ISTERI SANG KAISAR 2 (PERJALANAN)

ISTERI SANG KAISAR 2 (PERJALANAN)
Kita akan pulang


__ADS_3

Katakan saja semuanya terasa sangat menyebalkan, di satu sisi seorang suami yang sedang bertarung melawan musuh-musuhnya di sisi lain carilah harus melihat putranya melawan para manusia yang bermuka menakutkan.


"Leon! Rion! segera kalian kalahkan kedua wanita itu, kalau tidak kita akan kehilangan waktu untuk kembali ke dunia kita." seru Syalila kepada kedua putranya.


Terlihat kedua Putra Syalila sudah mulai menyerang Dua Putri drakula, namun Zhu-Zhu sudah kelelahan karena Putri drakula itu tenaganya tidak kunjung habis.


Karena melihat kedua putranya tidak bisa mengalahkan para putri drakula itu, akhirnya Syalila turun tangan untuk membantu kedua putranya.


"Kenapa kalian tidak menggunakan seluruh kekuatan kalian! hanya mengalihkan mengalahkan wanita seperti mereka saja kalian harus membuang tenaga yang banyak." ucap Syalila yang kemudian mengarahkan kekuatannya pada telapak tangan.


"Tapi mereka berdua tenaganya lumayan besar bunda! karena aku menggunakan tenaga setengah saja, dia nampak tidak bergeming sama sekali." jawab Rion yang kemudian mulai menyerang Putri A kembali.


"Aura suci penyegar jiwa...."


Syalila sudah mulai menyerang para Putri drakula itu.


Kekuatan yang dikeluarkan oleh Syalila membuat kedua Putri drakula itu nampak kewalahan.


"Siapa suruh kalian harus melawan Mama cantik yang lagi marah."


Entah Kenapa Syalila selalu membuat kata-kata yang aneh di saat dia sedang bertarung.


"Kalian tidak akan bisa mengalahkanku."


Kedua Putri drakula itu nampak melihat wanita muda yang sedang menyerang mereka.


"Aku tidak akan membiarkan kalian melukai anak-anakku! kalian ini wajahnya cantik namun saat terlihat wajah asli kalian.


wajah kalian seperti mie keriting.


Perkataan yang dikeluarkan Syalila begitu melukai harga diri kedua Putri drakula itu.


"Para manusia selalu memuja kami! namun kau dengan beraninya menghina kami seperti itu." seru para putri Drakula.

__ADS_1


Nampak sesaat kemudian.. Syalila membuat garis lengkung di bibirnya.


"Aku tidak akan Sudi mau menerima kalian untuk menjadi menantu ku! wajah keriting seperti kalian bisa membuat para penghuni kerajaan hutan hijau kabur semua." seru Syalila.


"Lancang sekali! kau akan merasakan kematian dengan cara yang sangat mengerikan."


Terlihat kedua Putri drakula itu sudah mulai menyerang Syalila.


"Aura keabadian..."


"Segel penghancur jiwa..."


Terlihat Syalila sudah mengeluarkan kekuatannya, karena perhitungan dimensi yang dimiliki Syalila mengatakan kalau kekuatan yang dimiliki oleh Ley bisa membuat mereka kembali ke dimensi lain.


"Riu! segera kau hunus mereka dengan cakarmu."


Syalila telah memerintahkan menantunya itu untuk menyerang para Manusia drakula itu, terlihat Riu kebingungan.. namun Riu tidak mungkin melawan perintah dari mertuanya.


"Aura suci siluman..."


Sedangkan di tempat lain, Raja Maximus yang melihat kedua adiknya mati mengenaskan di tangan wanita cantik yang ingin dia miliki.


"Ternyata para Manusia ini tidak bisa disepelekan, kalau aku terus melawan mereka bisa-bisa aku akan mati juga." guman Raja Maximus dalam hati.


Nampak mata Raja Maximus menatap mayat kedua saudaranya, ada rasa ibah di hatinya. namun dia lebih memilih untuk menyelamatkan dirinya dari pada harus bertarung dengan para manusia dari dimensi lain.


