Ijinkan Aku Selingkuh

Ijinkan Aku Selingkuh
Episode 3


__ADS_3

Riana menatap Jamu pemberian mertuanya itu,dibacanya komposisi yang terkandung dalam jamu tersebut.Dibolak baliknya jamu tersebut,yang sama sekali tidak pernah disentuhnya.


Setiap dia berkesempatan main kerumah Mertuanya atau Mertuanya yang datang berkunjung,Jamu tersebut tak pernah absen diberikan kepadanya oleh mertuanya itu.


Seperti mertua pada umumnya,menginginkan kehadiran cucu walaupun sudah mempunyai dari beberapa anaknya,namun tetap saja setiap bertemu pasti yang ditanyakan adalah sudah isi apa belum.sudah ada tanda tanda apa belum.


walaupun mertuanya ini tidak sejahat mertua yang ada di novel novel romantis atau di sinetron ikan terbang,tetap saja mertuanya selalu menanyakannya setiap kali bertemu.


Ibu mertua Riana sangat baik dan perhatian padanya,setiap berkunjung selalu membawakan makanan kesukaannya selain jamu,Dia menganggap Riana seperti anaknya sendiri,karena Riana seorang yatim piatu,anaknya sangat baik dan mandiri.sehingga ibu mertuanya begitu perhatian padanya.


Dia bertekad tidak akan mengabaikan jamu pemberian mertuanya itu lagi.


"Aku harus hamil"


"aku tak peduli Aldi menginginkannya atau tidak"gumamnya


Diseduhnya jamu pemberian mertuanya tersebut,kemudian Riana meminumnya sampai tidak bersisa.


Dia bertekad akan berhenti minum pil KB yang selama ini tidak pernah absen diminumnya.


Dilihatnya suaminya masih tertidur,.Riana sudah siap untuk berangkat kerja,ingin Riana bangun kan suaminya untuk mengantarnya.Tapi tadi Aldi sudah berpesan untuk menggunakan ojol saja saat Dia berangkat kerja.


Terpaksa diapun menggunakan ojol lagi.Kembali dia pastikan penampilannya.Rambut sebahunya sudah dicepol rapi,dia poleskan makeup tipis kewajahnya,dengan lipstick warna bibir membuat penampilannya segar dan cantik.Riana mengenakan seragam merah aksen kuning dipinggirnya,Seragam khas pramuniaga Supermarket.celana panjang hitam serta cardigan hitam untuk menutupi seragamnya,dan juga sepatu hitam hak 5cm.Si bang ojol sudah menunggunya didepan rumahnya,diapun segera menghampiri dan berangkat.


.


.


.


***


Sementara itu disebuah gedung perkantoran


"selamat pagi Pa...ini laporan yang sudah Danar buat.."Danar menyerahkan map tebal kepada Bosnya yang merupakan CEO ditempatnya bekerja dan sekaligus mertuanya".


"hemmmhhh coba kuperiksa....."


Papa mertuanya memeriksa laporan yang dibuat danar,memeriksanya dengan teliti dengan kacamata yang hampir melorot kebawah,duduk dibelakang meja dengan seksama meneliti lembar,demi lembar secara seksama...membuat danar yang masih berdiri didepan mertuanya tampak gugup,dan agak risau..takut banyak kekeliruan sehingga itu akan membuatnya semakin tersudut.


"lumayan laporan yang kamu buat...walau tidak sedetil seperti yang dibuat anakku tapi kamu sudah ada kemajuan,banyak lah belajar lagi pada Amanda,Dia memang persis seperti diriku".Ujar Papa mertuanya sombong


"kapan Anakku kembali dari Singapore?"


tanya Ayah mertuanya.


"Besok siang Pa"sahut Danar..


"oh begitu...begitu,jangan lupa kau menjemputnya"


"untuk meeting hari ini lebih baik diundur saja,aku khawatir kau belum bisa menanganinya"ujar mertuanya lagi.


"baik Pa" Danar menganggukkan kepalanya


"kalau tidak ada lagi yang bisa Danar bantu,Danar permisi dulu.."ujar Danar sopan seraya menundukkan kepalanya,menghormati mertuanya.


"ya sudah kembali sana,ini laporanmu bawa saja"..,dilemparkannya laporan yang dibuat Danar itu keatas meja dengan kasar.

__ADS_1


Danar mengambilnya dengan sopan.


kemudian Dia pergi menuju kedalam ruangannya,bersandar dikursinya sambil memejamkan matanya,dilonggarkannya dasinya yang serasa mencekiknya dari tadi,Rasa sesak didadanya seperti sulit bernapas bila Dia harus berhadapan dengan Papa mertuanya itu dikantornya,selalu saja Dia salah Dimata mertuanya ini.


Setiap apa yang dikerjakannya,apa yang dibuatnya tidak pernah benar dimata Papa mertuanya tersebut.Seperti kali ini dia membuat Laporan untuk dimeetingkan dengan para dewan direksi pemegang saham dan Investor asing yang tertarik bekerjasama dengan perusahaannya ini,namun selaluuu saja ada celah yang tidak pernah sempurna dimata Papa mertuanya itu.


