
Danar mengendarai mobil SUV putihnya dengan tenang,dia ingin merefresh pikirannya yang sangat suntuk,memikirkan pekerjaannya membuatnya sangat stress,berniat untuk sekedar ngopi pagi disebuah cafe yang biasa dia kunjungi,dikala kejenuhan melanda,dan juga Dia ingin sedikit menghindari Papa mertuanya yang selalu tidak pernah puas dengan kinerjanya,walaupun untuk menghindar sepertinya tidak mungkin..
Kring..kriiiiiiing!!!
Handphonenya berdering.Dilihatnya siapa yang menghubunginya,Danar melihatnya malas..Amanda istrinya meneleponnya..Niat hati sejenak ingin mendapatkan ketenangan,malah terror yang ada.
Danar mengabaikannya,barangkali didiamkan akan berhenti berbunyi.
Namun malah berdering terus.Akhirnya Dia matikan.Dia lempar kebelakang jok mobilnya dengan kesal.Karena Danar terlalu fokus keHandphonenya,saat melihat kedepan...
TIIIIDIIIITTTT CEKIIITTTTTTT... !!!!!
Danar mendadak mengerem mobilnya..Dia sangat kaget saat tiba2 ada seseorang menghantam mobilnya.Karena tidak fokus. tiba tiba saja seseorang yang hendak menyeberang terhantam mobilnya,dengan cepat dia menginjak remnya sampai badannya terpental kedepan,untunglah dia memakai sabuk pengaman.
namun celaka,,,,!!!banyak orang orang yang sudah berkerumun disana..orang orang berdatangan,mengerubuni korban yang sudah Dia tabrak.Otomatis keadaan jalanan saat ini,sangat macet.
Danar benar benar panik,takut dan cemas.namun Dia berusaha untuk tetap tenang.Jangan sampai Dia tidak bisa menguasai emosinya,justru akan memperparah keadaan.
Mau tidak mau Danar harus turun mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Segera saja Danar turun sebelum diamuk masa.
"tanggung jawab pak!!!"
Ujar bapa2 yang sepertinya pedagang asongan
"bawa kerumah sakit pak!!!"
ujar bapak yang satu lagi
"yang bener dong pak kalo bawa mobil!!"
seru pengamen yang disebelah tangannya membawa kecrek
"jangan mentang mentang Horang kaya seenaknya saja bawa kendaraan!!!"
seru seseorang satu lagi mengompori
"Maaf bapa bapa dan ibu ibu Saya mohon maaf yang sebesar besarnya".
"lebih baik bantu saya membawa korban kedalam mobil,"
"saya akan bertanggung jawab".
"Saya akan membawanya kerumah sakit."
Danar menenangkan orang orang yang ada dihadapannya,takut situasinya semakin tidak mengenakkan.cepat cepat dia meyakinkan orang orang tersebut bahwa dia akan bertanggung jawab.
Untungnya tidak ada Polisi yang bertugas saat itu di area tersebut,karena dikhawatirkan akan menambah panjang masalah yang terjadi.Dia tidak ingin kejadian yang menimpanya sampai kejalur hukum.Bisa berabe Pikirnya...
kemudian dua orang laki laki mengangkat tubuh korban untuk dibawa kerumah sakit.
Saat diangkat tubuhnya,ternyata itu adalah Riana yang sudah tidak sadarkan diri.wanita cantik berkulit kuning langsat itu tergolek lemah.celana tepat dilututnya sedikit sobek,dan ada sedikit luka dipelipis kirinya.
Akhirnya cepat cepat 2 orang bapak bapak memasukan Riana kedalam mobilnya,kemudian Danar dengan cepat menaiki mobilnya dan segera membawanya menuju rumah sakit.
****
.
.
.
Riana sudah ditempatkan di UGD dan sudah secepatnya ditangani oleh Dokter.
Danar terlihat sangat cemas,takut sesuatu yang parah terjadi pada wanita yang telah ditabraknya.
