ISEKAI : PETUALANGAN SI CHEATER DI DUNIA FANTASI

ISEKAI : PETUALANGAN SI CHEATER DI DUNIA FANTASI
PROLOG


__ADS_3

Dalam sebuah  Dungeon, lima orang berjalan menyusuri lorong sempit yang hanya bisa di lewati oleh satu orang.


Mereka berbaris sembari menjaga jarak agar tidak menabrak satu sama lain karena terlalu sempit, hingga terkadang mereka harus berjalan menyamping agar bisa melewatinya.


Setelah beberapa saat berjalan menyusuri lorong sempit itu, tibalah mereka di sebuah lorong yang lebih besar.


Tingginya sekitar 10 meter dan lebarnya sekitar 8 meter, memudahkan mereka bergerak lebih leluasa.


Lorong tersebut tidaklah lurus seperti pipa, melainkan terdapat banyak persimpangan bahkan tak sedikit pula belokan.


Terdapat bongkahan kristal yang memancarkan sinar dengan warna yang beragam, bagaikan perhiasan yang menempel di setiap sisi lorong.


Mereka berhenti sejenak.


Orang yang berapa di barisan paling depan berbalik menghadap rekan - rekan yang berada di belakangnya, Seorang pria Paladin memakai Armor silver lengkap yang berperan sebagai pemimpin dalam tim.


Dia memandangi rekan - rekannya sejenak, kemudian –


"baiklah...., sama seperti biasa. Kita membuat formasi yang sudah di tentukan sebelumnya".


"baik".


Ke-empat rekannya serempak menanggapi instruksi si pemimpin, dan mulai membentuk formasi 2 - 2 - 1.


Dua orang Pria Paladin dengan perisai dan pedang mengambil posisi terdepan berperan sebagai Tanker.


Salah satu dari mereka adalah pemimpin yang menggunakan Armor silver, Dan yang satunya lagi pria bertubuh besar mengunakan Armor biru.


Dua orang lainnya, seorang pria Warrior dan wanita Assasin mengambil posisi di tengah sebagai eksekutor.


Mereka memakai Armor ringan yang hanya menutupi beberapa bagian tubuhnya saja, Si Warrior menggunakan senjata tombak, sedangkan Assasin pengguna pedang ganda.


Mereka akan bertukar tempat saat serangan musuh berhasil di patahkan Tanker di depan, kemudian giliran mereka memberi serangan penghabisan.


Yang terakhir yaitu gadis penyihir (mage) berperan sebagai pendukung di barisan paling belakang.


Dia membantu serangan jarak jauh guna memangkas musuh yang tak dapat di jangkau rekannya di depan, sekaligus bertugas menyembuhkan dan memberikan efek Buff.


Setelah menempati posisi masing - masing, mereka melanjutkan perjalanan menyuri lorong.


"kapten..! dari mana kau mendapatkan peta Dungeon ini?"


Warior bertanya pada pemimpin di depan.


Ternyata si pemimpin di panggil kapten oleh rekan - rekannya.


"eeehh... kan sudah kuberi tahu dalam rapat tadi".


kaptem menjawab sembari mengeryitkan alisnya.


"memang sudah di bahas ya tadi?".


"....hhhhmmm".


kapten mendengus jengkel dengan pertanyaan si Warrior, kemudian menasehati.


"makanya kalau orang lagi menjelaskan, di dengar baik - baik".


"maaf - maaf..".


"................"


"jadi.... siapa yang memberikan peta itu?".


Karena tidak mendapatkan jawaban dari kapten, Warrior sekali lagi mengulangi pertanyaannya.


"aku mendapatkannya dari seseorang yang mengaku pernah sampai lantai paling bawah. Katanya, timnya di kalahkan sebelum sampai ketempat Bos terakhir".


"begitu ya kapten. hebat juga mereka bisa sampai lantai terakhir. Padahal Dungeon ini baru kemarin di temukan. Pasti level mereka sudah 80 ke atas".


