
sebuah mobil sedang berhenti di depan rumah dengan gaya minimalis modern, ia sedang menunggu seseorang.
pria tersebut berdecak kesal karena dirinya telah lama menunggu, tapi ketika ia melihat perempuan itu langsung masuk dan duduk di mobilnya.
"lama banget sih Lo...?!" tanya Adit kesal.
perempuan itu langsung melihat jam tangannya. " baru nunggu setengah jam an, mencoba belajar untuk menjadi suami yang baik dong.."balas Afi enteng.
Adit hanya menggeram kesal, untung di depannya ini perempuan, kalo tidak jangan salahkan dirinya ketika dia tinggal nama saja.
"udah kelamaan, cepetan jalan dim..!!" suruh Afi
Adit hanya menghela nafas untuk bersabar "CK, iya iya..." balas Adit menjalankan mobilnya.
Adit fokus menyetir mobilnya sesekali melirik ke Afi yang sedang merapikan penampilannya dan sedikit berdandan.
Afi berdecak kesal karena Adit melajukan mobilnya dengan cepat dan ugal-ugalan padahal dirinya sedang berdandan "jangan ugal-ugalan bisa nggak sih..?! santai aja dit, yaelah gue lagi mau bikin alis abis itu Pakai lipstik, kalo Lo nyetirnya begini bisa-bisa gue nggak kelar-kelar terus jadinya nggak bagus nanti alisnya nggak seimbang.." omel Afi.
sudah cukup kesabaran Adit tapi ia masih mencoba untuk bersabar emang benar yang dikatakan oleh kaum pria ' wanita selalu benar dan menang '.
" Lo dari tadi di dalam rumah lagi apa sih..?! gue nunggu Lo itu Udah setengah jam lebih, tapi Lo belum dandan sama sekali malah dandan di mobil gue.."balas Adit
"itu privasi gue, cepetan jalan tapi jangan ugal-ugalan soalnya gue mau bikin alis dulu. Lo nyetirnya selow tapi cepet." ujar Afi.
Adit menganga ia mencoba untuk mencerna ucapan Afi" maksudnya gimana sih..?! Lo nyuruh gue selow tapi cepet..??" tanya dimas bingung.
Afi yang sedang mengukir alisnya pun menengok ke Adit yang sedang kebingungan " ya gitulah, udah jangan banyak mikir entar otak lo yang sebesar biji kacang bisa-bisa eror.." ujar Afi
Adit pun membenarkan duduknya untuk kembali menyetir " CK Lo nya aja yang ribet, untung cewek.." gerutu Adit
Afi yang sedang memasang alis yang sebelahnya lagi pun tak terima." eh diem..!! Lo harus dengerin dan ingat baik-baik kalo 'cewek itu selalu benar'.." semprot Afi.
Adit hanya mengangguk patuh, dan mencoba bersabar ia sudah capek mengurusi Afi dan berdebat dengannya.
kini Afi dan Adit sudah berada di depan pintu ruangan Raka, setelah tadi ia berdebat dengan Afi lagi, pasalnya gadis tersebut memohon kepadanya untuk menunggu karena dia belum selesai berdandan jadi ia terpaksa menunggu lagi sekitar setengah jam-an lagi.
"buka pintunya...!!" suruh Adit yang sedang kerepotan membawa 'buah tangan' Afi untuk Raka.
__ADS_1
"buka aja sendiri Lo kan cowok.." balas Afi santai, ia sedang fokus ke handphonnya
"Lo nggak liat..?! tangan gue penuh dengan barang-barang Lo,Lo di bantuin tambah ngelunjak yah.."omel Adit
AFI memutar matanya malas " ckckck iya iya bawel Lo.."gerutu Afi membukakan pintu.
Adit pun langsung masuk di susul Afi di belakangnya, ia melihat ada orang tua Raka dan sahabatnya Ikhwan, Bayu, Dimas, satria dan satu lagi Ira sahabat diva, yang melihat kearahnya ketika ia masuk ke dalam.
"assalamualaikum.." ucap Adit dan Afi bersamaan.
orang pun melihat kearahnya " waalaikum salam " balas mereka serempak.
"eh ini nak Afi yah...?! sahabat nya diva juga kan..?!" tanya bunda menyambut baik Afi dan Adit.
