Ijinkan Aku Selingkuh

Ijinkan Aku Selingkuh
episode 9


__ADS_3

"Riana.."


DEG....


Riana kaget saat Dia sedang memajang barang produk susu bubuk Instant di sudut rak,tiba tiba ada yang memanggil namanya.


Tepat dibelakangnya Danar sudah berdiri dengan sangat tampan tersenyum


Jantung Riana berdegup begitu kencang,perlahan Dia memalingkan wajahnya kebelakang,matanya bertemu pandang dengan mata yang teduh namun tajam, sosok lelaki yang begitu tampan yang kini sedang berdiri dihadapannya.


Mendadak hatinya berdesir, wajah tampan yang berhasil membuat terpesona itu kini tengah tersenyum padanya.


Danar tidak pernah gagal membuatnya terpesona. Sudut bibirnya selalu menampakkan senyum saat Dia bertatapan dengannya.


"Kakinya sudah sembuh?"


Tanya Danar sambil memperhatikan lutut Riana, dan kini matanya tertuju pada sepasang sepatu pemberian Danar kepadanya.


Danar tersenyum, senang sekali hatinya saat melihat Riana memakai sepatu yang Dia belikan tempo hari saat dirumah sakit.


Riana malu dan salah tingkah saat Danar memperhatikannya,Dia tak mau Danar berpikiran macam macam karena Dia masih menggunakan sepatu pemberian Danar.


Saat hendak berangkat kerja tadi Dia bingunng apa harus pakai sepatu hak tinggi sesuai SOP, namun lulutnya masih agak sakit, dan juga dia perhatikan sepatu pemberian Danar itu terasa nyaman saat dipakai, pikirnya tidak ada yang salah dengan menggunakannya lagi, apalagi saat ini sangat dibutuhkan, Dan SuperVisor nya juga mengijinkan karena tahu Riana kecelakaan kemarin.Untunglah Supervisor hari itu bukan Ajeng si Nenek sihir, bisa berabe kalo harus mnita ijin padanya.pikir Riana


"ssudah..sudah baikan".


menatapnya sekilas dan kemudian menunduk lagi,tak berani Dia menatap pria itu lagi, entah mengapa grgogi dan kikuk saat berhadapan dengan Danar.


"kenapa kamu tidak balas pesanku Ri, aku khawatir".Ucap Danar lagi.


"mmaaf.. Saya tidak mau merepotkan, lagipula saya sudah sembuh kok,tidak ada yang perlu dikhawatirkan ".


kali ini Riana menatapnya tidak tunduk lagi. Mereka saling bertatapan lama, saling menyelami tatapan masing masing,kemudian keduanya tersenyum.


"sepatunya pas sekali dengan kamu, kamu jadi tambah cantik".Danar memuji gombal Riana, padahal laki laki ini sangat kaku terhadap wanita. Namun entah mengapa saat berhadapan dengan Riana, dia menjadi sangat berani.


Mungkin karena Riana orang yang pendiam dan pemalu. Terlihat saat Dirumah sakit. Riana tidak banyak dan saat Dia menatapnya Riana seperti sangat kikuk dihadapannya.


sedangkan Riana yang dipujinya hanya bisa tersenyum dengan sangat manis,.Dia bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


"ttterimakasih... "


Jawab Riana.kemudian menyadari kalau saat ini Dia sedang bekerja, tak ingin ada orang berprasangka buruk kepadanya, dilihatnya kekanan kiri lorong supermarket,untungnya lorong tempat Dia memajang barang saat ini sepi. Belum banyak konsumen yang datang dan rekan kerjanya pun tidak terlihat dilorong itu.


Danar menyadari sikap Riana tersebut.


"aku ingin mengajakmu makan siang,sebagai permohonan maafku dan tanggung jawabku"


"please ya Riana,jangan menolakku."


"nanti aku telepon,jangan diabaikan ya"


"aku pergi dulu"


Danar berlalu setelah mengutarakan keinginannya, Dia menyadari sikap yang tak nyaman saat Dia mengobrol dengannya.Mungkin Dia tidak ingin orang orang beranggapan hal yang macam macam, apalagi itu tempat umum.


Sebenarnya Dia harus bergegas kebandara untuk menjemput Istrinya, namun entah mengapa saat melewati Supermarket diseberang jalan.Dia jadi teringat Riana,Dia yakin sekali Riana bekerja di supermarket itu.


Rasa penasaran menggelitiknya. Dan benar saja, saat Dia melihat salah satu karyawan memakai seragam yang sama dengan Riana saat kecelakaan kemarin.


