ISEKAI : PETUALANGAN SI CHEATER DI DUNIA FANTASI

ISEKAI : PETUALANGAN SI CHEATER DI DUNIA FANTASI
TENTANG DUNIA BARU


__ADS_3

Aku menjelaskan kepada kakek tentang asal usul kami, dan apa yang terjadi kepada kami hingga terlempar ke dunia ini.


Tidak ada gunanya menyembunyikan kebenaran bahwa kami bukan berasal dari dunia ini.


Toh.. kakek sudah menduga semua itu.


Dia mendengarkan penjelasanku dengan antusias, seperti anak kecil yang senang saat di bacakan dongeng oleh ibunya.


Tapi ada satu hal yang tidak aku katakan kepada kakek, yaitu tentang Game SELFIWOR dan Bumi.


Aku menceritakan seolah – olah dunia kami sangat mirip dengan dunia ini.


Dengan begitu semua penjelasan akan lebih mudah.


“aku sudah menduganya. Karena terlalu aneh bila kalian tidak memiliki pengetahuan sedikit pun tentang dunia ini”.


“benar sekali. Maaf karena menyembunyikan masalah ini sebelumnya”.


“tidak perlu minta maaf, kalian tidaklah melakukan kesalahan”.


“terima kasih banyak”.


“dunia lain ya......”.


Kakek memegang dagunya sambil melihat plafon rumahnya.


“Anda tidak terlalu terkejut setelah mengetahuinya, apa Anda pernah bertemu orang seperti kami sebelumnya?”.


“tidak. Ini untuk pertama kalinya”.


“begitu ya”.


“tapi...... seribu tahun yang lalu pernah terjadi hal yang serupa”.


“benarkah?”.


“ya. Sebuah legenda tentang ‘Tujuh Pahlawan yang bertarung melawan Raja Iblis Abaddon’. Semua orang di dunia ini pasti tahu ceritanya”.


“ohh ya. Saya sangat tertarik untuk mendengar ceritanya”.


Kakek mulai menceritakan tentang legenda tersebut.


Tujuh Pahlawan yang bertarung melawan Raja iblis Abaddon.


Pada suatu hari di beberapa kerajaan, muncullah tujuh orang yang mengaku berasal dari dunia lain.


Mereka memiliki kekuatan yang tidak dimiliki siapa pun di dunia ini, dan mereka sanggatlah kuat.


Ketujuh orang itu memiliki kemampuan yang berbeda sesuai dengan julukannya.


si dewa pedang, si pertahanan mutlak, si mata elang, si pemanggil,  si tinju besi, si manusia kilat, dan si dewi sihir.


Sebentar...


Rasanya ada cerita yang mirip seperti ini.


Tapi di mana ya?.


Ah sudahlah. Mari kita lanjutkan.


Singkat cerita, Raja iblis Abaddon keluar dari dunia Neraka.


Dia mendeklarasikan perang pada seluruh Ras di dunia, dan mengatakan akan mengambil alih kekuasaan.


Pada jaman itu banyak kerajaan yang dibangun, tapi karena invasi dari Raja Iblis Abaddon banyak kerajaan yang binasa.


Tujuh kerajaan tersisa yang masing – masing memiliki petarung terhebat dari dunia lain, menyatukan kekuatannya untuk melawan balik.


Mereka mengerahkan semua prajurit yang dimilikinya bahkan mendapatkan bantuan dari petualang dan Ras terbaik dari seluruh negeri untuk melakukan perlawanan.


Raja Iblis Abaddon juga mengerahkan pasukan yang terdiri dari Ras iblis dan Monster.


Perang pun pecah, jutaan nyawa melayang.


Setelah berhari – hari pertempuran berlangsung, Raja Iblis Abaddon berhasil di pukul mundur.


Dan saat itu pula dia di kalahkan oleh tujuh orang terkuat dari dunia lain.


