Ijinkan Aku Selingkuh

Ijinkan Aku Selingkuh
episode 1


__ADS_3

Suasana kota Bandung malam ini lumayan macet,apalagi ini malam minggu,weekend seperti ini banyak kendaraan plat B mendominasi jalan kota Bandung,untuk berekreasi karena memang jarak Jakarta Bandung yang lumayan dekat.Bandung kota kembang yang berhawa sejuk,banyak tempat rekreasi yang sangat menarik untuk dikunjungi sekedar untuk melepas penat dan rasa bosan akan pekerjaan.selain terkenal dengan kota berhawa sejuk,bandung juga terkenal dengan mojangnya yang cantik cantik,salah satunya wanita yang sedang berdiri didekat halte.Dia adalah Riana...


Hampir setengah jam Riana berdiri ditrotoar jalan,menunggu Aldi suaminya tuk menjemputnya.Diliriknya jam dipergelangan tangannya, sudah jam delapan malam.Sesekali Dia memijit tumitnya yang sudah terasa sangat pegal seraya duduk dihalte dekat supermarket tempatnya bekerja.Bekerja sebagai pramuniaga di supermarket mengharuskannya untuk selalu berdiri menyambut para konsumen,mendisplay barang,memastikan ketersedian barang tentu sangat menguras tenaga.


"Mas sudah sampai mana ?"


"Tunggu ditempat biasa ya mas?"


"aku beli minum sebentar".tulis Riana dipesan surelnya.


Riana beranjak masuk kembali ke super market tempatnya bekerja,suasananya sangat ramai,penuh sekali dengan pengunjung,pelataran parkir pun sudah dipenuhi berbagai macam kendaraan baik motor maupun mobil,banyak muda mudi,remaja abg sedang berkumpul,hanya untuk sekedar nongkrong dan bersenda gurau.


Dia masuk hanya untuk membeli minum sambil menunggu Aldi suaminya menjemput.dari pada bosan menunggu di halte,mending ngadem didalam sambil membeli minuman.begitu Pikir Riana.


"kamu belum pulang Ri?"


"mau ngeceng dulu ya?"


Tanya Ajeng dengan senyumnya yang mengejek,wajah keriput antgonisnya itu sungguh sangat menakutkan.Apalagi bagi para pramuniaga yang baru training dan para SPG baru,akan langsung kena mental,bila berhadapan dengan Ajeng si Supervaisor Judes ini.


Ajeng retno itulah nama panjangnya,begitu mendengar nama tersebut,para pramuniaga dan SPG akan langsung merinding bulu roma,perawakannya yang tinggi gemuk,rambutnya yang keriting,matanya yang besar,apabila melotot seperti akan tumpah saja bola matanya,mebuat lawan bicara takut untuk menatapnya,


Ajeng sepertinya diciptakan untuk menakuti para SPG dan pramuniaga disana.Ada saja kesalahan yang dia cari,entah itu produk yang dipajang,pakaian yang harus sesuai SOP,pelayanan kekonsumen.Apalagi jika SPG dan pramuniaganya ini cantik dan menarik,dia akan semakin menabuh genderang perang.Namun berbeda halnya kepda pekerja atau pramuniaga laki laki,dia akan sangat sangat baiiiiiik sekali...akan selalu memasang senyum yang paliiing manisss,dan agresif.Apalagi kalau laki lakinya ini ganteng,semakin membuat Ajeng nempel terus kepadanya.


Konon kegalakan dan kejudesannya ini disebabkan karena statusnya yang masih Jomblo,wanita empat puluh lima tahun tersebut sudah 3 kali gagal nikah.


Namun berbeda dengan Riana,dia tidak merasa segan dengan Ajeng,walaupun dia hanya seorang pramuniaga,namun dia akan melawan bila seseorang menyinggungnya walaupun itu seorang Ajeng yang sangat ditakuti pekerja wanita.


Riana melengos tidak menjawab pertanyaan Ajeng,malas baginya untuk berargumen tidak penting,ditengah keletihannya setelah bekerja,rasa haus menggiringnya ketempat display minuman yang ditata membentuk piramid tinggi.Baru saja Riana mengambil satu buah air mineral..


"BRAAAKKK!"


Display minuman berbentuk piramid tadi berhamburan,jatuh dan berserakan dilantai supermarket.


Riana tau,ini pasti ulah Ajeng si Nenek Sihir.Dia ingin protes,namun semua mata pengunjung tertuju padanya,dia seperti terciduk mencuri barang.Akhirnya mau tak mau dia membereskan minuman yang berserakan tersebut.walaupun itu bukan salahnya.Dia punguti satu persatu minuman tersebut,dan berusaha menyusunnya seperti semula.


"Bilang dong Ri,kalo mau lembur!"


"gausah sampe acara nyeruduk nyeruduk segala kayak banteng!"seru ajeng tertawa puas.


Riana hanya meliriknya dengan kesal.dia tidak menanggapi omongan Ajeng,Dia hanya ingin cepat cepat beres,kemudian pulang.

