Ijinkan Aku Selingkuh

Ijinkan Aku Selingkuh
episode 8


__ADS_3

Pagi pagi sekali seperti biasa Riana sudah bangun dan berkutat didapur.Menyiapkan masakan untuk sarapan pagi dan juga bekal yang seperti biasanya Dia siapkan untuk Aldi.


Kopi dan roti selai coklat sudah terhidang diatas meja, baunya menyeruak memenuhi ruangan sedehana itu.


Kejadian semalam masih membekas di benak Riana, namun Dia berusaha menepisnya. Berusaha berpikiran positif,Dia ingin mengerti suaminya,suaminya pasti lelah dengan pekerjaannya, apalagi disaat hari libur masih saja harus berurusan dengan pekerjaan.begitu pikirnya.


Dia tidak ingin mengungkitnya,Dia ingin hari ini harus berjalan dengan baik. Agar suaminya ini tidak marah seperti semalam. Jangan sampai rumah tangganya ini terus menerus dipenuhi pertengkaran.


Apalagi keinginan mempunyai momongan yang begitu besar, akan sangat terhambat bila Dia dan Aldi terus menerus bertikai karena masalah kecil, walaupun semalam itu bukanlah hal yang kecil. Bagaimana Dia mau punya anak bila suaminya saja enggan menyentuhnya.


Kelehan bekerja itulah yang dipikirkan Riana. Aldi kelelahan, mungkin sepulang bekerja nanti Dia akan lebih menservis Aldi.Dia akan mencari informasi agar Dia dan suaminya ini bisa bergairah kembali seperti dulu.


"heeeemmmm"


"akhirnya selesai juga"


ujarnya setelah masakan yang Dia buat dimasukkan kedalam wadah bekal Aldi.Yang hari ini dia masak sangat kesukaan suaminya


Ayam balado,capcai dan juga bakwan jagung dia masukkan kewadah bekalnya.


Riana masuk kekamarnya, bermaksud untuk memasukan bekal Aldi kedalam tasnya.


Dia kaget mendapati suaminya sudah siap berangkat kerja.padahal biasanya Dia masih belum bangun.


Jam sudah menunjukkan setengah tujuh pagi. Aldi sudah siap dengan pakaian kerjanya. Diapun hari itu bangun pagi sekali. Karena sudah berjanji akan menjemput Nitha, teman spesial yang kemarin malam berhasil memberikan memori yang Indah, yang membuatnya senyum senyum sendiri mematut didepan cermin sambil memasang dasinya.


"Eh Mas, tumben sudah siap"


Tanya Riana berdiri dibelakang Aldi yang tengah memasang Dasi.


"ehmm.. Iya hari ini ada meeting sama bos"


"jadi aku ga mau telat"jawab Aldi


"Oh ya sudah,sini mas aku bantu"


Riana membantu memasangkan Dasi Aldi sambil tersenyum sangat manis pada suaminya ini,yang pagi itu sudah tampil dengan sangat tampan. Menggunakan kemeja panjang Navy dan Dasi putih celana hitam dan sepatu hitam mengkilat. Penampilan Aldi sangat segar.


Riana mencondongkan tubuhnya berniat untuk mencium suaminya. Namun Aldi cepat cepat menepisnya.

__ADS_1


"Duh Ri.. Aku Udah telat banget nih"


Ujar Aldi melepaskan pelukan Riana dan segera beranjak mengambil tasnya, Dan bergegas menuju mobilnya.


"Mas tunggu, sarapan dulu mas"


"Dan ini bekalnya"


ujar Riana setengah berlari mengejar suaminya yang sudah masuk kedalam mobil kesayangannya.


"Ga usah, aku sarapan dikantor saja".Ujar Aldi dan berlaludengan mobilnya.


Riana masih berdiri mematung di depan pintu..,bekal suaminya masih ditangannya.


Dia termenung sampai tidak terasa Air mata menetes diwajah cantiknya,akhirnya Air matanya sudah tak terbendung, Dia menangis sejadi jadinya.


Air mata yang berusaha Dia tahan dari kemarin tak kuasa lagi Ia tahan.Hatinya benar benar sakit.Mengapa sikap Aldi seperti itu padanya,apa salahnya..


Perasaan kecewa,sedih dan merasa rendah diri terus berkecamuk dihati Riana.Dia juga seorang wanita normal yang rindu akan belaian, kasih sayang dan cinta seutuhnya dari suami.


Ting.. Ting...


"Hai"


"Riana gimana keadaan kamu?"


