
Alunan musik dengan kicauan burung dan gemericik sungai
seolah mengurai mimpi indah dan tepat jarum jam menunjukkan pukul 06.30 pagi.
Secara acak jari jemari Chloe mencari sumber suara tersebut
berniat untuk melanjutkan keheningan di pagi itu.
“Aaaarrhhh hooaaeemm …” suara Chloe meregangkan kedua
tangannya ke udara, seorang wanita dengan warna rambut purple brown yang lurus
panjang terlihat kontras dengan warna kulit putihnya.
“Huufftt, welcome Monday semoga hari ini lebih bersahabat
denganku” dengan menyeret langkah ke kamar mandi memaksa untuk melakukan ritual
membersihkan diri setelah semalam bergumul dengan kesepian malam, satu persatu
Chloe melucuti pakaiannya dan kini melihat dirinya tanpa sehelai benang pun.
Tak ada yang istimewa pagi itu, namun rasanya hati itu semakin menemukan
kehampaan.
Setelah membasahi tubuhnya di bawah guyuran shower, Chloe
melangkah keluar dengan menggunakan sehelai handuk.
“Baiklah Chloe mari kita taklukkan dunia hari ini“ kali
ini Chloe memberi semangat pada dirinya. Setelah selesai dengan dandanan
flawless nya dan menggunakan blazer warna fusia serta dress selutut berwarna
hitam, Chloe melangkah ke parkiran untuk mengendarai mobilnya ke kantor.
***
“Hai morning Chloe, you look amazing today“ sapa Janice
“Morning , bagaimana kencanmu kemarin dengan Evander apakah
berjalan lancar ?“ balas Chloe sambil tersenyum menggelitik kearah Janice
“Well, bisa dikatakan lancar kecuali bagian aku tiba2
merasakan hal aneh di perut dan harus bolak balik ke kamar mandi, entah apa yang
salah dengan menu Clam Chowder“ sejenis sup krim yang berisi kerang, lalu
mereka berdua tertawa bertepatan dengan pintu lift terbuka sesuai dengan lantai
kerja mereka, dan berpencar satu sama lain menuju meja kerja masing-masing.
Bip bip
Suara intercom berbunyi tak berapa lama ketika Chloe sampai di mejanya.
“Chloe datang keruangan saya sekarang” suara
intercom kantor berbunyi yang berasal dari meja CEO, Chloe berdiri dengan sigap
merapihkan pakaian nya sebelum memasuki ruangan atasannya .
Pintu kaca di dorong dan terbuka lebar, Chloe melangkah
dengan cepat mendekati atasannya yang berada dibalik meja eksekutifnya dengan
__ADS_1
design modern dan di dominasi material kayu menjadikannya terlihat solid dan
elegan. Selaras dengan ruangan
kerja besar namun minimalis dengan
posisi meja yang menghadap ke jendela menyuguhkan pertunjukkan hiruk pikuk kota
New York menjadikan ruangan tersebut layaknya akuarium besar ditengah pusat
kota.
“Dokumen perjanjian kerjasama dengan perusahaan property minggu lalu apakah
sudah selesai ? dan tolong dimasukkan ke dalam schedule minggu depan saya akan
melakukan perjalanan dinas 3 hari di London untuk mengecek kantor cabang
disana.“ ujar Mark Kensington seorang pria yang sukses dengan usaha raksasa di
bidang property, tubuhnya yang atletis tinggi tegap dengan dada bidang mata
hijaul dan rambut dark brown memiliki charisma nya sendiri membuat siapapun yang
di dekatnya merasakan aura kewibawaan, elegan dan arogan.
“Sudah saya siapkan Mark dokumennya hanya perlu tanda tangan dari bagian
legalitas. Untuk schedule perjalanan ke London akan saya siapkan hotel dan
tiketnya.“ dengan cepat Chloe mencatat semua yang dikatakan Mark
“Baru saja Diana menelepon dan mengatakan bahwa barang-barang yang masih di
apartemen anda. minta untuk segera dikirimkan“
“Kamu perintahkan asisten Jason untuk ke apartemen saya dan antar semua
sibuk mengecek dokumen-dokumen diatas meja.
“Tolong reservasi restoran untuk pukul 07.00 malam nanti, saya akan pergi
kencan” Mark berkata dan tetap tanpa menatap Chloe
“Well, seorang CEO bebas untuk selalu berganti kencan bahkan setiap hari
sedangkan aku, pertama kali memiliki hubungan saja sudah kandas bertahun yang
lalu” gumam Chloe, seketika mengingat kejadian terhadap kisah percintaannya di
masa lalu.
