ISEKAI : PETUALANGAN SI CHEATER DI DUNIA FANTASI

ISEKAI : PETUALANGAN SI CHEATER DI DUNIA FANTASI
LATAR BELAKANG DAN ALASAN


__ADS_3

Seven Legends In Fantasy World, yang biasa di singkat 'SELIFWOR'.


Sebuah game Virtual Reality yang mengusung konsep MMORPG.


Kita dapat memilih salah satu dari tujuh Class Character yang sudah di persiapkan.


Yaitu; Warrior, Paladin, Mage, Ranger, Summoner, Monk, dan Assasin.


Sebuah Game Open Word yang memberikan kebebasan pada kita menjelajahi dunia fantasi.


Bila kalian pernah menonton Anime S.A.O, maka konsepnya tidak jauh berbeda.


Ya singkatnya, kalian menggunakan sebuah alat seperti helm yang terhubung ke jaringan internet kemudian meng-aktif-kannya.


Kesadaran kalian akan di kirim ke dunia Game dan dapat bergerak bebas tanpa menggerakkan tubuh asli kalian.


Aku sudah bertahun - tahun memainkan Game ini, bahkan dari pertama kali Game ini di luncurkan.


Dalam Game ini, aku mendapatkan banyak pengalaman yang belum pernah aku dapatkan.


Menjelajah, bertemu banyak orang, bahkan aku bebas melakukan apa pun yang aku inginkan.


Berinteraksi dengan beberapa orang itu menyenangkan, aku sungguh menikmatinya.


Hanya dengan memainkan Game ini aku merasa bahwa aku masih hidup.


Kenapa aku berkata begitu?, karena aku hannyalah orang rumahan yang tidak akan pernah merasakan dunia luar.


Duniaku hanya sebatas ruang kamar yang ukurannya tidak terlalu besar.


Bukannya aku mengurung diri dan tidak ingin keluar, tapi kondisi yang mengharuskanku begini.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Akan aku ceritakan sedikit tentang hidupku.


Aku lahir di keluarga kaya.


Ayahku memiliki banyak perusahaan sekaligus menjabat status tinggi di dunia politik.


Dan Ibuku bekerja sebagai pemimpin salah satu perusahaan ayah.


Mereka adalah pekerja keras, tapi itu membuat mereka jarang pulang ke rumah.


Saat usiaku dua tahun, mereka membawaku ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.


Kenapa?, karena saat itu aku tidak kunjung bisa merangkak dan berjalan.


Berbeda dengan balita lainnya, aku hanya dapat duduk tanpa bisa menggerakkan kedua kakiku.


Di rumah sakit kami di beritahu bahwa aku menderita penyakit 'Cerebral palsy', yang mengakibatkan kakiku terkulai lemas dan tak bisa di gunakan untuk berjalan.


Penyakit itu akan aku derita seumur hidup tanpa bisa di sembuhkan.


Menyadari kekuranganku ayah tampak kecewa.


Bagai mana tidak, anak laki - laki yang di harapkan kelak menjadi penerusnya berakhir seperti ini.


Sedangkan ibu hanya menangis dan memeluk tubuh kecilku.


Aku tahu ibu sangat sedih saat itu.


Yah.. mau bagaimana lagi, aku tidak pernah berharap memiliki kecacatan seperti ini.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Saat ulang tahunku ke 7, aku di beri hadiah kursi roda oleh ayah dan ibu.


Ayah tidak lagi tersenyum seperti dulu tapi dia masih bersikap baik padaku.


Aku mulai belajar menggunakan kursi roda.


Hari itu pertama kalinya aku berjalan, aku merasa bahagia.


Sungguh menyenangkan bisa bergerak sendiri tanpa bantuan orang lain.


Tapi ayah melarangku untuk tidak pergi keluar rumah, tentu saja aku menurut padanya.


Pengasuh ikut senang melihatku yang sudah bisa berjalan mengelilingi rumah.


Dari ayah dan ibu, dialah yang paling tersentuh melihat perkembanganku.


Dia sudah mengasuhku dari masih bayi, mungkin dia menganggapku seperti anaknya sendiri.