"benar... bila level mereka di bawahnya dengan tingkat kesulitan Dungeon Rank S seperti ini, maka tidak mudah bisa sampai lantai terbawah hanya dalam waktu satu hari. Normalnya bila Player yang memiliki level 50 ke bawah, butuh waktu berhari - hari untuk menyelesaikan setiap lantai.".


"lalu.. berapa banyak yang dia minta padamu, kapten?"


"tidak.. dia memberinya secara Cuma - Cuma".


"apa?.. yang benar saja...! orang bodoh mana yang mau memberikan itu secara gratis!"


Sontak si Warrior tercengang seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"ini nyatanya ada".


kapten menunjuk jari pada peta yang mengambang di depannya sambil melirik si Warrior di belakang.


"aku tidak habis pikir, kenapa dengan mudahnya dia memberi peta yang susah payah di buat tanpa meminta imbalan apa pun. aku curiga, ini pasti jebakan".


"tinggal pakai saja kok repot.."


Assasin di sampingnya menimpali perkataan Warrior pelan.


Tapi si Warrior mendengar apa yang di katakan rekannya itu, Yang membuat dirinya geram.


"apa kau bilang....?"


"apa..? aku tidak bilang apa - apa..!"


Si Assasin menanggapi protes Warrior dengan tak acuh sambil tetap memandang ke depan.


"jangan pura - pura bodoh..!"


"siapa yang kau bilang bodoh?"


Warrior mulai mengangkat tombaknya, dan si Assasin meletakan tangan pada pedang yang di sarungkan di pinggangnya.


Masing - masing sudah siap melancarkan serangan.


"sudah... hentikan kalian berdua..".


"...........".


Kapten menegur tegas mereka berdua.


Hanya Kapten, rekan lain yang menyaksikan tersenyum kecut seakan mengatakan "sudah bisa".


Mereka sudah paham betul dengan kedua rekannya ini.


Di mana pun mereka berada bila di kumpulkan bersama pasti akan selalu bertikai.


Seperti anjing dan kucing, tidak pernah akur.


kapten kembali melanjutkan.


"lebih baik kalian berdua fokus. Kita tidak tahu kapan Monster akan menyerang".


"cceekkk...."


"hhuuhhh.."


Mereka berdua memalingkan pandangan satu sama lain dan kembali diam.


Mereka sadar bahwa membuat keributan lebih dari ini akan memecah konsentrasi dalam tim.


Dan itu akan merugikan bila ada serangan tiba - tiba yang dilancarkan oleh para Monster yang mendiami Dungeon ini. Tapi-


"aneh.. kita sudah masuk terlalu jauh tapi tidak ada Monster satu pun yang kita temui".


Si penyihir di barisan paling belakang merasakan ada sesuatu yang tidak beres.


"mungkinkah ini Bug..?"


"tidak mungkin. Game ini sudah di lengkapi dengan sistem yang lebih canggih. Kecil kemungkinan mengalami Bug".


Penyihir menjawab pertanyaan si Warrior.


"lalu kenapa tidak ada Monster satu pun?"


"aku juga tidak tahu".


"mungkinkah sudah ada orang yang masuk terlebih dahulu sebelum kita?"


"itu tidak mungkin. Gerbang pintu masuk Dungeon tak akan terbuka bila masih ada orang di dalam".


"terus kenapa tidak apa monsternya?"


"mana aku tahu.! Hhhuuhhh".


Penyihir tampak kesal dengan setiap serangan pertanyaan yang Warrior lontarkan.


Pertanyaan yang sudah pasti di ke-tahu-i jawabannya, tapi tetap dipertanyakan.


Seperti memancing di kolam renang.


"bagaimanapun juga, kita harus tetap maju untuk memastikan apa yang terjadi di sini".


Kapten menimpali percakapan mereka berdua.


Memang benar, ada yang aneh dengan Dungeon ini.