Sebagai wakil direktur PT.Food Pratama..Yang dirintis puluhan tahun oleh Ayah mertuanya ini,Dia ingin benar2 mendedikasikan kemampuannya ini pada perusahaan tersebut,kerja siang malam seperti tidak ada artinya,..dia bahkan tidak punya waktu untuk dirinya sendiri.sekedar menyalurkan hobi fotografinya yang sudah Dia sukai sedari SMP dulu pun tak ada waktu.Sekedar ingin merefresh otak dan healing pun apalagi,nonsense.


Dia dan Istrinya Amanda,entah pernikahan macam apa yang dia jalani.5 tahun menikah dengan Manda,seperti tidak ada rasa...sangat hambar.keduanya sama sama sibuk.


keduanya sibuk mengejar karir,Istrinya Direktur Utama diperusahaan tersebut,sedangkan dia menjabat sebagai wakilnya,bergelut siang malam,seolah berlomba untuk menjadi yang terbaik,mengejar posisi kepada siapa Ayah mertuanya itu memberikan jabatannya.


Danar merenung tentang dirinya,tentang kehidupan pernikahannya,yang bahkan sudah sangat menjenuhkan.Pernikahan tanpa rasa cinta,pernikahan yang hanya sebagai status saja,pernikahan untuk formalitas.


Dia bahkan tidak tau seperti apa cinta,seperti apa jatuh cinta.entah kapan terakhir dia merasakannya.


Hampa...benar benar hampa yang dia rasakan saat ini.


"Bro..!!"


"woy bro..!"


"ngelamun aja lo dari tadi!"


"Habis masuk kandang singa ya lo?"


"sampe pucet gitu muka lo".seru Edy sahabat sekaligus rekan kerjanya,seraya melambai lambaikan tangan ke wajah Danar,yang sedari tadi dilihatnya melamun.


"Ngagetin Gue aja lo"


Danar mengelus elus Dadanya sambil melotot kearah Edy yang sudah mengganggunya dari perenungannya.


"muka lho kusut banget,kayak benang layangan .sumpah!!"


"kasian Gue liat elo bro."


"hidup lho penuh tekanan"


"hidup lho penuh tekanan,gada santai2nya."


"mending nanti malem ikut gue".ajak Edy


"males gue,harus nongkrong minum2 clubbing,pagi2nya gue harus dihadapkan sama setumpuk pekerjaan,nambah nambah beban hidup gue aja."


jawab Danar sambil memutar mutar bolpoint yang dipegangnya..


"ga asik banget lo mah."


"kerja kerja kerjaaaaa...mulu diotak lo."


"sekali sekali ga papa keles"kata edy lagi,meyakinkan sahabatnya itu agar mau pergi bersamanya bersenang senang.


"elo butuh healing bro!"seru edy sambil menunjuk pelipisnya"


Danar tertawa mendengar sahabatnya..


"apanya yang healing."

__ADS_1


"yang ada tambah ruwet."


"kayak lo ga kenal aja Papa mertua gue aja."jawab Danar lagi


"Gue cuma peduli sama lo Nar."


"kerja mati matian juga,tetep aja Lo ga dianggap".


"Lo butuh waktu buat nyenengin diri Lo sendiri bro..."


Edy terus saja meyakinkan sahabatnya itu.


"thank you banget lo peduli sama Gue Ed,entar deh kalo Gue mau,Gue ngehubungin Elo".


"cuma sekarang ini gue bener bener fokus dulu sama banyaknya kerjaan Gue,Gie ga mau ada masalah baru."


"thanks ya Ed lo dah respect ma Gue."ucap Danar tulus ke sahabatnya itu.


"Pokoknya Nar,kalo lo butuh apa apa dari Gue,Gue selalu ada buat lo".


"Lo juga berhak bahagia Nar,jangan orang lain mulu yang Lo peduliin."


"iya iya lo bawel amat sih hari ini.habis makan apa sih."


seru Danar melihat Edy yang begitu peduli kepadanya...


"Ed Gue keluar dulu ya,Laper Gue tadi belom sempet sarapan."


"pengen keluar bentar sekalian ngilangin suntuk gue."


kata Danar seraya menggulung kemejanya sampe siku.Jasnya dia kalungkan dikursi kerjanya.


"oke bro..santai aja.tar kalo mertua Lo nanya,Gue handle,amanlah pokoknya"kata edi


merekapun keluar dari ruangan bersamaan.


.


.


.


Riana tiba didepan Supermarket tempat kerjanya,dia segera menyerahkan helm hijau ke si mang ojol sambil mengucapkan terimakasih.


Dia menengok kekanan kiri jalan,untuk menyeberang jalan,yang memang kendaraan siang itu begitu padat merayap.sehingga agak sulit untuknya menyebarang jalan.


Cukup lama bagi Riana menunggu jalan agak renggang dari kendaraan,sampai beberapa kali maju mundur maju mundur.sampai saat iya melangkahkan kakinya...tiba tiba....


Tidiiiii......ttttt cekiiiiiiiiiiiitttttt...


******


Hai Hai Bestie...Yuk dukung Novel pertamaku ini


Bantu aku untuk berkarya ya bestie...😇😇😇


Baca dan kepoin terus Novelku ini ya...❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2