Karena pencapaian itu, mereka di sebut ‘Tujuh Pahlawan’.


The And.


Aku penasaran, apakah tujuannya kami dikirim ke dunia ini juga untuk bertarung melawan Raja Iblis.


Kalau tujuannya seperti itu, maka aku akan mengajukan protes kepada si penulis.


Apa – apaan ini, siapa juga yang mau melawan Raja Iblis.


Enak aja bikin setingan seperti itu.


Lebih baik aku menunggu cucunya kakek si Emie tumbuh dewasa, kemudian menikahinya.


Hidup bahagia di desa kecil sebagai petani dan dikelilingi banyak anak.


Betapa bahagianya hidupku bila itu terjadi.


Oke.. Devid, mulai sekarang kau yang akan ambil alih tugasku sebagai Main Characternya.


Aaahhh.... bercanda.


Mari kita sudahi lelucon yang tidak penting ini.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Jadi seribu tahun yang lalu juga pernah kedatangan orang dari dunia lain.


Kakek tidak menceritakan secara detailnya, seperti nama mereka atau seperti apa dunia mereka sebelumnya.


Jadi aku tidak bisa mendapatkan informasi tentang alasan dan siapa yang mengirim kami kesini.


Mungkin bila sampai di ibu kota, aku akan mencari tahu lebih mendalam lagi.


Untuk saat ini aku harus fokus dengan rencana ke depan, yaitu menemukan ‘ Aynie, Si Gadis Penyihir Suci’.

__ADS_1


Aku meminta kakek untuk menjelaskan tentang isi peta yang dia bawa tadi.


Desa ini terletak di wilayah bagian Timur Kerajaan ‘Plum Arsenik’.


Plum Arsenik Kingdom Di sebut juga ‘Kerajaan Air’, karena di Ibu Kota kerajaan di kelilingi oleh sungai yang terbentuk secara alami.


Untuk mencapai tujuan ke ibu kota, kakek menyarankan kami untuk pergi ke Kota Lettluce.


Kota itu terletak di pinggir sungai terbesar di kerajaan, dan sungainya terhubung langsung dengan ibu kota.


Melewati jalur sungai akan mempersingkat waktu menuju ibu kota.


Sebaliknya, bila melalui jalur darat akan membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan menggunakan kereta kuda.


Padahal menuju kota Lettluce sudah memakan waktu sekitar satu bulan.


Memang perjalanan yang sangat jauh berhubungan tidak adanya transportasi umum seperti Kereta Api ataupun pesawat.


Aku penasaran, bila tujuh pahlawan berasal dari dunia yang sama denganku, kenapa mereka tidak menyarankan untuk membuat alat transportasi seperti itu.


Kan seribu tahun yang lalu sudah ada, kereta uap dan mobil.


Apa pun itu, dunia ini terlalu jauh ketinggalan jaman.


Aku pun meminta kakek menjelaskan tentang sistem uang di dunia ini.


Di dunia mana pun uang itu penting, tanpa uang kita tidak akan bisa memenuhi kehidupan.


Untuk menempuh perjalanan jauh kami membutuhkan banyak biaya.


Maka dari itu, pengetahuan tentang uang sungguh di perlukan.


Ada lima jenis uang di dunia ini;


Koin tikus, koin ular, koin elang, koin singa, dan koin naga.


Bila di konversikan akan menjadi seperti ini.


1 koin ular \= 10 koin tikus


1 koin elang \= 5 koin ular


1 koin singa \= 2 koin elang


1 koin naga \= 10 koin singa


Semua kerajaan menggunakan mata uang yang sama.


Bila ingin bepergian ke kerajaan lain, tidak perlu lagi menukarkan mata uang.


Sungguh praktis bukan.


Aku masih menyesali uang yang aku miliki dari Game SELIFWOR tidak dapat digunakan, itu semua karena Inventory yang tidak bisa di akses.


