Im In Love With Criminal CEO

Im In Love With Criminal CEO
Rubah Kecil


__ADS_3

Tanpa sadar aku mengacak rambutku yang basah, frustasi melandaku memikirkan hal


diluar logika dan jangkauanku.


Tok..tok..tok


“Sepertinya Laura kembali dengan pakaianku” batinku


Perlahan aku keluar dari bathtub dan menutupi tubuhku dengan kimono yang tersedia.


Clek.. pintu terbuka dan disana tampak Laura membawa sebuah pakaian.


“Nona, ini pakaian untuk anda”


“Letakkan saja di atas ranjang Laura” jawabku


Tanpa aba-aba Laura mengikuti perkataanku dan pakaian itu sudah diletakannya.


“Saya permisi nona” dengan sopan Laura pamit dan berjalan keluar


“Hidup macam apa ini, di era modern seperti ini tanpa alat komunikasi dan aku hanya


diperbolehkan didalam kamar, aku harus segera mencari cara untuk keluar dari


tempat ini… huuffftttt” batinku


Aku terdiam mencari cara untuk keluar dari mansion ini, karena tidak ada jaminan


bahwa aku akan baik-baik saja. Seketika aku memiliki ide, kutarik sprei yang


rapih itu dari ranjang lalu pada ujungnya aku ikat pada tiang besar yang


menjadi pilar di ranjang tersebut. Dan akhirnya aku keluar memanjat keluar dari


jendela dengan sprei yang kujadikan tali menjulur hingga kebawah, pelan-pelan


aku turun dan sesekali melihat ke sekeliling memastikan bahwa tidak ada yang


melihat perbuatanku.

__ADS_1


Jantungku berdebar tidak karuan, dengan hati-hati kuturun perlahan.


“Ya tinggal beberapa meter lagi akhirnya aku menyentuh tanah” batinku kegirangan


Hap…langkah terakhirku menuju kebebasan, terbebas dari monster yang berbalut  malaikat dan akhirnya kakiku menapak di tanah.


Akhirnya aku bebas.


Kembali pada kehidupanku yang normal.


“Rubah kecil ternyata kau cukup menantang ya” aku terkesiap tanpa aba-aba kepala ku


menoleh mencari asal suara tersebut dan badanku bergetar, melihat Mark di


depanku tanpa aku sadari sama sekali kehadirannya benar-benar seperti hantu.


Mark meraih tanganku dan mencengkram wajahku.


“Rubah kecil, kau tidak akan kemana-mana. Tidak ada yang bisa keluar dari mansion ini


tanpa ijinku dan tidak pernah kuijinkan siapapun keluar dari tempat ini. Kau


sudah terlalu banyak melihat dan aku tidak akan mempertaruhkan segalanya dengan


adalah milik Mark Kensington. Paham !!” ujar Mark tegas dengan matanya yang


berhadapan langsung dengan mataku tanpa berkedip sekalipun.


“A..aku..mengerti Mark” suaraku terdengar ketakutan


Mark mengisyaratkan kepada bodyguard nya untuk membawaku.


“Pelayan siapkan dia untuk malam ini, dan kuperingatkan kepada semua yang ada disini


sekali lagi wanita ini kabur nyawa kalianlah taruhannya” Mark setengah


berteriak  terdengar menakutkan, semua


yang hadir disitu hanya mengangguk.

__ADS_1


Bruk..


badanku didorong masuk ke dalam kamar oleh orang-orang berbadan tegap itu. Aku


menangis disudut ranjang, tampak bekas sprei yang aku gunakan untuk melarikan


diri masih berantakkan. Aku menyesali perbuatanku yang bodoh dan ternyata hanya


membawaku ke dalam masalah baru.


Tok..tok..tok


“Nona ijinkan saya masuk, saya diperintah tuan Mark” Laura


Dengan segera kubuka pintu, aku hanya tidak ingin ada masalah baru untuk saat ini.


Beberapa pelayan wanita masuk, Laura dan 2 pelayan lainnya.


“Nona kami diperintahkan untuk menyiapkan nona untuk malam ini, perintah tuan Mark”


ucap Laura


“Persiapan apa maksudnya?” aku heran


“Nona nanti akan tahu sendiri” jawab Laura dengan singkat


“Laura kumohon tatap wajahku dan jelaskan dengan baik kepadaku?” pintaku


“Maaf nona, apa yang baru saja nona lakukan sangat beresiko nyawa kami menjadi


taruhannya jadi untuk saat ini sepertinya kita perlu menjaga jarak” sesal Laura


“Kumohon Laura hanya kau lah temanku disini, aku hanya ingin kembali pada kehidupan


normal ku tidak lebih” aku mengikuti wajah Laura yang sedari tadi hanya sibuk


dengan tugasnya.


Dan Laura tidak menjawab apapun.

__ADS_1


 


 


__ADS_2