Tidak ada satu pun tanda - tanda kehadiran Monster.


Sepi, hanya ada mereka berlima.


Sesekali mereka melewati sarang Monster, tapi tak ada satu pun di sana.


Ke mana semuanya pergi?.


Tak ada satu pun dari mereka yang bisa menjawab.


Berdasarkan dengan pengalaman yang mereka alami selama menjelajahi Dungeon, seriap lima atau enam meter pasti sudah ada Monster yang akan mencegat.


Sudah satu jam mereka menyusuri Dungeon.


Melewati beberapa persimpangan dan memasuki tempat - tempat yang biasanya menjadi sarang kawanan Monster.


Menuruni tangga yang mengarah ke bawah menuju ke lantai berikutnya.


Dan kini tibalah mereka di lantai terakhir.


Tetap saja, sampai sejauh ini tak di temukan Monster sepanjang perjalanan dan tak ada satu pun jebakan yang menghambat mereka.


XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX


Sampailah mereka di depan pintu yang menuju ruangan bos terakhir.


Pintu terbagi menjadi dua dengan ukuran yang sangat besar bahkan tingginya hampir menyentuh langit - langit gua.


Warna kuning ke emas-an dan ukiran yang sungguh elegan.


Terdapat gambar ukiran kepala singa di sisi kiri dan kanan pintu.


"jadi akhirnya tidak ada monster satu pun yang kita temukan".


Warrior memulai percakapan dengan tampang kesal.


"benar sekali. Aku penasaran, apakah di balik pintu ini juga tidak ada Bos monsternya?"


Assasin menimpali sembari memegang dagunya.


"bila memang begitu. Sia - sia saja kita kesini"


"..........."


Semuanya diam, tidak ada yang menanggapi apa yang di kekuhkan Warrior.


Hening beberapa saat hingga si penyihir bergumam memberikan sebuah pernyataan yang menarik.

__ADS_1


" Dungeon Baychimo..."


Semua mata memandang kepadanya.


Cukup lama hingga dia menyadari bahwa rekan - rekannya sedang memperhatikan, lalu melanjutkan dengan sebuah pertanyaan.


"apa kalian pernah mendengar sebuah rumor tentang Dungeon Baychimo?"


"tidak.. aku belum pernah mendengarnya".


Kapten menjawab di ikuti dengan gelengan dari rekan yang lain.


"kalau begitu, bagai mana dengan legenda kapal hantu Baychimo?".


Pertanyaan dari si penyihir itu di tujukan kepada si kapten.


Kapten memejamkan matanya dan bersedekap seraya berpikir.


lalu –


"aaahhh... aku tidak tahu detailnya, kalau tidak salah kapal itu ditemukan setelah bertahun - tahun berlayar tanpa awak. Bukankah begitu?"


"benar.. aku pernah mendengar ini dari seorang teman, bahwa ada orang yang pernah mengalami hal serupa. Dungeon tanpa monster. Mereka menyebutnya Dungeon Baychimo".


"Apa yang terjadi pada mereka di dalam Dungeon itu?"


Mendengar penjelasan dari Penyihir, Warrior mengajukan pertanyaan dengan penuh penasaran.


"mereka memasuki ruangan Bos Monster tapi tak ada satu pun Monster di dalam, tapi mereka menemukan sesuatu!".


"apa yang mereka temukan?".


"seorang Player, hanya satu orang".


"apa....? tidak.. tidak.. tidak mungkin. Bagai mana bisa ada Player lain selain kita di sini. Dan juga bila ada Palyer lain walaupun Cuma sendiri, pintu gerbang masuk tidak akan terbuka".


"tapi seperti itulah rumor yang aku dengar".


Warrior mengajukan keberatan,  tapi si penyihir menanggapi perkataannya dengan datar.


lalu Warrior kembali melanjutkan.


"masih belum bisa di percaya. Mungkin saja mereka salah mengira, bahwa Player yang di lihatnya ternyata adalah Bos Monster itu sendiri".


