tuhan tolonglah hamba.. kuatkanlah iman hamba... diva kenapa kamu suka nyiksa aku kayak gini sih..!! kalo aku macem-macem jangan salahkan aku, karena aku bisa khilaf, kalo udah nggak inget sekolah udah aku habisin kamu.


diva malah mengelus punggung dan leher Raka dengan abstrak dan raka berusaha menahannya ia merasa panas dalam situasi ini, ia hanya bisa mencoba memejamkan matanya merasakan elusan diva.


diva yang melihat Raka memejamkan matanya merasa kasihan, ia pikir Raka sudah ngantuk dan capek.


"kamu tidur disini aja sama aku yah... kalo kamu nggak mau aku akan kayak gini Terus dan kamu kalo tetep kekeh aku nggak mau ketemu kamu lagi.."rengekan dan ancaman diva.


"ya.. tapi lepasin dulu.."ucap Raka


diva pun melepaskan pelukannya, Raka pun menghembuskan nafasnya lega.


"yaudah sini tidur..!!"titah diva menepuk kasur.


"cuci muka dulu.."ujar Raka berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan bersih-bersih untuk tidur dia mengganti bajunya dengan kaos dan celana training yang ada di lemari diva.


ia keluar dari kamar mandi menemukan diva yang masih belum tidur, ia pun langsung naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya.


diva pun langsung memeluk Raka dan Raka pun membalasnya.


🥰

__ADS_1


__ADS_2