
Setelah Danar berlalu dari hadapannya,tiba tiba Nova keluar dari persembunyiannya.Dia tidak sengaja melihat Riana sedang berbincang dengan lelaki berbadan tegap yang memunggunginya.
Dengan penasaran Dia ingin tahu siapa gerangan pria itu.kemudian Dia bersembunyi di lorong sebelahnya,Namun dia tak bisa mendengar apa apa,saking penasarannya Dia memutuskan untuk mendekati Riana,kemudian sahabatnya itu berpapasan dengan laki laki yang tadi asik berbincang dengan Riana...
"Siapa Ri?"Gila...Guanteng banget!!"
seru Nova dengan matanya yang berbinar. sahabat sekaligus teman satu sif nya ini memang orang yang paling dekat dengan Riana.Apapun tentang Riana,Nova pasti orang yang pertama tahu,tempatnya berkeluh kesah sekaligus tempat mencurahkan segala permasalahan yang Dia hadapi.
"Apa Om Om ganteng itu yang udah Nabrak Sahabatku ini?"tanya Nova lagi penasaran karena sahabatnya itu hanya diam saja sambil mengulum senyum
"atuhlah Ri,tong nyieun panasaran"
(ayolah Ri,jangan bikin penasaran)
"iya Dia yang Nabrak aku"
"Cuma mau minta maaf aja,kebetulan Dia mau beli sesuatu,ga sengaja ketemu"jawab Riana.Dia tidak ingin sahabatnya itu bertanya lebih dalam,karena Dia tidak mau ada prasangka yang lain mengenai dirinya dan Danar.
"Si Bu Ajeng tumben ga ada,bukannya liburnya hari jum'at"Riana mengalihkan perhatian Nova.
"katanya sih lagi mudik ke Purwokerto,Ibunya sakit."jawab Nova
"Alhamdulillah disini jadi Damaaaai,tenaaang,adem ayem gada Diamah".
"sing lila lah didituna,sukur sukur teu balik deui"
(semoga lama disanaa,sukur sukur ga balik lagi)Ujar Nova lagi
"Eh Ri itu yang nabrak kamu namanya siapa,meni kaseeep Gussstiii...,kenalin atuh.."
"eh kamumah nanya si Bu Ajeng malah ka lalaki wae"(eh kamu ini,nanya si Bu ajeng malah ke lelaki terus)
"genit ah kamu mah".
"mau ngenalin gimana,deket juga ngga.itu mah tadi juga ga sengaja ketemu".
jawab Riana panjang lebar sambil terus memajang rak bagian susu formula bayi yang terlihat masih kosong,pagi hari memang sangat sibuk bagi para pramuniaga begitupun Riana yang sangat sibuk dengan beberapa karton susu formula bubuk yang kini hampir selesai dipajangnya.Sedangkan Nova masih saja berdiri didekatnya,masih penasaran tentang Danar dan cerita tentang kecelakaan Riana.
Hari ini baik para pramuniaga maupun para spg sangat senang dan tenang tanpa kehadiran supervisor yang sangat ditakuti oleh mereka.Pun dengan Riana yang dengan cekatan bekerja dengan senang,walaupun masih ada perasaan mengganjal dihatinya karena permasalahan rumah tangga dengan Aldi suaminya.
"Riana kamu pulang kerja jam brapa?"
"aku jemput ya"
"kalo untuk makan siang,mungkin waktunya cuma sebentar"
__ADS_1
"aku jemput sekalian makan malam ya?"
Riana membaca pesan yang dikirimkan Danar,padahal Dia sangat berharap bahwa oesan itu datang dari Aldi.Tapi justru ternyata dari laki laki yang akhir akhir ini sedkit mengusik hatinya.Dia ragu untuk membalas pesan Danar,namun Dia juga tak ingin membuatnya kecewa.
"aku pulang sore mas.maaf mas aku gamau ngerepotin"
"makan malam juga ga bisa Mas,Maaf banget"
Riana menolak ajakan mentah mentah dari Danar.Tak ingin sesikitpun Dia memberi celah untuk Dia dekat dengan laki laki manapun,Dia ingin mengingkari perasaan dihatinya.
Riana cepat cepat mematikan Ponselnya.Dia fokus kembali ke pekerjaannya,walaupun sebenarnya dalam hati Dia juga merasa senang,Danar begitu baik dan bertanggung jawab.Namun Dia tidak ingin terlibat lebih jauh dengan lelaki itu,Dia meremat dadanya,setiap kali Dia memikirkan Danar,ada perasaan aneh dihatinya.Dia ingin menghentikannya,Dia ingin mengelaknya.sebisa mungkin jangan sampai Dia harus bertemu lagi dengannya.