"aku yakin mereka tidak salah lihat. Dia bukan NPC seperti yang kita tahu. Dia berbicara, Dia berkomunikasi terlebih dahulu sebelum membantai habis mereka semua".


"membantai habis semuanya katamu!".


Mata ketiga rekannya terbelalak mendengar penjelasan si penyihir.


Seakan mengatakan "tidak mungkin".


Begitu pula dengan Warrior yang sedari tadi berbincang dengannya, tanpa ada satupun orang yang ikut dalam percakapan mereka berdua.


Tapi Si penyihir hanya membalas dengan anggukan tanpa ekspresi di wajahnya, seraya mengatakan–


"begitulah yang aku dengar".


"kita harus masuk ke dalam untuk memastikan kebenarannya".


Itulah kalimat penutup yang di sampaikan Paladin bertubuh besar.


Mereka kembali membentuk formasi semula dan bergegas menuju pintu raksasa di depannya.


XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX


Sesampainya di pintu, kapten mendorong sisi kanan pintu perlahan - lahan.


Dan terbukalah pintu itu dengan suara 'GEEERRSS', karena dasar pintu bergesekkan langsung dengan lantai.


Di dalam ruangan.


Suasana gelap gulita, Tidak ada satu pun cahaya yang di hasilkan oleh kristal - kristal seperti sebelumnya.


Di antara mereka pun tidak ada yang memiliki kemampuan melihat dalam kegelapan.


Hanya ada cahaya redup di belakang berasal dari celah pintu yang masih terbuka.


Tapi tiba - tiba, suara benturan keras dari belakang membuat mereka semua tersentak.


'GUUAARRR....'.


Mereka pun berbalik untuk memastikan apa yang terjadi.


Ternyata, pintu yang tadinya masih terbuka kini tertutup rapat.


Tidak ada jalan keluar, tidak ada jalan kembali.


Selang beberapa saat setelah suara benturan tadi, satu persatu cahaya biru menyala dari pinggir ruangan.


Api berwarna biru perlahan - lahan menyala semakin besar.


Kini ruangan yang tadinya gelap terlihat jelas.


Sebuah ruangan yang tiga kali lipat lebih luas dari lorong sebelumnya.


Ada obor yang menancap di dinding dan disusun rapi dengan jarak sekitar satu meter antara yang lain.


Ruangan tersebut berbentuk persegi panjang, Tidak ada sebongkah batu atau benda pun di tengah ruangan.


Lapang dan kosong.


Mereka memasang kuda - kuda, memegang senjata dan menajamkan semua indra bersiap menghadapi serangan yang akan datang.


Tapi...., tak ada satu pun tanda - tanda keberadaan Monster.


Kosong, ruangan benar - benar kosong.


Aahh... tidak juga.


Ada beberapa anak tangga di depannya dan dua buah obor dengan api biru di sisi kiri dan kanan.


Di atas panggung, seseorang sedang duduk di atas kursi megah dengan satu tangan memangku dagunya.


Rambutnya berwarna putih dan memakai pakaian yang tertutup jubah berwarna hitam.


Serba hitam, tidak ada warna lain dan tidak pula ada Armor menutupi tubuhnya.


"yyoo.. kalian lama sekali. Aku sampai bosan menunggu.! ".


"..................."


Tubuh mereka menegang, tak ada satu pun yang bergerak.


Mereka hanya menatap bingung sosok pria itu.


Pikiran mereka mulai kacau karena baru kali ini mengalami kejadian yang begitu membingungkan.


"hheellooo..... apa kalian dengar?".


"..............."


Mereka masih diam.


Tidak ada Satu pun yang berniat menjawab pertanyaan orang tersebut.


Tentu saja, ini aneh.


Bagai mana mungkin Bos Monster atau NPC berbicara pada mereka.


"apa suaraku terlalu pelan.!."


