
Hembusan angin..
bagaikan suara canda tawa
berharap memeluk sang kekasih
namun tak ada kunjung bertemu
ingin memadu kasih
yang tersirat hanyalah bayangan yang semu
"Apakah kalian sudah mendengar mengenai kabar Kerajaan di luar sana?" tanya Ley kepada Riu.
"Sudah Tuanku, saya sudah mempersiapkan semuanya. mungkin nanti malam saya akan ke Kerajaan bumi dengan istri hamba." jawab Riu.
Sedangkan Xila nampak tersenyum bahagia karena dia akan diajak suaminya pergi ke Kerajaan bumi, tempat dewi Lili berada.
"Mengapa kau harus membawa cicak wanita itu keluar." gerutu Syalila kepada Riu, sambil menunjuk putrinya. karena Riu mengajak anak perempuannya pergi dari hutan hijau.
"Bunda aku adalah seorang istri, yang harus mengikuti suaminya selalu kan." jawab Xila dengan percaya dirinya.
"Baru satu bulan menikah sok-sokan kamu ya." sindir Syalila kepada putrinya.
__ADS_1
"Diamlah istriku, jangan sampai kau menanggapi ucapan Bundamu. kalau tidak kita tidak akan bisa keluar dari Kerajaan Hutan hijau." bisik Riu di telinga istrinya. hal itu langsung dianggauki oleh Xila.
"Oh ya suamiku, kita keluar yuk ikut mereka berdua." pinta Syalila di telinga Ley.
"Buat apa kita ikut mereka?" Jawab Ley.
"Kita jalan-jalan gitu." jawab Syalila.
"Kau itu selalu ingin jalan-jalan, apa tidak puas berjalan-jalan di hutan ini setiap hari membuat keributan." jawab Ley yang membuat salah seketika langsung menarik wajah sang suami.
"Memang siapa yang membuat keributan?" tanya Syalila.
"Tidak ada ada." jawab Ley.
"Nanti malam jemput Bunda dan Ayahanda untuk berangkat!" seru Ley yang membuat Syalila langsung tersenyum dan memeluk suaminya.
"Yes, kamu memang suami yang sangat pengertian!!" seru Syalila.
Namun tidak bagi Riu dan Xila, karena mereka berdua akan mati kutu jika ada Syalila disana.
"Mengapa bunda harus ikut kita?" cibir Xila.
"Kenapa tidak boleh ikut?." tanya syalila.
__ADS_1
"Bunda di sini saja." ucap Xila.
"Terserah bunda dong, karena bunda pergi kemanapun itu adalah hak Bunda." jawab Syalila.
"Ikuti saja permintaan Bunda, daripada dia akan membuat keributan." bisik Riu kepada isterinya
Akhirnya kesepakatan pun terjadi, Syalila akan pergi nanti malam ke Kerajaan bumi.
entah apa yang dirasakan Syalila, namun beberapa hari ini Syalila selalu terbayang dengan dunianya.
Ingin sekali Syalila mengungkapkan penggalan penglihatan itu. namun rasanya mulut Syalila terasa berat saat ingin berguman, saat Ley yang mengetahui itu dia tidak bisa berkata apapun, karena Syalila selalu mengalihkan pembicaraan saat suaminya menanyakan kondisinya,
Entah apa yang ada dipikiran Syalila, dia begitu khawatir dengan kepergian anak-anaknya jika keluar dari Kerajaan Hutan hijau. apalagi beberapa waktu yang lalu Syalila seperti mendapatkan penglihatan mengenai dunianya, dunia yang penuh dengan teka-teki. namun Syalila melihat dunianya sudah berbeda waktu Syalila berada di sana.
Entah mengapa dunia itu sepertinya sangat suram, hingga membuat Syalila tidak bisa mengutarakan pikirannya kepada sang suami. Syalila selalu mengurung diri untuk beberapa hari karena pikirannya terlalu terpecah dan terfokus pada keadaan putranya.
Syalila tahu kalau dirinya bukan dari dunia itu, namun dia selalu berharap dia tidak akan pergi dari sisi keluarganya. entah apa yang terjadi namun perasaan Syalila seperti ada gejolak yang tiba-tiba tak terbendung,
Karena itu Syalila tidak memperbolehkan Xila pergi sendiri tanpa dirinya, mimpi itu terasa nyata seolah Syalila terpisah dari keluarganya. keesokan hari saat malam tiba..akhirnya Syalila dan ketiga anak, suami serta menantunya berangkat ke kerajaan bumi.
Sudah beberapa bulan ini komunikasinya dengan Kerajaan Bumi tiba-tiba terputus, bahkan untuk menghubungi Lili lewat kontak telepati Syalila tidak bisa. dia takut sesuatu terjadi pada Kerajaan bumi.
"Dunia ini benar-benar bagaikan dunia yang tidak pernah aku kenal, dari semua penglihatan yang aku lihat Kenapa semuanya seolah menuju jalan ke duniaku, apa yang menantiku di depan?" ucap Syalila.
__ADS_1
** mohon dukungannya 🤗👍❤️.**"