
Penampakan Mark Kensington, monster banget kaannnn ...!!!!
Happy Reading All !! Peace and Love ...
“Bawa pengkhianat busuk ini keluar dari sini dan sisanya kau bereskan, jangan ada
bukti apapun. Kali ini kau harus bekerja dengan baik Jason atau nasibmu akan
sama dengan lelaki ini” cih Mark meludahi pria tersebut dan Jason membawa nya
keluar ruangan dan beberapa bodyguard yang sejak tadi diruangan tersebut
mengikuti Jason keluar.
Sungguh aku tidak pernah merasakan ketakutan luar biasa seperti saat ini, hidup dan
matiku pun aku tak tahu. Melihat Mark yang berdiri beberapa langkah di depanku,
dengan setelan jas yang seharusnya tampak membuat dia gagah dan tampan, namun
kali ini setampan apapun dia bagiku tampak seperti algojo yang kapan saja bisa
memisahkan jiwa dari ragaku ini.
Dengan santai Mark menuang wine ke dalam gelasnya dan menengguknya dengan sekali
minum, lalu dia menuangkan wine lagi ke
dalam gelas namun kali ini dia melangkah maju dan menghampiriku.
“Chloe tampaknya kamu haus ya, minumlah wine ini” Mark menyodorkan gelas itu ke
bibirku
Aku tak bergeming, aku ketakutan, tubuhku kebingungan memutukan untuk minum atau
tidak.
“Sekali lagi Chloe, aku menawarkan minuman ini karena kamu sekretarisku, kau bukanlah
seorang pengkhianat bukan? Dan satu hal yang perlu kau ketahui bahwa aku paling
benci dengan penolakan” ujar Mark setengah mengancam
“Kau mau minum dari gelas ini atau perlu aku masukkan melalui mulutku ?”
Glek glek glek
__ADS_1
Terpaksa tenggorokan ku menerima minuman itu, yang saat ini malah terasa seperti pasir
di tenggorokan.
“Good girl” Mark berujar dan tangannya membelai pipiku, tubuhku masih berdiri diam
membeku, masih terngiang diingatanku kejadian yang baru saja kualami.
“Kenapa kamu ingin tahu apa yang terjadi di mansion ini Chloe? Apakah kamu sadar akan
konsekuensinya? Aku tidak suka wanita yang terlalu ikut campur.” Tangan Mark
masih membelai pipiku namun kini sudah beranjak kemana-kemana bahkan ke asset
pribadiku.
“Jawab Chloe! Apakah kau tidak punya mulut ?” Mark setengah berteriak kepadaku
“Ti..ti..tidak Mark. Aku tidak ingin ikut campur apapun, aku tidak melihat apapun dan aku berjanji
tidak akan mengatakan apapun kepada siapapun” jawabku dengan bergetar.
Dengan kasar Mark mendorongku hingga terjatuh, aku meringis kesakitan. Tak percaya
bahwa pria yang ada dihadapanku bukanlah pangeran tampan yang setiap harinya
Ternyata dia monster.
“Maaf Chloe, dalam bisnis kita tidak boleh percaya begitu saja dengan siapapun itu.”
Mark berbicara tepat diwajahku dan hampir tidak ada jarak seolah napasnya
meneror wajahku dan menyebar rasa takut sampai ketulang belulangku.
“Sekarang banyak hal yang harus aku kerjakan di kantor, kamu tetap tinggal di mansion ini
bodyguard akan mengantarmu ke kamar dan kuperingatkan untuk tidak boleh
kemanapun. Akan ada bodyguard yang menunggu di depan pintu kamar, hari ini
tidak perlu masuk kantor dan maaf ponselmu disita untuk berjaga-jaga bahwa kau tidak
akan melakukan hal bodoh seperti membicarakan apa yag terjadi pada dunia luar.”
Seringai di wajah Mark benar-benar menakutkan seperti pembunuh berdarah dingin.
Mark pergi menjauh keluar kamar dan samar terdengar dia menyuruh bodyguard untuk
mengantarku ke kamar, tak lama 2 orang bertubuh tegap menghampiriku dan
__ADS_1
mengisyaratkan untuk mengikuti nya. Setelah menyusuri lorong mansion yang besar
ini sampailah aku pada kamar yang sebelumnya aku tiduri. Aku melangkah masuk
dan mengunci kamar berjaga-jaga kalau monster itu maksudku Mark kembali dan
bermaksud untuk menerorku lagi.
Diatas ranjang aku menutupi tubuhku dengan selimut, mencoba mencari cara untuk
menenangkan diriku sendiri. Tanpa terasa air mataku jatuh bercucuran, meluapkan
segala ketakutan yang baru saja kualami, aku menangis seolah dengan menangis
semua persoalan yang kualami akan menghilang.
Tapi pada kenyataannya tidak. Sama sekali tidak.
Tok..tok..tok
Aku meremas selimutku, aku ketakutan.
“Nona, bolehkah saya masuk? Saya diperintah tuan Mark untuk mengantarkan makanan
kepada nona.”
Tok..tok..tok
“Nona tolong buka pintunya, aku takut tuan Mark akan marah bila aku tidak melakukan
tugas dengan baik” pelayan tersebut dengan nada memohon
Dengan keberanian yang tersisa aku menyeret langkahku menghampiri pintu, lagipula aku
tidak ingin kejadian buruk menimpa pelayan yang tidak bersalah itu hanya karena
aku tidak membukakan pintu.
Clek..
pintu terbuka dan kupersilahkan pelayan itu masuk.
Nampak pelayan itu mendorong kereta makanan yang disiapkan untukku.
“Nona tuan Mark memerintahkanku untuk membawa sarapan nona ke kamar” sambil tangannya
dengan sigap membuka penutup pada tiap-tiap makanan yang disajikan.
__ADS_1