Ijinkan Aku Selingkuh

Ijinkan Aku Selingkuh
Episode 6


__ADS_3

Selama dalam perjalanan menuju rumah Riana,keduanya diam.Riana pura pura tertidur, tidak ada pembicaraan sama sekali.Danar sesekali melirik kearahnya.


Sebenarnya Danar ingin mengajaknya makan siang,karena bahkan dari pagi Dia belum makan apapun.tapi melihat Riana yang kondisinya tidak memungkinkan ,terpaksa Dia membatalkan keinginannya tersebut.


Mobil yang dibawa Danar telah sampai didepan rumah Riana, Kemudian Riana bergegas turun dengan cepat ,Dia tidak ingin merepotkan,jangan sampai Danar harus memapahnya seperti tadi.Dia sangat grogi dan malu.apalagi orang orang di rumah sakit mengira bahwa Danar suaminya.


Dia bergegas masuk kedalam Rumahnya namun kemudian....


"Mba tunggu..."


.Danar memanggil Riana dengan cepat.dan Dia berlari menghampiri Riana...


"iya mas?"


"ini tasnya ketinggalan mba".


"Dan ini obat yang harus diminum."


"Semoga lekas sembuh ya mba."


"Diminum habis obatnya,kalo mba bersedia,saya siap kapan saja bila mba memerlukan saya untuk proses penyembuhan dan kontrol ke Dokter selanjutnya".


ucap Danar panjang lebar.Dengan ekpresi wajah seolah Dia mwnunjukkan rasa kehawatiran dan tanggung jawab terhadap Riana.


"tidak perlu mas,tidak perlu repot repot"


"lagi pula lukanya kan ga terlalu serius".


Riana tersenyum dan mengambil tas juga obat yang diberikannya.


"terima kasih sudah bertanggung jawab,dan mengantar saya".ucap Riana


"oh iya mba saya minta nomer teleponnya,barangkali nanti ada yang perlu dibutuhkan,karena bagaimanapun saya harus bertanggung jawab."


Riana dengan sungkan memberikan Handphonenya.Danar menyerahkan kembali setelah bertukar nomer telepon.


Danar tersenyum saat memberikan tasnya kepada Riana,


" sekali lagi saya ucapkan terima kasih"


ucap Riana sambil berlalu ke dalam rumahnya.


Danar masih berdiri didepan Rumah Riana.Dia memastikan Riana masuk kedalam Rumahnya dengan selamat.Dia melihat Riana jalan masih tertatih,tapi dia sepertinya tidak mau dibantu,mungkin sungkan.pikirnya..


kemudian Danar pergi..


POV DANAR


Niatku ingin mengusir rasa penat yang benar benar sudah menyiksaku,rutinitas pekerjaan yang benar benar membuatku lelah.sekedar ingin mencari udara segar untuk sekedar merefresh otakku ini.tapi ternyata aku malah kena musibah....Untunglah kecelakaan yang terjadi tidak begitu parah.


Korban yang ku tabrak untungnya tidak mengalami luka serius,sehingga Aku langsung bisa mengantarnya pulang.Saat melihat wajahnya entah mengapa Aku merasakan getaran yang aneh didadaku.


Aku bisa merasakannya dia begitu gugup dan canggung dihadapanku.membuatku menjadi menjadi ingin terus tersenyum.wajah cantik

__ADS_1


dan keibuan seperti Dia ,sangat cocok menjadi Istri rumahan.


wajah cantiknya begitu membius mataku,matanya yang indah dengan bulu mata yang lentik.bibirnya pun sangat menawan.Aku diam diam memperhatikannya.Aku tahu Dia hanya pura pura tertidur.sungguh sangat lucu.membayangkan wajahnya,sejenak rasa suntuk yang melanda sepertinya sudah hilang entah kemana.


entah ada desiran apa didadaku,saat didekatnya aku merasa begitu nyaman.padahal baru kali ini bertemu,ahhh tidak sepertinya aku pernah melihatnya sebelum ini,tapi entahlah aku lupa dimana.


...


Danar sudah sampai dikantornya dia masuk keruangannya...


"Bro dari.mana...?"


"di cari Big Bos tadi "


"untung Gue bisa handle tadi"


seru Edy saat Danar baru saja melangkahkan kakinya kedalam ruangan..


"sori bro..Gue kena musibah tadi".


"Gue nabrak orang."


"untungnya ga sampe parah banget".


"cuma keserempet doang"kata Danar


"kok bisa?"Edy bertanya lagi


jawab Danar sambil duduk sofa ruangan kerjanya,Edy pun duduk disebelahnya,kemudian Danar menceritakan kejadian yang dialaminya.


"sukur deh ga sampe parah banget".


"makanya lo tuh mulai sekarang perhatiin diri lo,Nar"


"cari dan kejar kebahagian Elo"


Edy menasehati sahabatnya itu,Edy benar benar sahabat yang sangat peduli dengan Danar.Danar adalah sosok sahabat yang baik dimatanya,sosok yang pekerja keras.