Pria itu bergumam sendiri sambil memegang dagunya.


lalu menempelkan kedua tangannya ke mulut dan menekuknya membentuk oval.


Di lanjutkan dengan teriakan yang menggema di seluruh ruangan.


"HHAAALLLOOOO..... APA KALIAN DENGAR...!".


"....aaahhh".


Suara keras itu berhasil mengembalikan kesadaran mereka.


Mereka berlima mulai menggerakkan tubuhnya dan saling bertukar pandang satu sama lain.


Sekarang, keraguan tentang rumor Dungeon Baychimo yang baru saja mereka ketahui sudah sirna.


Sosok yang duduk dengan angkuh bak seorang raja di atas singga adalah buktinya.


"siapa kau?. Apa yang kau lakukan dengan Dungeon ini?".


Kapten melontarkan pertanyaan.


Ekspresi keceriaan tampak jelas dari wajah pria berpakaian hitam.


"eehheemmm.. eehheemmm... sebelumnya. Aku ucapkan terima kasih sedalam - dalamnya karena sudah bersedia menerima undangan dariku".


"undangan?"


Kapten melirik ke arah rekannya di belakang satu persatu, dan hanya mendapatkan gelengan dari mereka.


"ya.. undangan. Bukankah sudah aku berikan padamu?"


"aku tidak menerima undangan apa pun!".


"apa kau sudah lupa padaku..? aku sudah memberikan peta padamu yang kalian gunakan untuk datang sampai kesini".


"jadi orang itu kau,?".


"ya... itu aku, aku menyamar menggunakan karakter lain".


Pria berpakaian hitam itu mengangguk dalam, sembari menanggapi pertanyaan yang dilontarkan kapten.


"untuk apa kamu melakukan semua ini...? apa ini jebakan...!".


"aaahhh.... tidak. Sama sekali tidak ada niat untuk menjebak kalian".


"lantas apa tujuanmu?"


"aku hanya ingin bersenang - senang dengan kalian".


Setiap jawaban dari pria berpakaian hitam itu disertai dengan senyum simpulnya, membuat Warrior yang dari tadi diam hanya mendengarkan percakapannya dengan Kapten akhirnya geram.


"jangan bercanda. Apa kau mau main - main dengan kami..?"


Warrior yang sudah tersulut emosi membentak dengan suara keras, hingga membuat rekannya yang lain tersentak.


"tidak... tidak.. tidak.. kan sudah aku bilang, aku hanya ingin bersenang -senang dengan kalian. Eehhh... bersenang - senang!. bermain - main!. Bedanya di mana ya..?"


Dia memiringkan kepalanya sambil menatap ke atas, karena kebingungan dengan perkataannya sendiri.


Warrior tidak lagi dapat membendung emosinya.


Dia menggenggam erat tombak dengan kedua tangannya dan bersiap mengambil ancang - ancang.


Tapi sebelum dia melompat maju si gadis penyihir sudah melafalkan mantra serangan.


"[Giant FireBall]"


Bola api yang sangat besar melesat dengan sangat cepat menuju panggung di mana pria berpakaian hitam berada.


Bola api itu pun meledak setelah menghantam tubuhnya.


'BBOOOOMMMMM'

__ADS_1


Kepulan asap hitam beserta debu menutupi panggung, akibat dampak dari ledakan yang cukup besar.


"apa yang kau lakukan?".


Kapten mengerutkan keningnya sembari bertanya pada si penyihir.


"aku hanya sedikit kesal".


Si penyihir menjawab acuh tak acuh, dengan memalingkan wajah sambil bersedekap dan mengembungkan pipinya.


Asap hitam sudah mulai memudar. Dan-


"hhhiiiiaaahhhh.... tadi itu mendadak sekali. Hampir saja... hampir saja....!"


Mata mereka terbelalak. Terutama si penyihir.


