
", Buana, tolong jemput Nona Gaura di desa, dan suruh dia untuk menandatangani surat perjanjian ini. Agar kelak dia tidak meminta bagian nya di rumah ini.
Buana tidak perlu waktu lama, dia segera mengemudi mobil, dan menjemput Nona Gaura di desa.
Gaura membereskan barang bawaan nya dan menunggu jemputan dari Ayahnya.
Tiga jam kemudian,Buana sampai di rumah Nona Gaura dan melakukan sesuai dengan yang di katakan Nyonya rumah.
"Nona Gaura, mohon di tandatangani dulu, surat perjanjian ini sebelum kita pulang kerumah.
"Ini perjanjian apa Pak Buana ? Ini perintah Nyonya, saya juga tidak tau apa isinya Nona.
Tidak apa-apa Pak Buana, Gaura sudah mengerti. Sepertinya Ibu tiriku takut , aku menuntut harta warisan pada Ayahku.
Nona Gaura, barang bawaan nya masih ada ? cuman satu koper pak Buana, tidak ada lagi. Kalo begitu kita langsung berangkat Nona Gaura, takut kelamaan di jalan," Iyah pak Buana , langsung jalan aja.
", Gaura, masih dalam duka dan sekarang dia akan hidup bersama Ayahnya di kota. Tapi Gaura masih belum tau, apakah dia di terima atau tidak oleh Ibu tirinya.
Belum datang saja, dia sudah di berikan surat perjanjian. Apa lagi kalo dia sudah di rumah itu.
Sekarang, dia hanya bergantung kepada Ayahnya. Karena dia tidak punya siapa-siapa lagi selain Ayahnya.
Gaura masih belum tau, jika sebenarnya dia akan menggantikan posisi adiknya menikah. Orang yang akan menikahinya adalah investor perusahaan Ayahnya.
Sedangkan dia di jalan , tidak merasa curiga sama sekali. Dan Gaura sampai di rumah keluarga Eroni jam sepuluh malam.
Tidak ada yang menyambut, kecuali pelayan yang membuka pintu untuknya. Sedangkan Ibu tirinya masih di atas dan tidak mau turun sama sekali.
Tidak lama kemudian, ada suara mobil yang masuk dan di parkir di depan rumah. Ibu tirinya buru-buru turun dan pura-pura menyambut Gaura.
Gaura kamu sudah datang? maaf Ibu tidak tahu, soalnya Ibu habis mandi. Iya Bu, Gaura juga baru aja sampai tidak lama setelah Ibu turun tadi.
Pelayan, antarkan Nona Gaura ke kamarnya, dan siapkan makan malam untuk Nona Gaura. "Baik Nyonya, Nona Gaura silahkan ikuti saya.
__ADS_1
" Retno, aku pulang? semua orang pada kemana Ya.
Bibi Ibu kemana?
Nyonya di atas Tuan, lagi ngantri Nona Gaura ke kamarnya.
" Oh ,Ya sudah.
Mas Adnan kok sudah pulang? Bukannya tugasnya di luar kota satu Minggu? Proyek Nya gagal Sayang dan kita sekarang mengalami kerugian besar.
Kok bisa? terus bagaimana nasip kita ? Masa begitu saja gak becus sih Mas Adnan. Sayang sabar jangan marah-marah dong, Mas lagi berpikir.
Sekarang perusahaan bangkrut dan jalan satu-satunya adalah, menikah kan Freya dengan anak pertama Farhan Kaflo.
Kamu gila ya Mas Adnan, kamu kan tau, anaknya itu terkenal dengan kekejaman nya.Dia tidak pernah mengampuni siapapun yang berani menentang nya.
Apa kamu tega , melihat Freya menikah dengan orang yang berdarah dingin itu.
"Sayang,. Mas gak punya pilihan, kamu tau sendiri, gaji karyawan sudah dua bulan tidak di bayar.
Karena Gaura masih menyelidiki, penyebab kematian Ibunya dua bulan yang lalu. Karena tidak mungkin Ibunya hanya pergi sebentar pulang-pulang hanya mayat yang di temukan.
Gimana kalo Gaura saja mas yang menikah ?. Tapi gak mungkin sayang, bukan Mas gak mau. Dia bukan putri kandung ku dia ank haram Vina.
Apa kamu bilang Mas Adnan ?
Lalu untuk apa kamu membawa dia kerumah ini Mas Adnan. Kamu hanya menambah beban kita, di tambah perusahaan sekarang mau bangkrut.
"Gina, Mas harus menepati janji, karena dalam surat perjanjian pernikahan. Jika Ibunya meninggal, maka aku yang harus menjalankan bisnis nya dan menjaga anaknya.
Jadi Mas Adnan selama ini berbohong?", Tega kamu Mas Adnan, kalo saja aku tau, ceritanya seperti ini aku tidak akan semudah itu membunuhnya, " Gina berbicara dalam hati.
Malam berlalu begitu cepat...
__ADS_1
Ke esok kan pagi nya, Gaura berolahraga pagi-pagi sekali. Untuk merenggangkan otot-ototnya supaya tidak kaku. Karena dia sudah lama tidak mengikuti pelatihan.
Tiba-tiba Gaura menabrak seseorang," Auww, Nona hati-hati dong kalo jalan, emang kamu gak punya mata ya," kata laki-laki itu.
Maaf Mas, saya tadi berjalan sambil melamun. Sekali lagi saya minta maaf mas. Lain kali Nona kalo jalan jangan sambil melamun. Untung yang di tabrak saya kalo mobil yang nabrak kamu gimana? " Dasar ceroboh.
Gaura langsung lemes, karena kaget tiba-tiba menabrak orang begitu saja. Karena memikirkan perkataan Ayahnya.
Gaura melanjutkan olahraga nya, walaupun pikiran nya sedikit kacau.
Sejam kemudian Gaura pulang dengan sangat bahagia. Karena dia bisa menguat kan kembali otot-ototnya.
Gaura langsung masuk dan berniat naik ke lantai atas untuk mandi. Tiba-tiba dia di hentikan oleh Ibu tirinya dan Freya.
" Hei, anak haram, kamu habis dari mana sepagi ini? Apa kamu pergi merayu laki-laki pagi-pagi buta begini. Ibu nanya, kenapa kamu tidak menjawab.
" Aku habis olahraga Bu. Maaf aku tidak membangunkan kalian. Aku pikir kalian masih tidur, jada ya aku keluar saja.
" Gaura, mulai hari ini, kamu haru mengikuti aturan di rumah ini yang Ibu buat. Jangan kamu membuat aturan sendiri.
" Baik Bu.
Mulai besok, kamu bantuin mereka membuat sarapan dan juga membersihkan rumah ini.
Di dalam hati Gaura," Berkata. Pengen rasanya aku ingin memukul mu dan menyeretnya kamu pergi.
"Ibu tirinya terus saja, berbicara tentang aturan.
Aturan itu di buat untuk di langgar kan Bu ? Lalu untuk apa Ibu repot-repot mengatakan padaku.
Kak Gaura jangan marah, Ibu cuma memberitahu. Kalo di mana-mana itu ada aturannya di rumah ini
Benarkah Pah?
__ADS_1
Freya dan Ibunya geram melihat kelakuan aku