
Selama di perjalanan, Gaura sama sekali tidak berbicara dan juga Carlos. Di dalam mobil hening dan tidak ada yang memulai berbicara. Teddy yang sedang mengemudi keringat dingin, karena ini pertama kalinya menghadapi situasi tegang seperti ini.
Akhirnya Teddy memberanikan diri untuk untuk memecahkan kesunyian.
" Uhuk.. Uhukk.. maaf Tuan Carlos, kita ke rumah besar atau ke villa ?"tanya Teddy.
" Apa kamu tidak takut mati ya? Aku sudah memberitahu kan mu dari kemarin,masih saja bertanya." ucap Carlos. Yang sat itu masih bingung memulai percakapan.
"Mohon maaf Tuan Carlos, aku melupakannya. Lain kali saya akan lebih fokus dalam setiap hal." ucap Teddy ketakutan.
Gaura sama sekali tidak menghiraukan mereka dan Carlos juga gengsi memulai percakapan. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di villa di pinggir kota. Teddy membuka pintu mobil untuk Carlos dan Carlos mempersilahkan Gaura masuk.
Di pintu gerbang sudah ada karpet merah dan semua pelayan membungkuk memberi salam kepada Tuan dan Nyonya yonya rumah.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya, silahkan masuk Nyonya ."ucap kepala Pelayan, karena mendapat kode dari Carlos .
"Apa saya bisa berkeliling dulu?"ucap Gaura tanpa basa-basi.
"Silahkan." Pak Indra tolong ajak Nyonya keliling villa."ucap Carlos.
"Baik Tuan." jawab Indra kepala pelayan.
Sementara Carlos langsung masuk ke dalam rumah dan menaiki tangga menuju lantai atas. Sesampainya di atas dia langsung masuk kamar dan mandi.
Gaura yang habis berkeliling juga masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke atas untuk mandi. Sesampainya di kamar, Gaura bingung dan sekaligus canggung melihat Carlos di sofa, yang sedang asik dengan laptopnya.
Gaura langsung menuju kamar mandi. Lima menit kemudian dia keluar menggunakan piyama handuk yang melilit tubuhnya.
"Apa di sini tidak ada baju untuk wanita?"tanya Gaura dan melirik ke arah Carlos.
"Ehm.. tunggu sebentar lagi, pelayan akan membawakan nya."jawab Carlos dengan sedikit canggung.
Carlos terus menatap Gaura yang di depan meja riasnya dan sedang mengeringkan rambutnya. Dia melihat Gaura yang begitu cantik dan kulitnya putih mulus seperti salju. Tiba-tiba lamunan nya di hentikan oleh ketukan pintu.
Tok..tok..tok..
__ADS_1
"Tuan Carlos, ini pesanan anda."ucap asisten nya dari luar pintu.
"Emm.. berikan padaku dan cepat pergi."ucap Carlos dengan dingin dan tatapan membunuh ke asisten nya.
Carlos menutup pintu kembali dan asistennya juga langsung pergi ketakutan. Setelah itu barang yang di bawanya, langsung dia berikan kepada Gaura yang sedang duduk di atas tempat tidur.
" Ini bajumu, cepat ganti dan kita turun untuk makan malam." ucap Carlos.
" Bisakah kau membalikkan badanmu, aku ingin berganti pakaian." kata Gaura dengan nada datar.
"Ehm. Baiklah cepat."jawab Carlos.
Gaura yang sedang berganti pakaian. Juga berkata sesuatu kepada Carlos.
" Kita menikah karena bisnis dan saya tidak suka terikat." ucap Gaura kepada nya.
Carlos yang mendengar itu langsung emosi. Dan dia tidak menyangka, perempuan yang dia nikahi bisa berbicara seperti itu padanya.
Demi menelan rasa malu dan Gengsi nya, dia juga berkata sedemikian.
" Setelah makan malam baru kita membahas nya." kata Carlos tegas dan dengan tatapan dingin ke arah Gaura.
Gaura juga turut dan ikut makan malam. Karena Carlos duluan turun untuk makan, jadi di dengan cepat selesai dan expresinya berbeda. Gauara sama sekali tidak memperdulikan nyadan dia melanjutkan makan malam nya. Tiba-tiba Teddy bertanya kepada Gaura.
" Mohon maaf Nyonya Gaura, Apa kalian bertengkar?"tanya Teddy pelan-pelan.
