
adiva yang kini tengah sibuk mengurus semua data keuangan kelas selama ini, karena akan ujian terakhir jadi diva harus menghitung jumlah pengeluaran dan pemasukan selama ini.
Raka yang kini duduk di kelas bersama Bayu Fernandez dan Ikhwan Fernando sahabat SD sampai sekarang, dan Dimas, satria, Adit teman saat awal masuk SMA dan juga satu Genk kobra, Genk yang disegani oleh semua orang karena kekejamannya.
tapi walaupun seperti itu, di kehidupan sehari-hari mereka seperti biasa bercanda tapi dia akan kejam jika ada yang main main dengan mereka.
"eh.. gue sebenernya males belajar tau.. mendingan main hp lihat-lihat cewek cantik.."ucap Dimas sambil membolak-balikan kertas buku.
"itu sih mau lo, lihat yang bening-bening langsung nyosor.. aja lo.."cetus Ikhwan
"itu sih wajarlah namanya juga laki laki hawanya pengin nyosor namanya juga normal.."timpal Adit yang mendukung Dimas, satria pun menimpali.
"berarti Lo nggak wajar dong wan..?? soalnya gue belum lihat Lo deket sama cewek, jangan-jangan Lo..."satria menunjuk jarinya ke muka Ikhwan dan semua melihat ke arah Ikhwan.
" Lo belok yah..?? jangan sampai Lo suka sama gue atau mereka..idih amit-amit Lo suka sama gue, gue masih waras walaupun gue tau.. gue itu ganteng paripurna.."celetuk satria, Ikhwan yang mendengar itu pun melotot dan geram.
pletak..
"awhs.. sakit tau kok kepala gue di jitak.." satria yang mengelus kepala Nya.
"lagian Lo kalo ngomong di saring dulu, gue masih lempeng masih suka sama cewek, tapi nggak kaya Lo bertiga yang suka mainin cewek, gue itu penginnya pacaran sama cewek yang benar benar bikin nyaman.." jelas Ikhwan dengan sewot.
" dan gue ngomong kaya gitu biar lu pada mikir, gimana perasaan Lo ketika Lo di mainin perasaannya..?? pasti sakit kan, Lo inget semua yang Lo lakukan selama ini nanti pasti ada balasannya.." sambung Ikhwan dengan bijak
" iya gue inget pak Kyai.."seru mereka dengan kompak mereka terkenal dengan kekompakannya.
"CK. ribut Mulu, kita itu harus belajar walaupun. kita nakal dan sering main-main tapi kalau soal nilai itu harus serius, ini soal masa depan kita.." ceramah Bayu
"setelah ini kita mau lanjut kuliah dimana jangan terpecah, biar kita satu kampus aja.."ujar Dimas dan disetujui oleh semuanya.
Raka hanya mendengar suara celotehan semua sahabat nya.
gue pengin di daerah sini aja ,gue gak bakalan bisa ninggalin diva bisa-bisa ada yang ngambil lagi Udah cukup gue putus nyambung sama dia sebanyak 6 kali jangan ditambah lagi bisa gila aku, di putusin aja aku kelabakan apalagi ninggalin dia bisa-bisa gue nggak bisa hidup.."pikiran Raka
mereka asyik bercanda, walaupun sesekali Raka menjawab dengan singkat jika ada yang bertanya.
tettttt... suara bel istirahat
di Kelas 11 IPS diva masih sibuk dengan tugasnya.
__ADS_1
" VA istirahat yuk.. ke kantin lapar gue.." ajak AFI
" gue nggak bisa ikut, gue lagi sibuk.."balas diva
" ya udah Lo mau nitip apa..??"Tanya Ira
""waduh tadi pagi kan uang jajan aku ketinggalan di rumah mana ada duit lagi, tapi gue lapar au ah anggap aja lagi puasa walaupun udah sarapan tadi pagi.""pikiran diva
"eh.. diva Lo kok bengong.. mau nitip apa nggak.."sentak Afi
" ah.. eh.. aku nggak nitip apa-apa soalnya masih Kenyang.."ucap diva
" ya udah gue sama AFI ke kantin dulu yah.. ini beneran Lo nggak nitip apa apa..??"tanya Ira sekali lagi
" ya gue nggak nitip apa-apa udah.. sana pergi.." usir diva
AFI dan Ira pun pergi ke kantin, tinggallah diva di Kelas sendirian karena semua orang pergi istirahat, diva pun melanjutkan tugasnya.
#di kantin
"fi Lo pesen makanan dan gue cari tempat yah..gue biasa bakso sama es teh manis aja.." tutur ira
Afi pun pergi memesan makanan, dan Ira mencari tempat duduk tapi semuanya penuh, dan tak sengaja Dimas yang melihat Ira pun langsung memanggil nya.
" Ira..sini..!!" teriak dimas, Ira yang merasa namanya di panggil pun langsung menoleh kearah suara dan ternyata Dimas dan geng nya. Ira pun berjalan menuju meja Genk nya Raka, di sana sudah ada Raka dan teman temannya yang sedang makan, Raka yang melihat Ira sendirian langsung mencari-cari dimana diva.