"Bagai mana mungkin, HP yang di miliki pria itu tidak berkurang sedikit pun. Padahal itu jenis sihir tingkat tinggi. Bahkan konsumsi mana yang tidak sedikit pula. Apa dia menghindarinya?. Tidak.. aku jelas - jelas melihat sihirku berhasil mengenainya. Tapi kenapa..., Tidak ada efek sama sekali".


Penyihir tidaklah berkata dalam hati, tapi karena terlalu pelan hingga tidak ada satu pun orang yang mendengarnya.


HP seorang Player dapat di lihat oleh Player lain.


HP tersebut berbentuk persegi panjang berwarna merah mengambang di atas kepala.


Sedikit transparan tapi masih dapat dilihat walau dengan pencahayaan yang redup.


Mereka kembali membeku, tapi dalam posisi lebih waspada.


Pria berpakaian hitam itu mulai berjalan turun dari panggung.


Setelah sampai di tanah, dia menghentikan langkahnya.


Pria itu tidak memegang senjata apa pun.


Tidak ada pedang, tidak ada perisai, bahkan tidak ada tongkat.


Tapi melihat penampilannya dengan mengenakan jubah panjang menutupi tubuhnya, bisa di pastikan bahwa itu adalah ciri khas seorang penyihir.


Dia berdiri di sana, dengan pose kedua tangan di masukan ke kantong celana.


Lalu kembali berbicara.


"itu terlalu cepat, aku bahkan belum memperkenalkan diriku.. bagaimana bila kita berkenalan terlebih dahulu".


Penyihir hitam itu kembali menyeringai.


Kemudian melanjutkan kalimatnya.


"bisakah kalian memperkenalkan nama ka -"


"Grrraaaaa...."


Sebelum penyihir hitam menyelesaikan ucapannya, si Warrior melompat dengan kecepatan angin ke arahnya.


Hanya kurang dari satu detik Warrior pun sudah sampai satu langkah di depannya dan memberikan serangan ke arah perut.


Tapi sebelum serangan itu sampai, penyihir hitam berhasil menghindarinya.


Datang lagi serangan susulan dari atas dan lagi - lagi dia menghindari dengan sedikit mundur ke belakang.


Serangan ketiga, serangan kombinasi berupa tusukan yang lebih cepat menghujani tubuhnya.


Tapi dengan tenang dia menghindari semua serangan itu.


Di serangan terakhir, Warrior mengarahkan serangannya pada bahu dalam lompatan yang cukup tinggi.


Si penyihir hitam mematahkan serangan itu hanya dengan mengapit ujung mata tombak dengan kedua jarinya.


Gerakan Warrior pun berhenti.


"aaarrrggghhhh...."


Jepitan yang begitu kuat hingga si Warrior keusahaan mencabut tombaknya.


Dia pun melancarkan serangan menggunakan kakinya.


Tapi tetap saja penyihir hitam berhasil menahan serangan dan menangkap kaki Warrior dengan tangan yang satunya.


Kali ini, Warrior hanya berdiri dengan satu kaki saja.


"aarrgghhhh... lepaskan!".


" .......Oke".


Penyihir hitam menanggapinya sembari tersenyum.


Dia pun melepaskan cengkeramannya dan Warrior berhasil terbebas.


Tak mau membuang kesempatan, si Warrior sekali lagi melancarkan serangannya.


Tapi sebelum serangan itu berlangsung tubuhnya terpental ke udara dan terlempar ke belakang.


Tubuhnya berhasil di tangkap oleh Paladin bertubuh besar seperti seorang keeper menangkap bola.


Mereka pun sama - sama jatuh terseret beberapa meter ke belakang.


XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX


Kapten hanya tercengang dengan apa yang dia saksikan.


" a..apa yang baru saja k..kau lakukan..?".


Kapten bertanya dengan suara yang bergetar.


"aku hanya memukulnya.. apa kalian tidak lihat?".


"aku tidak melihatmu bergerak sedikit pun saat selesai melepaskan cengkeramanmu darinya...".