"ngelamun mulu Bu dari tadi,istirahat yuk?"
Nova menghampiri Riana yang sedang terburu buru memasukkan ponselnya kedalam saku bajunya.
"duluan aja,ntar aku nyusul"
jawab Riana yang bergegas ke lokernya,kemudian digantinya sepatu pemberian Danar dengan sepatu hak tinggi miliknya,walaupun jalannya masih tertatih tatih dan masih merasakan sakit dilututnya,namun Dia tetap memaksakannya.
Riana bergegas menyusul nova ke tempat biasa mereka menghabiskan waktu istirahatnya.kantin khusus karyawan supermarket yang tepat berada dilantai empat paling atas gedung supermarket itu,tampak sangat penuh dijejali dengan karyawan yang sedang beistirahat.Riana yang jalannya masih agak tertatih lumayan menjadi pusat perhatian,sebagian dari mereka tau bahwa kemarin Dia kecelakaan,banyak yang bertanya kondisinya,Riana dengan tersenyum menjawab mereka satu persatu dengan tenang,
"padahal gausah maksain Ri,kayaknya kaki kamu masih sakit"ucap Abdul,karyawan bagian gudang yang sejak pertama kali bertemu sudah menaruh hati pada Riana itu kini tampak cemas memperhatikan keadaan Riana
"makasih Dul,biar aku disana aja deket sama Nova"
"yaudah yuk sama aku"Abdul tetap memapah Riana dengan sigap,walaupun Riana merasa risih,Abdul tetap cuek dengan wajah datarnya.
"cie cie ada kakang Abdul yang selalu sigap neh sama gebetan"ujar Nova sambil menyuap Siomay pesanannya dengan lahapnya
"Hush..kamu teh tong ngagosip wae atuh Nov"ujar Abdul yang langsung mendudukkan Riana disamping Nova,dan abdul duduk tepat didepan Riana.
"mau pesen apa Ri,biar aku pesenin."ujar Abdul dan lagi sangat penuh sehingga akan menyulitkan Riana kalau harus antri diqntrian panjang dan mengular itu
"Batagor kuah aja Dul,sama es teh manis"
"ok Aku pesenin"
"aku ga sekalian di pesenin Dul"tanya Nova tersenyum jahil.menyuruput es teh manis yang tinggal sejengkal
"TITIP ES TEH SATU DUL"
Nova berteriak membuat Riana menutup telinganya,penging mendengar teriakan Nova.
"kejar si Abdul sana Nov"
__ADS_1
.
.
Danar menatap layar ponselnya,dibacanya pesan dari Riana.Sungguh Dia ingin sekali bisa dekat dengan gadis itu.melihat senyum diwajahnya membuatnya merasa senang.Entah perasaan aneh apa yang dirasakannya.setelah bertahun tahun baru kali ini Dia bisa merasakan perasaan seperti ini.
Degup jantungnya tidak bisa Dia kendalikaan saat melihat sorot mata Riana yang teduh.
Danar memejamkan matanya membayangkan wajah Riana yang akhir akhir ini selalu terbayang di pikirannya.
"Danar.."
"Danar.."Amanda melihat suaminya yang tengah duduk santai di ruang kerjanya seraya memejamkan matanya,Dia tau Danar sedang tidak benar benar tidur.
Danar mengerjapkan matanya,Amanda mengganggunya dari kesenangan membayangkan wajah Riana.
"Ada apa?"ujar Danar ketus dengan memasang wajah juteknya.
"Issh..kamu ini jutek banget sama Istri sendiri"
"Aku ingin kita memulai dari awal lagi,Nar"
"memulai hubungan kita yang baru,memulai rumah tangga kita dari nol lagi"
"Aku tau selama ini Aku salah,Aku banyak berdosa padamu"
"Aku ingin kita membangun kekuarga yang harmonis"
"Ayah menginginkan kita untuk segera punya anak"
ujar Amanda panjang lebar mengutarakan keinginannya pada suaminya itu,seraya menggenggam tangan Danar.
"Aku memutuskan untuk memberi kesempatan pada hubungan kita Nar"
"Aku yakin kamupun menginginkan hal yang sama"Ujar Amanda sambil Duduk dipangkuan Danar mengalungkan tangan keleher suaminya.
Danar segera menepis lengan istrinya,dan mendorong perlahan Amanda,agar beranjak dari pangkuannya.Sungguh Danar merasa sangat kaget dengan apa yang Amanda ucapkan.
Karena untuk saat ini Dia sudah menyiapkan gugatan cerai untuk Amanda.Tidak ada hal yang perlu dipertahankan lagi.
****
Hello Bestie Mohon dukungannya ya buat novelku yang pertama ini
🥰🥰🥰
__ADS_1