Karena ayah dan ibu jarang di rumah, aku lebih banyak menghabiskan waktu sepanjang hari bersamanya.


Aku pun sudah menganggapnya seperti ibu angkatku sendiri.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Adikku pun lahir, seorang laki - laki.


saat itu umurku menginjak 11 tahun.


Ayah menyambut kelahirannya dengan suka cita.


Mereka begitu perhatian padanya sampai - sampai membuatku iri.


Ibu sudah tidak lagi di sibuk bekerja, dia menghabiskan sepanjang harinya mengasuh adikku.


Ayah juga berubah, dia pasti pulang ke rumah setelah selesai bekerja.


Mungkin mereka tidak mau apa yang aku alami juga di alami adikku.


Ironis memang.


Tapi mau bagaimana lagi, sebagai anak cacat dan gagal sepertiku hanya bisa menerimanya sesakit apa pun itu.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Adikku tumbuh menjadi anak yang sehat, ceria dan energik.


Umurnya sekarang sudah 3 tahun sedangkan aku 14 tahun.


Kami tidak pernah bermain karena ayah melarangku mendekatinya.


'kenapa? Aku tidak akan menyakitinya, aku hanya ingin bermain dengannya. Aku juga tidak akan menularkan penyakitku padanya'.


Tentu saja, aku tidak punya keberanian berkata seperti itu pada ayah.


Aku masih belum bisa hidup mandiri dengan semua keterbatasanku ini.


Jadi aku akan menuruti semua perkataannya tanpa membantah sedikit pun.


Walau keberadaanku tak jauh berbeda dengan tanaman hias yang ada di pojok ruangan.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Setahun kemudian ayah mengirimku dan pengasuh ke salah satu rumahnya di pinggiran kota.


Hanya kami berdua beserta beberapa barang pribadiku.


Rumahnya lumayan besar bahkan mungkin terlalu besar untuk kami berdua.


Rumah ini terletak jauh dari pemukiman penduduk, butuh waktu 20 menit menggunakan mobil melawati sawah dan hutan untuk sampai ke sini.


Aku sudah tahu bahwa suatu saat hal seperti ini pasti akan terjadi.


Untuk menghindari rasa malu akan anak cacat sepertiku, inilah keputusan yang tepat dengan mengasingkanku.


Mau bagaimana lagi.!.


Selama kehidupanku masih di tanggungnya, aku hanya bisa menerima dengan lapang dada.


Saat hendak meninggalkan kami, ayah menanyakan sesuatu padaku.


"apa kamu keberatan tinggal di sini?"


"tidak.... aku rasa aku akan betah tinggal di sini".


Aku menjawabnya sembari tersenyum.


Ya.. apa pun yang ayah berikan aku hanya bisa menerimanya dengan sepenuh hati.


Bila aku keberatan, ayah pasti sudah membuangku di suatu tempat dan membiarkanku mati di jalanan.


Memikirkannya saja sudah membuatku takut.


Aku masih bersyukur bahwa dia masih menafkahi orang yang tidak berguna sepertiku.


Walau baginya membiayai hidupku tidak jauh berbeda dengan membiayai hewan peliharaan.


"baguslah kalau begitu. Bila kau perlu sesuatu, bilang saja pada pengasuhmu".


"baik".


Aku menunduk dalam sebagai tanda penghormatanku padanya.


Penghormatan terakhir, karena aku yakin dia tidak akan perah lagi menginjakkan kakinya di rumah ini.


Setelah perbincangan singkat itu, dia pergi meninggalkan kami berdua tanpa melihat ke belakang sekali pun.


Aku pasti akan merindukan sosoknya itu suatu saat nanti.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Saat ini umurku 17 tahun.


Dua tahun telah berlalu semenjak ayah mengirimku ke rumah ini.

__ADS_1


Aku sudah terbiasa hidup berdua dengan pengasuhku.


Dia selalu baik padaku, dia mengajariku banyak hal dan satu - satunya orang yang selalu berada di sisiku.


Kami tidak pernah kekurangan karena ayah selalu rutin mengirim uang setiap bulannya.


Aku mengisi keseharianku beraktivitas di dalam kamar.