Dia terlihat mondar mandir menunggu hasil pemeriksaan dari Dokter,dilihatnya keadaan UGD rumah sakit begitu sibuk,dokter dan suster hilir mudik silih berganti ketiap bilik kamar perawatan,memeriksa setiap pasien.
__ADS_1
Kemudian dokter dan suster sudah selesai memeriksa Riana,Riana masih belum sadarkan diri.
"Bagaimana keadaanya dok."Danar terlihat cemas
"bapak tenang saja,istri bapak tidak apa apa."
"lukanya hanya luka lecet saja dibagian lutut,dan pelipis kirinya"
"ibu pingsan,sepertinya masih shock"
"sebentar lagi mungkin akan segera siuman"
"pasien boleh hari ini dibawa pulang,namun apabila ingin proses pemeriksaan secara intensif disarankan untuk rawat inap saja".
Demikian penjelasan dari Dokter,yang membuat Danar bisa bernafas dengan lega.
Dilihatnya Riana yang masih belum sadarkan diri,lutut sebelah kirinya terlihat diperban.dia memperhatikan wajah Riana.Dia merasa sangat bersalah.untunglah luka yang ditimbulkan tidak terlalu serius.
kemudian seorang perawat mendatanginya.
"ini pak administrasi dan obat yang harus diambil".ujar perawat tersebut
"baik suster saya akan mengambilnya".
"tolong titip sebentar ya sus".kata Danar
Kemudian dia pergi untuk menyelesaikan administrasi dan juga obat yang harus ditebusnya.
***
.
.
Riana perlahan membuka matanya,Dia sudah sadarkan diri,kemudian dia mengerjap ngerjapkan matanya,dia melihat keatas langit langit,kemudian melihat kesekeliling ruangan tersebut,Dia bingung berada dimana,Dia mencoba untuk bangun,..Kemudian perawat membantunya untuk bangun.
"Alhamdulillah mbanya sudah siuman,.."
ujar perawat tersebut berbicara kepada riana sambil menyingkap hordeng ruangan tersebut.
"Saya tinggal dulu ya mba."kata perawat dengan seragam khas putih putihnya tersenyum ke Riana
"sebentar lagi suami mba datang,beliau sedang mengambil obat,karena sepertinya luka mba tidak terlalu serius,sehingga Dokter memperbolehkan Mba pulang"kata perawat lagi,menjelaskan
"oh iya suster,terima kasih banyak,"
ujar Riana mengangguk dengan sopan
Riana menyandarkan tubuhnya seraya memegangi pelipisnya yang terasa sakit,dan kepalanya terasa sedikit pusing.
Dia mengingat kejadian hari ini yang menimpanya
sambil matanya bergerak gerak kekanan kiri dan keningnya mengkerut.
Riana ingat saat Dia mencoba untuk menyebrang jalan...dirinya mungkin yang teledor,tidak melihat dengan seksama sisi kanannya,sehingga Dia terhantam mobil,yang membuatnya tidak sadarkan diri,dan kini Dia berada di rumah sakit.
Riana mencari cari tasnya,Dia ingin memberitahukan rekan kerjanya,bahwa hari ini Dia tidak masuk,Handphonenya ada didalam tasnya,
Pasti Aldi yang membawanya.Untunglah Aldi ada,pikirnya.Jadi dia merasa aman bila suaminya ternyata ada saat dia tertimpa musibah.
Saat Riana membenarkan posisi duduknya untuk menggunakan sepatu,tiba tiba..
"Alhamdulillah mba sudah siuman"
ujar Danar bersyukur,mendapati Riana tengah duduk sambil membungkukkan tubuhnya,seperti mencari sesuatu.
Riana mendongakkan wajahnya, dan....
DEG...!!!
__ADS_1
laki laki ini pikirnya..kenapa ada disini..ucapnya dalam hati
KAGET!! dan bengong sejenak...kemudian...
"apa yang mba rasakan"
Dia mendekati Riana... mencari cari apa yang dia butuhkan.
