Ice BOYFRIEND

Ice BOYFRIEND
episode 08


__ADS_3

pagi hari pun tiba diva sudah bersiap siap untuk berangkat ke sekolah, ia mencoba menghubungi Raka tapi sedari tadi tidak pernah diangkat malah yang terdengar suara perempuan yang sering di maki-maki semua orang sungguh menyebalkan.


terpaksa dirinya berangkat dengan sahabat nya Afi dan Ira, beruntung dirinya memiliki sahabat yang selalu setia dan baik kepada nya.


diva hanya diam di kelasnya, ia tidak menanggapi ocehan sahabatnya sedari tadi, dipikirkannya hanya ada Raka.


dimana Raka mengapa tadi malam sampai sekarang tidak ada kabar bahkan ia melihat raka masih online sebelum dirinya tertidur.


.


apa benar omongan Afi yang kemarin di kantin kalo Raka itu selingkuh, nggak nggak.." pikiran diva berkecamuk.


diva pun langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat kala berfikiran seperti itu, ia pun menghembuskan nafasnya untuk menetralkan pikirannya kembali.


Afi dan Ira yang melihat tingkah aneh diva sahabatnya dari tadi pun bingung langsung melihat satu sama lain.


"VA Lo kenapa dari tadi sikap Lo itu aneh tau nggak..?? Otak lo masih waras kan nggak gila karena Raka ..??" tanya Afi penasaran dengan wajah polosnya.


diva tidak mendengarkan omongan Afi dirinya masih tetap dengan pikirannya, mereka yang melihat sahabatnya tetap terdiam pun gemas.


Afi pun langsung menjewer telinga diva dan berteriak." adiva sa'diyyah Safa..." teriakan Afi pas di gendang telinga diva.


diva pun terlonjak kaget kala mendengar teriakkan Afi yang membuat telinganya berdengung.


"apaan sih lo..?? kok teriak-teriak ngga jelas tau nggak..?? bikin telinga gue sakit aja, kalo mau teriak itu di kuburan..!! nah di situ nggak ada yang bakalan marah-marah.."terang diva sewot.


"ckckck Lo dari tadi gue perhatiin itu nglamun terus nggak dengerin kita Ngomong, Lo kira kita radio apa.." celetuk Afi.


"ck, gue dari tadi nggak melamun cuma males aja dengerin omongan kalian yang unfaedah .." elak diva.

__ADS_1


"Udah deh, Lo jangan bohongin gue, gue sama Ira itu temenan sama lo dari kita semua masih pakai popok jadi gue tau sifat lo itu kayak apa.. terus Lo itu nggak bakat jadi tukang bohong karena bakalan mudah ketebak.."cerocos Afi


diva menghela nafas panjang, memang susah membohongi mereka." gue nggak apa-apa kok, cuma mikirin nanti mau kuliah dimana.."bohong diva.


mereka yang mendengar ucapan diva pun mengangguk "bukanya Lo mau satu kampus sama Raka yah, di kampus milik keluarganya." tanya Ira yang sedari tadi diam.


diva pun menghela nafas Lega karena mereka tidak curiga tapi dirinya harus berbohong."gue penginnya sih kuliah di Jepang atau nggak di London sama kak Desta."jelas diva jujur.


"yaudah Lo Ngomong sama Raka untuk minta izin kuliah di Jepang atau di London.."ujar Afi


"tapi menurut gue Lo seneng dong bisa kuliah bareng sama Raka apa lagi ini kampus milik keluarganya."sambung Afi


"tapi pastinya si Raka nggak akan ngizinin gue untuk lanjut keluar negeri, asalkan Lo tau di kampus Raka nggak pakai embel-embel nama keluarganya, dia di kampus hanya sebagai mahasiswa biasa malah dirinya masuk dengan beasiswa.." jelas diva


"WHAT SERIUS.." ucap mereka tak percaya.


"Lo tau kan kita itu kaget, kok bisa ya Raka nggak masuk dengan nama embel-embel keluarganya bahkan dia pakai beasiswa loh, itu kan kampus miliknya sendiri, bahkan nih yah.. kalo Raka pakai nama keluarganya dan semua orang tau pasti Raka lebih dihormati dan tambah terkenal famous"ujar Afi menggebu-gebu


"itu permintaan gue, gue mau Raka bisa sukses dengan kerja kerasnya sendiri tanpa embel-embel nama keluarganya dan agar dia lebih mandiri." jelas diva


"yeh.. Lo dasar pacar yang nyusahin," celetuk Afi


"tapi ada bener nya juga sih, karena Raka kan nantinya akan menjadi pewaris jadi dia harus merasakan pahitnya kehidupan dulu terus juga dia nantinya akan menjadi kepala keluarga.." ujar ira


"nah itu yang gue pikirin.."ucap diva


"berarti Lo itu pacar yang mempunyai pemikiran masa depan yang cerah, emang Lo itu pacar dan istri idaman.."celetuk Afi


diva pun mendengus kesal" perasaan tadi ada yang ngomong kalo gue itu pacar yang nyusahin" sindir diva

__ADS_1


"itu kan tadi VA ,tapi sekarang berubah haluan.."jelas Afi sambil tersenyum polos.


"dasar nggak konsisten.."cibir diva


Afi hanya cengengesan sedangkan diva dan Ira hanya memutar matanya malas, dan tak lama bel masuk pun berbunyi terpaksa acara ghibah mereka terhenti.


sedangkan di sisi lain seorang pemuda masih setia dengan alam mimpinya tanpa memikirkan suara jam weker yang dari tadi berbunyi.


"WOY... KEBO BANGUN LO.." teriak dimas dan satria membangunkan Raka yang masih tertidur sedangkan yang lainnya masih ada di jalan menuju ke sini.


"Raka bangun ini Udah jam berapa.. kok Lo masih molor aja sih..??"tanya satria sambil menggoyangkan tubuh Raka.


raka yang mendengar suara satria dan Dimas pun hanya berdecak dan membenarkan selimutnya lalu melanjutkan tidurnya.


mereka yang melihat kelakuan Raka pun gemas mereka langsung menggoyangkan tubuh Raka dengan keras.


"Raka bangun...!! Raka bangun..!!" titah Dimas.


Raka yang sudah tidak tahan mendengar suara berisik mereka pun terpaksa bangun dan duduk masih dengan mata yang memejam.


"apaan sih lo berdua pagi-pagi udah datang kerumah orang, teriak-teriak lagi ganggu orang tidur aja.." ucap Raka yang masih memejamkan matanya.


mereka yang mendengar itu pun berdecak kesal" eh ini itu Udah mau siang, ini jam 9 Lo mau tidur sampai kapan..?"jelas dimas sambil menunjukan angka di jam tangannya.


Raka yang mendengar itu pun kaget dirinya telat bangun dan kesiangan akhirnya tidak mengantar diva ke sekolah, pasti diva mencarinya khawatir dan berakhir dia marah.


dugaan Raka benar banyak panggilan tak terjawab dari diva pesan untuk dirinya, ia merutuki kebodohannya semua ini karena dirinya asik bermain game sampai menjelang pagi jadi dirinya baru tidur dan akhirnya bangun kesiangan.


Raka pun langsung berjalan menuju kamar mandi dengan langkah gontai sambil merutuki kebodohannya.

__ADS_1


__ADS_2