
" Apa yang terjadi padamu Leon?." tanya Rion kepada Leon.
" serangan Mereka ternyata bisa melukaiku Rion." jawab Leon.
di saat seperti itu si kembar itu menatap para pasukan empat alam.
" kita harus segera ke tempat Angela, kalau tidak kita akan dihabisi semuanya! kita lindungi mereka berdua." seru Rion kepada Leon.
" kau benar ibunda telah mempercayakan mereka berdua kepada kita! kita tidak boleh merusak kepercayaan ibunda." kemudian Leon dan Rion melesat ke segel yang dibuat oleh Leon di tubuh Angela.
" Rion ! leon! apakah kalian tidak apa-apa ?." tanya Angela kepada dua lelaki itu.
" Leon terluka." guman Rion.
" kita harus bagaimana?." tanya Angela. sedangkan satu wanita yang masih pingsan dengan luka yang sangat menyedihkan masih dipeluk oleh Angela.
" apakah temanmu baik-baik saja?." tanya Ryan kepada Angela.
" kelihatannya dia sok." jawab Angela
" sebaiknya kita memagari diri kita agar tidak diserang oleh mereka!." jawab Rion.
" kau benar Leon, kalau tidak mereka akan menyerang kita secara membabi-buta." jawab Rion.
" apa yang akan kita lakukan sekarang?." tanya Angela kepada Leon dan Rion.
sesaat kemudian Raja Maximus dan sang dewa telah menyerang Leon dan Rion, hingga membuat mereka berdua kewalahan saat menangkis Serangan Raja Maximus dan sang dewa yang membabi buta. dua orang melawan ratusan pasukan, hal itu membuat Leon dan Rion kalang kabut namun tak berapa lama kemudian tiba-tiba angin mulai bertiup sangat kencang petir menggelegar bahkan sambaran petir itu telah mengenai sang dewa dan dan raja Maximus.
__ADS_1
" ada apa ini seru Raja maksimus kepada sang dewa." entahlah.
" siapa yang berani menghadang kita untuk membunuh ke empat makhluk ini." seru sang dewa.
hal itu membuat Raja Maximus marah, bagaimana tidak kalau sang mangsa telah setelah selamat dari serangan mereka berdua.
" siapa Kau! berani sekali kau menghadang serangan ku pada mangsa aku!!." seru Raja Maximus. hal itu membuat angin yang berhembus semakin kencang dan petir semakin menggelegar tak terkendali.
tak berapa lama kemudian tanah mulai bergoncang seolah akan ada gempa.
" ini seperti aura bunda." Rion kepada Leon.
" wah..ternyata nyonya bawel lagi marah!." guman rion.
" bunda sedang mengalami naik darah." guman Leon.
tak berapa lama kemudian ternyata yang ada difikiran Rion dan Leon telah muncul.
syalila muncul dengan amarah yang yang tidak bisa dibendung, saat melihat kedua putranya hendak dibunuh oleh raja Maximus dan seorang dewa yang sangat dikenal oleh eh syalila. siapa lagi kalau bukan dewa langit raja Han Ming dan dewa api Bay rong kakak dari Rong Lily.
" apa kabar Raja Han!." seru Syalila yang keluar entah dari mana.
" calon istriku!!." seru Raja Han yang terkaget melihat kedatangan Syalila.
" hahaha ternyata kau tidak pernah berubah Raja Han! Kau tetap brengsek seperti dulu!." seru Syalila yang sudah mengeluarkan ilmu petirnya.
" apakah kau datang kemari ingin menyerahkan diri cintaku." seru Raja Han.
__ADS_1
hal itu membuat Raja Maximus menatap dewa Han.
" apakah kau mengenal wanita cantik itu?." tanya Raja maksimus kepada dewa Han.
" hahaha dia adalah istri yang sangat aku idamkan, sebelum aku melarikan diri dari hukuman para dewa di istana para dewa!." jawab dewa Han sambil melipat tangan di dadanya.
" sampai sekarang pun kau tidak berubah! dan kau dewa petir kau sama saja tidak berubah tetap seperti ini menjadi peliharaan dewa Han." seru syalila sambil menunjuk dewa api Bay Rong.
" aku tidak akan pernah melepaskan orang-orang yang telah melukai keluargaku." seru Syalila.
" apa hubunganmu dengan kedua bocah ingusan itu!!." seru Raja Maximus.
" mereka adalah putraku dan mereka adalah darahku, siapapun yang hendak melukai mereka maka mereka harus mati di tanganku." seru Syalila yang sudah mengeluarkan kekuatannya, hal itu membuat tanah yang ada di kerajaan empat alam ikut terbawa ke langit.
" siapa gadis ini sebenarnya?." guman Raja Maximus dalam hati yang melihat kekuatan biasa dari seorang wanita cantik.
" pengendali tanah!? segel api!! hancurkan!!." seru syalila yang membuat tanah di kerajaan empat alam telah naik secara perlahan-lahan ke langit, serta petir yang menggelegar membuat api yang keluar dari tanah. kemudian Syalila langsung menghampiri kedua putranya untuk membawa mereka semua kembali ke tempat mereka.
" apa kalian tidak apa-apa?." tanya Syalila kepada putranya dan Angela. sedangkan Angela menatap takjub wanita yang ada di hadapannya.
" Leon terluka bunda." jawab Rion kepada ibunya.
" telinga kalian ini harusnya dipasang yang lebih besar! agar bisa mendengarkan perkataan ibu kalian." jawab Syalila.
" pegangan!." seru Syalila yang membuat Leon Rion memegang Angela dan temannya nya. sedangkan Raja Maximus menatap dari kejauhan Syalila yang sudah menghilang.
" Kau sangat cocok menjadi istri dari Raja Maximus!." guman Raja Maximus dalam hati sambil tersenyum.
__ADS_1
akhirnya si Ali lah telah membawa kedua putranya dan Angela beserta temannya mereka sampai di hutan yang entah apa namanya sedangkan Ley, Riu, xila telah kebingungan mencari Syalila sedangkan yang dicari malah nongol dengan tidak bersalah.