Afi membalas dengan senyuman manis dan mengangguk " iya Tante saya Afi sahabatnya diva juga, eh iya Tante maaf yah Afi baru bisa jengukin Raka.." balas Afi.
"iya sayang, nggak apa-apa.." ucap bunda.
Afi pun berjalan menuju ranjang Raka di susul Adit yang membawa buah tangan Afi. "taro di meja aja dit.." suruh Afi.
Adit pun mengangguk dan menaruh barang-barang tersebut, Adit pun berdiri di samping Afi "gimana keadaan lo rak..?" tanya Afi.
"syukur deh, oh iya cepetan sembuh yah, biar bisa datang ke acara ulang tahun gue, karena disana bakalan ada diva.."jelas Afi.
Yang di balas Raka dengan senyuman dan mengangguk.
"Lo datang kapan Ra..?? sama siapa..??" tanya Afi melihat sahabatnya sedang duduk manis sambil memakan cemilan.
"oh gue kesini sama satria, gue disini dari tadi mungkin 2 jam an lah.." jelas Ira santai
" Lo kok bisa kesini sama Adit .?? terus si Ira juga kesini sama satria, kalian pacaran yah..??" tanya dimas to the poin.
sontak semua terkejut dengan pertanyaan Dimas, apalagi yang dirasakan oleh Bayu dan Ikhwan yang sedari tadi memang penasaran.
"gue sama Adit itu_ " ucap Afi terpotong saat Adit menarik tangan untuk mendekat.
"pacaran.." sambung adit memeluk Afi dari samping, Afi yang mendengar itu pun melotot.
__ADS_1
"APA...?!" tanya mereka kompak dan terkejut.
Bayu yang mendengar itu pun merasa panas emosi, ia cemburu karena kenyataannya bahwa wanita yang dicintainya adalah pacar sahabat nya, dari dulu ia sangat mencintai Afi tapi ia takut dan bingung untuk mengutarakan perasaannya.
" apa maksudnya sih, kok Lo Ngomong kaya gitu..??" bisik Afi.
"udah ikuti aja omongan gue, karena sebentar lagi pasti Ada yang cemburu.." balas Adit berbisik.
"Apa maksudnya ini semua..??"tanya Bayu geram, ia sedang mengendalikan emosinya.
Adit yang mendengar pertanyaan Bayu pun tersenyum menyeringai.
"ah masuk Lo dalam jebakan gue.." batin Dimas bersorak gembira.
"ya gitu kita pacaran.." Jawab Adit santai dan mendekap erat tubuh Afi yang sedari tadi diam karena bingung.
"ya nggak sayang.." sambung adit dengan senyuman manis dan menarik turun kan alisnya.
Afi yang melihat itu pun bingung ia terpaksa mengikuti drama adit.." i- iya.."balas Afi gugup.
"wah selamat yah, sahabat gue ternyata nggak jomblo lagi Udah ada pawangnya.." ucap Ira antusias.
"apaan sih lo.."sinis Afi
"ututu malu ya..?? biasanya juga malu-maluin.." balas Ira meledek
"selamat bro, pantesan kemarin Lo bisa ngasih tau duluan kalo Afi ulang tahun dan ngasih tentang rencana itu, ternyata Lo pacarnya " ucap Dimas, ia yang kemarin memberitahu tentang ulang tahun Afi itu Adit, dan berakhir ia yang menyampaikannya kepada Raka dan semuanya.
"thanks bro.." balas Adit, ia masih melirik ke arah Bayu yang sedang merasakan cemburu.
"oh jadi ini pacar Lo, yang waktu di demo Lo repot-repot ngambil foto karena pacar Lo nggak percayaan.." celetuk satria.
"jadi pacar Lo maksud Waktu itu Afi..??" tanya Ikhwan yang sedari tadi diam.
Adit pun mengangguk tanda membenarkan.
"selamat..."ucap Bayu ketus sambil menepuk bahu Adit, lalu ia pergi ke luar meninggalkan ruangan Raka yang tengah menatap kepergiannya heran.
__ADS_1
" seru juga ngerjain Bayu, Lo sih cinta tapi gengsi ngga gercep-gercep.." batin Adit menatap pintu yang kini sudah tertutup.
terimakasih sudah mampir ke novel aku 😊 jangan lupa untuk like komen dan vote ya..