
“Well, aku sudah mencari tahu siapa dalang penembakan semalam, ternyata anak buah Mr.
Takoyama yang melakukannya, dia bagai duri dalam daging bagi bisnis kita. Di
depan dia menjalin bisnis baik dengan kita selama ini, ternyata dia menyusun
strategi untuk menikam dari belakang” ujar Jason dengan wajah yang tidak bisa
menutupi kemarahannya.
“Beri pelajaran untuk dia, bawa Mr. Takoyama besok pagi-pagi sekali kehadapan ku.
Biar aku yang langsung memberinya pelajaran” Mark berbicara sambil mengepalkan
tangannya
“Baik Mark besok pagi sekali Mr. Takoyama pasti sudah dihadapanmu”
“Bagaimana dengan keadaan Chloe, apakah dia baik-baik saja? “ tanya Mark
“Keadannya baik-baik saja, aku sudah mengurusnya saat ini dia sedang beristirahat dikamar
tamu” jawab Jason singkat
“Aku tidak ingin Chloe terlibat jauh dalam bisnis kita, aku sudah lelah harus
bergonta ganti sekretaris karena yang lain terkadang terlalu banyak bicara dan
tidak pandai. Aku rasa Chloe cukup memiliki kepribadian yang cakap sebagai
seorang karyawan dan dia pandai dalam pekerjaannya.” Ucap Mark khawatir
“Tenang saja Mark hal itu sudah aku atasi semuanya, sebisa mungkin bisnis dunia malam
__ADS_1
kita tak perlu diketahui oleh sekretarismu atau karyawan-karyawan yang lain”
jawab Jason
***
Matahari memancarkan sinarnya dan dengan gagah menyelinap masuk melalui sela-sela tirai
kamar membangunkan Chloe dari lelapnya, Chloe mengerjapkan matanya dan menggeliat
rambutnya yang panjang tampak berantakan, seketika tersadar bahwa semalaman
tidak tidur di apartemennya.
“Ouch, kepalaku pusing” gumam Chloe sambil memegang kepala
dengan langkah masih malas dia melangkah keluar kamar.
Tiba-tiba langkah Chloe terhenti ketika mendengar suara orang memohon dengan tangisan
yang menyayat hati siapapun yang mendengarnya.
“Aku mohon Mark, mohon dengan seluruh kehidupan yang ada di bumi ini, aku mohon
maafkan aku, aku memiliki keluarga yang aku sayangi” Seorang laki-laki dengan paras
asia, namun kini wajahnya tampak bercucuran darah matanya tampak lebam, tangan
yang terborgol di belakang menampakan sedikit tato.
“Well, well, well. Kita sudah lama bekerja sama Mr. Takoyama atau sekarang lebih baik
__ADS_1
dipanggil dengan sebutan pengkhianat busuk!!!” bentak Mark sambil menendang
tepat diwajah Mr. Takoyama membuat tubuhnya jatuh kebelakang.
Chloe yang menyaksikan peristiwa itu dari sela pintu yang tidak tertutup rapat
membuat tubuhnya gemetar, mulutnya ditutup sendiri dengan tangannya agar tidak
mengeluarkan suara takut terdengar siapapun yang ada d dalam ruangan tersebut.
“Aaarrrrrrggghhhh” teriakan suara berwajah asia itu terdengar menggema keluar ruangan seiring
dengan suara tembakan.
Mata Chloe terbelalak melilhat Mark menyarangkan peluru di kaki pria tersebut berkali-kali,
baru kali ini Chloe melihat Mark atau bahkan seorang pria dengan wajah datar
melakukan tindakan kejam dan keji seperti itu.
Batin Chloe berkecamuk, apakah hal ini harus dia laporkan kepada pihak berwajib atau
dia berpura-pura saja tidak melihat apapun karena tidak igin terlibat hal yang
mengerikan, bisa saja hal itu akan menimpa nya juga bila melakukan kesalahan.
Ketika Chloe membalikkan badannya, dan terperanjat bahwa dibelakangnya berdiri Jason dengan wajah tegas, lalu menarik lengan
Chloe membawa tubuhnya ke dalam ruangan yang seperti penyiksaan itu.
“Mark aku menemukan Chloe di depan pintu dan aku tidak tahu dia sudah berapa lama
disana, apa yang harus kita lakukan dengannya?” Jason seolah mengadu kepada
Mark
__ADS_1