__ADS_1


Riana membereskannya dan menyusunnya kembali,dengan tekun,satu persatu dia susun,seperti pajangan semula.jangan sampe salah dan dikerjai habis habisan oleh Nenek Sihir terkutuk itu,tekad Riana dalam hati.Sampai dia tidak menyadari ada seorang pengunjung membantunya,karena terlalu fokus pada bentuk display,sehingga dia tidak menyadari saat memungut satu minuman lagi,dia seperti kaget karena yang dipegangnya bukan minuman,melainkan tangan.


DEGG...!!!


Riana kaget.sejurus kemudian dia melirik apa yang dipegangnya,ternyata tangan kokoh seorang lelaki dengan wajah yang amat rupawan,Riana dan laki laki tersebut beradu pandang,Riana melihat sorot mata lelaki itu,sorot mata yang tajam namun teduh,alis yang tebal,hidungnya yang mancung,wajahnya yang tegas,dan kumis serta jambangnya yang tipis,Sungguh makhluk Tuhan yang sangat indaah.sejenak Riana terpana,dan terbuai dengan wajah tampan pria didepannya ini.


"mba,....ini mba!"


lelaki tersebut membuyarkan kekagumannya memandang wajahnya.sambil menyerahkan minuman yang tersisa satu botol untuk dipajang kembali.Riana mematung..sejurus kemudian dia tersadar dan malu,wajahnya merona


"te..terimakasih mas".


Riana menyambut minuman tersebut dengan senyum malu malu meong.seolah terciduk sedang mengagumi wajah rupawannya.


"sama sama mba".


Pria tersebut tersenyum tulus.


Ajeng yang melihatnya tak rela,cepat cepat menghampiri.


"aduuuh masss,gausah repot repot lho,sampe bantuin segala."


"ini sudah tugas kami mas",dengan tidak tau malunya,ajeng menggengam tangan pria tersebut


pria tersebut merasa risih dan dia menarik tangannya,


"kalo begitu saya permisi."


pria tersebut melanjutkan belanjanya,Ajeng mengekorinya dari belakang.


Tidak menyia nyiakan kesempatan,Riana cepat cepat pergi keluar,takut suaminya sudah menunggunya,dia juga malas kalo harus berhadapan lagi dengan Ajeng .


Ditengoknya kekanan dan kekiri,kira kira dimana suaminya menjemputnya.Kemudian dia cepat cepat membuka hanphonenya,ada pesan baru dari suaminya


"Ri,maaf ga bisa jemput".


"Aku lagi OTW kerumah Bedjo".


Riana mendelik malas,sungguh apes Dia hari ini.sudah lama nunggu jemputan suaminya di halte,eh malah mau kongkow dengan genk jadulnya,dia lupa kalo malam minggu sudah jadwal rutin kumpul dengan genk nya yang menyebalkan itu.GENK PENGACARA,pengangguran banyak acara yang cuma buang2 waktu.ngumpul sampe pagi.cuma buat main game,nonton bola,atau sekedar bergosip ria.


Riana sibuk mengetik handphonenya,dipesannya ojek online agar cepat sampai dirumah.terbayang kasurnya yang empuk sudah menanti.

__ADS_1


10menit kemudian.....


"Dengan teh Riana?"


bang ojol berbaju hijau sudah siap didepan mata...


"yuk kang jalan".


Riana sudah tak sabar untuk cepat sampai dirumah.


perjalanan kerumah kurang lebih 30 menit.seharusnya 15menit sudah sampai.mungkin karena sekarang sedang weekend,jalanan pun lumayan agak macet.sehingga diperjalanan lumayan lama.


motor tepat berhenti saat lampu merah,Riana tak sengaja melirik kesamping kirinya,mobil SUV Putih disampingnya tepat dinaiki laki2 tadi yang telah menolongnya,Deg...jantungnya berdegup.baru kali ini Dia bertemu laki2 merasa jantungnya berdegup kencang.


Dia cepat2 memalingkan pandangan,...


seraya mengingat dia pun memilki suami yang tak kalah gantengnya dengan pria itu.


****


Ceklek....


dia membuka kunci rumahnya,semuanya gelap,lampu teras pun tidak dinyalakan.sepertinya Aldi terburu buru,sampai lupa menyalakan lampu.


Trit...trit..


bunyi pesan dari handponenya,mungkin suaminya yang mengirim.buru buru Riana membukanya


"nak,ibu titipkan sesuatu buatmu ke Aldi,jangan lupa ya dipake".


Riana tersenyum membaca pesan dari Ibu mertuanya.


Riana menebak,pasti jamu untuk menyuburkan kandungan.


sudah lebih dari 2 kresek besar jamu itu Dia simpan.karena menurutnya percuma....untuk apa dia minum jamu tersebut,sedangkan Aldi menginginkan Dia untuk program kB.


Aldi beralasan dia ingin menikmati hidup berdua,merasakan pacaran sebelum menikah.Apalagi saat itu Aldi dan Riana sama2 bekerja,sehingga tidak memungkinkan untuk mempunyai anak.


Namun sekarang dia menyadari,Rasa kesepian menerpanya.Sudah 4 tahun berumah tangga tapi belum punya anak.Usianya kini 24tahun,sudah cukup pantas untuknya mwnimang buah hati.


Dia bertekad akan membicarakannya dengan Aldi.walaupun dia ragu,Apakah Aldi akan setuju,keinginannya untuk mempunyai anak.

__ADS_1


***


__ADS_2