Im In Love With Criminal CEO

Im In Love With Criminal CEO
Kenangan musim gugur


__ADS_3

Alunan musik dengan kicauan burung dan gemericik sungai


seolah mengurai mimpi indah dan tepat jarum jam menunjukkan pukul 06.30 pagi.


Secara acak jari jemari Chloe mencari sumber suara tersebut


berniat untuk melanjutkan keheningan di pagi itu.


“Aaaarrhhh hooaaeemm …” suara Chloe meregangkan kedua


tangannya ke udara, seorang wanita dengan warna rambut purple brown yang lurus


panjang terlihat kontras dengan warna kulit putihnya.


“Huufftt, welcome Monday semoga hari ini lebih bersahabat


denganku” dengan menyeret langkah ke kamar mandi memaksa untuk melakukan ritual


membersihkan diri setelah semalam bergumul dengan kesepian malam, satu persatu


Chloe melucuti pakaiannya dan kini melihat dirinya tanpa sehelai benang pun.


Tak ada yang istimewa pagi itu, namun rasanya hati itu semakin menemukan


kehampaan.


Setelah membasahi tubuhnya di bawah guyuran shower, Chloe


melangkah keluar dengan menggunakan sehelai handuk.


“Baiklah Chloe mari kita taklukkan dunia hari ini“ kali


ini Chloe memberi semangat pada dirinya. Setelah selesai dengan dandanan


flawless nya dan menggunakan blazer warna fusia serta dress selutut berwarna


hitam, Chloe melangkah ke parkiran untuk mengendarai mobilnya ke kantor.


***


“Hai morning Chloe, you look amazing today“ sapa Janice


“Morning , bagaimana kencanmu kemarin dengan Evander apakah


berjalan lancar ?“ balas Chloe sambil tersenyum menggelitik kearah Janice


“Well, bisa dikatakan lancar kecuali bagian aku tiba2


merasakan hal aneh di perut dan harus bolak balik ke kamar mandi, entah apa yang


salah dengan menu Clam Chowder“ sejenis sup krim yang berisi kerang, lalu


mereka berdua tertawa bertepatan dengan pintu lift terbuka sesuai dengan lantai


kerja mereka, dan berpencar satu sama lain menuju meja kerja masing-masing.


Bip bip


Suara intercom berbunyi tak berapa lama ketika Chloe sampai di mejanya.


“Chloe datang keruangan saya sekarang” suara


intercom kantor berbunyi yang berasal dari meja CEO, Chloe berdiri dengan sigap


merapihkan pakaian nya sebelum memasuki ruangan atasannya .


Pintu kaca di dorong dan terbuka lebar, Chloe melangkah


dengan cepat mendekati atasannya yang berada dibalik meja eksekutifnya dengan

__ADS_1


design modern dan di dominasi material kayu menjadikannya terlihat solid dan


elegan. Selaras dengan ruangan


kerja besar namun  minimalis dengan


posisi meja yang menghadap ke jendela menyuguhkan pertunjukkan hiruk pikuk kota


New York menjadikan ruangan tersebut layaknya akuarium besar ditengah pusat


kota.


“Dokumen perjanjian kerjasama dengan perusahaan property minggu lalu apakah


sudah selesai ? dan tolong dimasukkan ke dalam schedule minggu depan saya akan


melakukan perjalanan dinas 3 hari di London untuk mengecek kantor cabang


disana.“ ujar Mark Kensington seorang pria yang sukses dengan usaha raksasa di


bidang property, tubuhnya yang atletis tinggi tegap dengan dada bidang mata


hijaul dan rambut dark brown memiliki charisma nya sendiri membuat siapapun yang


di dekatnya merasakan aura kewibawaan, elegan dan arogan.


“Sudah saya siapkan Mark dokumennya hanya perlu tanda tangan dari bagian


legalitas. Untuk schedule perjalanan ke London akan saya siapkan hotel dan


tiketnya.“ dengan cepat Chloe mencatat semua yang dikatakan Mark


“Baru saja Diana menelepon dan mengatakan bahwa barang-barang yang masih di


apartemen anda. minta untuk segera dikirimkan“


“Kamu perintahkan asisten Jason untuk ke apartemen saya dan antar semua


sibuk mengecek dokumen-dokumen diatas meja.


“Tolong reservasi restoran untuk pukul 07.00 malam nanti, saya akan pergi


kencan” Mark berkata dan tetap tanpa menatap Chloe


“Well, seorang CEO bebas untuk selalu berganti kencan bahkan setiap hari


sedangkan aku, pertama kali memiliki hubungan saja sudah kandas bertahun yang


lalu” gumam Chloe, seketika mengingat kejadian terhadap kisah percintaannya di


masa lalu.