Tapi walaupun bisa, uang sebanyak itu hanya akan menjadi tumpukan sampah karena tidak berguna di dunia ini.


“aku sarankan agar kalian menjadi petualang”.


“dengan kemampuan yang kalian miliki, aku yakin kau bisa menjalankan Misi tersulit sekalipun”.


“penilaian Anda terlalu tinggi, saya pribadi tidak sehebat itu”.


“kau terlalu merendah, apa kau tahu tingkat ancaman Monster di hutan itu?”.


“tidak.. yang aku tahu mereka itu sangat lemah”.


“mungkin orang sekuatmu bisa menganggapnya begitu. tapi tidak untuk orang di dunia ini, bahkan petarung berpengalaman sekali pun akan memilih untuk menjauhinya. karena Monster itu selalu menyerang secara berkelompok”.


“benarkah? Aku tidak bisa membayangkannya. Memang seberapa besar tingkat ancaman Monster itu?”.


“tingkat -2. Tapi kalau mereka semua berkelompok, maka tingkat ancamannya menjadi tingkat -3”.


“benarkah? Lalu Monster apa yang berada di tingkat tertinggi secara individu?”.


“tingkat -5, Dragon Lord”.


Jadi Monster di dunia ini di golongkan berdasarkan tingkat ancaman yang dia miliki.


Dari tingkat -1 sampai tingkat -5.


Aku tidak tahu seberapa kuat Monster di setiap tingkatnya.


Tapi karena Monster di dalam hutan raksasa yang  aku kalahkan berada di tingkat -2 sampai -3, mungkin tingkat -5 seperti Dragon Lord masih bisa aku kalahkan dengan kekuatan penuh.


Ya aku bisa bilang begitu karena belum bertemu dengannya.


Karena Monster tingkat -3 yang sangat di hindari saja bisa aku kalahkan dengan mudah, itulah yang membuatku berpikir begitu.


“aku sempat merinding saat mendengar kalian bisa mengalahkan lima puluh lebih dari mereka”.


“saya juga sempat merinding saat Anda mengatakan Monster itu berbahaya”.


“benarkah?.. hahahaha....”.


“hehehe...”.


Kakek tertawa lepas sampai matanya berair, padahal aku sendiri tidak tahu apa yang lucu dari tanggapanku.


Mungkin kakek tipe orang yang mudah tertawa walaupun itu tidak lucu.


“baiklah. Kembali ke pembahasan tentang petualang tadi!”.


“owh.. iya. Silakan lanjutkan”.


“anakku pernah mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat kesulitan misinya, maka semakin mahal pula bayarannya”.


“benarkah!. Seberapa mahal?”.


“satu sampai dua koin naga, mungkin”.


Satu koin naga itu tidak sedikit.


Kalau di Rupiahkan, mungkin sekitar satu juta.

__ADS_1


“sangat menarik, mungkin saya akan mencobanya saat sampai di kota”.


“ya, kau harus mencobanya. Mampirlah ke Guild petualang bisa sampai di sana”.


“baiklah. Terima kasih atas sarannya Pak Sterne”.


“sama – sama Nak Baychimo”.


“panggil saja Ran”.


“tidak bisa, tidak sopan memanggil penyelamat desa ini dengan nama depannya”.


Eeehhh.. tunggu.. tunggu.. tunggu..


Apa maksudnya tidak sopan!, apa di dunia ini punya aturan tentang menyebut nama orang.


Oia.. kalau di ingat – ingat lagi kakek tidak pernah memanggilku Ran, tapi Baychimo.


Kalau begitu, mari kita cari tahu..


“kenapa begitu?, apa ada aturan tersendiri tentang menyebutkan nama seseorang?”.


“bukan aturan, ini hanya masalah tentang sopan santun”.


“begitu ya. Bisakah Anda menjelaskannya, akan jadi masalah bila saya tidak mengetahuinya suatu saat nanti”.


“baiklah –“.


