
seorang gadis Tengah bercermin, ia sedang melihat dirinya yang sedang bersiap untuk pergi menghadiri acara ulang tahun sahabatnya, selama dua Minggu ia di London untuk menenangkan diri dan sekarang dia sudah kembali lagi.
"perfect.." ucap diva memutar badan.
diva pun mengambil tas kecil dan kado lalu ia berjalan kebawah menuju mobilnya.
"silahkan nona..!!"pak Toyo supir pribadi membukakan pintu mobil untuk diva.
"makasih pak.." balas diva tersenyum dan langsung duduk.
selama di perjalanan diva hanya menatap kearah jendela mobil.
apa kah aku udah siap dengan semuanya..?? apa kah aku sudah siap untuk bertemu kembali dengan Raka.. ?? "pikiran diva
diva menghembuskan nafas gusar,
aku harus siap dengan semuanya..! sudah cukup aku menenangkan diri selama dua Minggu ini, dan sekarang aku harus semangat..!! ini demi ulang tahun Afi sahabat ku " guman diva menyemangati diri sendiri.
mobil pun berhenti di depan gedung, tempat acara yang kini sudah sangat ramai, memang tadi dirinya kesini sedikit terlambat karena jarak rumah yang cukup jauh dari tempat acara.
Diva pun turun dari dalam mobil dengan perlahan, dirinya kini tengah gugup ketika semua pasang mata tengah menatap ke arahnya, sepertinya kini dirinya akan menjadi ratu satu malam di acara ulang tahun sahabatnya.
kedua sahabatnya langsung menyerbu diva yang sudah masuk kedalam gedung. " ya ampun diva kita kangen banget sama Lo.." seru mereka berdua sambil memeluk diva dengan erat.
"gue juga kangen banget sama kalian berdua.." balas diva menerima pelukan.
"gimana kabar Lo div..??" tanya Afi melepaskan pelukannya.
"seperti yang kalian lihat, kalo gue baik-baik aja.." balas diva.
"hai diva...!" sapa Raka dan sahabatnya.
"h- hai.." balas diva gugup, ia tak berani menatap kearah Raka yang kini dianggapnya sang mantan.
sedangkan Raka menatap diva dengan kerinduannya yang mendalam, tapi ia sedih ketika diva tak menatapnya bahkan acuh tapi ia juga tak menampik Rasa senangnya.
Afi yang mengerti situasi yang sedikit canggung pun memberikan kode kepada Ira.
"aaws....."ringis Ira yang sakit kakinya diinjak oleh Afi.
Ira pun melotot kearah Afi, sedangkan yang ditatap hanya tersenyum, ingin sekali ia tipuk muka sahabat nya itu.
"khem.. VA kita masuk yuk ..!! sebentar lagi acaranya mau di mulai..!!" ajak Afi.
diva pun menyetujuinya, ia berjalan bersama sahabatnya menuju ke orang tua sahabatnya itu, untuk berbasa basi.
acara semakin meriah ketika Afi memotong kue dan memberikannya kepada orang terdekatnya.
"makasih yah...!! " ucap diva sambil menerima sepiring kue dan juga diva memberikan kado yang sedari tadi ia genggam kepada Afi.
"ini buat gue..?! thanks banget yah div.." balas Afi dengan senangnya.
__ADS_1
"gue tinggal dulu nggak apa-apa kan..?!" sambung Afi, diva hanya tersenyum dan mengangguk lalu Afi pun pergi meninggalkannya.
diva hanya melihat sekelilingnya, berapa banyaknya orang yang di undang sahabatnya itu, tapi hampir diva mengenalnya semua karena Afi mengundang teman sekolahnya.
diva sesekali membalas sapaan teman-temannya, "eeh.....!!" ucap diva tersentak kaget ketika tangannya ada yang menggenggam.
" hai...." sapa Raka tersenyum kearah Diva, sedangkan diva hanya tersenyum kikuk.
"ikut aku yuk sebentar, aku mau ngomong sesuatu sama kamu." ucap Raka.
diva hanya mengernyit heran, ini baru pertama kali Raka berbicara panjang lebar Hanya untuk mengajaknya, ia hanya mengangguk pelan.
Raka yang mendapatkan izin pun tersenyum dan membawa diva ke tengah menuju para sahabat nya kumpul.
diva hanya tersenyum membalas sapaan sahabat-sahabat Raka.
"div...!!" panggil Raka menatap nya serius.
diva Hanya menaikan alisnya apa...??
"aku mau ngomong serius sama kamu, sekalian jelasin semuanya.." ucap Raka serius.
deg'..
entah mengapa perasaan diva menjadi tak karuan, ia melihat sahabatnya yang seakan memberikan ruang untuk mereka berdua.