"tapi udah beres kan,masalah nya?"tanya Edy


"untungnya udah,dan cewek yang Gue tabrak juga baik dan ga sampe nuntut ini itu".ucap Danar


"pantesan Lo dapet musibah tapi kok malah seneng gitu siiiih"


"pasti cantiiiik banget nih ceweknya,soalnya Aura di wajah lo tuh terpancar bangettt Men,kayak abis dapet jackpot tau ga sih lo"


"ngaco Lu Ed..masa Gue dapet musibah,malah seneng".Danar menjawab sambil menggelengkan kepala


"Naaaah kaaan bener dugaan Gue!"


"Hayo ngaku...".


seru Edy sambil menggerakkan jari telunjuknya tersenyum menggoda Danar.

__ADS_1


"apaan sih Lo.. lebaay".Danar senyam senyum mendengar ledekan dari sahabatnya ini...


"Dah pergi sana sana,gue mau beresin kerjaan Gue"


"jangan sampe si Manda pulang,Gue makin terpojok sama istri n mertua Gue."


"si Manda itu istri apa majikan sih?"


"dua duanya"seru Danar kesal menjawab


kemudian Danar mengerjakan pekerjaan yang tertunda,Dia tidak ingin dipandang tak becus oleh istrinya yang selalu merendahkannya itu.


*****


Riana masuk kedalam kamarnya.Dia langsung berbaring di ranjangnya yang nyaman.menatap langit langit kamar,merunut kejadian yang dialaminya hari ini.Dia bersyukur tidak sampai terluka parah,Bisa langsung pulang tanpa harus rawat inap.


sekilas tadi dia melihat mobil suaminya keluar.mau kemana pikirnya,apa dia tau kalo istrinya tertimpa musibah,untung saja tidak terlalu parah.bahkan Aldi tidak mengabarinya mau kemana.Apakah dia sudah tidak menganggapku lagi.


"Hemmh.."Riana menarik nafas dalam dalam


orang yang menabraknya ternyata laki laki itu,dia merasa aneh dengan hatinya saat dekat dengan nya.mungkin dia terpesona,wajar saja berarti dia masih normal pikirnya.dia tidak mau berfikiran yang aneh2.apalagi saat ini dia sudah bersuami dan bertekad ingin secepatnya mempunyai anak.Namun bagaimana bisa punya anak....


Setiap libur kerja Aldi memang jarang berada dirumah,karena bila tidak berkumpul dengan Genknya,pasti kerumah Ibunya.


Kalopun ada dirumah dia sibuk maen Game berjam jam,tidak punya kegiatan lain berdua,atau menghabiskan kencan berdua seperti pasangan lainnya.Boro boro adegan romantis.sekedar ingin jalan berdua saja susah.


Bercengkrama dan bersenda gurau.menikmati waktu berdua.apalagi Dia sama sama sibuk.Jarang sekali Riana mendapatkan off di hari minggu.kalaupun Dia libur saat hari minggu,Aldi akan menikmati waktunya sendiri.sebenarnya sering Aldi mengajaknya pergi,namun itupun untuk kumpul dengan teman teman Genk suaminya itu.


Riana tidak nyaman harus berkumpul seperti itu,


Dia merasa tidak satu frekuensi,hal yang biasa diobrolkannyapun dia tidak mengerti,jadi dia kapok bila suaminya itu mengajaknya kumpul dengan teman temannya itu.


Dia merasa kesulitan berbaur dengan teman temannya.walaupun sebagian dari mereka ada yang membawa istrinya,tetap saja Riana merasa sulit untuk melebur dan bercengkrama.Dia lebih banyak diam dan menyimak pembicaraan mereka.


Padahal sebenarnya yang Dia inginkan hanya waktu berdua saja,menghabiskan waktu berdua yang sudah sangat jarang dilakukannya.Entah kapan terakhir jalan atau sekedar makan diluar berdua.


Kebutuhan batin yang selama ini menyiksanya,Aldi bahkan akhir akhir ini sudah jarang menyentuhnya.Entah apa yang salah dalam dirinya.padahal Dia masih muda,fisiknya pun bisa dikatakan sangat cantik,bahkan disupermarket tempatnya bekerja,ada banyak laki laki menyukainya.


Dari mulai rekan kerja sampai atasannya pun ada beberapa orang yang menaruh hari padanya,namun Riana selalu mengabaikannya.Dia pandai menjaga kehormatan dan harga dirinya sebagai wanita bersuami.Namun akhir akhir ini,kesepian semakin merengkuh jiwanya,batinnya tersiksa.Aldi lebih mementingkan kumpul dengan teman temannya,dibanding sekedar bersenda gurau dengan dirinya.


seperti sekarang ini,Dia tidak ada saat Dia membutuhkannya,membutuhkan perhatiannya.


Hemmmmhhh...Riana menghela napfas panjang..


********


Hello bestie...


Dukung terus Novelku ya..ini Novel pertamaku..


kepoin terus ya Novel "IJINKAN AKU SELINGKUH"


Salam dari Aku🥰🥰🥰🥰🥲🥰

__ADS_1


__ADS_2