"aaahhh.. sepertinya aku terlalu cepat hingga kamu tak melihatnya.. humm... hummm.. aku memang terlalu cepat tadi".


Penyihir hitam menjawab santai pertanyaan Kapten dengan bersedekap dan memegangi dagunya satu tangan, sembari menganggukkan kepalanya.


Kapten tak dapat berkata apa - apa lagi.


Dia hanya mengerutkan dahinya seakan mengatakan 'aku tak percaya itu'.


Paladin bertubuh besar, mengulurkan tangannya Pada Warrior.


"kau masih bisa bertarung..?".


Warrior pun menyambut tangannya sembari berkata –


"aku masih bisa....".


Paladin bertubuh besar membatu Warrior berdiri.


Akibat serangan yang di terimanya, Warrior kehilangan setengah dari HPnya saat ini.


"tolong sembuhkan dia".


"baik".


Setelah menanggapi permintaan Paladin bertubuh besar, Si penyihir segera melafalkan mantra penyembuhan.


"[Healing]".


HP Warrior bertambah walaupun hanya 10%.


Penyihir tidak menggunakan 'super healing' yang dapat memulihkan HP sampai 100%.


Karena dia ingin menghemat penggunaan mananya yang saat ini hanya tersisa 60%.


"dia tidak normal".


Warrior mengumumkan kesimpulannya dari pertarungannya tadi.


Dan kapten pun menanggapinya dengan antusias.


"apa maksudmu dengan tidak normal?".


"gerakannya dan kekuatannya sungguh tidak masuk akal. Dan.... coba lihat,... dia hanya seorang Mage. Tidak mungkin memiliki kekuatan fisik seperti itu".


"bukankah itu wajar bila levelnya sudah sampai 90 atau lebih?".


" tidak...walaupun dia sudah sampai level seratus, dia tidak akan secepat dan sekuat itu. Sungguh tidak wajar"


"jadi maksudmu?".


"seakan - akan, semua status poin yang dia miliki berada di tingkat MAX".


Kapten terdiam.


Dia menatap kosong ke depan.


Dia berusaha mencerna situasi yang saat ini mereka hadapi.


Lalu Assasin ikut ambil bicara.


"semua status kau bilang?".


Warrior mengangguk pelan.


"tidak mungkin.. tidak mungkin ada orang yang dapat memaksimalkan semua status poinnya. Bahkan Player dengan level 100 sekalipun".


"mungkin saja"


Kapten menimpali percakapan Assasin, seakan telah menemukan suatu kesimpulan.


"Bagai mana bisa?".


Assasin masih tidak dapat mempercayainya.


Bagaimana mungkin, seorang Player bisa meningkatkan semua status Pointnya dalam kondisi MAX.


Bahkan pro Player dengan level 100 sekalipun.


Karena setiap karakter hanya di beri Point terbatas untuk menaikkan status Pointnya.


Bila kalian pernah bermain Game RPG, pasti paham betul sistem ini.


Tapi bila tidak, mungkin bisa di jelaskan sesederhana mungkin.


Anggap kalian di beri jatah 100 Point.


Kalian harus menggunakan Point tersebut untuk meningkatkan status Point sebagai berikut;



STR (Strength) \= 1/100, 2. VIT (Vitality) \= 1/100, 3. DEX (Dexterity) \= 1/100.



Bila kita masukan Pointnya sesuai keinginan kita agar seimbang antar kekuatan, pertahanan, ketangkasan dan sebagainya.


Kira - kira akan menjadi seperti ini;


STR (Strength) \= 35/100, 2. VIT (Vitality) \= 35/100, 3. DEX (Dexterity) \= 30/100.


Ini hanya contoh.


Bisa kita lihat bahwa mustahil untuk mencapai status Point 100. Kecuali -


kapten menjawat dengan pasti.


"dengan CHEAT".

__ADS_1


"................"


__ADS_2