
Voilaaa inilah Chloe, cantik dan cerdas....
Happy Reading All !!! Peace and Love ...
“Aku tidak berselera makan pagi ini” jawabku
“Maaf nona, tapi kumohon nona bekerjasama dengan baik. Karena pekerjaanku menjadi
taruhannya, dan tuan Mark terkenal tegas menghukum siapa saja yang tidak
mematuhinya” jelas pelayan itu
Aku hanya terdiam menunduk, tak berkata apapun. Sekilas teringat kembali tembakan
yang diberikan oleh Mark kepada pria tadi, sontak aku bergidik yang akhirnya
membuyarkan pikiranku. Dan aku menatap kepada pelayan itu.
“Baiklah aku akan memakan sarapan ini, tapi dengan syarat” pintaku
“Apa itu nona ?” pelayan itu penasaran
“Aku ingin kamu ikut menemaniku sarapan dan aku ingin tahu namamu dari semalam kamu
dengan baik melayaniku tapi bahkan namamu saja aku tidak tahu.” kataku
Wajah pelayan itu tampak tersenyum
“Namaku Laura nona” jawabnya
“Nama yang bagus, dan satu lagi bisakah aku minta kamu menjadi temanku selama aku
masih disini?” sambil tanganku meraih croissant yang ternyata mengunggah
seleraku dan sepertinya perutku pun sudah mulai bersuara."
“Tentu nona, aku mau menjadi temanmu” dengan ramah Laura menjawabku
__ADS_1
Akhirnya kami berdua sarapan bersama dan saling berbagi cerita, menceritakan segala hal
dan terkadang menertawakan hal konyol yang pernah terjadi dalam hidup
masing-masing. Setidaknya dengan adanya seorang teman baru di mansion ini, aku
bisa melupakan sejenak peristiwa demi peristiwa yang terjadi.
“Laura bolehkan aku bertanya sesuatu ?” ucap Chloe dengan hati-hati
“Apa itu nona?” Laura
“Apakah kamu tahu yang terjadi hari ini pada seorang pria yang tampak berwajah asia?”
cecarku
“Uuumm.. maaf nona, peraturan di mansion ini tidak ada satupun yang boleh bercerita,
membicarakan atau bahkan mencari tahu apa saja kegiatan atau yang terjadi
disini. Pekerjaan atau bahkan nyawa kami yang menjadi taruhannya.” Laura tampak
“Kalau ternyata bekerja disini sangatlah menakutkan kenapa kamu masih mau bekerja
disini? “ aku penasaran
“Rata-rata yang bekerja disini sudah turun temurun nona, dan memang orang-orang kami loyal
terhadap tuan Kensington. Lagipula disini kami aman dan terjamin selama kami
mengikuti seluruh aturan yang ada, dan satu hal lagi nona apapun yang nona
lihat mengenai tuan Mark sebenarnya beliau adalah orang yang baik dan
bertangggung jawab.” Jelas Laura
“Tapi Laura baru saja aku melihat Mark menem..mmpphhh” tiba-tiba saja mulutku ditutup
oleh tangan Laura.
“Maaf nona, jangan membahas apapun disini. Saya tidak ingin tahu dan tidak ingin
__ADS_1
terlibat apapun” Laura berbicara dan akhirnya melepaskan tangannya dari
mulutku.
“Huffttt… baiklah aku mengerti posisimu” aku mendengus kesal
“Nona, saya akan menyiapkan air hangat untuk mandi dan akan membawakan pakaian baru
untuk nona” Laura berbicara seraya membereskan sarapanku dan berjalan kearah
kamar mandi.
Aku hanya terdiam dan mengangguk mengisyaratkan mengerti apa saja yang sudah
dikatakan Laura.
“Nona air hangatnya sudah siap, aku akan membawa bekas sarapan ini ke dapur dan
kembali untuk memberikanmu pakaian.” Kembali Laura menjelaskan, dan untuk
kesekian kali pula aku hanya mengangguk. Laura menghilang dari pandanganku dan
pintu tertutup, aku dengan langkah gontai memasuki kamar mandi dan
menenggelamkan tubuh serta pikiran liarku ke dalam air.
Mataku terpejam, potongan-potongan ingatan mengenai kejadian pria yang disebut pengkhianat
itu berkelebat dibenakku. Wajahnya tampak berantakan, suara memohonnya
terdengar pilu dan rasa sakit luar biasa pastinya disaat timah panas itu
menembus ke kulit kaki nya berkali-kali.
Tak habis pikir kali ini aku bermain dengan apa dan siapa?
Sama sekali tidak terlintas bahwa hidupku akan berubah drastic menjadi thriller.
Seandainya saat ini ada Janice, ya Janice mungkin Janice tahu mengenai hal ini karena dia
lebih lama bekerja dibanding denganku. Tapi bagaimana kalau ternyata dia tidak
tahu, dan ternyata kalau aku cerita malah akan melibatkannya dalam masalah
__ADS_1
besar.