
“Chloe, apakah kamu menatapku dengan kekaguman sejak tadi ?” Mark tiba-tiba berkata dan mendekatkan wajahnya ke telinga Chloe, membuat bulu-bulu kehidupan Chloe berdiri dan merasakan tubuhnya seperti
mendapat candu untuk terus mengikuti suara tersebut. Seketika Chloe tersadar
dan sejenak mengambil jarak dengan Mark, dengan wajah merah merona Chloe berkata “Maaf Mark aku hanya melamun saja tidak lebih” bohong Chloe dan dengan kikuk mengatakannya
“Lalu bagaimana dengan kencan buta mu tadi ? apakah orangnya tampan dan meyakinkan?” Tanya Mark
“Biarlah hal itu menjadi privasi hidupku, dan saya penasaran bagaimana Tuan bisa tahu kalau saya
sedang berkencan ? apakah anda mematai saya ? selidik Chloe dan menatap heran kepada Mark.
“Hal yang mudah untuk mengetahui bahwa seseorang sedang berkencan, terlebih
saya tahu kamu belum memiliki pasangan“ jawab Mark dengan santai
“Dia tidak sadar bahwa status single ku ini akibat pekerjaan dia yang selalu mengganggu hari-hariku walaupun diluar jam kantor“ batin Chloe
“Tapi saya masih benar-benar penasaran Tuan kenapa mengacaukan kencan anda sendiri dan kali ini melibatkan saya didalamnya. Apakah ini hanya permainan untuk wanita-wanita anda ?“ baru saja Chloe menyampaikan isi kepalanya dan tiba-tiba
Dor
__ADS_1
Terdengar suara tembakan entah dari mana asalnya, membuat seluruh pengunjung restoran berhamburan keluar dan panic.
Heehhh heehh heehh
Dengan napas tersengal-sengal Jason menghampiriku dan menanyakan keadaanku dan Mark.
“Mark Chloe apakah kalian baik-baik saja ? Kita harus segera keluar dari restoran ini. Disini tidak aman.” Lalu Jason bersikap seperti melindungi ku dan Mark sekilas aku melihat Jason mengeluarkan senjata
api dari jasnya, tampaknya malam ini tak berhenti memberikanku kejutan.
Kami keluar bersamaan dengan pengunjung yang lainnya ketika tiba-tiba sebuah peluru melesat mengenai bahu Mark. “Aaarrrggghhhh” Mark berteriak kesakitan memegang bahunya yang kini mengeluarkan banyak cairan merah dari tubuhnya. Akupun panik dan saling menatap kepada Jason.
“Ayo tetap berlari jangan berhenti sampai kita ditempat aman, tekanlah luka di bahu Mark” Jason berkata sambil memerintahku, dengan sigap tanganku memegang dan menekan bahu Mark berusaha menghentikan pendarahan yang terjadi.
diparkir dan disana beberapa bodyguard sudah menunggu, langsung menancapkan gas
mengemudikan kendaraan tersebut menjauh dari tempat kejadian.
Di dalam limosin masing-masing kami mengatur napas agar normal kembali. Tampak keadaan kami bertiga kacau, aku melihat jas mahal Mark berasal dari rumah mode ternama Chanel berwarna peach kini bertaburan noda darahnya sendiri, wajahnya tampak meringis kesakitan. Sedangkan Jason yang tak
kalah kacau selalu menatap kebelakang mobil, bersikap seolah-olah untuk
__ADS_1
memastikan apakah ada yang mengikuti mobil kami. Dan aku, aahhh aku tak dapat
menjelaskan penampilanku saat ini dan bagaimana perasaan ku bercampur aduk,
badanku masih gemetar kalau mengingat kejadian penembakan di restoran, dan mini
dress hijau tosca yang kukenakan sudah berantakan dan basah karena keringatku sendiri, dan rambutku entah berantakan seperti terkena badai el nino.
“Kita harus segera menuju rumah sakit, untuk menghentikan pendarahan Mark” ucapku memecah keheningan
“Tidak kita akan segera menuju mansion kediaman Kensington, disana sudah ada dokter pribadi yang akan mengurusnya. Saat ini bahkan rumah sakitpun bisa menjadi tempat yang tidak aman” ujar Jason
Aku hanya mengangguk tanda setuju, meskipun dalam hatiku bertanya-tanya hal apakah yang dikerjakan oleh bosku hingga terjadi insiden seperti sekarang, apakah ini hanya kebetulan atau memang Mark terlibat
dalam masalah yang aku tidak ketahui. Saat ini aku tidak dapat memikirkan
segala sesuatunya, karena masih mencoba mencerna setiap kejadian yang baru saja
kualami. Di seberangku duduk seorang Mark dan dia tampak menatapku dengan wajah
yang tentu saja masih menahan sakit, sekian detik kami saling menatap entah apa
__ADS_1
arti tatapan kami, namun aku coba tersenyum walau getir sebagai tanda bahwa
diriku baik-baik saja.