Flashback On
“Hallo honey, aku baru selesai dengan pekerjaan ku, besok aku akan kembali. Dan aku
tidak sabar untuk bertemu denganmu” ujar Chloe
“Ya honey, aku juga apakah besok perlu aku jemput di bandara ?“ suara Dave
disebrang sana,
“Sepertinya tidak perlu, kamu juga pasti banyak pekerjaan. Nanti kita bertemu
saja langsung di apartemen ya”
“Well, kalau begitu sampai bertemu besok honey. Hati-hati disana ya”
Tut tut tut percakapan singkat di telepon sudah berakhir.
__ADS_1
“Aku akan memberikan Dave kejutan, karena sore ini aku sudah tiba pasti Dave akan senang sekali dan tidak mengira aku pulang lebih awal” senyum mengembang di wajah Chloe, tampak Chloe menikmati sinar matahari pagi dan tiupan angin di musim gugur
Dengan langkah semangat Chloe turun dari taksi untuk
masuk ke apartemen, senyum merekah menghiasi bibir Chloe yang tipis dan berwarna
merah senada dengan dress yang dikenakan.
Ting
suara pintu lift terbuka di lantai yang di tuju,
dengan langkah yang tak sabar Chloe berjalan dan mencari pintu apartemen.
Clek
Suara pintu apartemen terbuka, dan mata Chloe langsung menyusuri tiap ruangan di apartemen untuk menemukan Dave.
“ Dave honey, im home, where are you ? I miss you a lot. “
Clek
suara pintu kamar tidur terbuka.
Tiba-tiba suara Chloe tercekat di tenggorokan, matanya membulat serasa akan keluar, suasana tiba-tiba menjadi kabur dan jantung bergerak tidak beraturan seperti memacu kuda di landasan pacuan, perasaan bahagianya kini berubah menjadi duka cita.
“Honey, kamu kapan kembali ? dan please ini tidak seperti yang kamu pikirkan” seraya
tangan Dave berusaha menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang pada saat itu
benar-benar polos, tampak wanita disebelah Dave menunjukkan wajah yang tak
kalah kaget dan bingung dengan situasi yang jelas-jelas diluar dugaan seperti
pencuri di supermarket yang ketahuan oleh pemiliknya.
Chloe hanya dapat menatap dua orang dihadapannya, diatas kasur tanpa ditutupi sehelai benang pun di badan mereka. Tak terasa ada buliran air menetes di pipinya terasa hangat.
Tanpa berkata apapun Chloe berbalik badan dan berlari
dengan membawa tubuh yang terasa gontai, berbagai pikiran berkecamuk
dibenaknya. Tak percaya apa yang telah terjadi dengan Dave kekasihnya yang
sangat dipercaya untuk menjadi sandaran hatinya selama ini. Semakin deras
buliran air yang jatuh di pipinya, membuat pandangan Chloe sedikit kabur, sesekali
kakinya tersandung sesuatu akibat keseluruhan tubuh yang kini tak dikuasai oleh
pikiran jernih. Chloe menekan tombol lift apartemen, berkali-kali ditekan
tombol lift agar segera terbuka. Terdengar dari jauh suara Dave memanggil nama Chloe tanpa menghiraukannya Chloe berjalan melangkah menjauh.
Ting
Pintu lift segera terbuka membawa Chloe dan seluruh kekecewaannya keluar, dengan deru napas yang tak teratur Chloe mencoba untuk menyadarkan dirinya sendiri. Berusaha untuk tampak tegar, setidaknya agar
beberapa pasang mata yang tak sengaja berpapasan di lobi tak melihat dengan tatapan aneh.
Ckkiitttt
Suara ban berdecit mobil berhenti tiba-tiba, Chloe membuka pintu taksi menuju apartemen. Wajahnya menempel pada kaca melihat pemandangan dari luar tampak daun-daun yang berjatuhan terbawa angin dimusim gugur tahun ini, kontras dengan suasana hatinya yang sedang berkabung.
Memorinya dengan Dave berputar di benaknya, rencana indah yang telah dibangun
dengan Dave dan segala kenangan manis bersamanya berputar seolah melihat pertunjukkan
film, dan entah bagaimana harus menjelaskan kejadian ini secara rasional. Dan Chloe tersadar bahwa waktu tak akan pernah sama dan ia selalu melangkah maju seperti bumi yang tak berhenti berputar. Begitu pula diriku yang kini harus berjuang untuk melupakan segala kenangan yang mungkin saja sulit untuk dilupakan.
__ADS_1
Flashback Off