"ada apa dim.."tanya Ira setelah sampai di depan meja Raka Genk
"Lo sendirian aja mana diva sama AFI...." tanya dimas, belum selesai ngomong satria langsung menimpalinya.
"Lo lagi cari tempat duduk kan..?? Lo duduk aja disini kaya biasanya.." titah satria, Dimas yang omongannya dipotong hanya mendengus kesal.
"ehm.. beneran nih.." cicit Ira
" iya kaya sama siapa aja biasanya kan juga disini makan bersama, Tumben kesini nya sendirian ..??terus telat lagi ." tanya Adit
Ira pun langsung duduk semeja dan disamping Ikhwan "thanks yah.. Afi lagi pesen makanan biasa kita bagi tugas, kalo diva dia lagi dikelas lagi sibuk ngurusin data-data keuangan, jadi nggak datang." jelas Ira
Raka yang mendengar penjelasan Ira, langsung pergi menuju kelas diva, tapi sebelum dia pergi, ia membeli roti, cemilan dan air minum. mereka yang melihat itu sudah biasa jika Raka langsung meninggalkan kantin, dan mereka sudah pasti menebak tujuan Raka.
__ADS_1
tak selang beberapa lama AFI datang dengan membawa pesanan Nya, dan langsung duduk di samping Bayu karena yang tersisa di situ.
" nih Ra pesanan Lo, baik kan gue.."serah Afi
" ya elah biasanya juga gitu bagi tugas.."ujar ira langsung mengambil makanan dan memakannya karena lapar, ia tidak memikirkan siapa-siapa, yang melihatnya.
"makannya pelan-pelan kaya ngga makan seminggu aja Lo." celetuk Afi yang melihat cara makan Ira. Ira yang mendengar itu pun mendengus kesal karena Afi tidak melihat bahwa dirinya juga sama bahkan lebih parah.
" eh.. Lo juga makannya udah kaya nggak makan satu bulan, malah lebih parah.."sarkas Ira semua yang melihat dua cewek di ujung mejanya hanya menahan tawa.
"gue bukan apa-apa, gue lagi ngeluarin unek-unek gue, tadi gue beli makanan kaya gini ngantrinya lama terus lebih parahnya lagi gue digodain sama cowok..kesel banget gue.." curhat Afi.
Bayu yang mendengar itu pun entah mengapa merasa kesal tidak suka, entah dia selalu saja senang bisa melihat Afi dan jika berdekatan selalu deg deg an tapi dia bisa menutupinya.
"terus.. siapa yang berani godain Lo..??ganteng ngga..??" tanya Ira yang bikin runyam perasan Ikhwan, bisa bisanya dia menanyakan seorang cowok.
"beh.. ganteng parah-parah, sebenarnya sih gue seneng digodain tuh cowok, tapi yang bikin gue kesel, gue berasa cabe cabean goceng an, kalo pengin kenalan itu yang elegan kek..??"jelas Afi yang membuat semua cowok melongo, menambah panas perasaan Bayu.
"serius Lo ganteng banget.. gue mau dong ada temennya nggak yang ganteng juga"tanya Ira semangat
" Hem...ada malah sama-sama ganteng gue bingung milihnya yang mana.." jelas Afi dengan muka dramatis Nya.
"serius Lo tunjukkin ke gue terus kita kenalan ok.."ujar ira bersemangat.
"ok, Lo tumben-tumbenan kaya gini sampai-sampai cari cowok, Lo lagi ngga kerasukan kan.." tanya Afi penasaran karena sahabatnya ini anti dengan begituan.
"CK CK ngga lah masa gue ketuanya para setan mana bisa kerasukan, gue mau lepas status gue, bosen lihat drama Korea terus jadi gue pengin buktiin juga.."jelas ira semua yang mendengarnya jawaban Ira pun tertawa ada-ada aja kelakuan mereka yang cukup tidak mengenal malu.
"haha gue juga, sama dong kita.." timpal Afi disela tawanya yang bikin semua Melongo tapi tidak dengan Bayu dan Ikhwan mereka malah semakin panas.
"eh.. gantengnya kaya Lee min ho nggak sih kira-kira berapa persennya."tanya Ira sekali lagi.
" beh.. 11,12 gantengnya kalo ketemu bisa-bisa Lo mimisan atau pingsan.."ujar Afi
"serius lo.. gue mau.. cepetan kapan kita lakukan strategi nya." ucap Ira bersemangat.
"CK CK kaya mau perang aja lo berdua, emang kalian nggak lihat disini itu cowok-cowok ganteng most wanted yang kalian duduk bareng.."ucap Dimas menyela yang diiyakan oleh semuanya.
" ya beda lah menurut gue kalian bukan tipe kita, ya kan Ra.."celetuk ira dengan polosnya, Afi hanya mengangguk menandakan iya.
__ADS_1
🥰 jangan lupa komen yah kak yang kurang di bagian mana