Karena mungkin sudah terbiasa menghabiskan waktu di dalam rumah, jadi tidak ada niatan sedikit pun untuk bepergian keluar.


Di internet aku sering mencari film Anime yang menurutku bagus, membaca Manga dan Light Novel untuk membunuh kejenuhanku.


Kalau kalian mengatakan aku Otaku, aku tidak keberatan.


Karna aku sangat menyukai karya seni dari negeri jepang ini.


Aku juga tidak lupa belajar, belajar akademi dari buku dan internet.


karena ayah tidak pernah menyekolahkanku sejak kecil, Maka aku harus mempelajarinya sendirian.


Aku bisa dengan bangga mengatakan bahwa pengetahuanku saat ini dalam biang akademi sudah setara bahkan lebih dari siswa SMA.


Minatku pun bertambah saat membaca suatu situs internet yang menjelaskan tentang pemrograman sistem komputer.


Aku menemukan hal menarik di sana lalu aku pun mempelajarinya.


JavaScript, jQuery, Ruby, Ruby on Rails, Structured Query Language (SQL), AJAX (Asynchronous JavaScript and XML), Algorithm, dan masih banyak lagi.


Setelah memahami semuanya aku lanjut mempelajari tentang bagaimana proses Hacking.


Ya.. bukannya aku bertujuan membobol keamanan negara atau meretas keuangan Bank, aku hanya ingin melakukan apa yang menurutku menarik.


Alhasil aku hanya butuh waktu 3 bulan untuk menguasai semuanya, hebat bukan?...


Apa jangan - jangan aku ini Jenius..!.


Sepertinya cerita tentang latar belakangku kita sudahi dulu untuk saat ini.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sekarang aku akan melanjutkan tentang cerita pertemuanku dengan 'kelima orang' itu.


Dimulai pada suatu hari yang cerah, angin berhembus dengan sejuknya.


Aroma rumput yang segar menenangkan jiwa.


Aaahhh... tidak juga, aku saja tidak pernah keluar rumah, bagaimana bisa tahu aroma rumput seperti apa.


Aku duduk di kursi rodaku menghadap perangkat komputer di atas meja.


Seperti biasa, aku membuka sosial media melihat tingkah laku orang - orang di luar sana.


Aku menemukan sesuatu yang menarik, ada sebuah kolom iklan Game MMORPG yang dimainkan menggunakan perangkat Virtual Reality.


Game itu bernama 'Seven Legends In Fantasy World'.


Tanpa menunggu lama aku langsung membeli perangkat dan Game tersebut, tentu saja menggunakan uang bulanan yang ayah beri.


Aku pesan via Online karena aku tidak mungkin pergi membelinya sendiri.


Aku penasaran, seperti apa rasanya bermain Game Virtual Reality itu.


Karena sampai saat ini aku hanya bermain Game dari layar komputer.


Beberapa hari menunggu akhirnya paket pun datang bertepatan dengan dibukanya server global.


Setelah beberapa lama persiapan aku pun langsung memainkannya.


Langkah pertama yaitu memasang alat berbentuk seperti helm ke kepala.


Kemudian berbaring di tempat tidur karena tubuh kita tidak akan bisa merespons perintah otak untuk bergerak.


Dan terakhir memasuki dunia Game dengan mengatakan 'START'.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Pandangan yang tadi gelap di balik helm kini berubah terang.


Aku berada di sebuah ruangan yang hanya berwarna putih sejauh mata memandang.


Tiba - tiba muncul suatu tulisan -


[Selamat datang di SELIFWOR. Silakan Login terlebih dahulu].


Lalu muncul papan Keyboard dan sebuah kolom kecil di atasnya.


Aku menuliskan Emailku di kolom komentar, dan mengisi [**********] di barisan Passwoard kemudian tekan Enter.


Oia. Sebelumnya aku sudah mendaftarkan Akunku di Website resminya.


[Silahkan tulis nama karakter anda].


Kenapa aku menggubakan nama Ran untuk karekterku?


Tentu saja aku mengambilnya dari nama asliku, yaitu R**** A*** N******.


Apa kalian bisa membacanya?


