
Suasana diperumahan Riana begitu sunyi,sepi..seperti tidak ada kehidupan,tidak ada seorangpun yang nongkrong di pelataran jalan kompleks perumahannya,mungkin karena perumahannya masih baru,masih banyak unit yang kosong,sehingga suasananya menjadi terasa mencekam.belum lagi dia hanya berdua saja tinggal dirumahnya yang mungil dan sederhana itu.namun saat ini,saat suaminya sedang tidak ada. sungguh menambah rasa sepi kian menjadi.
Rumah nya yang seluas 60m persegi tersebut berada di kompleks perumahan dipinggiran kota.walaupun demikian tidak jauh dari pusat kota.
Dengan ruang tamu yang tidak terlalu Luas,dan 3 kamar tidur,kamar mandi dan juga ruang tamu yang tidak terlalu luas namun nyaman,ruangannya dengan cat putih menambah kesan luas dan bersih.Riana beranjak kedalam kamarnya.
Niat hati begitu sampai rumah ingin segera merebahkan dirinya ditempat tidur,tapi melihat rumahnya sedikit berantakan,Riana kemudian membereskannya terlebih dahulu karena keadan rumahnya yang sedikit berantakan.
Tubuhnya sudah teramat lelah,setelah mandi kemudian dia bergegas ketempat tidur,namun sebelum itu dia memeriksa Hp nya,barangkali ada pesan dari suaminya,namun ternyata nihil.Rasa kecewa dan sedih menyelimutinya.
satu tahun belakangan ini kehidupan pernikahannya terasa sangat hampa,sangat jenuh.Apakah ini masanya dalam pernikahan....Rasa bosan dan jenuh menghinggapinya,apa yang salah dengan pernikahannya.Apakah karena dia bekerja,sehingga keharmonisan dan keintiman dengan pasangan seolah tidak ada lagi.
Aldi yang begitu cuek dan sibuk dengan dunianya,Dan Riana pun disibukkan dengan pekerjaannya.
Huh....mungkin ini semua salahku.Riana bergumam dihatinya...
Dia bertekad akan berubah...
"mungkin aku sebagai wanita kurang peka,kurang perhatian pada suami".Riana berbicara pada dirinya sendiri.
Kemudian dia mematut dirinya dicermin.
"apakah aku sudah tidak menarik?"
Dipandanginya wajahnya,...jari jari lentiknya menyapu hidungnya yang mungil mancung,bibirnya tidak terlalu tebal ato tipis,matanya besar indah dan bulu matanya lentik.
Dipegangnya dadanya,,walaupun tidak besar seperti milen cyrus tapi setidaknya ini asli dan sangat pas untuk dipegang..pikirnya..dipegangnya bagian intinya ...entah kapan Aldi terakhir menyentuhnya..sebulan sekali pun jarang.Bila ditanya alasannya,dia selalu bilang cape,ga mood.adaaa saja alasannya.
Dia memutar tubuhnya,walaupun tubuhnya tidak tinggi semampai seperti model,160 cm tidak terlalu pendek pikirnya lagi.umurnya baru 24 tahun,tentu saja masih muda.
Kemudian dibukanya lemari disamping tempat tidurnya,dicarinya lingerie yang sudah sangat jarang dia pakai.kemudian dia bergegas memakainya..
klik..klik..!!
Dia memasang pose semanis mungkin berselfi ria..lalu dia kirimkan fotonya itu ke Aldi suaminya.
"cepat pulang mas...aku kangen".
demikian pesan yang dia sampaikan kesuaminya itu.
beberapa saat kemudian..dia menunggu balasan pesan dari Aldi..semenit..sampai satu jam dia bulak balik Hp nya.tak jua ada balasan.
Hemh..."mungkin dia sibuk dengan teman temannya".pikirnya...
Dia pun bergegas tidur,rasa lelah dan kantuk menyergap,sampai lupa perutnya masih dalam keadaan kosong.
******
Jam lima subuh riana bangun,,bergegas kekamar mandi kemudian membersihkan diri dan wudhu.
melaksanakan sholat.
__ADS_1
kemudian setelah selesai segera bergegas ke dapur,untuk membuatkan sarapan...pasti suaminya
sebentar lagi pulang.
....
"Assalamualaikum"...
suaminya Aldi datang..
"waalaikum salam"..
"eh mas udah pulang",sarapan dulu yuk mas..aku sudah siapkan Nasi Goreng Spesial kesukaan mas".seraya mencium tangan suaminya.
"hemm...aku mandi dulu"jawab Aldi singkat
"yaudah aku tunggu ya" kata Riana tersenyum maniss.
kemudian Riana beranjak kekamarnya menyiapkan pakaian untuk suaminya.
suaminya keluar dengan hanya selembar handuk membelit pinggangnya sampai lutut,perutnya yang biasa saja walau tidak ada sixpack terlihat begitu seksi dimata riana,kulitnya sawo matang tidak terlalu tinggi dan tampan,..