Riana merasa kikuk dan dia melanjutkan membungkuk merasa gugup mencari sepatunya,sembari menetralkan degupan jantungnya..
Ya ampun ternyata laki laki ini yang telah menabraknya.Riana menggumam didalam hati.
Dia tidak menyangka,ternyata laki laki yang menabraknya adalah Danar
Dia ingat lelaki itu adalah lelaki yang sama yang membantunya disuper market tempo hari...
"mba mencari sesuatu?"
tanya Danar.. sambil ikut berjongkok Dibawah Riana,seraya memberikan sepatu flat shoes berwarna pink dengan pita mungil warna hitam,manambah kesan manis dan girly,yang dia beli di toko dekat rumah sakit
"maaf mba sepatu mba,haknya copot.jadi saya belikan ini,maaf ya mba kalo jelek".
"soalnya yang dijual didekat rumah sakit adanya itu mba"
kata danar.dan menunjukkan sepatu Riana yang telah copot haknya sebelah.dan dia masukkan kedalam paper bag.seolah tahu apa yang dicari Riana.
Riana tertegun sejenak,kemudian dia memakai flat shoes yang diberikan Danar kepadanya,namun tiba tiba Danar membantunya untuk memakaikan sepatunya itu pada Riana.
"ti..tidak usah mas saya bisa sendiri."
Riana memundurkan kakinya agar Danar tidak perlu membantunya.
Namun Danar tetap memaksa memakaikan sepatu flat shoes yang dibelinya itu.
Bertambah guguplah Riana...tubuhnya kaku mendadak beku.Adegan memakaikan sepatu seperti seorang Pangeran memakaikan sepatu kaca ke cinderella.
EHEEEM...!!!
Riana berdehem,tidak ingin tampak gugup dan salah tingkah.
"mmm... mmas..lihat tas saya nggak".Ucap Riana menanyakan tasnya sambil memberanikan diri menatap kearah Danar kemudian iya tundukkan lagi pandangannya..
Riana melihat kemeja dongker yang digulung sampai siku,ada sedikit noda dikiri dada laki laki tersebut,wajah tampannya dengan kumis tipis dan jambang yang menawan menambah kesan maskulin pria tersebut.membuat Riana grogi dan tidak berani metapnya lama lama.
"mba mau rawat inap atau langsung pulang,saya khawatir.barangkali ada lagi yang mba rasakan."
tanya Danar khawatir melihat wanita yang dihadapannya ini.
" mm..ngga usah mas,saya ingin pulang saja..lagi pula lukanya juga tidak terlalu serius".
"beneran mba gapapa,saya benar benar minta maaf atas kejadian ini,saya akan tanggung jawab penuh sama mba,saya akan memastikan mba benar benar sembuh,sampai bisa beraktivitas seperti sedia kala".
Ucap Danar panjang lebar meyakinkan Riana akan rasa tanggung jawabnya karena sudah menyebabkan Insiden ini terjadi.
"iya mas ga papa,lagi pula itu salah saya juga,tidak hati hati saat menyebrang"sahut Riana melihat wajahnya dan menunduk kembali dengan pura pura membetulkan cardigannya agar tidak terlihat gugup
"Oh iya mba kita belum berkenalan"
"Saya Danar"Danar mengulurkan tangannya
Riana agak ragu menyambut tangan Danar untuk berjabat tangan.Namun dia tidak ingin membuat Danar lama mengulurkan tangannya..
"Riana"sahut Riana menjabat tangan Danar yang hangat...
"begitupun Danar menjabat tangan Riana yang terasa Dingin,dia menjabatnya dengan erat.
sejenak mereka berpandangan,Danar tersenyum sangat manis kearah Riana,terpesona dengan wanita cantik dihadapanya ini,senyumnya Riana yang begitu Indah membuatnya terpana...
Laki laki 35 tahun itu seperti enggan melepaskan jabatan tangannya
__ADS_1
sebaliknya Riana tersenyum kikuk..Dia menggerakkan tangannya, yang dipegang begitu erat oleh Danar..ingin melepasnya
******