
Sudah satu bulan sejak peristiwa itu Riana dan Danar tak pernah berjumpa,Riana benar benar ingin menghindar dan bertekad tidak ingin bertemu dengannya lagi.Rasanya Dia sudah tidak memiliki muka lagi dihadapannya lagi.Entah setan apa yang mendorongnya waktu itu,seolah mengambil kesempatan dalam kesempitan,berniat ingin mencium lelaki itu,lekaki yang sudah beristri dan Diapun bersuami.Entah karena suasana yang mendukung atau karena Dia memang seorang wanita kesepian yang membutuhkan belaian seorang Pria.
Setiap ingin melupakan kejadian itu entah kenapa justru Riana malah selalu mengingatnya,Dia benar benar merasa buruk,konyol dan sekaligus merasa seperti wanita murahan.Rasanya seperti ingin menghilang saja..pikirnya.
Seperti biasanya pagi itu Riana sudah sibuk dengan rutinitasnya sebagai Ibu Rumah tangga.setelah selesai menyapu,ngepel,membersihkan rumah.Kini Dia memasak untuk bekal Aldi dan juga dirinya.Dia memasak seperti biasanya.
Setelah siap semua masakannya kemudian Riana menghidangkannya di meja makan,sebagian Dia masukkan untuk bekal.Riana mencari wadah yang biasa digunakan untuk membawa bekal.ternyata Aldi lupa mengeluarkan dari tasnya,saat hendak mengambilnya,ponsel Aldi yang berada diatas nakas menyala.tidak ada nada dering maupun getar,ponselnya mungkin sengaja disilent,karena takut telepon penting dari Bosnya,Riana inisiatif mengambilnya,kebetulan Aldi sedang berada dikamar mandi.
Sayangku
calling.....📞
"sayangku?"
"Siapa sayangku.."
gumamnya dalam hati.
dengan ragu ragu Riana mengangkat telepon itu
"sayaaang lagi dimana?"
"jemput aku sekarang..?"
""Aku ada meeting pagi nih?"
"Jangan telat ya sayang..."
"hallooo...halloo..."
Ucap suara perempuan diseberang sana.
Riana tidak menjawabnya..mendiamkannya saja.kemudian telepon itu segera Dia matikan.khawatir Aldi melihatnya.
Riana seperti tertusuk duri dihatinya,begitu sakit rasanya.mendengar suara wanita yang tidak dikenalnya memanggil suaminya dengan begitu mesra.Inikah alasan Dia selama ini gak ingin menyentuhnya,inikah alasan Dia menjaga jarak dengannya.
Pantas saja beberapa bulan ini Dia selalu berangkat lebih pagi,ternyata alasannya wanita ini.
Namun Riana sudah muak bila harus terus menerus menangisi kelakuan suaminya,yang selalu dingin,selalu menolak sentuhannya.Dimatikannya telepon dari wanita tak dikenal itu kemudian dia simpan kembali ketempat semula,seolah olah Dia tidak menyentuhnya.
__ADS_1
Aldi keluar dari kamar mandi dengan terburu terburu,seolah tahu ada yang meneleponnya,dalam keadaan tubuh masih basah diambilnya ponsel itu,kemudian dilihatnya..takut takut ada telepon atau pesan dari Nitha kekasih gelapnya.
Riana yang melihatnya hanya meliriknya jengah.Tak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya,berusaha tegar dengan pura pura tidak tahu,dan Diapun tidak minat untuk melihatnya.
Dikeluarkannya kotak Nasi yang terasa masih berat itu dari Tas kerja Aldi.
"lho Mas..ini bekalnya ga dimakan sama sekali?"
tanya Riana saat menyadari kotak bekalnya masih rapi dan utuh.
"udah basi dong...biasanya kalo habis,wadahnya kamu simpan ditempat cucian piring.."
ucap Riana dengan agak kesal bicara pada Aldi suaminya
"eh..emhh...anu Ri..aku ga sempet"
"soalnya kemarin ada temen ulang taun jadi aku ditraktir deh"
jawabnya sambil mengenakan pakaian kerja yang sudah Riana siapkan sebelumnya
"Maaf ya Ri..aku lupa "ucap Aldi lagi
Riana tak menjawabnya,Dia secepatnya berlalu dari kamar itu.
.