Yyaahh.... lagi pula nama asliku tidak penting dalam cerita ini, jadi mari kita lupakan saja.


[apakah Anda yakin menggunakan nama itu sebagai nama karakter Anda?]


Tentu saja 'Yes'.


Muncul tujuh Class Character menggunakan pakaian khasnya masing - masing memegang senjata utamanya.


[silakan pilih salah satu di antara 7 Legendary classes ini].


Dari kini ke kanan.


Warrior ; menggunakan senjata jarak dekat berupa pedang , tombak, maupun kapak. Memiliki Kekuatan serangan yang besar.


Paladin ; menggunakan senjata berupa pedang satu tangan dan perisai. Memiliki pertahanan yang tinggi.


Mage ; menggunakan senjata berupa tongkat dengan batu kristal di atasnya. Menguasai beragam jenis sihir, bahkan sihir penyembuhan. Memiliki kemampuan serangan jarak jauh yang besar.


Ranger ; menggunakan senjata panah. Nilai dari kecepatan dan akurasi tembakan yang tinggi. Petarung jarak jauh terbaik.


Summoner ; seorang penyihir pemanggil. Dia dapat mengendalikan makhluk yang dia panggil untuk bertarung atau melindungi dirinya. Semakin tinggi levelnya, maka semakin kuat pula makhluk yang dia panggil.


Monk ; petarung jarak dekat yang menggunakan tinju dan tendangan. Ada pula yang menggunakan senjata seperti cakar. Menguasai berbagai macam bela diri. untuk Serangan dan pertahanan memiliki kekuatan yang seimbang.


Assasin ; menggunakan senjata dua pedang pendek. Memiliki kecepatan dan ketangkasan yang tinggi. mampu memberi serangan fatal secara tiba - tiba. Bahkan dapat menggunakan beberapa trik.


Setelah membaca keterangan secara menyeluruh, aku memutuskan untuk memilih 'Mage'.


Karena penyihir adalah salah satu tokoh fiksi favoritku.


[apakah Anda yakin dengan pilihan ini?]


Tanpa di tanya pun aku akan menjawab. Yess..


Aku pun menyesuaikan bentuk wajah, mata, hidung, telinga, bibir, warna kulit, model dan warna rambut sesuai seleraku.


Tentu saja yang menurutku paling keren.


Untuk usia, tinggi badan, besar tubuh dan jenis kelamin akan di tentukan secara otomatis mengikuti diri kita yang asli.


Entah bagaimana sistem bisa mengetahuinya.


Karena pengetahuanku belum sampai sejauh itu.


Yang jelas tidak ada Hode di Game ini.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Setelah melalui beberapa proses akhirnya aku di pindahkan ke suatu tempat di dalam kota.


Bangunan - bangunan bersusun rapi, beberapa toko dan pedagang kaki lima berjejer di pinggir jalan.


Banyak orang berlalu lalang di sepanjang jalan.


Mereka adalah para Player sama sepertiku.


Ada yang melihat - lihat barang di toko terdekat dan ada pula yang berkelompok berbicara satu sama lain.


Ini kali pertamanya aku melihat orang sebanyak ini.


'Beginikah penampakan di luar sana?'.


Walau pun hanya di dalam Game, pemandangan ini sudah membuat hatiku tersentuh.


Aku mengangkat kedua tanganku, aku perhatikan gerakan - gerakan tangan yang aku buat.


Ini begitu nyata, gerakannya begitu halus hingga sulit membedakan antara nyata atau tidak.


Lalu kutundukkan kepalaku, aku perhatikan kedua kakiku yang berdiri tegak.


Kuangkat satu kakiku dan kuturunkan lagi.


Lalu aku angkat kaki yang satunya, aku ayunkan ke depan dan ke belakang.


Oh tuhan.. lihat ini.


Aku dapat menggerakkan kedua kakiku, aku bahkan bisa berdiri.


Aku memutar tubuhku, aku melompat ke kiri dan ke kanan.


Aku bahkan berlarian kecil di tempat.

__ADS_1


"Aku bisa menggunakan kedua kakiku".