Ternyata kita tidak bisa memanggil nama seseorang dengan sembarangan.


Bila salah, akan menyinggung perasaan orang yang kita panggil.


Kakek mengatakan bahwa di dunia ini sangat menjunjung tinggi nilai kesopanan.


Memanggil nama depan hanya di perbolehkan untuk sesama keluarga, teman dekat, atau orang yang bersangkutan membolehkannya.


Tapi tidak berlalu untuk orang yang lebih tinggi statusnya, dia bisa memanggil orang yang statusnya lebih rendah dengan nama depan.


Contohnya bangsawan dengan rakyat jelata, dia bisa memanggil nama depan si rakyat jelata saat berbicara.


Sedangkan untuk memanggil nama orang asing yang baru di temui, orang yang statusnya lebih tinggi, dan orang yang dihormati, harus menggunakan nama belakangnya.


Lalu bagai mana dengan orang yang memiliki tiga baris nama?.


Yang memiliki tiga baris nama itu hanya anggota keluarga kerajaan dan bangsawan.


nama tengah menunjukkan seberapa tingginya tingkat kedudukan, jadi untuk memanggil mereka gunakan nama belakangnya.


Aku rasa ada juga beberapa negara yang menerapkan nama panggilan depan dan belakang di dunia asalku!.


Tapi di mana yah!.


..........


Ah. Sudahlah lupakan saja. Itu tidak ada hubungannya dengan ini.


Jadi, selama ini aku sudah salah ya memanggil kakek dengan nama depannya!.


Kalau begitu, aku harus menundukkan kepalaku meminta maaf kepadanya.


“maafkan atas kelancangan saya pada Anda, saya sungguh menyesal karena tidak mengetahuinya”.


“eehhh.... aahh... angkat kepalamu!. Itu tidak perlu, aku tidak mempermasalahkan hal itu!”.


“tapi tetap saja, itu adalah kesalahan saya”.


“tidak apa-apa, aku sudah menganggap kalian sebagai teman dekatku”.


“benarkah!. saya sangat senang mendengarnya. Kalau begitu Anda juga harus memanggil saya dengan nama depan”.


“...hehe.. baiklah. Baiklah.. kalau Nak Ran memaksa”.


Kami pun saling bertukar senyum.


Tidak terasa, malam sudah semakin larut.


Suara riuh dari warga desa di luar juga sudah sepi.


Devid juga sudah tertidur dengan posisi badan atas telungkup di meja.


Aku terlalu asyik mengobrol dengan kakek, sampai – sampai melupakan keberadaannya.


Entah sejak kapan dia tertidur, tapi aku yakin dia sudah bermimpi karena air liurnya mengenang di atas meja.


Dia pasti kelelahan, lebih baik aku bangunkan dan menyuruhnya pindah ke tempat tidur yang sudah di siapkan kakek.


Kami di pinjamkan kamar yang berisikan dua tempat tidur, jadi kami tidak akan saling berpelukan saat tengah malam.


Hari ini sungguh melelahkan.


Banyak hal yang sudah terjadi.


Banyak yang di pikirkan.


Dan masih banyak yang belum aku ketahui.


Tapi saat ini aku harus istirahat, untuk melepaskan rasa penat di tubuhku.


Besok harus mempersiapkan banyak hal untuk perjalanan ke kota Lettuce, mengingat jaraknya yang cukup jauh.


Aku penasaran, apa kabarnya tubuhku yang asli!.


Bila waktunya sama, maka di sana juga sudah tengah malam.


Sendirian, gelap, sepi, kelaparan, dan kedinginan.


Belum lagi di gigit nyamuk – nyamuk nakal masuk dari jendela yang belum dikunci.


Aahhh.. memikirkannya membuatku tambah galau.


Lebih baik aku tidur sambil berharap bangunnya sudah kembali ke dunia sana.


Semoga saja.

__ADS_1


__ADS_2