
panas dingin hati ini
mencari cinta namun tak pasti
panas dingin jiwa ini
mendengar suara yang selalu menyakiti bukalah hatimu untukku
karena aku akan selalu membahagiakanmu
" apa yang sedang kamu cari istriku?." tanya ley kepada syalila.
" aku sedang mencari obat penahan rasa sakit." jawab Syalila.
" untuk apa isteriku, apakah Kau sakit?." tanya Ley.
" bukan untukku, tapi untuk Angela. apakah kamu tidak tahu kalau Angela kelihatannya menyukai putramu itu." tanya Syalila.
" sama siapa?." tanya Ley.
" tentu saja sama putramu." jawab Syalila yang kesal.
" kan Putra kita ada dua." jawab ley.
" oh iya ya, kok bisa lupa." guman Syalila yang membuat Ley pingin menepuk jidat istrinya.
" yang jelas kelihatannya Angela menyukai Leon, tapi Leon tidak peka sama sekali. lihatlah putramu itu apakah dia tidak terlalu menjengkelkan." gerutu Syalila.
__ADS_1
hal itu membuat ley mengangguk-ngangguk.
" apakah kita bantu atau biarkan mereka?." tanya Ley.
" tidak usa. kita harus fokus pada penyerangan di kerajaan empat alam. biar kita bisa langsung pergi dari tempat iblis ini." jawab Syalila.
" kau benar istriku." Ley yang bisa melihat api dendam yang ada di hati istrinya.
" apa yang kau lakukan bunda?." tanya Xila yang baru kembali bersama Riu.
" sedang melukis di dinding." jawab Syalila yang asal, padahal jelas xila udah tahu kalau ibunya sedang berbincang dengan ayahnya. hal itu membuat Syalila menjawab dengan asal, sedangkan Riu yang berada di belakang tubuh Xila nampak tersenyum dan mendekati sang istri.
" kau kan sudah lihat isteriku, mengapa harus berkata yang tidak-tidak." bisik Rio ditelinga istrinya.
sedangkan Xila merasa menyesal telah bertanya hal itu pada ibunya, karena benar apa yang dikatakan oleh suaminya. kalau hal itu hanya akan membuat bundanya menjawab dengan asal.
" oh ya bunda, apakah bunda sudah punya rencana untuk menyerang kerajaan empat alam." tanya Riu kepada ada ibu mertuanya.
" lalu kalau kita sudah menemukan kelemahan mereka, apa yang terjadi?." tanya Riu.
tak berapa lama kemudian ternyata dua pria yang dibicarakan oleh Syalila, telah kembali dari tugasnya untuk mencari bahan makanan. " bunda!!." seru Angela dan Zhu-Zhu.
" apakah kalian sudah mendapatkan yang bunda bicarakan tadi?." tanya Syalila kepada rion.
" sudah bunda." jawab Rion.
" oy, bunda ingin bertanya sesuatu pada kalian, karena bunda kemarin lupa." guman Syalila.
__ADS_1
" bunda ingin bertanya apa?." tanya Leon.
" apa yang kalian dapatkan waktu kalian pergi meninggalkan bunda?." tanya syalila kepada kedua putranya.
" kami bertemu dengan dua makhluk yang sangat cantik bunda." jawab Leon sambil tersenyum jahil, sedangkan nampak wajah Angela muram seperti cucian yang hendak diperas.
" cantik dari mananya Leon, kalau cantik ngapain kamu tidak mau menikahinya." gerutu rion.
" maksud kalian apa?." tanya syalila kepada kedua putranya.
" iya bunda, wajahnya cantik, tapi saat mereka berubah wujud. wajah mereka sangat mengerikan." guman Rion yang tidak ingin masa pendekatannya kepada Zhu-Zhu hancur gara-gara kerjahilan dari saudaranya.
" Rion, katanya kemarin kita sudah sepakat mau menerima mereka." guman Leon kepada Rion.
" ogah kamu aja yang menikah dengan kedua gadis itu. gadis kayak gitu kok mau dinikahin." gerutu Rion yang melirik wajah Zhu-Zhu.
" emangnya kenapa kalian tidak mau menikahi mereka, kalau mereka cantik." sindir Zhu-Zhu kepada Rion. hal itu membuat Rion meremas tangannya, takut Zhu-Zhu akan marah.
" mereka adalah keturunan para nenek sihir, bahkan di tempat kami. mereka tidak pernah ada." jawab Rion yang membuat Syalila dan Ley nampak bingung.
" apa maksudmu Rion?." tanya Syalila kepada putranya.
" entahlah bunda, aku tidak tahu mereka dari kaum apa. tapi mereka dari hewan kelelawar yang bisa berubah menjadi manusia." jawab Leon dan Rion kepada ibunya.
" kalau begitu mereka pasti bangsa drakula." jawab Syalila.
" bangsa drakula?, apa maksudmu istriku?." tanya ley kepada istrinya.
__ADS_1
" itu seperti Siluman kelelawar yang berubah wujud menjadi manusia, tapi mereka menginginkan darah manusia sebagai minuman atau kau penguat tenaga mereka." jawab Syalila.
πΈπΈβΊοΈπππβ€οΈβ€οΈβ€οΈπ€π€π€πΈπΈ