
" Kalau tidaka da yang mau bahas lagi saya pergi assalamualaikum" ujar Icha meninggalkan putri yang masih heran menatap nya...
" Wa Wa'alaikum salam" ujar Putri gagap ke arah Icha yabg sudah menjauh...
" *Kerasukan apa itu anak? bisa sok gak kenal bestie sendiri? akting nya pun sangat menyakinkan? kayak beneran gitu?" batin nya Putri memikirkan sikap Icha ....
Setelah memarkir kan honda nya lalu* lalu iya naik ke balee dan tiba tiba melihat Icha bareng ustad Naufal sedang bersenda gurau dan agak ke marah marah tapi kok ustad ladenin....
" What? gue gak salah lihat? Icha Belagak memarahi ustad? dan ustad takut dan tertunduk aneh banget?" batin nya Putri sambil melotot ke arah ke arah Icha dan Naufal....
Sedang kan Naufal sebenar nya lagi di marahin ama ibu nya atau istri nya tersebut gara gara ia asyik mabar sama murid nya entah kenapa ustad dingin,cool ,tampan,tiba tiba Icha jumpa bukan pergi mandi malah asyik mabar ...
Flash back on..
__ADS_1
Setelah Icha pergi meninggal kan Putri lalu ia menghela nafas nya entah kenapa dia sangat ke susah han seperti sudah mengurus anak bayi gede lebih susah dari pada bayi gemes...
Setelah itu Icha ke toilet dan membersihkan wajah nya yang sudah marah marah sedari tadi,Lalu iya dan sengaja mendengar suara Naufal sedang berteriak teriak....
" Samping ke samping oh todak ke kanan kanan" ujar Naufal Icha yang mendengar nya aneh lalu iya mencari sumber suara tersebut seketika itu ia memegang ke dua pinggang nya....
" Ehmm" ujar Icha memberi kode...
" Siapa sih yang berdehem pengen banget saya tarik telinga nya dah tau lagi mabar" ujar Naufal kesal dan masih fokus pada hp lalu Icha yang mendengar nya langsung mendekati Naufal tanpa peduli ekspresi Orang lain...
" Mabar bentar dek " ujar Naufal tak mengenalkan suara tersebut atau apa lah lalu ia terkejut dan berhenti memainkan hp nya dan menoleh ke depan....
" By" ujar Naufal terkejut dan melempar kan hp nya ke samping....
__ADS_1
" Tunggu By dengerin dulu aku hanya 2 menit yang lalu mabar" ujar Naufal bangkit dan menjelaskan biar Icha tak salah paham tapi sayang dia sudah terlambat ...
" Aku gak akan mabar aku segera ke kamar untuk mandi" ujar Naufal memberi kan penjelasan Icha hanya mengangguk saja sambil melipat ke dua tangan....
" Telinga yang mana mau kamu tarik?" ujar Icha sambil menahan emosi sedang kan yang lain pada melongo melihat ustad nya takut pada Icha Iya sih? Naufal sekarang sudah ketar ketir dan merinding dengan ke arah Icha..
" Hah? telinga? itu itu... cuma becanda?" ujar Naufal yang sudah gagap habis...
" Gitu ya " ujar Icha tersenyum smirk..
Lalu Icha menarik telinga nya Naufal dan membawa nya ke musholla sedang kan Naufal hanya meringis ke sakitan aja bagai mana tidak ia takut banget sama istri....
" Auwww Baby maaf kan aku?" ujar Naufal yang sudah sangat sakit di tarik oleh Icha sedang kan Icha yang sudah emosi sangat tak menghiraukannya sedang kan nya lain seperti mesin waktu mereka berhenti sebentar bahkan orang lagi naik karet auto terhenti bagai mana tidak kalau seorang ustad di tarik telinga oleh seorang murid dan sambil Memanggil Baby?....
__ADS_1
Bersambung ..