" Seperti nya dia punya masalah di perusahaan. Oh ya, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan , karena ini sangat menggangu." kata Gaura.
"Silahkan Nyonya tanyakan, jika saya tau, saya akan menjawab semua pertanyaan Nyonya."kata Teddy dengan gagah.
"Kamu berada di sisi Tuhanmu berapa lama? tanya Guara.
" Saya bersama Tuan Carlos 20 tahun. Waktu dia masih remaja dan dia memungut saya dari jalanan."jawab Teddy.
"Dan siapa yang membunuh ke 3 istrinya?"tanya Gaura lagi.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan kedua Gaura, Teddy langsung terdiam. Dan dia ketakutan setengah mati dan tidak berani menjawab sama sekali. Kerena pertanyaan Gaura hal tabu bagi Tuan Carlos.
" Apa kamu tidak bisa menjawab? Apa kamu takut jika Carlos mendengar nya?." tanya Gaura lagi.
"Mohon maaf Nyonya, untuk pertanyaan itu saya tidak bisa menjawab nya. Nyonya bisa mengajukan pertanyaan lain."ucap Teddy.
" Kamu tidak perlu ketakutan seperti itu. Aku hanya ingin tahu saja, jika tidak juga tidak apa-apa. Aku akan mencari tahu sendiri, baiklah lanjutkan pekerjaan mu.
Gaura langsung berdiri dari kursinya dan pergi ke atas untuk istirahat. Sedangkan Teddy di meja makan pucat karena ketakutan.
" Tuan dan Nyonya sama-sama menakutkan."huft. Kalo tidak hati-hati bisa kencing di celana aku di buat mereka berdua. " Oh tuhan kenapa kau tidak adil padaku." ucap Teddy sambil berjalan keluar.
Semua pelayan yang melihat nya. Mengira dia ada gangguan jiwa, karena dia berbicara sendiri . Dan dia kebingungan melihat semua pelayan di sekeliling nya menatap nya penuh belas kasih, salah satu dari pelayan itu bertanya padanya .
"Tuan Teddy sakit?"tanya kepala pelayan.
"Tidak hanya sedikit demam." jawab Teddy sedikit canggung.
"Hahahah...
Mereka semua menertawakan dirinya. Dia bingung apa yang lucu dan dia tidak menyadari jawabannya sama sekali.
Di lantai dua di kamar Carlos dan Gaura. Mereka juga sedang memper rebutkan tempat tidur. Awalnya Carlos mengira ini adalah malam pertama mereka, dan dia begitu gugup memulai nya. Tidak di sangka ketika Gaura masuk ke dalam kamar , Gaura berkata kepada nya.
"Kita sudah menikah, tapi tidak ada malam pertama atau malam pernikahan. Karena aku tidak menyukai mu, dan tempat tidur ini milikku."kata Gaura dengan nada menyeringai.
"Hem.. apa kamu lupa siapa Tuan rumah di sini?" Yang berhak tidur di sini bukan kamu yang memutuskan."ucap Carlos.
"Kamu...uuu." kata Gaura sambil menunjuk ke arah Carlos, dan kembali menarik tangan nya.
" Kita buat perjanjian saja, apa kamu setuju?" Kita akan hidup bersama tapi tidak sebagai seorang suami istri di rumah. Di luar kita harus berpura-pura dan juga jangan membuat malu, dan mencoret nama baik keluarga TEAXU." Apa kamu setuju dan lain sebagainya besok akan saya jelaskan di dalam kontrak." ucap Carlos.
" Sesuai ke keinginanmu, tapi jangan ikut campur dalam urusan hidup ku." Dan satu lagi, malam ini jangan tidur di di sini, kamu tidur di sofa saja."kata Gaura datar.
" Ini kamar saya dan kamu yang seharusnya keluar dan tidur di sofa, bukan aku. " kata Carlos tegas.
__ADS_1
Gaura yang tidak mau mengalah, langsung tidur menyilang. Dan Carlos juga tidak mau kalah, sampai mereka capek dan akhirnya memutuskan untuk tidur dan meletakkan bantal di tengah-tengah mereka.
Gaura yang sudah terlalu capek, tidak butuh waktu lama dia tertidur. Dan Carlos yang melihat dia tertidur pulas, dia menatap wajah yang begitu cantik, membuat detak jantungnya berdegup kencang.