Flashback On


“Hallo honey, aku baru selesai dengan pekerjaan ku, besok aku akan kembali. Dan aku


tidak sabar untuk bertemu denganmu” ujar Chloe


“Ya honey, aku juga apakah besok perlu aku jemput di bandara ?“ suara Dave


disebrang sana,


“Sepertinya tidak perlu, kamu juga pasti banyak pekerjaan. Nanti kita bertemu


saja langsung di apartemen ya”


“Well, kalau begitu sampai bertemu besok honey. Hati-hati disana ya”


Tut tut tut percakapan singkat di telepon sudah berakhir.

__ADS_1


“Aku akan memberikan Dave kejutan, karena sore ini aku sudah tiba pasti Dave akan senang sekali dan tidak mengira aku pulang lebih awal” senyum mengembang di wajah Chloe, tampak Chloe menikmati sinar matahari pagi dan tiupan angin di musim gugur


Dengan langkah semangat Chloe turun dari taksi untuk


masuk ke apartemen, senyum merekah menghiasi bibir Chloe yang tipis dan berwarna


merah senada dengan dress yang dikenakan.


Ting


suara pintu lift terbuka di lantai yang di tuju,


dengan langkah yang tak sabar Chloe berjalan dan mencari pintu apartemen.


Clek


Suara pintu apartemen terbuka, dan mata Chloe langsung menyusuri tiap ruangan di apartemen untuk menemukan Dave.


“ Dave honey, im home, where are you ? I miss you a lot. “


Clek


suara pintu kamar tidur terbuka.


Tiba-tiba suara Chloe tercekat di tenggorokan, matanya membulat serasa akan keluar, suasana tiba-tiba menjadi kabur dan jantung bergerak tidak beraturan seperti memacu kuda di landasan pacuan, perasaan bahagianya kini berubah menjadi duka cita.


“Honey, kamu kapan kembali ? dan please ini tidak seperti yang  kamu pikirkan” seraya


tangan Dave berusaha menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang pada saat itu


benar-benar polos, tampak wanita disebelah Dave menunjukkan wajah yang tak


kalah kaget dan bingung dengan situasi yang jelas-jelas diluar dugaan seperti


pencuri di supermarket yang ketahuan oleh pemiliknya.


Chloe hanya dapat menatap dua orang dihadapannya, diatas kasur tanpa ditutupi sehelai benang pun di badan mereka. Tak terasa ada buliran air menetes di pipinya terasa hangat.


Tanpa berkata apapun Chloe berbalik badan dan berlari


dengan membawa tubuh yang terasa gontai, berbagai pikiran berkecamuk


dibenaknya. Tak percaya apa yang telah terjadi dengan Dave kekasihnya yang


sangat dipercaya untuk menjadi sandaran hatinya selama ini. Semakin deras


buliran air yang jatuh di pipinya, membuat pandangan Chloe sedikit kabur, sesekali


kakinya tersandung sesuatu akibat keseluruhan tubuh yang kini tak dikuasai oleh


pikiran jernih. Chloe menekan tombol lift apartemen, berkali-kali ditekan


tombol lift agar segera terbuka. Terdengar dari jauh suara Dave memanggil nama Chloe tanpa menghiraukannya Chloe berjalan melangkah menjauh.


Ting


Pintu lift segera terbuka membawa Chloe dan seluruh kekecewaannya keluar, dengan deru napas yang tak teratur Chloe mencoba untuk menyadarkan dirinya sendiri. Berusaha untuk tampak tegar, setidaknya agar


beberapa pasang mata yang tak sengaja berpapasan di lobi tak melihat dengan tatapan aneh.


Ckkiitttt


Suara ban berdecit mobil berhenti tiba-tiba, Chloe membuka pintu taksi menuju apartemen. Wajahnya menempel pada kaca melihat pemandangan dari luar tampak daun-daun yang berjatuhan terbawa angin dimusim gugur tahun ini, kontras dengan suasana hatinya yang sedang berkabung.


Memorinya dengan Dave berputar di benaknya, rencana indah yang telah dibangun


dengan Dave dan segala kenangan manis bersamanya berputar seolah melihat pertunjukkan


film, dan entah bagaimana harus menjelaskan kejadian ini secara rasional. Dan Chloe tersadar bahwa waktu tak akan pernah sama dan ia selalu melangkah maju seperti bumi yang tak berhenti berputar. Begitu pula diriku yang kini harus berjuang untuk melupakan segala kenangan yang mungkin saja sulit untuk dilupakan.

__ADS_1


Flashback Off


__ADS_2