
menyusuri jalan berbatu dengan pemandangan hutan di kiri dan kanan.
Diperkirakan bahwa waktu saat ini beranjak pukul dua siang karena Matahari sudah condong ke barat.
Sebelum meninggalkan sungai, David memberi saran untuk memeriksa Hutan Raksasa sekali lagi.
Karena menurutnya bisa jadi temannya juga terlempar ke sana.
Tapi untuk memasuki hutan itu kami harus menghadapi Monster Serigala yang jumlahnya tidak sedikit.
Aku khawatir akan terjadi hal buruk menimpa kami bila memasukinya lagi, dan aku tidak yakin bila mereka masih ada di sana.
Ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi pada mereka.
Pertama, mereka masih di dalam dan belum menemukan jalan keluar.
Kedua, mereka sudah keluar sebelum kami dan pergi ke suatu tempat.
Ketiga, mereka terlempar ke tempat lain.
Kalau kemungkinan pertama terjadi kita bisa mencari mereka dengan catatan harus menghadapi bahaya.
Tapi butuh waktu lama untuk menyusuri hutan seluas itu.
Dan lagi selama kami di sana tidak ada tanda – tanda keberadaan mereka.
Seperti mencari jerami dalam tumpukan jarum. Ups.. terbalik.
Kemungkinan kedua bisa saja terjadi.
Setelah mengalami semua keanehan ini, mereka juga pasti memiliki pemikiran yang sama denganku.
Mengumpulkan informasi.
Dan aku lebih yakin dengan kemungkinan ketiga.
Bila diingat kembali kenapa kami berdua bisa berada di tempat yang sama, karena saat insiden itu kami berdua bersebelahan.
Jadi mungkin saja itu yang sebenarnya terjadi.
Setelah berdiskusi panjang, akhirnya kami membuat keputusan untuk meninggalkan pesan di depan Hutan itu.
Kenapa aku bilang depan, karena hutan ini di kelilingi oleh tebing yang sangat tinggi dan hanya ada satu jalan untuk keluar - masuk ke dalam.
Jadi siapa pun yang berada di dalam akan keluar melalui tempat sama.
Aku membuat dinding batu dengan sihir dan David menuliskan pesan di permukaannya.
Bunyi pesannya begini; ‘aku dan Cheater baik – baik saja. Kami akan menuju kota terdekat untuk mengumpulkan informasi. Dari : David’.
Aku yang memberi saran untuk membuat pesan singkat itu, karena dia berniat menuliskan pesan panjang yang isinya tidak penting.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sepanjang perjalanan David menceritakan tentang dirinya dan teman – temannya.
Ternyata selain berteman di dalam Game, mereka juga berteman dekat di dunia nyata.
Mereka adalah teman satu sekolah kecuali si Paladin bertubuh besar dan gadis penyihir.
Pertemuan mereka tidak terlalu dramatis bila di ceritakan, hanya pertemuan antara teman sekolah yang sering nongkrong di Cafe sepi.
Bersama gadis kecil dengan pria bertubuh besar sebagai penjaga kasir.
Karena sering kumpul bersama dan memiliki hobi yang sama akhirnya terbentuklah sebuah ikatan pertemanan.
Mereka semua lahir dari keluarga sederhana, kecuali si pria bertubuh besar yang sebagai empunya Cafe.
Bahkan mereka bekerja keras mengumpulkan uang untuk membeli Game SELIFWOR beserta perangkatnya.
Tapi sampai Game itu sudah beberapa bulan di luncurkan mereka belum kunjung mendapat uang yang cukup.
Alhasil mereka mencoba keberuntungan dari kupon undian, tanpa di duga mereka menang dan hadiah itulah yang mereka gunakan untuk membeli Game tersebut.
Singkat cerita semuanya bahagia. Hhoorreee.....!
Tapi dia belum memberi tahuku tentang nama dan seperti apa teman - temannya.
Mungkin suatu saat nanti aku akan mengetahuinya.
Untuk sekarang kita kesampingkan saja dulu tentang itu.
David juga menjelaskan tentang perubahan yang dia alami.
Sebelum itu aku akan memberikan sedikit gambaran agar mudah di mengerti.
Di dalam Game kita dibebaskan untuk bergerak sesuka hati bahkan dalam pertarungan.
Bila memiliki pengalaman dalam bela diri seperti Kendo, kalian akan lebih diuntungkan.
Tapi bila tidak, ada beberapa Skill yang mana bisa membuat tubuh kita bergerak otomatis saat kita menyebutkan namanya.
Contohnya Skill menyerang sambil berputar atau sebagainya, itu memberikan Damage yang cukup besar.
Pemain amatir juga bisa bertarung dengan memanfaatkan Skill tersebut.
Sampai di sini sudah mengerti?.
Baiklah, mari kita lanjutkan.
David mengatakan bahwa sekarang dia sudah tidak perlu menyebutkan nama Skill yang ingin dia gunakan.