Tertera nama yang mengiriminya pesan adalah Danar..


Sejenak Riana tertegun.. Dia ingat laki laki itu sudah menyimpan nomer ponselnya.


Pesan itu hanya Dia baca saja, dia tidak membalasnya.Karena menurutnya tidak penting.Dia tidak ingin memberikan ruang dan kesempatan untk mengagumi laki laki selain suaminya.Walaupun sebenarnya Dia tahu itu hanya pesan biasa,mungkin sekedar rasa tanggung jawab Dia tapi..tetap saja.Dia ingin menghindarinya..


perasaan saat pertama kali bertemu dengan Danar sampai terakhir Dia mengantar Riana.Perasaan yang aneh menurutnya.


Riana mengusap Air matanya,Dia bertekad tidak ingin menangis lagi.Dia akan ikuti alur cerita pernikahan ini. sampai mana kiranya Dia bertahan.


Riana membersihkan dirinya,bersiap siap untuk berangkat untuk bekerja.Tadinya Dia ingin cuti karena keadaannya belum terlalu fit setelah kecelakaan kemarin.Namun Dia tidak ingin merasa bosan dengan hanya berdiam diri sambil menangis meratapi sikap Aldi.


Dia butuh kesibukan yang membuat Dia lupa dengan kondisi rumah tangganya itu.

__ADS_1


***


Danar menatap pesan yang Dia kirimkan ke Riana,perempuan yang kemarin tidak sengaja telah Dia celakakan.Pesan tersebut sudah terbaca namun belum ada balasan.


Danar menghawatirkannya,Dia merasa harus tanggung jawab karena sudah mencelakainya walaupun tidak begitu parah,tapi tetap saja Di memikirkannya.


Dia bermaksud berkunjung kerumah Riana lagi,Namun waktunya sekarang ini mengharuskan Dia berada di Bandara untuk menjemput Amanda Istrinya.


Amanda ingin dijemput oleh suaminya sendiri yaitu Danar,wanita yang sudah dinikahinya selama lima tahun itu meminta Dia langsung datang menjemputnya,padahal banyak sekali pekerjaan yang harus ditanganinya.Namun permintaan Amanda tak kuasa dia tolak.apalagi mertuanya sendiri yang meminta Danar untuk menjemput Putri semata wayangnya itu.


"Hal sepele seperti ini saja harus aku yang jemput"


"padahal masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan"


kata Danar berbicara pada dirinya sendiri.


Di sebuah kafe Bandara ,seorang wanita berparas matang namun cantik,berkulit putih tinggi semampai,memakai setelan celana panjang dan blazer putih elegan,sepatu hak tinggi berwarna hitam,rambutnya diikat pony tail seperti Ariana Grande menambah kesan anggun dan angkuh.


Amanda


Amanda Yang tak lain adalah Istri Danar yang telah dinikahinya selama 5 tahun,umurnya hanya selisih satu Tahun,Amanda 34 tahun,sedangkan Danar 35 tahun.


Amanda merasa langsung jatuh cinta begitu melihat sosok Danar,yang tampan dan pekerja keras,Dia menolak dijodohkan oleh Ayahnya dengan seorang anak rekan kerjanya.


Sosok Danar sangat sulit sekali Dia dekati,Danar dengan kepribadian pendiam,cuek dan dingin semakin membuatnya suka,segala cara Dia lakukan untuk mendapatkannya.


Membuat Amanda sangat merasa tertantang untuk mendapatkannya.Dia tidak mengerti itu cinta  atau Obsesi.sampai ada satu titik kelemahan yang dijadikan senjata yang membuat Danar harus bertekuk lutut padanya.


Namun disaat Dia sudah mendapatkannya seperti sekarang,dia melihat justru Danar adalah seorang Pria yang sangat membosankan.


Rasanya sudah tidak ada gairah antara Dia dan Danar.Entah karena sama sama larut dalam pekerjaan,dan sama sama sibuk.Sehingga itu yang membuat hubungannya dengan suaminya menjadi hambar.


Namun akhir akhir ini Ayahnya sering mendesaknya untuk mempunyai anak,hal yang sangat sulit untuk diberikannya,bukan karena karirnya...bukan pula karena Dia tak ingin tidur dengan suaminya itu...namun karena penyakit pada rahim yang dideritanya,sehingga kecil kemungkinan dirinya untuk mempunyai anak.


***


Hai hai bestie...dukung terus Novel pertamaku ini ya


ikutin terus ya Bestie....🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2