"Kaki kamu sudah sembuh Ri?"
tanya Aldi membuka percakapan sambil melihat wajah Istrinya yang terlihat muram
"kaki yang mana?"
tanya Riana ketus seraya menyuapkan Nasi kemulutnya dan melirik sinis kearah Aldi
"lho kan kamu baru keserempet mobil,kok nanya kaki yang mana.."ucapnya lagi
"itu sudah sebulan yang lalu"jawabnya ketus sambil beranjak dari kursinya dan menaruh piring kotor bekas Dia makan di bak cuci piring.
"oh..hehe ga kerasa ya"ujar Aldi terkekeh sendiri.Niat hati ingin basa basi dengan sang istri.kalimatnya malah sudah basi duluan.
__ADS_1
Aldi masih mnscrol bulak balik hpnya,yang tak kunjung ada pesan dan telepon,pagi ini Dia begitu santai,menikmati secangkir kopi Buatan Riana yang memang sangat lezat,kopi racikan Riana terasa pas dilidahnya,ditambah lagi hatinya sedang berbunga bunga menikmati hubungan gelapnya dengan teman sekantornya itu.
"Mas..kok beberapa bulan terakhir ini,salary kamu selalu kurang 30 persennya".
tanya Riana serius dengan kembali duduk dihadapan suaminya sambil pura pura mengetikkan pesan di hpnya,padahal Dia ingin tau bagaimana reaksi suaminya ketika Dia menanyakan hal tersebut.
"eh..mmm anu..Ri..Biaya perbaikan Bom Bom gede banget,jadi aku kasbon ke kantor Ri,..maaf ya"ucap Aldi mencari alasan jitu yang mudah dimengerti sehingga Riana mempercayainya.
"kenapa ga dijual aja sekalian,mobil butut gitu aja dipelihara"ucap Riana judes
"Kamu kok dibaikin lama lama ngelunjak ya Ri,kamu tau ga mobil itu dibeli dengan susah payah..dan kenangannya begitu banyak sama si BomBom itu"
"kamu malah seenaknya nyuruh jual"
"itulah yang bikin aku muak sama kamu,ga tak selera suami."
"ga ngerti kemauan suami"
Aldi murka kepada Riana yang tidak menghargai kepada benda kesayangannya itu.Bergegas Aldi pergi meninggalkan Riana yang masih Diam mendengarkan omelan Aldi.
"lebih baik aku pergi saja,malas aku berdebat dengan Istri yang ga ngerti"ujarnya lagi sambil mengambil tas kerja kemudian segera pergi meninggalkan Riana sendiri.
Namun ternyata diam diam.Riana memesan ojek online,Dia berniat untuk membuntuti kemana suaminya pergi.
Riana ingin memastikan firasatnya dengan wanita yang tadi menelepon ke ponsel suaminya.
"tolong ikuti mobil itu,nanti saya bayar lebih"ucapnya diikuti anggukan dari si akang ojol
Ojol yang ditumpangi Riana terus mengikuti mobil Aldi dari belakang.Namun Dia hati hati dan tetap waspada,jangan sampai Aldi memergokinya.
setelah melewati jalan yang lumayan jauuuh,terlihat mobil Aldi berhenti tepat didepan wanita yang sedang berdiri didepan sebuah rumah sederhana.Wanita itu tampak menggunakan blazer dan roksepan pendek ketat diatas paha.
Dan benar saja,dari jauh motor yang ditumpangi Riana menepi.kemudian Riana menghampirinya dengan sembunyi sembunyi,takut kalau kalau Aldi melihatnya.Dapat terlihat jelas Aldi dengan seorang wanita yang tak dikenal Riana,yang tak lain adalah Nitha teman sekantornya Aldi,mereka begitu mesranya bak sepasang kekasih yang dimabuk cinta.Riana menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri,Aldi tengah bercumbu dengan teman wanita didalam mobil.
Betapa sakit dan sesaknya perasaan Riana,menyaksikan perselingkuhan Suami yang dinikahinya selama lima tahun itu.Dia tidak menyangka...suami yang begitu yang dulu begitu dicintainya dengan tega menduakan perasaannya.
Riana berlari sejauh mungkin,ingin rasanya Dia melabrak dan menjambak pelakor tersebut,namun ditahannya.Dia tidak ingin mempermalukan dirinya,tak ingin membuat perasaan Aldi diatas angin merasa diperebutkan.
.
__ADS_1
.
****