"emm... maaf rak, gue mau ke toilet dulu..."izin diva meninggalkan Raka setelah mendapatkan persetujuan.
**************
diva mencuci tangannya , ia masih gugup dengan tadi, ia sudah menebak pasti ini akan terjadi.
diva menghembuskan nafas beratnya " semangat...!!" ucapnya
diva menoleh ketika pundaknya ada yang menepuk, ia mendapati perempuan yang menurutnya tidak asing baginya.
ah ia ingat bahwa wanita di didepannya adalah Nina sahabat Raka yang berada di video itu.
"diva kan...??" tanya Nina
diva hanya menaikkan alisnya " iya ada apa yah..??" mencoba untuk tenang.
"gue Nina, sahabatnya Raka, pasti Lo nggak asing dengan gue.." ucap Nina lembut.
diva hanya mengangguk.
"gue tau kalian berdua saling mencintai, apa lagi Raka yang sangat mencintai Lo.." Nina mengambil nafas panjang dan menarik tangan diva untuk duduk di kursi tunggu.
"kita dulu berempat bersahabat, tapi pada kelulusan gue pindah ke Singapura Dan melanjutkan pendidikan gue disana. mereka sangat sayang ke gue memperlakukan gue seakan princess tapi yang bikin gue berkesan adalah cinta pertama gue yaitu Raka, gue kira itu bukanlah cinta cuma perasaan biasa karena gue pikir Kita masih kecil, tapi gue salah semakin lama cinta itu tumbuh. dan gue kembali lagi ke Indonesia untuk menemui cinta pertama gue tapi..." Nina menarik nafasnya dalam-dalam dan menghapus air matanya.
"tapi ternyata semuanya sirna, Raka memang nggak pernah cinta ke gue sama sekali cinta pertama gue ternyata bertepuk sebelah tangan.." diva hanya mengelus bahu Nina mencoba memberikan ketenangan.
__ADS_1
setelah Nina agak mendingan ia menatap kearah diva dengan intens "gue mohon berikan gue sedikit tinta berwarna di kehidupan gue yang buram, ." ucap Nina.
" maksudnya...,??" tanya diva.
"tinggalkan Raka untuk gue..." balas Nina.
deg'.
bagai tersambar petir ia sungguh kaget, ia memang sedang tidak bagus hubungannya dengan Raka tapi tidak ada dibenaknya untuk meninggalkan Raka selamanya.
"gue mohon, ini impian terakhir gue sebelum semuanya sia-sia.." permohonan Nina sambil mengatupkan kedua telapak tangannya.
"maksudnya apa...??"tanya diva dengan ucapan Nina.
"iya gue pindah ke Singapura karena demi penyembuhan penyakit gue.." ucap Nina menunduk.
"l_lo sakit apa..??" tanya diva gugup.
" kanker getah bening.." jawab Nina lemas.
diva sungguh kaget dengan itu semua. "sejak kapan..??" tanya diva
"waktu kelas 5 SD gue dan keluarga menerima kabar yang tak mengenakan, gue didiagnosis memiliki miom, dan gue terima setelah itu gue mencoba bangkit berobat untuk pindah ke Singapura, dan meninggalkan semuanya tapi naas gue didiagnosis lagi memiliki kanker endometrium,"
"kanker dinding rahim..??"tanya diva.
"waktu itu gue akan pindah ke Indonesia lagi untuk SMA disini tapi kenyataannya gue malah terkena kanker.." Nina menangis tersedu-sedu, ia mengeluarkan amplop dan memberikannya kepada diva.
betapa kagetnya diva ketika melihat surat keterangan rumah sakit Singapura.
"gue mohon tinggalkan Raka untuk gue, gue pengen disisa-sisa terakhir gue bisa bersanding dengan cinta pertama gue, sebelum semuanya....."
"huussst... Lo nggak boleh Ngomong kaya gitu..!!" potong diva
"tapi itulah kenyataannya, kecuali jika Raka ada disamping gue menemani gue untuk sembuh, pasti gue akan lebih bersemangat lagi.." ucap Nina.
diva hanya diam sungguh dirinya bingung dan sedih, ia memejamkan matanya sebentar untuk menimang keputusannya.
**************
Raka tersenyum senang ketika diva sedang berjalan menuju kearahnya dan sahabatnya.
"dari mana Lo div, ngilang Mulu..??" tanya Ira..
"dari toilet tadi.." balas diva tersenyum.
ia melihat kearah Raka ketika dirinya ditarik ketengah, dan tiba-tiba lampu dan suasana menjadi hening romantis.
nunggu in yah....
thanks yah sudah mampir.😊😊
__ADS_1