
Nampak goncangan telah membuat tanah yang ada di hutan tanpa nama itu sedikit demi sedikit ikut terbawa ke angkasa, bersama kekuatan yang semakin membesar.
Hal itu membuat Dewa langit Dan dewa api Bay Rong serasa seperti di lautan yang membuat nafasnya sesak.
Namun berbeda dengan Raja Maximus yang tubuhnya mulai mengering, sedikit demi sedikit karena kekuatannya seolah dihisap oleh Ley. hingga nampak wajah asli dari Raja Maximus yang sudah berumur ratusan tahun.
"Kenapa tubuhku bisa secara tiba-tiba seperti ini, seharusnya ini tidak terjadi kepadaku.. karena aku sering meminum darah manusia." guman Raja Maximus yang melihat tubuhnya sedikit demi sedikit menua.
"Kita harus menyerang dia Dewa langit! karena kalau tidak kita yang akad kehilangan seluruh tenaga kita, karena iblis setengah peri itu kekuatannya bisa menghisap seluruh kekuatan yang dia inginkan." seru dewa Api yang tubuhnya seolah terhisap ke arah Ley, hal itu membuat Ley semakin memperkuat kekuatannya agar dia bisa membunuh mereka semua.
Sedangkan di tempat lain, nampak orang-orang yang dari kerajaan hutan hijau itu menatap dan merasakan kekuatan yang maha dahsyat dari sisi iblis dari pria itu tidak sepenuhnya hilang.
"Bunda apakah tidak apa-apa kalau ayahanda seperti itu! aku takut ayahanda akan kehilangan kendali atas dirinya." seru Leon dan Rion yang nampak ketakutan karena melihat kekuatan yang sangat besar dikeluarkan oleh ayahnya.
"Kalau Kaisar Ley mempunyai kekuatan seperti ini, berarti bunda Syalila memiliki kekuatan yang hampir sebanding atau lebih dari Kaisar Ley." guman Riu dalam hati sambil menatap mertuanya.
__ADS_1
Sedangkan sang Kaisar Xander nampak sangat takjub pada pria yang ada di depannya. kalau dibanding dengan kekuatan Kaisar Xander kekuatan Kaisar dan Ratu Syalila tidak akan bisa dibandingkan, entah apa yang ada di benak Syalila hingga membiarkan Ley mengeluarkan sisi iblis yang disegel dahulu.
"Apa yang bunda Syalila rencanakan, hingga membiarkan Ayahanda membuka segel dari tubuhnya karena segel itu telah kami kunci rapat." guman Riu yang menatap Syalila, pikiran riuh nampak mulai melayang melihat kekuatan yang dikeluarkan oleh mertuanya.
"Kalian percayalah padaku! karena aku tidak mungkin akan mencelakai suamiku dan cukup kalian dengan percaya padaku, setelah itu kalian akan mengerti kenapa aku harus melakukan semua ini." seru Syalila yang berkata dengan lantang kepada orang-orang di sekitarnya.
"Tapi aku akan tetap mengambil wanita itu untuk ku jadikan istri." seru Dewa langit yang membuat kemarahan ley, semakin membludak dengan dengan kecepatan yang tinggi. Ley langsung melempar tubuh Dewa langit sehingga mulutnya mengeluarkan darah.
"Syalila adalah istriku! jangan pernah kau berani untuk merebutnya dariku, seujung kuku pun saat kau menyentuhnya.. berarti kematian telah datang menghampirimu." seru Ley yang kemudian melempar kembali tubuh Dewa langit hingga darah yang keluar dari tubuhnya semakin banyak, terlihat mulut Dewa langit sudah memuntahkan banyak darah.
"Segel kematian." seru Ley yang telah membuat tubuh Dewa Api Bay Rong langsung tidak bisa bergerak, dan seketika tubuhnya sedikit demi sedikit membentuk tulang yang dilapisi kulit.
Saat Lili melihat hal itu, entah kenapa terbersit di pikiran Lili untuk melihat kematian saudaranya secepat mungkin. memang benar Dewa langit dan dewa Api Bay Rong tidak pernah sekalipun untuk bertaubat dengan semua kelakuannya di masa lalu.
apakah kamu merasa kasihan sama kedua orang itu Lili tanya salila yang melihat perubahan ekspresi wajahnya
__ADS_1
"Tidak Nona Sya! Aku tidak pernah menginginkan mereka semua untuk hidup, karena mereka pantas untuk mati." seru Lili yang kemudian membuat segel dewa untuk kedua pria yang telah dibuat tidak berdaya oleh eh Kaisar ley.
"Segel terlarang! aura kematian! jiwa abadi." seru Lili yang membuat segel di tubuh kedua Dewa itu, hal itu membuat Dewa langit Dan dewa api Bay Rong seperti seorang mayat yang akan menjelang akhir hidupnya.
"Apa yang telah kau lakukan isteriku." seru Kaisar Xander kepada istrinya.
"Ingatlah suamiku! bahwa pria ini sudah berusaha membunuhku dan membunuh anak kita, aku masih diam saja waktu itu. namun saat ini aku akan membalas dendam kepada kedua orang itu, yang selalu ingin merusak kebahagiaan kita." seru Lili yang telah menyegel tubuh kedua Dewa itu, hal itu membuat kedua Dewa itu nampak seperti ikan yang yang kekurangan air.
Saat Dewa api Bay Rong menatap adiknya.. nampak terbesit rasa penyesalan di hatinya, karena selama ini dia selalu mengusik kebahagiaan adiknya di dunia bersama keluarganya.
Namun apa yang terjadi sekarang, seorang adik yang dulu selalu bermain dengannya kini ingin membalaskan rasa sakit hatinya karena Dewa Api Bay Rong ingin membunuh anak dari adiknya.
Penyesalan selalu datang di akhir perjalanan, namun saat Dewa Api Bay Rong menatap wajah adiknya di akhir nafasnya. dia ingin mengatakan penyesalan yang teramat dalam kepada ada adik yang selalu dicintainya.
"Maafkan aku adikku, maafkan semua kesalahan kakakmu yang kejam ini." guman Dewa Api Bay Rong yang kemudian tubuhnya melebur bersama dengan api yang bersemayang di tubuhnya.
__ADS_1