Matanya menjelajah mencari wanita yang sangat ingin dilihatnya,...Beruntung, saat itu dilihatnya wanita cantik itu tengah memajang barang kedalam rak disalah satu sudut lorong konter makanan bayi.


Beberapa karton susu bubuk tampak berjejer dipinggir lorong. Riana tampak sibuk dengan pekerjaannya.. Diamatinya Riana dengan seragam dan rambutnya dicepol rapi khas pramuniaga supermarket.


Danar tersenyum sendiri mengingatnya sambil menyetir mobilnya.Dia melajukan mobilnya menuju Bandara. Sebenarnya sangat malas harus bertatap muka dengan istri yang sudah 5 tahun dinikahinya itu. Namun apa daya,semua keinginan dan perintah Amanda adalah prioritasnya.


Menikahi wanita itu memang bukan atas dasar cinta,namun karena terpaksa Dia harus menerima pernikahan itu.Ada kehidupan orang yang sangat dicintainya harus Dia perjuangkan. Itulah mengapa Dia bertahan dalam pernikahan yang penuh dengan tekanan seperti ini. Dia harus mampu bertahan. Pikirnya


.


.


.


Sampailah Danar dibandara tempat Dia akan menjemput istrinya,


"Hallo manda, kamu dimana? "....


"ok aku akan kesana"..

__ADS_1


Danar bergegas mendatangi tempat keberadaan istrinya.


Dilihatnya Amanda duduk seorang diri disebuah kursi panjang berwarna putih menyilangkan kaki,sedangkan jari jemarinya sibuk memainkan ponselnya.Bergegas Danar menghampirinya.


Amanda melihat Danar menghampirinya.Matanya merah menahan kesal dan Amarah.


"kamu tahukan aku paling tidak suka yang namanya menunggu"


"kamu sudah telat duapuluh lima menit".


"lelet banget sih".Ujar Amanda dengan rasa sebal melirik suaminya yang berdiri dihadapannya.


"iya maaf.. Tadi jalanan sangat macet"ujar Danar.


"lagi pula kenapa kamu mesti Ribet, nunggu aku segala"


"kan tinggal naik taksi atau dijemput supir"


"akukan juga banyak kerjaan yang harus diurus,hal sepele begini saja mesti aku"


ujar Danar panjang lebar.


"Apa kamu tidak merindukan istrimu ini Danar"


"Harusnya kau berinisiatif menjemputku,tanpa aku pinta"


"aku... "


belum sempat Amanda melanjutkan kalimatnya, Danar dengan cepat mengambil semua barang barang yang dibawa Amanda,dengam cepat dia sampai dimobilnya,dimasukkan koper dan segala jenisnya yang dibawanAmanda kedalam bagasi, dilihatnya Amanda sudah duduk dikursindepan.


wajah Amanda masih ditekut,sebal dengan tingkahbsuaminyabyang menurutnya tidak peka.Dia harus sabar,tingkah menyebalkan Danar adalah imbas dari sikapnya selama ini padanya.


Selama lima tahun menikah dengan Danar,belum pernah Dia bersikap sebagaimana layaknya seorang istri,sikapnya selama ini lebih dominan,lebih banyak memerintah.suaminyalah yang melayaninya.apalagi dikantornya,Dia bisa sangat semena mena terhadap Danar.


Danar memang sangat hebat dalam bekerja,Dia curahkan semua waktunya untuk kemajuan perusahaannya tersebut.Dia manfaatkan tenaga dan fikiran Danar seolah semua usaha Danar adalah hasil kerja kerasnya.


Itulah yang dilakukannya selama ini,sehingga Ayahnya mempercayainya semua kemajuan dari perusahaan adalah hasil kerja keras Amanda.Dan menganggap Danar tidak becus dalam hal apapun.Ayahnya berfikir bahwa Danar hanya menumpang pada kekayaan istrinya dan kedudukan mertuanya.


Danar samasekali tidak berguna.Ayahnya mempertahankan pernikahan putrinya karena demi nama baik dan citranya.Ayahnya tidak akan mau anak semata wayangnya itu menyandang status janda.

__ADS_1


Apalagi sekarang ini,sang Ayah ingin ada yang meneruskan generasi nya,ada pewaris yang kelak akan meneruskan usahanya.


Untuk itu sekarang ini Dia tidak akan menyia nyiakan kesempatan lagi.Amanda ingin memulai kembali hubungannya dengan Danar suaminya.Walaupun menurut Dokter dia akan sulit mempunyai anak,tapi Dia tidak ingin menyerah.Dia akan melakukan apasaja agar Danar selalu disisinya dan Dia mempunyai Anak.


__ADS_2