
Selesai permainan Mark dia menjatuhkan diri disampingku, aku hanya bisa menangis dalam
diam tanpa bersuara hangat kurasakan dipipi yang basah karena air mata, bukan
ini kisah romantic yang ku bayangkan, bukan sebuah keterpaksaan hanya untuk
bertahan hidup.
Mark menggeser tubuhku kedalam dekapannya, kepala nya dibenamkan diantara kedua
asset ku sehingga hangat nafasnya dapat kurasakan.
“Chloe kamu harus ingat bahwa semua ini karena tindakanmu sendiri, kamu lah yang
pertama kali melihatku dengan si pengkhianat itu, dan hal seperti itu tidak
pernah ada wanita-wanita ku yang mengetahuinya. Jangankan menyaksikannya hanya
mendengar cerita seperti itu saja mereka tidak pernah dengar dariku.” ucap Mark
masih dengan posisi sama
Perkataannya hanya menambah kepedihan hatiku, bayangkan dia mengatakan wanita-wanitaku yang
artinya aku hanya menjadi sampah lainnya yang kapan waktu akan dia buang.
Aku mengenang bahwa Mark adalah seorang Cassanova di kota ini, dengan segala
kekayaanya, ketampanannya dan kecerdasannya wanita manapun bisa dipastikan akan
bertekuk lutut, mungkin aku termasuk wanita itu pada dahulu sebelum peristiwa
mengerikan yang kusaksikan.
__ADS_1
Ternyata semua yang dia tampilkan di public hanyalah kedok semata, untuk menutupi segala
keburukannya. Memang terkadang iblis pun bisa berpura-pura sebagai malaikat.
Sesaat kami hanya terdiam, masing-masing tenggelam dalam pikirannya.
“Mark…” aku mencoba memberanikan diri dan mengatur agar suaraku terdengar normal
“Ya..” singkat Mark menjawab
“Bagaimana dengan wanita-wanitamu sebelumnya, apakah mereka kau bawa ke tempat ini juga?”
aku penasaran
“Tidak pernah, aku tidak membawa wanita-wanita itu kesini. Bagiku mereka hanyalah
sebatas pelampiasan atau hanya sekedar pion bisnis, mereka hanya mempedulikan
angka di rekening, kuanggap hubunganku tidak lebih dari sekedar transaksional”
“Lalu bagaimana denganku Mark? Aku hanyalah seorang pegawai biasa dikantormu, dan
mengenai peristiwa yang aku lihat, aku bisa bertindak seolah tak pernah melihat
apapun, aku hanya ingin kembali pada hidupku yang biasa Mark” mohonku
Tiba-tiba Mark bangkit dan duduk disampingku, ekspresinya yang sejak tadi serius kini
semakin tampak tegas, pupil mata hijaunya tampak membesar.
“Dengar Chloe, bagiku memang kau hanyalah wanita biasa bahkan dibandingkan dengan
wanita-wanita yang pernah bersamaku, kau hanya korban atas waktu dan kondisi
__ADS_1
yang tidak tepat. Aku tidak bisa membiarkanmu begitu saja, kau akan tetap
tinggal disini sampai aku memutuskan harus bertindak apa denganmu.” Mark
berucap
“Tapi satu hal yang pasti, selama kau tinggal disini kau harus melayaniku dengan
baik. Karena tidak ada yang gratis di dunia ini” kali ini terlihat seringai di
wajahnya
Pernyataan macam apa itu, bahkan aku tidak pernah meminta untuk tinggal ditempatnya dan
kenapa aku harus membayar atas apa yang tidak pernah aku minta.
Namun kali ini sebaiknya aku mencoba setuju saja dengannya, karena tubuh ini sudah
tak berdaya, aku sudah tidak dapat berpikir, sudah habis tubuh dan energiku.
Lebih baik esok hari aku pikirkan cara untuk terlepas dari jeratan nafsu Mark.
“Baiklah Chloe sepertinya waktumu sudah habis dikamarku, aku tidak terbiasa tidur dengan
wanita semalaman.” Usir Mark
“Apa Mark? Kau seenaknya saja memperlakukan ku seperti seorang wanita bayaran, kalau
begitu jangan pernah lagi memintaku untuk ke kamar ini” tanpa sadar aku emosi
Mark mendekatiku dan mencengkram wajahku, bibirku dilumat dengan kasar olehnya.
__ADS_1