ISTERI SANG KAISAR 2 (PERJALANAN)

ISTERI SANG KAISAR 2 (PERJALANAN)
Ley yang tertular syalila


__ADS_3

"Apa yang terjadi di sini Ayah?" tanya Xila kepada Ayahnya.


"Di sini tadi ada ada peralatan dapur yang bisa berjalan, dan ada seseorang yang tak percaya." jawab Ley. kemudian Syalila berdiri sambil berkacak pinggang.


"Memang ada apa kali berkumpul disini semuanya? ini juga..manusia berekor ngapain di sini? dan kamu istri manusia berekor ngapain juga ke sini!!" seruh Syalila yang membuat Rion dan Leon tertawa terpingkal-pingkal dengan keabstrakan ibunya.


"Bunda gimana sih, masa anak sendiri dipanggil seperti itu." gerutu Xila.


"Kan benar, kalau kau adalah istri manusia berekor.. tuh." tunjuk Syalila kepada Riu menantunya.


"Sudahlah Sayang, kalau kau melawan Ibunda.. kau sendiri yang akan pusing tujuh keliling." jawab Riu.


Terlihat mereka bercakap-cakap dengan keadaan yang sangat konyol sekali.


"Katanya kau akan menikah Rey?" tanya Syalila kepada Rey.


"Kata siapa ratu?" tanya Rey kepada Syalila.


"Para wanita yang ada di dalam bilang kalau kau akan menikah sebentar lagi." jawa Syalila yang kemudian duduk dan membenarkan bajunya yang kotor.

__ADS_1


"Hai anak cicak! kenapa kalian masih berdiri sana. apa kurang Bunda lempar kalian dengan peralatan dapur!" seru Syalila kepada kedua putranya.


"Ini gara-gara Ayah, bunda. Ayah bilang kalau di dapur ada peralatannya bisa berjalan sendiri." jawab Leon.


"Tuh kalian aja yang nggak pinter-pinter, dibohongin Ayah kalian aja mau." jawab Syalila.


"Kan yang bilang Ayah, Bunda. kan aku cuma bertanya tadi kenapa apa Ayah mau bersama Bunda yang kelakuannya seperti ini." guman Leon yang masih bisa didengar oleh Syalila,


Sesaat kemudian Rion langsung menyikut lengan saudaranya agar tidak membuat masalah bertambah panjang.


"Kenapa memangnya kalau Ayah menyukai bunda?" tanya Syalila kepada Leon.


Setelah mengerti dengan apa isyarat dari Rion akhirnya Leon pun menutup mulutnya sambil mengelengkan kepalanya. Rion pun begitu dia menutup mulut dengan kedua tangannya.


Entah mengapa Ley sekarang walaupun bicaranya hanya sedikit tapi itu bisa membuat semua orang ikut tertawa.


"Ternyata Yang Mulia Kaisar senang bercanda juga." jawab phay.


"Ini pasti gara-gara bunda, Ayah jadi tertular sama bunda kan.. kan." jawab Rion yang keceplosan. hal itu membuat Syalila langsung berdiri ke depan anaknya.

__ADS_1


"Coba ulangi lagi!!" seru Syalila.


Sesaat kemudian Rion baru sadar dengan ucapannya. seketika pemuda itu langsung menatap wajah ibundanya.


"Coba ucapkan lagi putraku yang pikirannya cuma setengah on lebih satu garis!" seru Syalila.


"Maaf bunda, tapi itu tidak sengaja!" seru Rion.


"Tidak sengaja kepalamu botak itu apa, aku ini Bundamu Rion! masa kau berkata seperti itu padaku. kalau tidak ada aku kau tidak akan lahir di dunia ini, dan kau tidak akan bertemu para manusia berekor, kadal ompong dan kodok bunting itu!" seru Syalila yang mulai menyebut satu persatu para penghuni hutan hijau, sesaat kemudian phay yang menahan diri untuk tidak tertawa pun akhirnya tertawa.


"Ha-ha-ha.. mengapa nona Sya tidak pernah berubah." seru phay membuat Syalila melotot.


"Kadal ompong, Kau bisa tidak Diam. apa kau selalu tertawa saat aku berbicara? itu namanya tidak sopan dasar kadal, udah kadal bulus lagi!!" seru Syalila.


"Nyonya tolong jangan berbicara lagi, ini bisa membuatku sakit perut setiap kali nyonya mengatakan sesuatu." seru Rey yang tidak berani bersuara pun hanya menatap sambil menahan tawa di perutnya. sedangkan Xila selalu menatap horor ibunya yang sedang marah.


"Kalau kalian tidak ingin bunda ngamuk-ngamuk cantik, sebaiknya kalian berhenti tertawa." bisik Xila yang membuat mereka langsung terdiam seketika.


Ngamuk-ngamuk cantik yang dilakukan oleh Syalila bisa membuat seisi Kerajaan Hutan hijau menjadi waspada. bahkan di kolong semut pun Syalila akan membuat para penghuni itu kewalahan.

__ADS_1


Mereka selalu teringat dengan kelakuan Syalila, saat wanita itu masih hamil, seluruh Kerajaan Hutan hijau dibuat pusing dengan kelakuan Syalila.


** bersambung **


__ADS_2