
“Selesailah sudah hidupku sampai disini, tanpa alat komunikasi bahkan teman di mansion
sebesar ini”batinku
Sekarang aku sadar bahwa memohon pun pada Laura tidak ada gunanya karena dia hanya
pegawai disini, malah aku hanya akan membahayakan kehidupannya saja.
Satu-satunya cara adalah aku langsung bertemu dengan Mark dan berbicara.
Aku hanya terdiam mengikuti seluruh arahan Laura, yang disebut-sebut bahwa rangkaian
ritualku ini adalah untuk menyiapkan diri bertemu Mark.
Hal terakhir dari ritual ini adalah aku menggunakan pakaian malam yang cukup
menggairahkan, sungguh bahan brokat yang transparan bahkan seluruh asetku
terlihat. Sangat risih tapi hanya ini yang disediakan oleh Laura seolah di
dunia ini tidak ada namanya pilihan. Memang hidupku tidak ada pilihan semenjak
berada disini.
“Nona sudah selesai dan mari saya antar ke ruangan tuan Mark” pinta Laura
Tanpa pilihan, aku hanya mengikuti Laura menyusuri lorong dan tiba pada kamar Mark.
Tok..tok..tok
“Tuan nona Chloe sudah kami siapkan, dan kami pamit” teriak Laura agar terdengar
kedalam
Laura membuka pintu kamar dan mempersilahkanku masuk, lalu meninggalkanku hanya
berdua bersama monster itu.
__ADS_1
Kamar itu tampak bernuansa sensual, dengan cahaya yang temaram tirai berwarna merah
maroon senada dengan sofa dan ranjangnya, tampak di sudut ruangan ada mini bar
menyediakan segala macam minuman.
Tampak Mark duduk di sofa memegang minuman, tangannya mengisyaratkanku untuk
mendekatinya. Dengan takut dan malu-malu aku menghampiri, jantungku berdebar
tidak beraturan seolah akan meloncat keluar dari tubuhku, kutarik nafas
dalam-dalam agar nafasku terdengar beraturan. Kududukkan diriku disamping Mark,
dan aku memberinya jarak.
“Chloe sayang kesinilah mendekat kepadaku, kenapa kau takut seperti itu ? bukankah
kita terbiasa setiap harinya?” ucap Mark
“Tidak Mark, kau bukan lagi orang yang aku kenal. Kau berubah menjadi monster, apa
berbicara
Prang..
Mark membanting gelasnya hingga pecah. Aku terperanjat dan mengutuk diriku lagi
karena kali ini salah dalam berbicara, nampaknya diam bagus untukku saat ini.
“Kau tidak tau apa-apa Chloe, hal yang aku lakukan tadi hanyalah untuk melindungi
diri. Bahkan untuk menyelamatkan orang-orangku, si pengkhianat itulah yang
mendalangi penembakan di restoran” Mark kesal
Aku hanya terdiam, entahlah kali ini aku harus menyetujui perbuatannya atau tidak
__ADS_1
setelah mendengar penjelasannya.
Tanpa aku sadari Mark sudah berada tepat di depan wajahku.
“Dan kau Chloe, melakukan hal-hal yang berani namun bodoh disaat yang tidak tepat.
Aku tidak menyukai pemberontak, terlebih ditempat kediamanku sendiri.” Mark
mengatakan hal itu seraya membelai pipiku lalu mencium bibirku dengan paksa,
aku mencoba melepaskan diri namun semakin diriku dibawa kedalam dekapannya.
Kali ini Mark menidurkanku di sofa, dengan buas mencium bibirku terus kebawah
menelusuri tubuhku sampai pada asset wanitaku, setiap inci dia menikmati. Dan
aku semakin memberontak maka semakin kuat tangan dan kaki Mark mengunci tubuhku.
Mark menghentikan aksinya hanya untuk mengatakan “Chloe sudah kukatakan bahwa, hidup
dan bahkan tubuhmu kini milikku” nafas Mark sungguh terasa di telingaku.
“Hentikan Mark, hidup bahkan tubuhku bukan milik siapa-siapa” aku memberontak
Dengan tubuhnya yang tegap Mark melemparku keatas ranjang, dengan buas merobek gaunku
menciumi tiap tubuhku, menggigit setiap asset wanitaku hingga tampak bekas
kepemilikannya, aku meringis kesakitan namun dia tampak tidak menghiraukan,
seolah kesakitanku malah menambah gairahnya. Aku menangis dalam diam, kupegang
erat apapun yang ada diatas ranjang, seolah aku ini hanya santapan
dihadapannya, berkali-kali aku merasakan sakit dengan permainan Mark yang kasar
bagaikan melampiaskan dendam seluruh pengkhianatan pada diriku, namun pada
__ADS_1
akhirnya dia berhasil menggagahiku.