
“Kau tampaknya pemberani ya, bahkan aku tidak melihat di surat lamaran pada saat
interview pertama kali di kantor. Tapi aku makin menyukai keberanianmu,
sayangnya hal itu hanya akan membuatku semakin semena-mena terhadap dirimu.
Sudah kukatakan bahwa tidak ada yang gratis di dunia ini, camkan itu rubah
kecil” ancam Mark
Kali ini kuredam emosiku, sambil berjalan melangkah keluar.
“Hei rubah kecil “teriak Mark
Aku menoleh kearahnya.
“Aku tidak ingin wanitaku menjadi tontonan sepanjang koridor mansion ini, tubuhmu
hanya milikku” ucap Mark dan dia memberikan sebuah kimono kepadaku untuk
menutupi tubuhku yang sudah tak karuan.
Lalu aku keluar dan menuju ke kamarku sendiri. Tanpa ekspresi aku berjalan.
Sedih menyelimuti hatiku. Ada dendam menyala dalam hatiku.
******
Mark Kensington
“Aku tidak pernah menyangka bahwa sekretaris ku selama ini merupakan wanita yang
cukup berani. Sungguh disayangkan kenapa dia harus terlibat dalam semua
masalahku, namun sejak awal aku bertemu dengannya kumerasakan hal yang berbeda
antara Chloe dan wanita-wanita yang lainnya. Selain cakap dalam pekerjaan, dia
__ADS_1
hampir bersikap dingin terhadapku yang tentu saja hal itu tidak mungkin bagi
wanita lain, aku merasakan penolakan dari dirinya dan hal itu membuatku semakin
penasaran dengan dia. “ batin Mark
Mark berpikir dan sedang menunggu kedatangan Chloe dikamarnya, ruangan kamar diatur
sedemikian rupa untuk menampilkan kesan sensual.
Seketika diriku merasa geram bila ingat dengan tindakan bodohnya hari ini, beraninya dia mencoba lari dari
tempat ini. Aku benci dengan penolakan dan pemberontakan, aku ingin
melampiaskan agar dia tahu bahwa akulah penguasa disini, kumerasa harga diriku
telah terinjak olehnya.
Satu-satunya cara untuk menundukkan wanita seperti dia, yaitu dengan merampas hak hidup dan tubuhnya.
Tok..tok..tok
“Tuan nona Chloe sudah kami siapkan, dan kami pamit” teriak Laura
“Akhirnya wanita yang kutunggu sudah datang” batinku
Aku hampir tak berkedip melihat bidadari di hadapanku, hampir tak dapat dipercaya
bahwa dia Chloe, dengan gaun tipis menerawang sangat sensual, rambut panjang
tergerai. Ya hanya rambut itu saja tampaknya yang bisa menutupi kedua asset nya.
Kesan malu-malu nya bercampur takut merupakan keunikan tersendiri bagiku, Chloe
wanita pertama yang bisa membuat jantungku berdebar.
__ADS_1
“Chloe sayang kesinilah mendekat kepadaku, kenapa kau takut seperti itu ? bukankah
kita terbiasa setiap harinya?” ucapku
“Tidak Mark, kau bukan lagi orang yang aku kenal. Kau berubah menjadi monster, apa
salah pria itu hingga kau tega menghukumnya sedemikian” balas Chloe
Prang..
Dia telah membuat emosiku memuncak, tanpa sadar kubanting gelas hingga pecah.
“Kau tidak tau apa-apa Chloe, hal yang aku lakukan tadi hanyalah untuk melindungi
diri. Bahkan untuk menyelamatkan orang-orangku, si pengkhianat itulah yang
mendalangi penembakan di restoran” jelasku
Aku mendekatkan diri kepadanya, berusaha untuk mengintimidasi.
“Dan kau Chloe, melakukan hal-hal yang berani namun bodoh disaat yang tidak tepat.
Aku tidak menyukai pemberontak, terlebih ditempat kediamanku sendiri.” Ucapku
Tanpa kusadari, kumembawa tubuh Chloe keatas sofa.
“Hentikan Mark, hidup bahkan tubuhku bukan milik siapa-siapa” dia memberontak
Entah mengapa semakin dia memberontak, membuatku semakin menginginkan dirinya. Semakin dirinya kubawa kedalam dekapanku, ada rasa nyaman yang kurasa hilang sejak dahulu.
Malam ini aku hanya ingin memadu kasih, walau aku tahu wanita dihadapanku tidak menerimaku sepenuhnya.
Kumainkan tubuhnya, kumenyusuri tiap inci tubuhnya.
Separuh malaikat dalam diriku ingin aku mengasihani dirinya, justru ironis lorong gelap diriku membangunkan iblis yang lama terpenjara dan ingin dilepaskan.
Malam ini akan menjadi malam yang panjang, karena sang iblis telah menang dalam pertarungan memperebutkan kemurnian seorang gadis.
Walaupun aku telah memenangkan ratusan pertempuran di dunia bisnis hitamku, namun kali ini aku telah kalah untuk menaklukkan diriku sendiri.
__ADS_1
Dan pada akhirnya sang iblis telah menyelesaikan pertempurannya sendiri, yang panas dan erotis.