Im In Love With Criminal CEO

Im In Love With Criminal CEO
Monster


__ADS_3


Penampakan Mark Kensington, monster banget kaannnn ...!!!!


Happy Reading All !! Peace and Love ...


“Bawa pengkhianat busuk ini keluar dari sini dan sisanya kau bereskan, jangan ada


bukti apapun. Kali ini kau harus bekerja dengan baik Jason atau nasibmu akan


sama dengan lelaki ini” cih Mark meludahi pria tersebut dan Jason membawa nya


keluar ruangan dan beberapa bodyguard yang sejak tadi diruangan tersebut


mengikuti Jason keluar.


Sungguh aku tidak pernah merasakan ketakutan luar biasa seperti saat ini, hidup dan


matiku pun aku tak tahu. Melihat Mark yang berdiri beberapa langkah di depanku,


dengan setelan jas yang seharusnya tampak membuat dia gagah dan tampan, namun


kali ini setampan apapun dia bagiku tampak seperti algojo yang kapan saja bisa


memisahkan jiwa dari ragaku ini.


Dengan santai Mark menuang wine ke dalam gelasnya dan menengguknya dengan sekali


minum, lalu dia menuangkan  wine lagi ke


dalam gelas namun kali ini dia melangkah maju dan menghampiriku.


“Chloe tampaknya kamu haus ya, minumlah wine ini” Mark menyodorkan gelas itu ke


bibirku


Aku tak bergeming, aku ketakutan, tubuhku kebingungan memutukan untuk minum atau


tidak.


“Sekali lagi Chloe, aku menawarkan minuman ini karena kamu sekretarisku, kau bukanlah


seorang pengkhianat bukan? Dan satu hal yang perlu kau ketahui bahwa aku paling


benci dengan penolakan” ujar Mark setengah mengancam


“Kau mau minum dari gelas ini atau perlu aku masukkan melalui mulutku ?”


Glek glek glek

__ADS_1


Terpaksa tenggorokan ku menerima minuman itu, yang saat ini malah terasa seperti pasir


di tenggorokan.


“Good girl” Mark berujar dan tangannya membelai pipiku, tubuhku masih berdiri diam


membeku, masih terngiang diingatanku kejadian yang baru saja kualami.


“Kenapa kamu ingin tahu apa yang terjadi di mansion ini Chloe? Apakah kamu sadar akan


konsekuensinya? Aku tidak suka wanita yang terlalu ikut campur.” Tangan Mark


masih membelai pipiku namun kini sudah beranjak kemana-kemana bahkan ke asset


pribadiku.


“Jawab Chloe! Apakah kau tidak punya mulut ?” Mark setengah berteriak kepadaku


“Ti..ti..tidak Mark. Aku tidak ingin ikut campur apapun, aku tidak melihat apapun dan aku berjanji


tidak akan mengatakan apapun kepada siapapun” jawabku dengan bergetar.


Dengan kasar Mark mendorongku hingga terjatuh, aku meringis kesakitan. Tak percaya


bahwa pria yang ada dihadapanku bukanlah pangeran tampan yang setiap harinya


Ternyata dia monster.


“Maaf Chloe, dalam bisnis kita tidak boleh percaya begitu saja dengan siapapun itu.”


Mark berbicara tepat diwajahku dan hampir tidak ada jarak seolah napasnya


meneror wajahku dan menyebar rasa takut sampai ketulang belulangku.


“Sekarang banyak hal yang harus aku kerjakan di kantor, kamu tetap tinggal di mansion ini


bodyguard akan mengantarmu ke kamar dan kuperingatkan untuk tidak boleh


kemanapun. Akan ada bodyguard yang menunggu di depan pintu kamar, hari ini


tidak perlu masuk kantor dan maaf ponselmu disita untuk berjaga-jaga bahwa kau tidak


akan melakukan hal bodoh seperti membicarakan apa yag terjadi pada dunia luar.”


Seringai di wajah Mark benar-benar menakutkan seperti pembunuh berdarah dingin.


Mark pergi menjauh keluar kamar dan samar terdengar dia menyuruh bodyguard untuk


mengantarku ke kamar, tak lama 2 orang bertubuh tegap menghampiriku dan

__ADS_1


mengisyaratkan untuk mengikuti nya. Setelah menyusuri lorong mansion yang besar


ini sampailah aku pada kamar yang sebelumnya aku tiduri. Aku melangkah masuk


dan mengunci kamar berjaga-jaga kalau monster itu maksudku Mark kembali dan


bermaksud untuk menerorku lagi.


Diatas ranjang aku menutupi tubuhku dengan selimut, mencoba mencari cara untuk


menenangkan diriku sendiri. Tanpa terasa air mataku jatuh bercucuran, meluapkan


segala ketakutan yang baru saja kualami, aku menangis seolah dengan menangis


semua persoalan yang kualami akan menghilang.


Tapi pada kenyataannya tidak. Sama sekali tidak.


Tok..tok..tok


Aku meremas selimutku, aku ketakutan.


“Nona, bolehkah saya masuk? Saya diperintah tuan Mark untuk mengantarkan makanan


kepada nona.”


Tok..tok..tok


“Nona tolong buka pintunya, aku takut tuan Mark akan marah bila aku tidak melakukan


tugas dengan baik” pelayan tersebut dengan nada memohon


Dengan keberanian yang tersisa aku menyeret langkahku menghampiri pintu, lagipula aku


tidak ingin kejadian buruk menimpa pelayan yang tidak bersalah itu hanya karena


aku tidak membukakan pintu.


 


Clek..


pintu terbuka dan kupersilahkan pelayan itu masuk.


Nampak pelayan itu mendorong kereta makanan yang disiapkan untukku.


“Nona tuan Mark memerintahkanku untuk membawa sarapan nona ke kamar” sambil tangannya


dengan sigap membuka penutup pada tiap-tiap makanan yang disajikan.

__ADS_1


__ADS_2