Seakan semua jurus yang ada pada Skill sudah tertanam jelas dalam ingatannya.
Misalnya kalian ahli bela diri Karate, maka kalian akan dengan mudah menggunakan jurus tanpa harus mempelajarinya lagi.
Aku juga merasakan hal yang sama.
Saat ini aku mengingat semua Skill Mage yang aku miliki, bahkan yang jarang aku gunakan.
Kenapa bisa begitu!.
Aku juga tidak tahu.
Jadi, mari kita sudahi saja penjelasan yang memusingkan ini.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Dari belakang sebuah kereta kuda tanpa atap mendekat, tampak seperti gerobak yang di tarik dengan kuda.
Di sana ada sepasang roda besi yang sudah berkarat dan tidak ada karet ban-nya.
Saat berada dekat dengan kami kereta itu pun berhenti.
__ADS_1
Di tempat kusir duduk seorang pria tua dengan penampilan seperti petani memakai topi caping.
Di dalam kereta ada beberapa tumbuhan berwarna ungu tua yang tidak aku ketahui namanya.
“anak muda. Kalian mau pergi ke mana?”.
Dia bicara!.
NPC bicara dari mulutnya!.
Setahuku mereka hanya bicara lewat teks yang muncul di kepala mereka.
Dan ada tombol Next dan Skipnya.
“tidak tahu, kami hanya berjalan menyusuri jalan ini”.
Selagi aku masih larut dalam pemikiranku.
David menjawab pertanyaan orang tua itu.
“kalau tidak ada tujuan, ikutlah denganku. Di depan ada desa tempat tinggalku”.
“Ran, bagaimana?. Apa dia ikut sama pak tua ini!”.
David menyenggol bahuku, aku pun kembali tersadar.
Sekarang aku harus merubah presepsiku tentang dunia ini.
Kalau tidak aku bisa gila memikirkannya.
“apakah tidak merepotkan Anda kami ikut menumpang?”.
“tidak masalah, silakan naik”.
“tapi maaf, kami tidak memiliki uang sepeser pun untuk biaya transportasi”.
“tenang saja. Aku tidak meminta apa pun dari kalian”.
“kalau begitu kami terima tawarannya. Terima kasih banyak”.
Kami berdua pun akhirnya menaiki kereta.
“perkenalkan, saya Ran Baychimo. Dan teman saya –“
“David Calson”.
“Sterne Rodman. Senang berkenalan dengan kalian”.
“saya pun begitu, Pak Sterne”.
“................”.
Dia tampak terkejut dengan ucapanku. Lalu –
“hahahahahahha.......”.
“apakah ada yang salah Pak Sterne?”.
“tidak... tidak.. baiklah. Mari kita lanjutkan perjalanan”.
Mungkin aku mengatakan sesuatu yang lucu.
Tapi apa? ... aahhh... sudahlah.
Isi di dalamnya seakan berontak ingin segera keluar.
Inikah sensasi yang orang namakan ‘mabuk darat’.
Aku ingin segera turun dari sini.
Si kakek menyadari kondisiku saat ini.
Dia pun membuka percakapan.
“apa kau belum pernah naik kereta sebelumnya Nak Baychimo?”.
“aaahhhh.. iya.. Maaf sudah menunjukkan keadaan buruk saya ini”.
“hahaha... tidak masalah.
Aku hanya merasa sedikit lucu karena baru kali ini aku bertemu dengan petualang yang mabuk darat sepertimu”.
Petualang?
Ada juga yang seperti itu di dunia ini.
Bukankah itu terlalu mainstream untuk julukan pekerjaan.
Aku yakin kerjanya hanya memburu Monster dan menerima misi seperti mencari hewan hilang.
“Kami bukan petualang”.
Devid menyanggahnya dengan cepat.
“benarkah?. Aku kira kalian petualang karena berpenampilan seperti itu”.
“Anda bisa menyebut kami pengembara, karena saat ini tujuan kami belum jelas”.
“apa kalian sedang mencari sesuatu!”.
Ooowwhhh.. kakek ini cepat tanggap juga ternyata. Salut aku.
Sepertinya kita bisa cepat akrab kek.
Punya anak gadis tidak? Hehehhe... bercanda.
“iya. Kami terpisah dengan rekan kami yang saat ini tidak di ketahui keberadaannya”.
“begitu ya. Aku harap kalian bisa secepatnya menemukan mereka”.
“terima kasih ban...... hhhuueeekkk....”
Aku menjulurkan kepalaku keluar kereta, seketika itu pula cairan di dalam perutku keluar.
“Memang untuk percobaan pertama akan merasa seperti ini. Tapi setelah beberapa kali pasti terbiasa”.
“benarkah?, syukurlah kalau begitu.”.
Tubuhku terasa lemas dan kepalaku pusing.
Aku tidak tahu mabuk darat akan seperti ini jadinya.
David terlihat baik – baik saja, tampaknya dia sudah biasa naik kendaraan seperti ini.
