
Ini adalah kisah perjalanan keluarga Syalila yang baru, Syalila yang sudah mempunyai anak kembar 3.satu perempuan dan dua laki-laki. keluarga Syalila nampak sangat bahagia setelah semua keluarga itu berkumpul, apalagi dengan notabenenya keluarga Syalila telah bertambah satu orang anggota baru.. yaitu Riu yang menjadi menantu Syalila.
"Apa yang sedang kau lakukan istriku?" tanya Ley kepada Syalila.
"Tidak ada." jawab Syalila.
"Lalu, apa yang kau lakukan sambil menjongkok begitu?" tanya Ley lagi kepada Syalila.
"Aku membuat rumah undur-undur." jawab Syalila.
"Kenapa undur-undur harus diberikan rumah?" tanya Ley.
"Biar tidak kena hujan." jawab Syalila.
"Memang undur-undur tidak bisa membuat rumah sendiri?" tanya Ley.
"Nggak bisa, karena mereka tidak punya tangan." jawab Syalila. kemudian datanglah dua anak Syalila Rion dan Leon.
"Apa yang bunda lakukan di sana?." tanya Rion kepada Syalila.
"Membuat rumah undur-undur." jawab Syalila.
"Memang undur-undur hidupnya di sini bunda?" tanya Rion kepada Bundanya.
"Tentu." jawab Syalila.
"Lalu, ibunda buat apa menggali tanah itu?" tanya Rion.
__ADS_1
"Buat mereka berteduh." jawab Syalila. kemudian datang lagi dua pengacau yang selalu membuat Syalila naik darah.
"Apa yang ratu lakukan di sana?" tanya Rey dan Phay kepada Syalila.
"Kenapa sih dari tadi kalian bertanya terus, apa tadi kalian lihat aku ini sedang menggali tanah. memangnya apa yang kulakukan? apa aku sedang memasak atau membuat minuman atau sedang mencuci, hah... kan kalian lihat sendiri kalau aku sedang menggali tanah untuk menanam tumbuhan. kalian ini sekolahnya di mana sih! kok tidak ada yang pinter semuanya, dasar otaknya kecil punya telinga di besarin. punya ekor dipanjangin tapi otaknya cuma segede biji kacang." jawab Syalila kemudian berlalu dari mereka hingga membuat mereka terdiam.
"Ayah kita salah ya bertanya?" tanya Rion kepada Ley
"Entahlah.. Ayah juga bingung sama ibumu." jawab Ley.
"Ayah dulu menemukan ibu di mana sih?" tanya Leon.
"Jangan keras-keras, kalau kau tidak ingin barang-barang dapur berlarian ke kepalamu." jawab Ley.
"Memang barang di dapur punya kaki ayah?" tanya Leon lagi.
"Ada kakinya, kalau kamu tidak percaya kamu bicara aja yang keras-keras seperti tadi. nanti barang di dapur berjalan semuanya!" seru Ley. karena penasaran dengan perkataan sang ayah, akhirnya Leon berbicara dengan keras yang membuat Rey dan phay menutup mulut mereka.
"Memangnya kenapa?" tanya Syalila.
"Memang bunda ketemu ayah di mana sih! kok Ayah mau sama bunda?!" seru leon.
Seketika Syalila yang membawa alat penggorengan dan gentong serta yang lain di tangannya.. seketika peralatan dapur itu langsung berpindah di atas kepala Leon.
"Kan... sudah Ayah bilang, kalau barang-barang di dapur bisa berjalan sendiri." ucap Ley kepada putranya. hal itu membuat Rey dan phay langsung tertawa terbahak-bahak karena kepala leon sudah ditutupi dengan gentong dan pengorengan.
"Kalau ini bukannya penggorengannya punya kaki, Ayah. tapi penggorengannya dilempar." gerutu Leon kepada ayahnya.
__ADS_1
"Jangan pernah kau melawan manusia terkuat di wilayah ini, putraku." ucap Ley pada putranya.
hal itu membuat Rion nampak menahan tawanya karena tidak ingin menyinggung saudaranya.
"Kenapa kau tidak membantuku! malah diam saja." gerutu Leon pada Rion.
"Ayah sudah bilang, jangan melawan manusia terkuat di wilayah ini dan aku tidak mau melawannya, karena aku mau memakai jurus menyelamatkan diri." bisik Rion kepada Leon. akhirnya drama alat masak yang mempunyai kaki pun selesai.
Syalila si wanita tak terkalahkan🤭🤭
suami Syalila Han zhe ley
Rion Han zhe ley dan Leon Han zhe ley
Axila Han zhe Ley
ini Riu si siluman rubah menantu syalila🤭
__ADS_1
pantau terus ya kelanjutan dari istri sang Kaisar babak 2, kemungkinan ceritanya akan terus berpindah-pindah dari satu dimensi ke dimensi lain.
** bersambung **