Aku ingin meneriakkan kata - kata itu, tapi mulutku tak sanggup berucap.


Aku merasakan kehangatan yang mengalir di pipiku.


Air mata tanpa aku sadari keluar.


Aku pun tersungkur, kututup wajah dengan kedua tangan.


Aku menangis terisak - isak tanpa menghiraukan orang di sekitarku.


Semua penderitaan sebagai laki - laki cacat selama ini terasa hilang sudah.


Aku bisa berdiri untuk yang pertama kalinya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Aku menekuni Game ini.


Karna bagiku inilah dunia yang seharusnya aku berada.


Di sini aku bisa pergi ke mana pun yang aku suka dengan kedua kakiku.


Tidak ada kursi roda, tidak ada kamar yang selalu terlihat suram.


Yang ada hanya pemandangan fantasi yang sungguh menakjubkan.


Ya.. walaupun setelah kembali ke dunia nyata kondisi menyedihkanku akan kembali lagi, tapi setidaknya aku bisa melupakannya saat berada dalam Game ini.


Pergi bertualang mengerjakan berbagai macam Quest, dari yang mudah sampai yang lebih sulit.


Memasuki Gungeon, berburu Monster bahkan menghadiri misi mengalahkan Bos monster yang muncul di tengah kota.


Bekerja sama dengan player lain untuk mengalahkan Bos musuh yang lebih kuat.


Dari sinilah aku mulai belajar berkomunikasi dengan orang.


Bahkan aku sering membantu para pemula yang baru belajar memainkan Game ini untuk menaikkan levelnya.


Dan tidak jarang pula aku mendapat tantangan bertarung dengan Player lainnya.


Tapi satu hal yang belum aku rasakan sampai saat ini, sosok yang bisa aku sebut teman.


Orang - orang yang aku kenal hanya memanfaatkan pengetahuan dan keahlianku dalam bermain.


Jika Setelah mendapatkan apa yang di inginkan, mereka pergi bergabung dengan kelompok yang lain.


Aku pun sempat bergabung dengan suatu Clan, tapi saat berkumpul bersama aku kesulitan mengimbangi alur percakapan mereka.


Kalau tentang Game sih oke.


Tapi kebanyakan yang mereka bahas seputar perempuan, percintaan, fashion, dan hal - hal yang tak dapat aku mengerti.


Aku merasa bahwa tempatku bukanlah di situ, akhirnya aku meninggalkan Clan itu dan memutuskan menjadi ' Solo Player'.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Dua tahun sudah waktu yang aku habiskan bermain Game.


Tibalah saat di mana aku mengalami kebuntuan.


Karakter Mageku sudah tidak dapat di tingkatkan lagi levelnya.


Karna level yang kumiliki sudah mencapai level 100.


Monster dengan Rank S susah di kalahkan sendirian.


Aku pun jarang dapat undangan Party dari Player lain.


Karena mereka sudah di sibukkan dengan Clannya masing - masing.


Sempat terpikir untuk pensi dan beralih ke Game lain, tapi aku sudah terlanjur sayang pada Game ini karena banyak kenangan indah yang dia berikan.


Di tengah kegalauan yang aku rasakan, suara hati kecilku berkata sesuatu.


'kenapa tidak kau manfaatkan pengetahuanmu dalam bidang Hacking?'.


Tiba - tiba bola lambu yang bersinar keluar dari imajinasiku.


Ya... kenapa tidak, toh aku sudah belajar banyak hal tentang itu.


Aku pun menerapkan langkah - langkah yang sudah aku pelajari.


Reconnaissance, Scanning, Gaining Access, Maintaining Access, Covering tracks, dan tahap - tahap lainnya.


Tiga jam berlalu akhirnya kerja kerasku membuahkan hasil.


Sekarang aku sudah bisa mengatur dan menambahkan kemampuan karakterku sesuka hati.


Tentu saja aku sudah menyembunyikan aktivitasku agar tidak di ketahui oleh Game Master.


Aku penasaran, ekspresi apa yang saat ini wajahku tunjukan.


Pasti seperti ekspresi tokoh antagonis di sebuah film detektif saat berhasil menyudutkan targetnya.


