
Danar masih menjabat erat tangan Riana,tatapannya menusuk tajam namun teduh.
Riana merasa risih dan gugup dengan tatapan mata Danar.sulit sekali menetralisir degup jantungnya,Dia tidak ingin dicap seperti ABG alay yang mudah terpesona oleh lawan jenis.
Lelaki matang didepannya ini pasti akan membuat siapa saja terhipnotis. Tampang maskulinnya benar benar melenakan jiwa.pikirnya...
Dia memaksa melepaskan tangannya yang belum juga dilepaskan oleh Danar.
"Eh...emh maaf".
"mau pulang sekarang?"tanya Danar
"iya,mas...tapi saya akan telepon Su...."Riana belum sempat meneruskan ucapannya.Danar memotong..
"biar saya antar Mba,bukankah saya yang menyebabkan Mba menjadi seperti ini"ucap Danar tulus...
karena merasa tidak enak,Riana pun menganggukan kepalanya.
Dia mencoba berdiri...namun saat melangkahkan kaki kirinya,ternyata masih terasa sedikit sakit dan ngilu di lututnya...Dia agak meringis kesakitan.
Dengan sigap Danar membantu Riana memapahnya,Dia melingkarkan tangannya kepinggang Riana,dan satu tangannya lagi memegang lengan Riana.
Dug Dug dug dug ..!!
Degup jantung Riana bertalu talu...Dia benar benar merasa gugup sekaligus risih,belum pernah Dia berdekatan dengan lawan jenis selain dengan suaminya.Apalagi wangi parfumnya laki laki disampingnya ini begitu semerbak harum khas wangi cowok maskulin namun lembut melenakan jiwa.Riana terbuai.menghirup sebanyak banyaknya wangi lelaki tampan ini sambil memejamkan mata...
menghayati dengan sepenuh hati aroma surga ini.begitu gumamnya dalam hati.Dia tersenyum masih terpejam matanya.. membuatnya mabuk kepayang dengan wangi parfum Danar...
"enak banget wanginnyaaaaaa....."gumamnya dalam hati.
saat dia membuka mata,dan melirik ke laki laki disampingnya...Danar sedang menatapnya dengan tersenyum...sontak wajah Riana memerah seperi tomat.saking maluuunyaa...
"Mm..mas...maaf biar saya jalan sendiri saja."Riana berhenti agar tangan Danar melepaskan pinggangnya,namun..."
"gapapa mba..saya khawatir,kaki mba masih sakit".
"atau apa perlu saya gendong"jawab Danar seolah mengancamnya akan digendong bila dia tidak mau dipapah seperti ini.
"JJJangaaan mas..."ucap Riana antara panik dan ketakutan.Apa jadinya bila hal itu terjadi pasti akan menambah rasa malu sekaligus bisa pingsan.
Danar tersenyum simpul.mudah sekali mengelabui wanita cantik Disampinya ini.
Sepanjang lorong rumah sakit saat berpapasan dengan perawat atau orang yang lewat.mereka berbisik bisik bahwa mereka pasangan serasi.
Danar hanya tersenyum saja,sedangkan Riana..rasanya dia ingin cepat cepat sampai dirumahnya.
__ADS_1
Kemudian mereka sudah sampai di depan rumah sakit.Danar pamit sebentar untuk mengambil mobilnya..Riana diminta untuk menunggunya sebentar.
Tak berapa lama Danar datang dengan mobilnya,kemudian membukakan pintu depan mobil agar Riana duduk disampingnya, memapahnya,memastikan Riana telah duduk dengan nyaman.Kemudian mobil melaju..
Riana menanyakan tasnya...kemudian Tas selempang model hobo bag ukuran sedang berwarna coklat kusam Danar berikan kepadanya
Dia mencari pesan dari suaminya namun nihil..
yang ada hanya pesan dari Nova teman kerjanya di supermarket
"Ri katanya kamu teh ketabrak mobil ya...Ya ampun Ri,semoga kamu ga kenapa napa"
"Ri..semoga kamu secepatnya balas pesan aku ya Ri."
"Ri...aku teh khawatir pisan sama kamu"
"Gws nya geulissss"(cepat sembuh ya cantiiiiikk)"
puluhan missed call dari Nova dilihatnya.
Riana tekun membaca pesan dari Nova,sementara Danar menyetir mobil sambil sesekali melirik kearah Riana,..Dia takut jangan sampai tidak fokus lagi seperti tadi sampe mencelakakan orang lain.
.
.
Aldi merentangkan tangannya dengan rasa malas,entah sudah berapa lama Dia tertidur,bergadang semalam suntuk bersama genk Pengacara sungguh menyenangkan buatnya.bercengkrama, bersenda gurau,maen game dan menggibah berjamaah membuatnya menghilangkan stress,dari rutinitas pekerjaan yang membuatnya kadang merasa jengah.Genk yang sudah berdiri sejak jaman SMA dulu ini tetap solid sampe hari ini saat usia dirinya sudah 25 tahun.
