
Tanpa sadar aku mengacak rambutku yang basah, frustasi melandaku memikirkan hal
diluar logika dan jangkauanku.
Tok..tok..tok
“Sepertinya Laura kembali dengan pakaianku” batinku
Perlahan aku keluar dari bathtub dan menutupi tubuhku dengan kimono yang tersedia.
Clek.. pintu terbuka dan disana tampak Laura membawa sebuah pakaian.
“Nona, ini pakaian untuk anda”
“Letakkan saja di atas ranjang Laura” jawabku
Tanpa aba-aba Laura mengikuti perkataanku dan pakaian itu sudah diletakannya.
“Saya permisi nona” dengan sopan Laura pamit dan berjalan keluar
“Hidup macam apa ini, di era modern seperti ini tanpa alat komunikasi dan aku hanya
diperbolehkan didalam kamar, aku harus segera mencari cara untuk keluar dari
tempat ini… huuffftttt” batinku
Aku terdiam mencari cara untuk keluar dari mansion ini, karena tidak ada jaminan
bahwa aku akan baik-baik saja. Seketika aku memiliki ide, kutarik sprei yang
rapih itu dari ranjang lalu pada ujungnya aku ikat pada tiang besar yang
menjadi pilar di ranjang tersebut. Dan akhirnya aku keluar memanjat keluar dari
jendela dengan sprei yang kujadikan tali menjulur hingga kebawah, pelan-pelan
aku turun dan sesekali melihat ke sekeliling memastikan bahwa tidak ada yang
melihat perbuatanku.
__ADS_1
Jantungku berdebar tidak karuan, dengan hati-hati kuturun perlahan.
“Ya tinggal beberapa meter lagi akhirnya aku menyentuh tanah” batinku kegirangan
Hap…langkah terakhirku menuju kebebasan, terbebas dari monster yang berbalut malaikat dan akhirnya kakiku menapak di tanah.
Akhirnya aku bebas.
Kembali pada kehidupanku yang normal.
“Rubah kecil ternyata kau cukup menantang ya” aku terkesiap tanpa aba-aba kepala ku
menoleh mencari asal suara tersebut dan badanku bergetar, melihat Mark di
depanku tanpa aku sadari sama sekali kehadirannya benar-benar seperti hantu.
Mark meraih tanganku dan mencengkram wajahku.
“Rubah kecil, kau tidak akan kemana-mana. Tidak ada yang bisa keluar dari mansion ini
tanpa ijinku dan tidak pernah kuijinkan siapapun keluar dari tempat ini. Kau
sudah terlalu banyak melihat dan aku tidak akan mempertaruhkan segalanya dengan
adalah milik Mark Kensington. Paham !!” ujar Mark tegas dengan matanya yang
berhadapan langsung dengan mataku tanpa berkedip sekalipun.
“A..aku..mengerti Mark” suaraku terdengar ketakutan
Mark mengisyaratkan kepada bodyguard nya untuk membawaku.
“Pelayan siapkan dia untuk malam ini, dan kuperingatkan kepada semua yang ada disini
sekali lagi wanita ini kabur nyawa kalianlah taruhannya” Mark setengah
berteriak terdengar menakutkan, semua
yang hadir disitu hanya mengangguk.
__ADS_1
Bruk..
badanku didorong masuk ke dalam kamar oleh orang-orang berbadan tegap itu. Aku
menangis disudut ranjang, tampak bekas sprei yang aku gunakan untuk melarikan
diri masih berantakkan. Aku menyesali perbuatanku yang bodoh dan ternyata hanya
membawaku ke dalam masalah baru.
Tok..tok..tok
“Nona ijinkan saya masuk, saya diperintah tuan Mark” Laura
Dengan segera kubuka pintu, aku hanya tidak ingin ada masalah baru untuk saat ini.
Beberapa pelayan wanita masuk, Laura dan 2 pelayan lainnya.
“Nona kami diperintahkan untuk menyiapkan nona untuk malam ini, perintah tuan Mark”
ucap Laura
“Persiapan apa maksudnya?” aku heran
“Nona nanti akan tahu sendiri” jawab Laura dengan singkat
“Laura kumohon tatap wajahku dan jelaskan dengan baik kepadaku?” pintaku
“Maaf nona, apa yang baru saja nona lakukan sangat beresiko nyawa kami menjadi
taruhannya jadi untuk saat ini sepertinya kita perlu menjaga jarak” sesal Laura
“Kumohon Laura hanya kau lah temanku disini, aku hanya ingin kembali pada kehidupan
normal ku tidak lebih” aku mengikuti wajah Laura yang sedari tadi hanya sibuk
dengan tugasnya.
Dan Laura tidak menjawab apapun.
__ADS_1