"kau tidak akan kubiarkan selamat." seru Ley


Nampak pria itu semakin memperbesar kekuatan nya, keinginan Ley adalah untuk menghancurkan Kerajaan 4 alam. kerajaan yang penuh dengan kebusukan dan para penghuni yang penuh dengan sifat iblis.


"Aku akan pergi dari sini dan aku tidak akan melakukan perlawanan." seru Raja Maximus.


Namun hal itu tidak membuat menetralkan tenaganya, malah itu membuat Ley makin memperbesar tenaganya.

__ADS_1


"Manusia seperti seperti kalian tidak pantas hidup! dan dimensi ini adalah dimensi terkutuk." seru Ley yang kemudian mengeluarkan tenaganya.


Nampak garis hitam di langit hutan tanpa nama, saat Syalila melihat itu.. debaran hati Syalila semakin kencang, karena Syalila tahu garis itu adalah garis dimensi sama seperti waktu pertama kali Syalila datang ke tempat kerajaan langit.


"Kalian kompori Ayah kalian biar memperbesar tenaganya! karena portal dimensi itu telah terbuka." perintah Syalila kepada para orang yang ada di sana, nampak parah orang-orang itu terlihat bingung dengan perkataan wanita yang selalu membuat kegaduhan.


"Kita belum mendekat saja mungkin kita akan terlempar Karena kekuatan Kaisar Ley. dan kekuatannya itu bisa membuat kita kehilangan kekuatan kita." jawab Kaisar Xander yang melihat besarnya kekuatan pria setengah iblis itu.


"Dasar kalian tidak bisa diandalkan! bisanya cuma menonton saja, kalian ini orang-orang yang numpang bersandar saja." gerutu Syalila yang kemudian maju ke hadapan sang suami.


Nampak Ley menatap istrinya yang sedang mendekatinya.


"Isteriku!"


Ley yang berteriak saat istrinya hendak mendekati tubuhnya.


"Suamiku segera kau hancurkan tempat ini! karena kalau tidak kita tidak akan bisa kembali ke tempat kita." seru Syalila.


Ley yang mendengar perkataan sang istri langsung memperbesar kekuatannya, karena dia ingin segera kembali ke tempat asal mereka.


Kekuatan yang dikeluarkan oleh Ley nampak semakin besar, hal itu membuat dimensi lain telah terbuka.. beberapa saat kemudian kehancuran mulai terjadi di kerajaan empat alam, di sisi kerajaan empat alam milik Raja Maximus beberapa bangunan telah hancur satu persatu seolah bangunan itu ikut tersedot ke langit.


Sedikit demi sedikit semua yang ada di kerajaan 4 alam mulai hancur, bangunan-bangunan sudah berwujud menjadi tanah kembali. namun saat Raja Maximus hendak melarikan diri.. terlihat pria itu sudah ikut tersedot masuk ke dalam kekuatan Ley.


"Kita harus segera berpegangan." seru Syalila kepada para Putra dan yang lain.


Nampak orang-orang yang mendengar hal itu mereka langsung berkumpul dan dan memegang tubuh Syalila, wanita itu merasa kalau inilah saatnya dia harus kembali ke kerajaan hutan hijau.


"Kalian berpegangan yang kuat, karena aku akan menyusul Ayah kalian." seru Syalila yang kemudian menggunakan ilmu teleportasi nya untuk ke tempat Ley.


Disana Ley menatap tanah dan bebatuan yang telah terangkat, karena dia telah mengeluarkan kekuatan yang begitu besar.


"Suamiku inilah saatnya kita kembali ke rumah kita." seru Syalila yang kemudian memegang suaminya.

__ADS_1


Nampak lingkaran aneh telah muncul di langit yang menyedot ke sepuluh orang itu.


Entah di perjalanan manakah kesepuluh orang itu akan terhenti, Di hutan hijau ataukah dimensi lain. yang jelas mereka berpikiran kalau mereka akan kembali ke kerajaan hutan hijau.


__ADS_2