Riana terpana melihat suaminya,begitu tampannya suaminya.kemudian tiba tiba dia memeluknya..
"aku kangen banget mas".
Riana memeluk erat suaminya.kemudian membelai punggung suaminya yang masih basah.
"lepas dulu Ri,aku lapar,..ngantuk pula".kata Aldi sambil melepaskan pelukan istrinya tersebut.
"yasudah mas..aku tunggu di meja makan."
setelah selesai berpakaian,Aldi beranjak menyusul Istrinya ke meja makan.
menggunakan celana chinos pendek berwarna abu dan kaos putih polos,Aldi begitu terlihat segar dan tampan.
kemudian Riana melayani suaminya,diambilkannya nasi goreng untuk suaminya..
"segini cukup mas?"tanya riana
"ya udah segitu aja,jangan banyak2 takut enek".
Riana menyerahkan sepiring penuh nasi goreng spesial dengan telur mata sapi dan juga acar timun kesukaan suaminya.Dia tuangkan teh manis hangat.kemudian dia duduk juga bersama menikmati nasi goreng spesial buatannya.
"Gimana kabar teman teman mas?"Riana bertanya bertanya basa basi sambil menyendokkan nasi goreng kemulutnya.
"baik semuanya".
"mereka kirim salam buat kamu,katanya sekali sekali ikut nongkrong bareng,biar ga jenuh".
"oh iya,si Jamal mau jual motor vespanya,dia nawarin aku.cuma aku bilang belum ijin sama kamu".
__ADS_1
"ya kalo mas suka beli aja,biar sekali2 kita naik motor,mengenang masa pacaran kayak dulu."
"aku kalo bayangin,kayaknya aku pengen balik lagi ke masa kita pacaran dulu mas,walaupun kamu ga romantis,tapi kamu perhatian."
"apasih kamu,kok malah jadi kesitu.kita kan bukan abg lagi,dah ga pantes".kata Aldi.
Riana mengerutkan kening.
"dah ga pantes gimana mas?"
"masa boncengan motor doang ga pantes,aneh banget si kamu mas"Riana menggeleng2kan kepalanya,bingung mencerna kata tidak pantas yang dimaksud suaminya ini.
"udahlah,gausah dibahas.aku cape..ngantuk".
"belom lagi si Bombom ngadat mulu,harus diservis sekarang nih."
ujar Aldi yang menjuluki mobilnya dengan BomBom.
"kamu kerja jam berapa,naik ojol dulu ya"
.ucap aldi seraya menyuapkan nasi goreng kemulutnya.
Riana mendelik sebal
"aku ada rencana resign mas,aku ingin fokus ke pernikahan kita".
"aku ingin punya anak!!"seru Riana mengutarakan keinginannya untuk punya momongan.
"kenapa"??
"Kok tiba tiba."
Aldi menatapnya tajam..merasa kaget.tiba tiba Riana membicarakan momongan yang selama ini selalu dihindarinya.bukan dia tidak ingin punya keturunan,namun menurutnya waktunya belum tepat,lagi pula Riana dan dirinya masih muda,toh kalo 2 sampai 3 tahun ditunda juga masih belum terlambat.Dia ingin senang senang dulu bersama temannya,dia ingin menikmati pekerjaannya yang sudah sangat susah payah dia dapatkan.dia ingin menikmati waktu selagi muda.tidak ingin terlalu banyak beban.karena menurutnya mempunyai anak malah akan semakin menambah beban,dan tanggung jawabnya pun besar.ini akan menguras tidak saja finansial namun juga mental.
karena itulah dia meminta Riana untuk menunda terlebih dahulu,karena menurutnya momennya belum pas.
"kita bicarakan nanti lagi,Ri"
"aku cape".Aldi pergi begitu saja
Riana merasa sangat kesal dan marah.
Tidak habis pikir apa yang ada dibenak Aldi,dia merasa Aldi tidak normal seperti laki laki pada umumnya di Indonesia.
Sudah jelas bahwa salah satu tujuan pernikahan itu selain untuk mengikat sepasang manusia agar terhindar dari perbuatan dosa juga untuk memperoleh keturunan agar ada penurus kedua orang tua,kehadiran anak juga semakin memperedat dan memperkokoh penikahan,menambah semarak rumah tangga.menjadi pelipur lara,menjadi bertambahnya kebahagiaan dalam pernikahan
betapa banyak laki2 berpoligami agar bisa mendapatkan keturunan,Tapi anehnya Aldi suaminya sulit ditebak pemikirannya,begitu menurut Riana.
Dia mengusap air matanya,merasa sangat sesak didadanya.Dia pikir dia sudah sangat bersabar selama ini pada suaminya,dia juga wanita normal.ingin sekali menimang buah hati.Dia merasa sudah sangat sempurna bila dia sebagai wanita bisa mempunyai seorang anak.
****
__ADS_1
Hai Bestie....🤗🤗🤗
Mohon Dukungan Untuk novel pertamaku ya...😇😇😇🥰🥰🥰