
Dalam sepi yang menjalar di hati
dalam raga menantikan seorang diri berjalan namun tak pasti
berhenti namun tak berani
"Istriku, apakah kau masih ingat dengan duniamu?" tanya Ley kepada istrinya.
"Tentu aku masih ingat dengan duniaku waktu aku tinggal, memang ada apa suamiku?" tanya Syalila kepada Ley.
"Sepertinya itu gerbang dimensi ke duniamu, istriku!" seru Ley kepada istrinya.
"Apa maksudmu suamiku?" tanya Syalila.
"Lihatlah dunia itu, berbeda dengan dunia kita dan ternyata mereka seperti dirimu." jawab Ley.
Nampak Syalila melihat cermin yang tembus ke dimensinya, Syalila memperhatikan cermin itu. memang benar apa yang dikatakan oleh suaminya, dimensi itu mirip dengan dunianya namun berbeda cara berpakaian dan dan cara hidup mereka.
"Dunia itu berbeda dengan waktu aku di sana suamiku." jawab Syalila.
"Entahlah tapi itu kelihatannya dunia asing tidak seperti di dunia kita." jawab ley.
Kemudian delapan orang itu sama-sama melihat cermin yang ada di kerajaan bumi, mereka menatapnya seolah-olah itu adalah barang yang sangat menarik.
Sesaat kemudian Rion yang sangat penasaran akhirnya menyentuh cermin itu. kemudian entah sinar apa yang yang membuat mata mereka silau.
"Ada apa ini?" guman Syalila sambil memejamkan matanya, begitu pula dengan ke tujuh orang yang ada di belakangnya. dalam hitungan 123 cahaya yang ada di cermin itu tiba-tiba menyerap mereka masuk ke dunia yang tidak mereka ketahui.
"Aaaaaaa!!!."
teriak Syalila yang berteriak saat tersedot oleh cahaya yang ada di cermin. entah apa yang terjadi, namun beberapa saat kemudian saat mereka terjatuh ke suatu tempat. Syalila yang bangun sambil memijit pantatnya.. kemudian Syalila teringat dengan ke-7 orang yang berada di depan cermin itu.
__ADS_1
"Suamiku, anakku! suamiku! anakku!." seru Syalila yang terus-terusan memanggil anak dan suaminya. kemudian ada seseorang yang berteriak membuat Syalila terkaget.
"Istriku!." seru Ley.
"Suamiku, kau ada di mana?!" teriak Syalila yang berteriak tiada hentinya.
"Istriku!!." seru Ley.
"Ya." jawab Syalila.
"Aku minta padamu untuk menyingkir dari tubuhku, karena kau menindih tubuhku." seru Ley yang membuat Syalila langsung meloncat dari tubuh suaminya.
"Apa yang kau lakukan suamiku?" tanya Syalila kepada Suaminya.
"Apa maksudmu, Sayang." guman Ley.
"Kau yang menindihku sayang!" seru Ley
"Xila, Rion, Leon, Riu!!" seru Syalila yang berteriak-teriak tak menentu.
"Bunda, bunda!!" seru seorang wanita yang membuat Syalila tahu siapa yang memanggilnya.
"Putriku, kau ada di mana?!" seru Syalila yang celingak-celinguk mencari asal suara itu.
"Bunda, tolong!!" seru Xila.
akhirnya Syalila menatap sang putri yang sedang terjungkal di lubang bersama suaminya.
"Apa yang kalian lakukan di sana!!" seru Syalila kepada Xila.
"Apa yang maksud bunda, tolong kami dulu!!" seru Xila.
__ADS_1
Akhirnya nya Syalila dan Ley menolong Putri dan menantunya.
"Apa yang kau lakukan Riu, kau ini siluman rubah, masa loncat saja tidak bisa." gerutu syalila kepada menantunya.
"Maaf bunda, mana mungkin aku bisa menggunakan kekuatanku, lihatlah lubang itu begitu sempit untuk menggerakkan tubuh." jawab Riu.
"Sudahlah Bunda, kita harus mencari yang lain!" seru Xila kepada ibunya.
"Kita harus berpencar!"seru Ley kepada putrinya.
"Baik Sayang, kau dan suamimu carilah Paman Xander dan bibi Lili.bsedangkan Bunda dan Ayahanda akan mencari kedua saudaramu!" seru Syalila.
"Baik Ayahanda." jawab Riu.
"Pria berekor jaga Putri baik-baik!!" seru Syalila kepada Riu.
"Tenang saja nyonya cerewet, saya akan menjaga istriku." jawab Riu lalu mengajak istrinya untuk berlari menghindar dari amukan ibu mertuanya.
"Lihatlah Suamiku, dasar menantu tidak tahu diri. masak dia bilang kalau aku cerewet." gerutu Syalila kepada Ley.
"Sudahlah istriku, kita harus mencari kedua putramu itu." jawab Ley.
"Kemana.. lagi kedua cicak komat-kamit itu." gerutu Syalila.
"Istriku mereka itu putramu, mengapa kau harus memanggil mereka cicak komat-kamit." ucap Ley.
"Lah mereka itu tidak bisa diam sama sekali bisanya membuatku marah." jawab Syalila.
"Bersabarlah Istriku." jawab Ley.
"Mana bisa sabar, kalau menghadapi dua putra mu itu, dari mana mereka mendapatkan turunan seperti itu." gerutu Syalila dalam hati yang membuat Ley tidak berani menjawab, kalau dia menjawab pun akan berakibat fatal bagi dirinya.
__ADS_1
* bersambung **