Aku meningkatkan semua Status karakterku pada tingkat MAX.


Semua Skill Magic yang kumiliki kunaikkan sampai level 5.


Aku pun menambahkan 3 tipe Magic beserta semua Skillnya yang tidak aku miliki.


Pada dasarnya Class Mage masih di bagi menjadi 5 tipe Magic.


[fire Magic], [Land Magic], [Water Magic], [Air Magic], dan [Special Magic].


Skill Healing Magic juga termasuk bagian dari Spesial Magic.


Karakter Mage di perbolehkan memiliki 2 tipe Magic untuk memungkinkan pemain membuat sihir kombinasi.


Tapi satu pengecualian, yaitu tipe Special Magic tidak dapat di kombinasikan dengan tipe lain.


Dengan sentuhan terakhir, aku membuat HP (Health Point) dan MP (Mana Point) menjadi Infinite.


Sebanyak apa pun aku menggunakan sihir dan terkena serangan.


HP dan MPku tidak akan berkurang.


Hohohoho.. aku merasa menjadi dewa yang tak terkalahkan di sini.


Kok curang ya?.


Namanya juga Cheater, sah - sah saja kan. Hahahahaha....


Walau pun sudah menyembunyikan aktivitasku, salah bila terang - terangan menunjukkan kekuatanku di depan banyak orang.


Karna akan menyebabkan masalah dikemudian hari.


'Bagaimana solusinya agar tetap bisa bertarung dengan Player lain tanpa ada yang melihat?'.


Mungkin aku bisa menyerang Player yang sedang berburu Monster di hutan.


Aahhh... tidak. belum tentu aku bertemu mereka di hutan walau mencari berjam - jam.


Lebih mudah mencari Monster di hutan yang luas dari pada mencari sekelompok Player.


'bagaimana kalau menunggu di tempat yang skalanya lebih kecil!. Dengan begitu akan memudahkan menemukan mereka'.


Di mana? Tidak ada tempat sepi, selain hutan, semua tempat penuh dengan orang.


Seandainya tidak ada gerbang Teleport antar kota, pasti masih bisa menyerang beberapa Player yang bepergian melewati perbatasan.


'bagaimana kalau skalanya di perkecil lagi!. Berupa ruangan misalnya'.


Ruangan?, di mana kita bisa menemukan ruangan yang hanya ada beberapa Player?.


Pertokoan.. tapi itu masih di dalam kota, dan tidak di perbolehkan melakukan PK.


Dungeon, tapi kebanyakan orang yang ingin memasuki Dungeon harus membentuk Party dengan sesama anggota Clan mereka, Sedangkan aku tidak bergabung dengan Clan mana pun.


Dan aku tidak mungkin bisa masuk Dungeon selama sudah ada Player di dalamnya.


Begitu pula sebaliknya.


'kenapa tidak bergabung saja dengan Clan?'.


Tidak... tidak... tidak.. aku sudah memutuskan untuk Solo Player dan tidak bergabung dengan Clan mana pun.


'kalau begitu, kenapa tidak membuat Dungeon sendiri?'.


Oooohhhh..... ide yang bagus.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Aku mengambil salah satu Dungeon yang muncul.


keberadaan monster beserta Bosnya tidak di butuhkan, Jadi aku hilangkan saja mereka.


Kemudian aku rubah Status Dataku sebagai Player menjadi NPC ( Non Player Character) mengambil berperan sebagai Bos Monster.


Aku memancing beberapa orang untuk datang ke Dungeonku dengan memberikan mereka data peta yang sudah aku buat sebelumnya.


Ternyata cara itu ampuh, sudah beberapa orang yang memakan umpannya.


Aku sungguh menikmati berperan sebagai Bos Monster, melawan 5 Player yang memiliki level Tinggi seorang diri sungguh mendebarkan.


Suatu sensasi yang tak dapat aku jelaskan saat mendominasi pertarungan.


Aku terus berpindah - pindah Dungeon agar tidak terlalu menarik perhatian.

__ADS_1


Semuanya berjalan dengan lancar dan aku menikmati permainan seperti ini selama setengah tahun.


__ADS_2