__ADS_1
Aku sudah tidak sanggup lagi.
“[Healing]”.
Sinar berwarna hijau terang menyinari seluruh tubuhku.
Saat efeknya mulai bekerja, rasa pusing dan mual di perutku semakin mereda.
Ternyata sihir penyembuh juga berguna untuk mengobati mabuk darat.
Sungguh praktis.
Tiba – tiba kereta berhenti, kuda menjerit kencang seakan ekornya baru saja ditarik.
Si kakek membalikkan badannya lalu menatapku.
matanya membesar dan kedua alisnya tertarik sedikit ke atas.
“apa yang baru saja kau lakukan?”.
Apa?.. aku hanya menggunakan sihir penyembuh biasa.
Aku tidak melakukan hal – hal aneh.
Aku tidak muntah di sini atau buang angin saat roda menabrak kerikil besar.
Sumpah..!.
“ saya hanya menggunakan sihir penyembuh biasa”.
“sihir penyembuh?”.
“iya. Baru saja saya menyembuhkan rasa mual dan pusing saya”.
“apa!. Kau menggunakan sihir suci hanya untuk hal sepele seperti itu!”.
Aduh kakek.. maafkan cucumu yang tidak berguna ini.
Jangan marah kakek.. aku bisa nangis ni. Hik...
“maaf. Kalau yang saya lakukan membuat Anda tidak senang”.
Aku menundukkan kepalaku.
Itulah yang aku pelajari saat meminta maaf bila kita melakukan kesalahan.
“aahhh... maaf.. kau tidak salah. Aku yang salah karena sudah kelewatan terbawa emosi”.
“tidak apa-apa. Saya hanya sedikit terkejut tadi”.
“maaf sekali lagi. Kalau boleh tahu. Di mana kau belajar sihir itu”.
Eeeehhhh... bagaimana caraku menjelaskan pada kakek bahwa sihir yang aku miliki dari dunia Game.
Dia pasti tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan.
“sebelum menjawab itu, apa yang membuat Anda begitu emosi tadi?”.
“apa maksudmu bertanya begitu?. Bukankah sudah jelas bahwa sihir yang kau gunakan itu adalah sihir suci!”.
Apa!. Itu tidak jelas.
Aku tidak tahu apa-apa tentang sihir suci yang kakek maksud.
“sebenarnya. Kami bukan berasal dari sini”.
“bukan dari sini!. Kalau begitu, di mana tempat asal kalian?”.
Aduh kakek, aku juga bingung harus menjawabnya seperti apa.
“maaf sekali lagi. Kalau itu saya tidak bisa menjawabnya sekarang. Tanpa menurunkan rasa hormat, bisakah Anda menjawab pertanyaan saya tadi!”.
“baiklah kalau begitu, aku akan menjawabnya”.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Menurut penjelasan kakek, sihir penyembuh di dunia ini sudah punah semenjak 500 tahun yang lalu.
Saat ini sudah tidak ada lagi manusia yang bisa menggunakannya karena catatan yang berisi mantra sihir itu sudah tidak lagi di temukan.
Tapi ada satu Ras yang bisa menggunakannya, mereka adalah Dryad, Ras yang menjaga Hutan Suci di wilayah Red Xenon Kingdom.
Karena terikat dengan perjanjian kuno, mereka di larang untuk mengajarkan atau menggunakan sihir suci kepada ras lain.
Jadi kesimpulannya, sihir penyembuh di dunia ini sudah tidak ada.
Lalu ada Ras Dryed, dan kakek mengatakan Ras lain.
Bisa diartikan bahwa ada banyak Ras selain manusia di dunia ini.
Lalu perjanjian kuno, akan kucari tahu tentang itu nanti.
“ itu alasan kenapa aku terperangah saat mengetahui kau bisa menggunakannya”.
“begitu ya. Ternyata sudah tidak ada orang yang bisa menggunakannya”.
“tidak juga. Setengah tahun yang lalu ada rumor yang mengatakan bahwa seorang gadis penyihir juga bisa menggunakan sihir suci itu”.
“benarkah?”.
Apa jangan – jangan... tapi setengah tahun yang lalu!.
“iya. Aku mendengarnya dari seorang petualang”.
Aku menolehkan kepalaku pada Devid, dia pun balas menolehku.
Seakan mendapat Ilham, kami mendapat petunjuk di mana keberadaan mereka.
Devid mengangguk tanda setuju dengan apa yang aku pikirkan.
“bisakah Anda menceritakan detailnya!”.
“bisa saja. Tapi sebelum itu, aku memiliki permintaan pada kalian!”.
Aadduuhh.. kakek. Jangan minta uang ya.
Saat ini kami adalah manusia termiskin di dunia.
“ kami akan mempertimbangkannya setelah mendengar permintaan Anda!”.
Kakek menundukkan kepalanya dalam sambil sedikit membungkuk.
“tolong.. sembuhkan warga desaku”.
__ADS_1