Beranggotakan 5 orang teman temannya yang satu jurusan dengannya,Anak IPS yang sudah terkenal dengan kenakalannya ini,begitu bangga saat genk nya terkenal dikalangan cewek cewek alay jaman dia sekolah dulu.
Dia berjalan menuju dapur dengan tenggorokan yang terasa kering.Diambilnya air dingin di dalam kulkas,kemudian Dia minum seolah baru buka puasa.minum air dengan rakus.
Dia meletakkan kembali botol minum yang sudah kosong isinya kedalam kulkas.
Kemudian ditutupnya kembali kulkas tersebut.
"jangan lupa jmpt aku dtempat biasa.Aku dah msak kesukaan kmu... Dimamam ya sayaaaaang.
Aldi membaca pesan dari secarik kertas yang Riana tempelkan dipintu kulkas.
Lucu pikirnya... Entah sudah berapa lama Riana sudah tidak pernah memanggilnya sayang, dia berpikir kalo istrinya ini sangat kaku,pemalu dan membosankan. Istri yang manut dengan suami.pendiam dan sangat baiiik.
Tipe istri sholehah yang sangat mengabdi.
Rumah yang sudah terlihat rapi dan bersih, masakan yang sudah tersedia yang selalu menggoyang lidahnya. Riana tidak pernah gagal bila memanjakan perut suami.
__ADS_1
Wanita yang sudah dikenalnya sejak dia SMA ini membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Wanita cantik yang pemalu dan pendiam.sudah berhasil mengambil hati Ibunya ini sejak pertama kali Riana dikenalkan pada ibunya.
Ibunya ini begitu menyayangi Riana ,menganggap seperti anaknya sendiri,mungkin karena Riana anak yatim piatu yang dibesarkan dipanti asuhan namun sifatnya yang manis dan mandiri.memikat hati Ibunya.
Dilihatnya meja makan yang ditutup tudung saji estetik berwarna merah.Begitu dibuka tudung sajinya,Sup ayam, tempe mendoan, dan sambel kecap sudah tersaji dihadapannya.Menu sederhana tersebut adalah favoritnya sepanjang masa. Buru buru Aldi mengambil nasi beserta lauk pauk yang sudah tersaji didepan matanya,dan makan dengan lahapnya.
Jam menunjukkan pukul dua siang,Dia ingat hari ini akan membawa BomBom ke bengkel.
Mobil sedan bekas berwana hitam kesayangannya yang dibelinya dengan menabung susah payah ini jangan sampai rewel untuk mengantarnya kerja dan berkumpul dengan teman temannya.
Ting...
Bunyi pesan dari handphonenya..
"Bisa ketemu ditempat biasa ga?"
"jam tujuh aku tunggu ya"
Aldi membaca pesan dari Nitha rekan kerjanya yang akhir akhir ini begitu Nitha intens mendekatinya.Gadis cantik yang selalu berpakaian seksi itu selalu perhatian padanya.entah itu membuatkan kopi atau sekedar makan siang bersama ditempat kerjanya.Entah mengapa dia selalu menempel padanya,padahal banyak rekan kerja yang masih single yang selalu menggoda Nitha.Namun dia hanya tertarik dengan Aldi yang menurutnya sangat tampan dan menarik.
"ok"
Aldi menjawab pesan Nitha,tak kuasa menolak.Dia pikir tidak ada salahnya,toh hanya berteman.dan juga mengusir kejenuhan,karena tidak mungkin hari Minggu ini dhabiskannya hanya sekedar berdiam diri dirumah menunggu istrinya pulang.
Aldi bergegas mandi,agar BomBom bisa secepatnya dibawa kebengkel untuk bisa dipakai jalan bersama Nitha.
selesai mandi Aldi memakai celana jeans hitam ,kaos hitam dan jaket jeansnya semakin bertambah kegantengannya itu.
Dia ingin cepat cepat pergi,jangan sampai Nitha menunggunya terlalu lama nanti.Dia tidak ingin sampai membuat Nitha kecewa.
Saat melajukan mobil sedan hitamnya dia berpapasan dengan Mobil yang membawa Istrinya Riana.
Aldi sedikit melirik kearah mobil tersebut.
******
Hai Hai bestie....😇😇😇😇
Mohon dukungannya untuk novel pertamaku ini,berikan aku semangat mu dong bestie..
sangat menerima kritik dan saran bestie semua ya..
Baca terus Novel "IJINKAN AKU SELINGKUH"
🤗🤗🤗🤗🥰🥰🥰🥰
__ADS_1